Saya sebenarnya lebih dulu membaca seri keduanya. Tapi karena ceritanya tidak saling bersambung, layaknya novel atau kisah lainnya, maka tidak menghilangkan esensi ceritanya.
Buku ini bercerita tentang segala hal yang berkaitan dengan profesi jurnalistik. Hanya saja, lebih ditekankan pada "behind the scene"nya. Bagaimana realita di balik layar seorang artis itu "diaduk" sebagai seorang figur publik, bagaimana wartawan dalam mengerjakan tindak-tanduk pers-nya, hingga segala hal-hal yang sebenarnya tabu untuk diceritakan secara publik.
Wajar ketika buku ini terbit, kata Kang Maman, ia banyak dijauhi oleh artis-artis (yang mungkin tersinggung dengan penceritaannya), hingga teman wartawan lainnya. Bagaiman tidak, buku ini mengungkap borok di dunia entertainment.
Sebagian besar memang menceritakan artis-artis ternama, tanpa menyebutkan namanya. Maklum, Kang Maman merupakan mantan Pemimpin Redaksi di salah satu majalah entertainment di bawah payung Kompas Gramedia. Pun, kenalannya memang banyak dari kalangan artis maupun pejabat.
Sayangnya, buku ini terlalu singkat menceritakan segalanya. Ada banyak hal yang masih menggantung. Menyatukan kedua seri buku ini pun masih bisa dibaca "sekali duduk". Ada baiknya, kelak, sang penulis menambahi cerita-cerita "aib" artis ini lebih banyak lagi. Saya makin penasaran dengan kehidupan disana.