Kita hanya punya sepotong hati, bukan? Satu-satunya.
Lantas bagaimana kalau hati itu terluka? Disakiti justeru oleh orang yang kita cintai? Aduh, apakah kita bisa mengobatinya? Apakah luka itu bisa pulih, tanpa bekas? Atau jangan-jangan, kita harus menggantinya dengan sepotong hati yang baru.
Semoga datanglah pemahaman baik itu. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita, tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman baik.
Selamat membaca cerita-cerita Sepotong Hati Yang Baru.
+++
Tere Liye selalu bisa merangkai kata indah yang memberikan tentang pembelajaran hidup melalui tulisan-tulisanya yang tidak hanya melulu tentang cinta. ---Nuning, Pelajar SMAN 84 Jakarta
Buku tere liye ini, meski tidak berbau agama, membuatmu ingin bersegera menjadi pribadi yang baik dan tulus. Must read! --- Azka Mahira, Mahasiswa
Mau berakhir tragis, bahagia atau menggantung sekalipun, setiap cerita tentang cinta selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. Buktinya ada pada buku yang satu ini. Selamat terinsipirasi! --- Agung Pujia, Karyawan Swasta
Harus dibaca para "galauers" biar bisa paham bagaimana me-manage sebuah perasaan dengan baik. --- Heny Yuniarti, mahasiswa ITS-
Cocok dibaca oleh remaja. Di masa transisi ini kita seakan dibawa ke dunia penuh rasa yang 'berbeda' -Reyza Meilani, Pelajar SMAN 20 Bandung
"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."
"1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku."
Sepotong Hati Yang Baru adalah semacam sequel dari kumpulan cerita pendek sebelumnya yang berjudul Berjuta Rasanya. Buku ini berisi 8 cerita pendek dengan tema yang serupa dengan kumpulan cerpen sebelumnya: yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan perasaan cinta. Dibandingkan dengan Berjuta Rasanya yang berisi 15 kisah berbeda, buku ini menyuguhkan jumlah cerita yang lebih sedikit - oleh karena itu setiap cerita memiliki kesempatan untuk digali lebih dalam. Ada juga beberapa kisah dalam buku ini yang karakternya sudah pernah muncul di Berjuta Rasanya - meskipun dengan cerita yang berbeda dan tidak berkelanjutan.
Dari 8 cerita yang ada dalam Sepotong Hati Yang Baru, aku akan membahas beberapa kisahnya supaya yang belum membaca Berjuta Rasanya bisa tahu kira-kira apa yang menjadi isinya. Kisah yang pertama, berjudul 'Hiks, Kupikir Itu Sungguhan'. Dalam buku Berjuta Rasanya, pernah dituliskan kisah yang serupa; sebuah cerita cinta sederhana yang mungkin saja dapat terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Cerita ini dibawakan dengan ringan dan ceria, sesuai dengan karakternya yang berusia muda. Tema-nya mungkin bisa ditebak dari judulnya sendiri, yaitu tentang seorang gadis yang 'merasa' bahwa seorang lelaki yang ia sukai membalas perasaannya - padahal itu semua hanya perasaannya saja. Lewat kisah ini, orang-orang muda seolah 'diperingatkan' agar tidak hanya melihat apa yang ingin kita lihat - melainkan harus dengan mata terbuka lebar melihat kenyataan yang ada. Kisah ini memberi banyak makna untukku secara pribadi, dan mungkin juga bagi banyak pembaca yang lain :)...
"Maka saat kebenaran itu datang, ia bagai embun yang terkena cahaya matahari. Bagai debu yang disiram air. Musnah sudah semua harapan-harapan palsu itu. Menyisakan kesedihan. Salah siapa? Mau menyalahkan orang lain?"
Nah, pada hobi geer? Siapa di sini yang sering geer tingkat nasional? Deket sama cowok yang disenengin langsung nganggep tuh cowok juga punya perasaan yang sama? Hati-hati temaaan. Jatuh cinta kadang membuat mata kita buta. Nggak bisa berpikir rasional. Selalu berprasangka apa yang mau kita sangka. Hingga saat kebenaran tiba, wussshhhh.. bener kata bang Tere, musnah sudah semua harapan-harapan palsu itu.
"Kau tahu, di tengah semua kesedihan itu, setidaknya saat itu aku akhirnya menyadari, aku tidak akan pernah bisa melanjutkan hidup dengan hati yang hanya tersisa separuh. Tidak bisa. Hati itu sudah rusak, tidak utuh lagi. Maka aku memutuskan membuat hati yang baru. Ya, hati yang benar-benar baru."
