== Kumpulan kisah kaum sosialita, based on true story ==
Dari pengarang novel bestseller 'Nyonya Besar' & 'Tuan Besar'
Konon, hubungan kekerabatan paling sensitif adalah antara menantu dan mertua. Ada banyak gesekan, ada banyak kesalahpahaman. Masing-masing pihak merasa lebih tahu, lebih benar, lebih kenal.
Riza, misalnya. Istri Hendrawan ini paling bingung mencari tahu apa yang diinginkan ibu mertuanya. Soal oleh-oleh pun jadi masalah. Keduanya seperti tak ingin kalah dari yang lain dalam membawakan buah tangan. Tas mahal yang dibeli di Jepang pun tidak cukup memuaskan.
Lain lagi cerita Mira, yang punya bapak mertua penebar pesona. Satu-dua kali dia memergoki sang bapak mertua bersama perempuan yang bukan istrinya… tapi, ya sudahlah. Masalahnya, apa yang terjadi kalau Bapak bertandang ke rumahnya?
Vero kesal sekali karena Victor, suaminya, sungguh pemalas. Mandi saja harus disuruh ibunya. Kalau sudah begitu, ke mana dia harus mengadu?
Ada banyak lagi cerita, yang tentu saja tidak semuanya tentang perselisihan. Ada juga menantu-mertua yang saling mengagumi dan menghormati. Inilah sekelumit potret hidup manusia di belantara metropolitan.
Penasaran isi buku ini karena judulnya yang sangat sensitif, hahaha....
Rasanya sejak saya masih bocah, saya sudah sangat sering mendengar cerita tentang hubungan kekerabatan antara menantu dan mertua yang sangat 'rawan'. Apalagi setelah kakak saya menikah sehingga dalam keluarga kami hadirlah orang baru yang ibu sebut menantu, mulailah saya benar-benar memahami betapa dua pihak itu memang harus saling berkorban perasaan.
Nah buku ini mengupas tentang hubungan seputar menantu dan mertua dengan berbagai problema yang menyertainya. Intinya, sifat orang baik menantu atau mertua itu berbeda-beda. Ada yang bisa saling beradaptasi dan saling memahami, ada yang hanya sekedar 'menghormati', ada pula yang jelas-jelas memusuhi. Salah satu pelajaran berkesan yang dapat saya petik dari buku ini yaitu bahwa sebagai perempuan jangan sampai besok jadi menantu yang musuhin mertua karena bagaimanapun kelak ketika kita menjadi mertua, kita juga tidak ingin diperlakukan dengan tidak baik. Betul kan ?
Penting untuk diingat, bahwa dunia itu terus berputar dan apa yang kita tanam itulah yang akan kita dapat kelak.
Buku ini bertema kumcer sih, jadi bukan 1 cerita utuh drama menantu dan mertua 😄. Total semua ada 20 cerita, dan syukurnya banyak yang menarik👍. Tapi bukan tipe yang jenaka gitu yaa. . Dari dulu Riza merasa ibu mertuanya susah untuk didekati. Adaaa aja yang bikin ganjelan di hati. Sampe ke masalah oleh-oleh. Tiap kali Riza ke LN dia selalu menanyakan mami mau dibawakan apa, tapi jawabannya selalu ngambang, (taukaaaan, pura-pura ga mau tapi sebenernya ngarep), bikin Riza bingung mau membelikan apa. Pernah pas dibawain parfum Chanel no5, reaksi spontan mami malah, 'Aduh duuh, mami ga suka Chanel. Itu tuh parfum mantan papi sebelum Ama mami' 🤣. Lalu saat dibelikan tas Prada ketika Riza ke Jepang, mami mertua malah bilang, 'waah mami dapat Prada lagi, model dan warna sama plek plek pula' 😂. Sungguh membuat emosi . Lia selalu merasa tidak PD tiap kali harus kumpul di rumah keluarga suaminya, mengingat hanya dialah menantu yang pekerjaannya jurnalis. Sementara menantu ibu Cokro lainnya, pengusaha dan chef. Padahal kalau dia mau membuka diri, ibu Cokro malah sangat menyayangi Lia, dan paling sering meminta Lia memilih lebih dulu tiap kali semua menantunya diberi hadiah. Sampai suatu ketika, mertuanya ini akan berulang tahun. Lia bingung mau memberikan kado apa. Kasih yang murah kok kebangetan, tapi mau yang mahal, duitnya ga ada 😅. Akhirnya dia membeli sesuatu yang simple bahkan kurang dari budget yang dia siapkan, dan ternyata mama sangat senang! . Vero ga menyangka suaminya Victor ternyata ga suka mandi. Dia tahu Victor pemalas, tapi masa iya mandi aja sampe dipaksa, dan itupun belum tentu dijalanin. Bahkan Victor pernah tidak mandi selama lebih dari 2 hari. Mana mau Vero berhubungan dengan orang bau, bukannya horny, malah turn off. Di saat itu, hanya ibu mertuanya yang bisa dia jadikan tempat mengadu. Untungnya si ibu termasuk mertua baik yang bahkan mau membantu Vero saat memilih cerai karena ga tahan dengan suami seperti Victor. . Masih banyak cerita lainnya, tapi yang bisa aku ambil kesimpulan, semua ini cuma masalah komunikasi. Ragu untuk mengungkapkan apa yang dimau, yang paling sering merusak hubungan menantu dan mertua. Aku jadi bersyukur punya mertua yang sangat-sangat baik dan open minded ❤️
