Belakangan ini muncul berbagai kajian tentang masalah wanita. Sayangnya, kajian tersebut berpijak pada hadits-hadits maudhu' atau mendekati maudhu sehingga merebak pandangan yang diklaim membela hak kaum wanita agar sama dengan kaum laki-laki (feminisme) atau sebaliknya pandangan yang mengantarkan kaum wanita pada kebodohan dan keterbelakangan (konsep jahiliah). Sangat jarang sekali kita temukan kajian yang mengangkat karakteristik kemanusiaan wanita sekaligus membebaskannya dari belenggu tradisi jahili sebagaimana rentangan sejarah para sahabat dan shahabiyah. Lewat hadits-hadits sahih Bukhari dan Muslim kita akan menemukan konsepsi Islam yang sarat dengan pengakuan atas keberadaan dan kiprah wanita dalam berbagai bidang kehidupan. Kajian yang membebaskan tersebut dapat kita baca dalam buku karya Abdul Halim M. Abu Syuqqah ini.
Pada jilid pertama, beliau mengupas tuntas karakter wanita yang dikaitkan dengan hadits yang diklaim oleh kebanyakan orang sebagai dalil bahwa kaum wanita paling dominan menghuni neraka. Kenyataannya ada kelompok yang pro dan kontra terhadap wanita, tetapi Dr. Yusuf Qardhawi dalam pengantar buku ini berujar bagi yang terlanjur hendaklah surut dan yang tertinggal hendaklah menyusul. Tentang pentingnya buku ini, Muh. al-Ghazali mengatakan bahwa semestinya kajian seperti ini sudah dimulai sejak berabad-abad yang lalu.
PROF. ABDUL HALIM MUHAMMAD ABU SYUQQAH adalah cendekiawan muslim yang sejak remaja aktif dalam pergerakan Ikhwanul Muslimin. Bahkan ia akrab dengan pendiri organisasi ini, Hasan al-Banna. Pengalamannya dipenjara karena aktivitas dakwah, menempanya menjadi seorang pemikir mujahid yang istiqamah. Dlilah yang membidani lahirnya majalah al-Muslim al-Mu'ashir; media dakwah yang terkenal kritis. Sang Penulis yang juga pengajar ini, bekerja satu atap dengan Dr. Yusuf Qardhawi di Departemen Pendidikan dan Pengajaran di Qatar.
Kitab ini bagi saya sangat 'rare', sangat komprehensif perbahasannya dengan rujukan-rujukan yang sahih. Malah diterangkan lanjut oleh penulis ini dalam bahagian Metod Penulisan yang berjela-jela. Kajian yang memakan masa bertahun-tahun.
Kata pengantar buku ini diberikan oleh dua guru besar, Syekh Muhammad Al Ghazali dan Syekh Dr Yusuf Qaradhawi.
Kata Syekh Muhamad Al Ghazali dalam kata pengantarnya,
" Saya berharap buku yang mengupas masalah wanita dalam masyarakat seperti ini sudah muncul beberapa abad silam. Sebab, kaum muslimin sudah jauh menyimpang dari tuntutan agama dalam memperlakukan wanita".
Ini ayat pertama Syekh Muhamad Ghazali dalam pengantarnya.
------------------------------
Antara bab yang terkandung dalam kitab ini :
1. Karakteristik Wanita Dalam Al Quran 2. Karakteristik Wanita Dalam Kitab Sahih Bukhari 3. Motivasi Peranan Wanita Muslimah Dalam Kehidupan Sosial Zaman Rasulullah SAW 4. Keterlibatan Wanita Dalam Bidang Professional dan Pedoman Syariatnya 5. Bukti Keterlibatan Wanita Muslimah Dalam Kegiatan Sosial 6. Bukti Keterlibatan Wanita Muslimah Dalam Kegiatan Politik Zaman Kerasulan 7. Bantahan, Dalil Dan Pendapat Seputar Keikutsertaan Wanita Dalam Kehidupan Sosial dan Pertemuannya Dengan Laki-Laki
Dan banyak lagi. Yang saya senaraikan ni hanya terkandung dalam jilid 1 dan jilid 2.
-----------------------------
Asalnya, penulis buku ini mahu mengkaji tentang Sirah Nabawiyah berdasarkan pegangan sunnah. Beliau mula mengkaji dan berjumpa dengan hadith-hadith yang berkaitan wanita yang beliau rasakan apa yang difahami dan dipraktikkan seolah-olah tidak sama dengan apa yang dibentangkan hadith.
Kerana tarikan itu, penulis telah mengubah haluan, daripada pengkajian Sirah Nabawiyah kepada projek pengkajian wanita muslimah pada masa kenabian. Kondisi wanita muslimah pada masa kenabian memberikan gambaran jelas sekali tentang udara kebebasan yang dapat dihirup kaum wanita.
Yang mendorong penulis mengerjakan projek baru ini adalah kerana bahaya besar yang pernah dan masih penulis rasakan iaitu dominasi visi dan persepsi yang salah tentang ajaran agama mengenai emansipasi wanita.
-------------------------------
Mengatakan yang hak itu hak dalam soal wanita sama pentingnya dengan mengatakan yang hak itu adalah hak dalam aspek manapun dari aspek syariat kerana kedua-duanya sama-sama memperjuangkan agama Allah - Prof Dr Abdul Halim Abu Syuqqah.
Suatu hari di pertemuan lingkaran beberapa bulan lalu (atau tahun yang lalu ya?), teteh saya menyebut-nyebut buku ini sebagai salah satu bacaan recommended tentang perempuan. Ga secara langsung, cuma sekalimat waktu sharing tentang buku apa yang beliau baca selagi masih mahasiswa. Singkat cerita, saya nemu buku ini di rak buku teman saya, Farhatul.
Buku karya Abdul Halim Abu Syuqqah yang berjudul "Kebebasan Wanita" bisa dibilang salah satu dari sedikit buku yang membahas berbagai sudut pandang tentang wanita. Ini merupakan buku ke 1 dari 4 (kalau ga salah). Isinya meliputi pemaparan karakteristik wanita berdasarkan Al-Qur'an dan hadits, beserta contoh nyatanya. Semua pembahasan literally diambil dari Al Quran dan hadits, dikumpulkan, dan dikelompokkan sesuai dengan chapternya.
Setelah saya baca sampai tamat, sejujurnya untuk orang dengan pemikiran sederhana seperti saya, saya lebih merekomendasikan buku "Keakhwatan" karena lebih mudah dipahami. Soalnya, mayoritas isi "Kebebasan Wanita" ini adalah hadits-hadits yang dikumpulkan dalam satu tema sesuai dengan bahasannya tanpa penjelasan lebih lanjut. Dimana seringkali bikin saya kurang paham secara mendalam dan kecepatan baca pun menurun. Intinya mah mesti dipahami, bukan sekedar dibaca aja.