Kalau sudah terlanjur? Bangkitlah temaaan. Hidup nggak cuma sampai di hari kau patah hati. Bumi akan terus berjalan meski kau meronta-ronta sekalipun... kesal karena pengorbanan cintamu sia-sia. Bangunlah temaaan. Seandainya hati yang hancur itu tak bisa membawamu kembali menjalani hidup dengan baik, hiduplah dengan hati yang baru. Bagaimana caranya? Beli hati di pasar kelontong? Bukan. Tapi berdamailah dengan yang sudah lalu. Jadikan ia pelajaran. Bukan momok yang menghantuimu disaat kau mencoba untuk mencari kehidupan yang lebih baik..
"Kau tahu, kau hari ini terlihat cantik sekali. Meski aku lebih suka melihat kepalamu dulu yang botak."
Dan lagi.. apalah arti cinta sejati itu temaaan? Apakah cinta sejati selalu berakhir miris? Apakah cinta sejati selalu saja berujung maut meskipun sudah diperjuangkan sedemikian rupa? Apakah Seratus Naga Surga tidak bisa menghentikan kekacauan itu dari awal dan membuat dua belah hati itu bersatu? Memangnya apa lagi yang harus diharapkan dari kisah Sampek dan Engtay yang mengharukan? Cinta mereka sejati, bukan? Cinta mereka kuat, bukan? Tapi mengapa berakhir demikian? *ingus gue meler*
"...Tapi tjinta kita boekanlah apa-apa dibanding tjinta atas kemerdekaan bangsa kita. Tjinta soetji kita boekanlah apa-apa dibanding tjinta kita atas tanah air kita ini. Akoe, kamoe, akan mengorbankan apa poen demi itoe."
Nah, apa pula itu yang dinamakan dengan cinta tanah air? Pernahkah kalian tahu betapa sulitnya berkorban? Betapa sakitnya pengorbanan itu? Oh, jangan dulu bicarakan perjuangan cinta terhadap pasangan! Ketika negara kita masih dikuasai Belanda, bangsa kita dijadikan pembantu dan centeng-centeng, pengorbanan untuk cinta sejati saja sudah sulit. Apalagi pengorbanan terhadap tanah air. Butuh pengorbanan nyawa, temaaan. Lihatlah kisah Itje Noerbaja dan Kang Djalil yang terlupakan.. *samperin kompeni* *tempelin upil ke makanan mereka*
"...tetapi cinta tanpa disertai kepercayaan, maka ibarat meja kehilangan tiga dari empat kaki-kakinya, runtuh menyakitkan."
Apakah perjuangan dan pengorbanan sudah cukup menjadi pondasi dalam cinta? Tidak, temaaan. Pondasi terpenting dalam cinta adalah kepercayaan. Lah, tahu apa aku soal cinta? Well.. aku tidak tahu apa-apa. Berkorban sedemikian rupa saja aku tak pernah. Tapi kepercayaan? Aku juga tidak yakin sudah memiliki rasa kepercayaan itu atau belum. Bukankah perasaan bisa berubah seiring berjalannya waktu? Lihatlah kisah Rama dan Shinta. Rasa cinta mereka besar terhadap satu sama lain. Tapi nyatanya tak sebesar itu. Hati Rama ringkih. Begitu juga bangunan cinta yang sudah dibangun bertahun-tahun itu. Roboh tak bersisa..
Bagaimana dengan kata penyesalan? Ia selalu datang di akhir. Tak pernah ada penyesalan yang datang di awal. Ia hanya menyisakan luka. Hanya mereka yang 'kuat' yang berani mengambil alih kembali hidup mereka. Hidup dengan hati yang baru. Hidup dengan nafas yang baru. Biarlah.. yang lalu biarlah berlalu. Biarkan ia menjadi cerita. Bukankah mereka yang bijaksana selalu menanggapi cerita lama dengan kepala dingin?
"Dua puluh lima tahun aku menghabiskan masa kanak-kanak, kuliah, surat-surat itu. Dua puluh lima tahun, seperempat abad, apa yang harus aku sesalkan? Sekarang umurku lewat lima puluh. Dua puluh tahun lagi hidup dengan mengenang masa lalu itu saja sudah cukup menyenangkan, bukan?!"
Terima kasih Mbak Hesty. :') Btw, bang Tere, jadi kisah Mbak Hesty dan Tigor ini nyata adanya?
Buku ini...ah, bagaimana saya menjelaskannya? Pas banget buat para galauers! Saya selalu suka dengan tulisan Tere Liye, memberikan banyak pemahaman-pemahaman baik, mengajari tanpa menggurui. Buat yang lagi patah hati, mungkin bisa membaca buku ini. Disini banyak hal-hal menarik, semoga bisa mendapatkan pemahaman yang baik juga. Terutama dalam urusan menata perasaan.