Lagi-lagi tumben aku bisa cepet baca bukunya. Tapi emang sih buku ini gak tebel-tebel amat. Mmm, selain itu karena emang asyik juga baca ceritanya. Bahasanya seperti biasa ringan dan menggelitik. Apapagi ini temanya tentang menantu dan mertua. Mantap deh. Jujur di buku yang ini sebagian besar ceritanya lucu. Dialog-dialognya simpel tapi sudah mempan bikin aku tertawa terpingkal-pingkal. Kisah yang paling lucu kali ini adalah cerita Rosita dan Marini. Tapi yang paling ajaib itu adalah Mertua Marini. Lucuuuu banget ngebayangin kebegoannya menghadapi menantu cowoknya yang bandel. Untung aja dia punya kakak yang tegas dan mau ngajarin dia cara menghadapi menantu yang nggak tau diuntung itu. Kasian anak ceweknya yang merasa ngga punya tempat mengadu karena ibunya bener-bener nggak bisa diandelin. Sebenernya ini sentilan juga bahwa lepas tangan sama sekali dari rumah tangga sang anak/menantu pun nggak bagus. Ada kalanya sebagai orang yang lebih berpengalaman dalam berumahtangga harus membantu melerai/mencarikan jalan keluar saat rumah tangga anak/menantunya lagi nggak akur. Apalagi dalam kasus ini menantu dan mertua tinggal seatap. Di buku ini juga banyak gambaran soal menantu yang mengagumi mertuanya. Bahkan pada orangtua kandungnya sendiri dia nggak merasa sebegitu bangganya. Tapi memang nggak salah sih kalau Tantyo mengagumi ayah mertuanya karena aku pun bisa ngebayangin betapa penyabar, setia dan family man-nya beliau. Ternyata juga, kesetiaan itu bisa ditunjukkan dengan hal-hal kecil, seperti kesetiaan kita pada hobi yang sudah kita pilih. Kalo dipikir-pikir, aku bisa dibilang tipe nggak setia dong kalo gitu, karena bukan sekali dua kali aku meninggalkan begitu saja hobi yang sempat ingin kutekuni dulu, semacam les piano dan yoga. Beda sama ayah mertua Tantyo yang setia mengurusi tanamannya dengan penuh cinta. Sehingga dari hal kecil itu bisa menular ke hal besar, di mana istrinya tiba-tiba terserang struk dan beliau merawatnya dengan telaten sampai istrinya bisa kembali sembuh seperti sediakala. Dan ada satu lagi kisah favoritku. Yaitu cerita dari seorang perempuan bernama Lia. Dia ini bisa dibilang minder karena menjadi menantu terbaru. Padahal sih ibu mertuanya baik banget dan berketetapan hati untuk menganggap semua menantunya sebagai anak kandungnya sendiri dan tidak membeda-bedakan mereka. Itu memang tidak beliau ungkapkan lewat kata-kata pada Lia, tapi melalui tindakan langsung. Tapi Lia terus saja merasa insecure karena dua menantu lainnya rata-rata punya usaha sendiri yang penghasilannya dipastikan lebih besar dari dia yang cuman seorang reporter. Lia bertambah waswas saat hari ultah ibu mertuanya karena bingung mau kasih kado apa. Ditambah lagi budgetnya yang terbatas. Untungnya pak sopir di kantor kasih ide buat kasih tanaman. Dan bener saja ibu suka banget. Lia pun lega. Nilai moralnya, perempuan itu emang suka mikirin sesuatu secara berlebihan, seperti si Lia ini, jadinya suka minder padahal ibu mertuanya nggak ribet sih sebenernya. Tapi ya namanya juga susah mengetahui isi pikiran orang lain. Dan kisah yang satu ini bener-bener memberikan sedikit gambaran kalo nggak semua mertua itu ribet dan nyebelin. Ada kok yang bener-bener tulus menganggap kita sebagai anak kandungnya sendiri. Tinggal kitanya aja belajar untuk berbesar hati dan selalu berpikiran positif. Entar lama-lama bisa klop deh kayak kisahnya Muti, si cewek easygoing yang berhasil mengakrabkan dirinya dengan ibu mertuanya yang sensitif hihihi.
Jadi... buku ini adalah sekumpulan cerita tentang berbagai macam bentuk kehidupan pasangan suami istri (rata-rata pasutri muda) yang berdampingan dengan mertua. 20 bab berarti 20 kisah. Sejauh ini aku sudah menikmati 10 keseruan. Kenapa aku bilang keseruan? Karena sejauh 10 kisah ini, semuanya dengan bentuk yang beda-beda antara menantu dengan mertua.