Di dalam buku ini ada 8 cerita, yang naskahnya sudah dibagikan secara gratis oleh Bang Tere di page facebook-nya. 'Hiks, Kupikir Itu Sungguhan', 'Kisah Sie Sie', 'Sepotong Hati yang Baru', 'Mimpi-Mimpi Sampek-Engtay', 'Itje Noerbaja & Kang Djalil', 'Kalau Semua Wanita Jelek', 'Percayakah Kau Padaku?' dan 'Buat Apa Disesali'.
Dan yang paling saya sukai? Entahlah, setiap cerita memberikan pemahaman baik yang berbeda-beda. Tentang keteguhan janji, mimpi-mimpi sepasang kekasih yang tidak mendapat restu, komitmen dalam cinta, kepercayaan dan tentang masa lalu yang tak perlu disesali meski tak sesuai dengan yang diharapkan.
"Maka, semoga datanglah pemahaman baik itu. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita. Tidak peduli sesederhana apa pun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman yang baik"--Sepotong Hati yang Baru
sepotong hati yang baru, kata yang cocok untuk seorang yang pernah terpotong hatinya oleh orang lain. sepotong hati yang baru, kata yang cocok untuk seorang yang akan memenuhi hatinya yang telah kosong sekian lama. sepotong hati yang baru, meyakinkan kita bahwa cinta hanya berlandaskan kepercayaan...
Naratif-naratif dalam tema cinta dan perhubungan; tentang patah hati, kehilangan, rasa kesal, ego dan yang bertepuk sebelah tangan. Suka dengan latar kisah-kisahnya yang variasi dari realiti semasa dalam plot persahabatan dan kekeluargaan juga masa lalu dengan linimasa sejarah yang berkait hal budaya, sosial dan selitan ceritera lagenda/mitos.
Laras bahasanya sedap dibaca dengan alur plot yang menggugah dinamik watak-watak utamanya. Beberapa cerpen yang aku suka—
Hiks, Kupikir Itu Sungguhan Paling menghiburkan antara semua. Plot klise tentang hubungan akrab yang hampir putus kerana seorang lelaki namun diolah dengan adegan dan dialog menarik dan penuh jenaka.
Kisah Sie-Sie Perjuangan seorang anak dan kecekalan hati seorang isteri. Suka dengan watak Sie Sie walaupun sifat tabah dia selalu buat aku hilang sabar.
Sepotong Hati Yang Baru Suka dengan perspektif deskriptif pencerita yang putus cinta kerana orang ketiga; tentang pertemuan kedua dan kenangan-kenangan yang datang kembali. “Cinta bukan sekadar soal memaafkan. Cinta bukan sekadar soal menerima apa adanya…”
Mimpi-Mimpi Sampek-Engtay Kisah cinta antara penghuni biara shaolin di zaman dinasti. Penuh aksi dan agak emosional, semacam menonton c-drama bertema sejarah.
Itje Norbaja dan Kang Djalil Agak unik kerana penceritaannya dalam narasi ejaan Van Ophuijsen tentang kisah cinta tragis dan pemberontakan berlatar tanah Indonesia sewaktu penjajahan Belanda sekitar 1600an.
Buat Apa Disesali Drama keluarga dengan tema cinta yang tak kesampaian kerana kelainan darjat. Naratif ringan tapi aku suka dengan karakterisasi dan perspektif watak Hesty.
Naskhah nipis dan santai walaupun temanya bermain dengan perasaan dan pengalaman dalam perhubungan yang berkait realiti dan barangkali kena dengan kisah sendiri. Ada sisi intens, dramatik dan kritik sinis yang boleh diambil sebagai teladan dan peringatan. 3.8 bintang untuk naskhah ini!
Buku ini merupakan sekuel dari buku "Berjuta Rasanya", meskipun tidak berkaitan sama sekali untuk jalan ceritanya. Hanya satu tema, yaitu apa lagi kalau bukan tentang cinta?
Sepotong Hati yang Baru terdiri dari beberapa cerita. 1. Hiks, Kupikir Itu Sungguhan Dari judulnya saja, kita bisa menebak kalau kisah ini sad ending. Bercerita tentang seorang gadis yang menaruh hati pada seorang cowok. Cowok itu membalas responsnya. Tapi, ternyata ada kepentingan tersendiri. Gadis itu hanya termakan GR.
2. Kisah Sie Sie Alur cerita ini menurutku begitu cepat. Bercerita tentang Sie Sie, seorang gadis cantik nan jelita, berusia enam belas tahun, hidup sengsara karena keluarganya yang miskin, berusaha membuktikan janjinya kepada ibunya untuk mencintai seorang pria yang bernama Wong Lan, apa adanya.
3. Sepotong Hati yang Baru Intinya tentang patah hati.
4. Mimpi-Mimpi Sampek-Engtay Cerita tentang Legenda Sampek-Engtay. Tentang memperjuangkan cinta.
5. Itje Noerbaja & Kang Djalil Aku nggak baca kisah yang ini karena tulisannya memakai ejaan lama. Capek sekali bacanya. Baru beberapa halaman, aku menyerah.
6. Kalau Semua Wanita Jelek Nah, kalau yang ini tentang wanita yang nggak pede dengan tubuh gendutnya. Ia ingin kurus--standar kecantikan masa kini. Tapi, ia lupa, bahwa cantik itu relatif. Kecantikan yang sesungguhnya itu berasal dari hati.
7. Percayakah Kau Padaku? Salah satu kutipan yang aku suka dari cerita ini adalah; "Cinta yang besar, tanpa disertai komitmen dan kepercayaan, maka ia hanya akan menelan diri sendiri."
8. Buat Apa Disesali... Cerita klasik. Cerita tentang Hesty dan Tigor dengan soundtrack lagu "Selamat Jalan"-nya Rita Effendy.
Cerita favoritku yaitu Kalau Semua Wanita Jelek dan Percayakah Kau Padaku?
Buku ini secara keseluruhan membawa pesan yang sangat sarat makna, ditulis oleh Tere Liye dengan bahasanya yang mengalir. Puitis, namun tak susah dicerna.
Saya lumayan sering membeli buku, meskipun saya akui, saya lebih suka menonton film ketimbang membaca buku. Betapa banyak buku-buku di rumah saya yang masih rapi terbungkus plastik, karena belum saya baca.
Dua hari yang lalu, saya kembali ke toko buku dan tergoda untuk membeli dua buku. Lagi. Salah satunya adalah buku ini, yang ditulis oleh Tere Liye. Satu buku lainnya saya beli dengan alasan karena saya ingin mempelajari gaya tulisan penulis tersebut yang kata beberapa orang mirip gaya penulisan saya. Tapi buku karya Tere Liye ini saya beli tulus karena saya ingin membaca ceritanya.
Awalnya saya agak kecewa, karena ternyata isinya adalah kumpulan cerpen, dan bukan novel. Tapi ternyata, semua cerita dalam kumpulan cerpen itu sama bagusnya dengan novel-novel karya Tere Liye yang pernah saya beli dan baca.
Saya suka cara penulis bercerita tentang Sampek - Engtay, Rama - Shinta, Itje Noerbaja - Kang Djalil, dan cerita-cerita lainnya. Cerita terakhir, "Buat Apa Disesali" sepertinya adalah kisah nyata, tapi bisa jadi saya keliru. Apapun itu, yang saya sesali hanya satu: Cerita-cerita di buku itu kurang banyak! :))
Terima kasih untuk beberapa jam yang menyenangkan bersama "Sepotong Hati yang Baru", Tere Liye. Menyenangkan rasanya dibacakan dongeng seperti itu di tengah hari hujan seperti ini...
Lagi-lagi kalo Tere Liye yang bercerita, kisah sesederhana apapun akan tampak anggun di tangan Tere Liye. Begitu pun juga dengan kumpulan cerpen dalam buku "Sepotong Hati yang Baru" ini.
Buku ini bisa dikatakan merupakan sequel dari kumpulan cerpen pendahulunya, "Berjuta Rasanya". Ada beberapa kisah dengan latar dan tokoh yang sama, namun isi cerita yang berbeda (walaupun saya lebih suka isi cerita pada yang sebelumnya :p).
Mengambil salah satu judul cerpen yang ada di dalam buku ini sebagai tag line utama buku ini, saya pikir cerpen "Sepotong Hati yang Baru" merupakan cerpen pamungkasnya, masterpice cerpen dari cerpen-cerpen lainnya. Namun, menurut saya justru cerpen "Sepotong Hati yang Baru" merupakan cerpen terlemah daripada cerpen-cerpen lainnya. Agak sayang sih, kenapa cerpen terlemah malah menjadi tag line utama buku ini (--"). Tapi secara keseluruhan Tere Liye masih juara lah menceritakan kisah-kisah cinta sederhana dengan bahasa yang indah. :D
"Semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita, tidak peduli sesederhana apapun itu." Novel terdiri dari beberapa bab, yang menceritakan tentang berbagai macam kisah cinta dalam berbagai macam bentuk. Setiap bab tidak saling berkaitan, jadi bisa random saja mau baca cerita yang mana. Favorit saya adalah : 1. Kisah Sie Sie (8/10) 2. Mimpi-Mimpi Sampek-Engtay (9/10) 3. Percayakah Kau Padaku? (9/10) 4. Buat apa disesali.. (8,5/10)
Terdapat bab yang cukup unik berjudul "Itje Norbaja dan Kang Djalil", karena penulisannya mengikuti ejaan lama. Saya harus membaca pelan-pelan karena tidak terbiasa membaca tulisan dengan ejaan seperti itu, unik sekali :D Saya sangat merekomendasikan novel ini untuk light reading, karena tipis dan bisa membaca setiap bab secara random.