Hmm ternyata menikah itu memang bukan sekedar hidup baru milik pasangan tersebut, tapi juga menggabungkan kehidupan dua keluarga besar yang pastinya dengan karakter dan kebiasaan berbeda.
Berarti sudah setengah buku terbaca dan buku ini tidak membosankan, bahkan lebih seru dari sinetron suami istri dan orang ketiga yg lagi tren di salah satu channel TV kita.
Seperti halnya buku panduan, seperti itulah buku ini. Menggambarkan seluk beluk pernikahan, hidup berkeluarga. Dan blak-blakan memperlihatkan masalah menantu dan mertua yg melulu bukan karena cemburu soal perhatian, tapi juga finansial dan bahkan urusan ngurus cucu juga bisa masalah utama pernikahan.
Mau menikah? Bagus kalau punya niat demikian. Tapi yg perlu diingat. Menikah bukan soal hanya sepasang kekasih saling cinta mentok dan gak bisa hidup tanpa satu yg lain. Menggabungkan dua keluarga besar dan kehidupan yg sesungguhnya pun di mulai dari pernikahan.
Menantu & Mertua Metropolitan. Sebuah kumpulan kisah tentang menantu & mertua dengan gaya hidup perkotaan. Saya mengira cerita buku ini tentang kalangan orang kaya saja, ternyata kehidupan orang kota sehari-hari. Rasa penasaran saya semakin besar karena judul-judul cerita di dalam buku ini cuma "menantu & mertua 1, 2, 3, dst", bukan judul yang sesuai dengan masing-masing isinya.
Mulai dari menantu pemalas sampai mertua yang patut jadi teladan. Menantu mandiri sampai mertua yang kurang bijak & peragu. Problematika sampai kekompakan menantu & mertua. Seru. Cocok terutama untuk remaja dewasa yang mau lanjut ke lembaran baru bersama pasangannya & keluarga barunya untuk cari tahu gimana sih seorang menantu & mertuanya berinteraksi (cihuy :p). Saya sepertinya kecepatan baca buku ini hehe. Sebelum benar-benar menikah (hehe, aamiin!), buku ini mau saya baca ulang.
ceritanya ringan2. ada yg lucu, ada yg miris, ada yg menyentuh, ada yg bikin heran. intinya semua ttg hubungan mertua - menantu. cewek dan cowok. banyak jg cerita yg bikin takjub, ttg hubungan menantu- mertua yg ternyata kedekatannya bs melebihi anak-orgtua kandung. intinya, orgtua dan mertua kita sama2 manusia yg harus kt terima sifat dan karakter aslinya, sama seperti menantu yg (mungkin)gak pernah ada yg bener2 sempurna jg di mata mereka. dan banyak hal yg hrsny bisa dipelajari dr kehidupan orgtua kita di masa lalu. krn ceritanya pendek2, konflik yg diceritakan jg tdk terlalu detail, sehingga kadang kurang dapet aja maknanya. tp overall ceritanya cukup menghibur
Ringan dan sederhana. Meskipun (mungkin) nggak sesederhana ketika mengalaminya. Belom pernah ngerasain sih. Haks. Karena katanya based on true story, emang 'ada-adaaaa aja' yang terjadi di dunia ini ya. *lebay*. My favorite story is #18. Unik, karena nggak banyak yang menceritakan tentang hubungan seorang menantu dengan mertua laki-laki. Biasanya kan mertua perempuan lebih banyak dibahas. Katanyaaa...
Agak berbeda dari pengalaman membaca seri kumpulan kisah dari Threes Emir sebelumnya, kali ini saya merasa lebih datar. Tidak banyak cerita yang menarik untuk direnungkan lebih jauh dan hanya sedikit saja yang menunjukkan kelihaian penulis menangkap kebijakan semesta yang terselip dalam cerita yang diuraikannya. My least favorite from the series; and quite a let down as a book itself.
Seri kumpulan kisah kaum sosialkta terbaru dari Threes Emir Buat saya, ini seri yang paling saya suka karena banyak membuka mata saya tentang kehidupan setelah menikah. Ada yang bisa dapat mama mertua yang banyak komplain, ada yang pengertian. Dari buku ini juga menagajarkan jangan sampai salah pilih pasangan hidup, ada yang suaminya malas kerja sampai malas mandi. *sigh*
Seri terbaru dari Threes Emir. Mungkin belum sebagus seri-seri sebelumnya, tapi cerita-ceritanya tetap menyentuh. Mengingatkan aku pada sosok 'Mama' yang baru aku kenal sebentar tetapi sudah memberikan banyak pelajaran berharga buat aku. Thanks Mum!
ga sesuai ekspetasi pas ngebaca buku ini. Dan kayanya kok ga seperti semuanya kisah nyata ya?apa ini gabungan antara fiksi dan non fiksi?klo baca ceritanya malah kaya nonton sinetron.tapi lumayan buat bacaan ringan di akhir pekan.
Lucu bangeeet! Gue ampe ngakak terus pas baca, secara gue uda jadi menantu metropolitan, berasa gue banget! Haha..
After all, gue mengagumi hubungan gue dan mertua yang memang suka ada ups and downs nya.. They are my parents too and the grandparents of my children..