Dalam sekalian cerita pendek yang ternukil dalam buku ini, aku sangat terkesan dengan satu cerita bertajuk, Percayakah kau padaku?’. Berbanding cerita-cerita lain, cerita ini membuka kesedaran aku mengenai satu hal yang tidak pernah aku fikirkan sampai demikian sekali tahapnya.
Naratif cerita ini berbingkai. Berbentuk cerita dalam cerita. Kisah dimulakan dengan rintihan seorang ayah kepada anaknya bernama Cindanita, yang sebenarnya ketika itu sudah tidak ada lagi di dunia. Sudah 16 tahun sudah dia dikebumikan. Cindanita mati sewaktu umurnya tidak sempat menginjak sebulan pun akibat sakit yang berpanjangan. Rintihan si ayah bukan ratapan tetapi pernyataan hiba terhadap impiannya untuk hidup berkeluarga dalam bahagia. Semua kesempatan itu tidak tersampaikan atas sebab-sebab yang tidak sepatutnya terjadi.
Sebelum memberitahu anaknya Cindanita soal apa sebenarnya yang meretakkan binaan kukuh keluarga mereka sampai menimbus segala kebahagiaan yang pernah mereka kecapi, si Ayah menyampaikan sebuah kisah lagenda. Kisah cinta si Rama dengan Shinta. Sebuah kisah cinta epik yang cukup untuk menjelaskan apa yang sebenarnya yang berlaku dalam keluarga itu.
Cinta Rama terhadap Shinta amat besar. Meski hidupdalam keadaan terbuang di hutan daripada singgahsana istana kerajaan Kosala, kehidupan Rama dan Shinta tetap bahagia. Tetapi malang, Rama mempunyai satu keraguan yang sukar sekali untuk dia lenyapkan daripada hatinya. Setelah menyelamatkan isterinya yang tercinta daripada kurungan yang berbulan-bulan oleh raja para raksasa Rahwana di istana kerajaan Alengka, yakni sebuah kerajaan para raksasa, Rama menjadi ragu tentang kesucian Shinta.
Setelah mengalahkan Rahwana, Rama dijemput pulang ke ibu kota Ayodya. Mengakhiri hukuman 14 tahun terbuang. Tahta raja Kosala dikembalikan oleh adiknya, Barata. Kejayaan Rama menumbangkan raja raksasa si Rahwana menjadi khabar besar di seluruh daratan India sampai membuatkan rakyat berpesta. Tapi kesenangan itu hanya sebentar. Bisik-bisik kotor mula menjalar merasuki penduduk kerajaan Kosala : Shinta sudah tidak suci lagi. Berbulan-bulan ditahan Rahwana, siapa yang bisa memastikan Shinta tetap mampu menjaga diri? Rama termakan dengan kata-kata ini.
Demi menutup mulut penduduk Ayodya daripada menyebarkan bisik-bisik kotor itu dan melenyapkan keraguan yang bergolak dalam hati Rama sendiri, maka dia memutuskan agar Shinta menjalani ujian kesucian. Melewati api yang berkobar tinggi. Jika Shinta selamat melaluinya, maka tidak ada keraguan lagi. Itu fikir Rama, tetapi sang laksamana tidak menyakini bahawa keraguan itu akan hilang daripada hati Rama. Dia lebih tahu akan hal sebenar permasalahan ini.
“….Shinta akan berhasil melewati kobaran api itu, tapi kakanda tidak akan pernah berhasil memadamkan keresahan itu.” [Sang Laksamana]
Kalian tahu, sampai cerita cinta Rama dan Shinta pergi ke penghujungnya, Rama masih tidak berhasil untuk mempercayai Shinta meski dia amat cintakan isterinya. Membuatkan Shinta melakukan ujian terbesar sekali sampai menjadikan Rama, raja kerajaan Kosala itu menyesal seumur hidupnya. Sebagaimana kisah cinta Rama dan Shinta, hampir seperti itu juga yang terjadi pada kedua ibu bapa Cindanita. Ternyata betapa sesungguh besar manapun cinta kita pada seseorang, hatta seluas lautan dunia ini, tanpa rasa percaya terhadapnya, keseluruhan cinta itu tidak memiliki makna apa-apa. Bahkan bisa punah dihakis buruk prasangka.
Ini Berjuta Rasanya edisi kedua. Isinya kumpulan cerpen yang macem-macem, ada gokilnya, ada sedihnya, ada juga yang datar-datar saja.
Beberapa cerita mirip dengan yang di buku Berjuta Rasanya, hanya dibuat dalam bentuk yang sedikit berbeda. Sedangkan pada intinya, hal yang ingin disampaikan pun sama.
Whatever-lah, yang jelas saya suka apapun yang ditulis Tere Liye, bahasanya enak, ngalir, tanpa ada kesan menggurui.
Baru pertama ini saya baca karya babang Tere Liye . Dulu pernah nggak sengaja lihat beliau di event book meeting Tentang Kamu dan penasaran kenapa fans nya beliau banyak sekali. Dari cewek2 dewasa, remaja, bahkan laki-laki. Apakah tulisannya sangat bagus dan menggugah?
Penasaran, saya coba baca Rindu dari sepupu saya yang emang fans beratnya beliau. Baru baca awal, saya merasa nggak sanggup lanjut baca. Bukan karena nggak bagus, tetapi saya yang kurang nyampai pikirannya dalam memahami cerita yang disuguhkan. Apalagi novel ini digadang-gadang oleh sepupu saya, bisa membuat galau berat.
Lama berselang, saya ditawari pre order karya terbarunya Selamat Tinggal . Sepertinya bukunya menarik dan nggak begitu banyak halamannya entah kenapa beberapa tahun terakhir saya nggak sanggup baca buku yang halamannya di atas 300 meskipun mood baca saya selalu tinggi. Tapi seringnya saya benar-benar sibuk sampai sulit meluangkan waktu untuk baca. Karena sayang takutnya nggak sesuai selera, saya menolak pre order dan meminta sepupu saya yang pre order karena saya yakin dia akan membaca karya tersebut. Sampai akhirnya sepupu saya menawarkan untuk membaca buku ini. Untuk pemanasan katanya sebelum saya baca buku beliau lainnya.
Saya coba membaca dan kalau nggak salah di buku ini ada sekitar 6 cerpen. Di sini saya disuguhi gaya tulisan beliau dari berbagai genre, mulai dari slice of life, romance, historical, fantasy, retellings, friendship, walaupun tetap dikepalai satu genre utama (romance). Bahkan ada juga yang pakai ejaan lama. Saya butuh waktu seminggu khusus untuk paham sebenernya ini ceritanya tentang apa 😂😅 Nggak tahu kenapa saya suka penulisannya waktu menceritakan cerpen sepotong hati yang baru, dan cerita retellings dari kisah Rama dan Shinta. Kalau untuk fantasy, sepertinya belum cocok di saya. Teman saya bilang novel ini bikin nangis. Saya justru bersemangat untuk baca karena saya hobi koleksi buku yang tear jacker. Tapi sampai akhir saya nggak nangis2 juga. apa karena saya kayak batu dan nggak punya perasaan kali ya 😅
Alhamdulillah saya mampu baca buku yang tipis ini walaupun aslinya terengah-engah dan merasa capek. Apakah ada tips supaya meningkatkan mood saya dalam membaca? Sekaligus menguatkan minat baca lagi sampai lebih dari 300 halaman? 😂
Judul : Sepotong Hati yang Baru Penerbit : Buku Republika Penulis : Tere Liye Jml Hal : 206 hal Cetakan ke 25 : Maret 2018 ISBN :
Tere Liye kembali membuat ku takjub dengan karya nya, ini merupkan sebuah kumpulan cerpen yang menarik untuk di simak dan diikuti ceritanya.
Novel Sepotong Hati yang Baru merupakan serial dari kumpulan cerpen, dari buku Berjuta rasanya yang sudah pernah aku ulas dipostingan sebelumnya.
Buku ini terdiri dari 8 kumpulan cerita pendek yang memiliki keunikan sendiri dari masing-masing cerita. Cerita paling favorit bagiku Kisah Sie-sie, Sepotong Hati yang Baru dan Percayalah Kau Padaku?
Bagi kalian yang ingin belajar membuat sebuah cerita pendek, bisa belajar dari dua buah karya cerpen terbaik dari bang tere liye. Sungguh ini memberikan kesan yang sangat menarik untuk ku sebagai pembaca.
Bagi kalian penggiat literasi, buku ini sangat recommend banget untuk menambah koleksi kepustakaan dan ingin mencari ide cerita juga bisa dan lebih menarik lagi untuk membuat para pembaca berkesan dengan kisah tampilkan seperti dalam buku ini.
"Kenangan indah bersamamu akan kembali memenuhi hari-hariku entah hingga kapan. Itu benar. [...] Biarlah aku menelannya bulat-bula sambil sempurna menumbuhkan hati yang baru, memperbaiki banyak hal, memperbaiki diri sendiri. Apa pepatah bilang? Ah iya, patah hati tapi tetap sombong, patah hati tapi tetap keren."
Buku ini bukanlah novel, tapi merupakan kumpulan dari 8 cerita pendek. Cerpen yang pertama berjudul “ Hiks, Kupikir itu Sungguhan” bercerita tentang dua gadis remaja yang menyukai satu orang yang sama, bernama Rio. Inti dari cerita ini adalah tentang “rasa GR”, kedua gadis tersebut menyangka kalau Rio suka pada mereka karena sikap baiknya. Cukup membuat saya tersenyum geli di akhir cerita.
Cerpen kedua berjudul “Kisah Sie Sie”, menurut saya kisah yang sedikit menyedihkan. Cerita dimulai dengan kisah klasik tentang seorang gadis miskin bernama Sie Sie yang terpaksa menikah dengan seorang pemuda kaya untuk mengobati ibunya, pemuda tersebut menikahi Sie Sie hanya untuk mendapatkan warisan ayahnya. Di awal pernikahan Sie Sie berjanji untuk membuat dia dan suaminya saling mencintai, meskipun Sie Sie tahu kalau perangai suamniya sangat buruk. Akhirnya Sie Sie berhasil membuat suaminya jatuh cinta, tapi sayang cerita perjuangan Sie Sie untuk membuat suaminya jatuh cinta padanya agak kurang greget menurut saya :)
Cerpen ketiga memiliki judul yang sama dengan bukunya “Sepotong Hati Yang Baru”, bercerita tentang seorang pria yang menolak seorang gadis yang meninggalkannya dulu, padahal pria tersebut masih sangat mencintainya. Pesan dari cerita ini adalah cinta bukan hanya sekedar “mencintai”, “menyayangi”, “memaafkan” tapi juga “harga diri” dan “rasionalitas”
Cerpen keempat berjudul “Mimpi-mimpi Sampek Engtay”, bercerita tentang kisah cinta yang terjadi di sekolah biksu. Sayangnya cinta mereka tidak bisa bersatu , karena ternyata si gadis adalah seorang putri kerajaan yang menyamar menjadi biksu murid. Cerita mulai panas saat si pria patah hati karena gadis impiannya harus menikah dengan seorang pangeran, bersamaan dengan itu terjadilah peperangan antara Kerajaan dan sekolah biksu yang dianggap sebagai pemberontak. Karena memendam luka yang sangat dalam, sang pria berhasil mengeluarkan senjata rahasia yang menyebabkan kekalahan di pihak kerajaan. Cerita berakhir tragis karena si gadis harus meninggal tepat di depan mata si pria. Cerita ini lumaya bikin saya menarik nafas cukup panjang hehehe.
Cerpen ke lima berjudul “Itje Noerbaya dan Kang Djalil”,ceritanya mirip seperti cerita “Mimpi-mimpi Sampek Engtay” dimana tokoh perempuan harus meninggal di depan tokoh laki-laki. Latar belakang cerita ini tentang perlawanan melawan VOC Belanda oleh rakyat Indonesia. Sedikit cerita yang agak klasik , tapi yang menarik disini adalah Tere Liye menggunakan ejaan lama . Cukup menantang dibaca :)
Cerpen keenam berjudul “Semua Wanita Cantik”, dikemas dengan jalan cerita yang cukup unik. Kecantikan disini tidak lagi dibeli dengan uang, tapi dengan kerja keras. Setiap wanita yang bekerja keras akan bertambah cantik, sebaliknya wanita yang malas-malasan akan bertambah jelek. Pesan dari cerita ini adalah “kecantikan bukan hanya masalah fisik”
Cerpen ketujuh merupakan salah satu cerpen yang paling berkesan bagi saya. Cerpen yang berjudul “Percayakah Kau Padaku?” terinspirasi dari kisah Rama dan Shinta ( membuat saya ingin membaca cerita Rama dan Shinta secara keseluruhan haha). Cerita ini berkisah tentang seorang ayah yang berdongeng pada anaknya yang telah meninggal, yang ternyata dongen tersebut dialami oleh sang ayah. Inti dari cerita ini adalah bahwa sesungguhnya yang paling sulit dalam menjalani sebuah hubungan adalah kepercayaan.
Cerpen terakhir yang juga meninggalkan kesan mendalam bagi saya , berjudul “Buat Apa Disesali?”, kalau saya baca dari epilog di akhir cerita, sepertinya cerita ini terinspirasi dari kisah nyata. Bercerita tentang dua orang yang saling mencintai sedari mereka kecil, namun pada akhirnya tidak bisa bersatu karena ditentang oleh sang ayah. Dengan berbagai cara akhirnya sang Ayah berhasil memisahkan mereka, si pria akhirnya menikah dengan wanita lain, sementara si gadis tetap bertahan untuk mencintai pria tersebut. Silahkan baca sendiri karena cukup mengharukan.
Secara keseluruhan buku ini bagus untuk dibaca, ringan dan mudah sekali masuk ke dalam hati kita. Banyak pesan moral yang bisa kita ambil dari setiap cerita.
- Buku ini menghimpunkan 8 kisah-kisah 'chenta' yang bukan kisah cinta semata tapi ada pengajaran di sebalik cerita-cerita tu.
- Mula-mula aku ingatkan buku ni cuma satu cerita je tapi tidak sama sekali. Tajuk buku ini pun diambil dari salah satu cerita dalam buku ni.
- Antara tajuk-tajuk yang terdapat dalam buku ni adalah: 1) Hiks, Ku Pikir Itu Sungguhan. 2) Kisah Cinta Sie-Sie 3) Percayakah Kau Padaku 4) Buat Apa Disesali 5) Itje Noerbaja & Kang Djalil 6) Kalau Semua Wanita Djelek 7) Mimpi-Mimpi Sampek-Engtay 8) Sepotong Hati Yang Baru
Tapi aku tak tahu kot ada sambungan lagi lepas tajuk ke lapan tu sebab aku baca yang dalam pdf. Dalam pdf cuma ada 165 pages je tapi dalam buku ada 204 pages.
- Mostly, tak semua cerita cinta dalam cerita-cerita tu happy ending. Eh, rasa macam semua sad ending je. Tapi ada je satu atau dua kisah pasal persahabatan.
- Dalam 8 cerita tu, ada dua kisah cinta yang aku suka. Tajuk Percayakah Kau Padaku dengan Mimpi-Mimpi Sampek-Engtay.
- Kisah pertama tu cerita pasal trust. Kepercayaan seorang suami terhadap isteri dia. Dalam cerita tu ada cerita lain pula yang penulis selitkan, pasal seorang raja dan ratu masa zaman dahulu kala di India. Aku rasa ni cerita klasik orang India kot. Tapi, nice. Benda penting yang aku dapat dari cerita ni, kepercayaan tu sangat la penting. What if orang yang kau sayang gila ragu-ragu dengan kau?
- Kisah kedua tu cerita rakyat orang Cina ( maybe la ). Sebab ada zaman Dinasti Tang la. Pasal Biara Shaolin la. Tapi cerita dia sedih. Haha mungkin time ni aku baca feeling lebih. Nak tahu cerita dia baca la sendiri.
- Tapi, ada la certain perkataan tu aku tak paham pun sebab ada yang pure indon. Tapi ada juga yang aku pernah dengar sebab ada orang ajar aku perkataan-perkataan tu. Hehe.
Well, apa yang kalian bayangkan ketika mendengar 'Sepotong Hati Yang Baru'? Kisah yang menyayat-nyayat hati? move on? menata kembali hati yang porak-poranda? patah hati?
Ya, semua teramu dalam buku ini.
Saya selalu suka gaya tulisan tere-liye yang bersahabat. Bisa nyadarkan kita dengan sederhana tanpa perlu terlarut dalam drama. Saya suka kisah sepotong hati yang baru, bagaimana sosok seperti Alysa banyak berkeliaran belakangan ini dan membenarkan diri atas nama cinta yang buta, tidak rasional. Tapi saya paling suka dengan kisah pembuka yang merupakan fenomena nyata jaman sekarang, jangalah terlalu gampang GR apalagi tentang cinta. Meskipun kau menyukai seseorang, tidak berarti orang itu menyukaimu juga, kan?
Overall saya bisa merekomendasikan buku ini untuk orang yang banyak menghabiskan waktunya menggalau ria, agar bisa belajar mengatur penyaluran perasaannya. Karena sesungguhnya galau tidak membawa manfaat apa-apa.
sebenarnya aku baca keseluruhan isi buku ini bukan dalam wujud buku namun dalam bentuk note yang dibagikan gratis oleh bang tere liye d fanspage fbnya. banyak cerita yang makjleb banget , gak semua sih. ada yang galau, konyol, lucu, nyesek, seneng sedih.. semua deh campur aduk jadi satu. bagi aku pribadi yang impressing banget itu kisah ramayana, yang selama ini aku tahu jalan cerita nya namun tere liye berhasil ngedongengin lagi dengan pembawaanya yang soft tapi berbobot serta ending yang emang dibuat beda dari versi aslinya. nyesek banget ngebayangin perasaan dewi sinta sebagai seorang istri dari suami galau (menurut saya). joega ada kisah tjinta era voc antara itje dan kang djalil. soempah toelisannja mungkin agak membingoengkan tapi ini lebih baik ketimbang baca tulisan 4lAy haha. overall must read book. <3
Cinta bukan sekedar memaafkan. cinta bukan sekedar soal menerima apa adanya. cinta adalah harga diri. cinta adalah rasionalitas sempurna.
Jika kau memahami cinta adalah perasaan irasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. kau dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kau tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut. tidak lebih, tidak kurang”
Tuhan tidak pernah memberikan definisi kecantikan. Itu karena kita semua terlanjur menerjemahkan cantik seperti itu
cinta yang besar tanpa disertai komitmen dan kepercayaan maka ia hanya akan menelan diri sendiri
Baca cerpen pertama, berasa familiar dengan cerpennya. Begitu juga dengan cerpen kedua. Tak berbeda dengan cerpen selanjutnya. Sampai saya sadar, kalau saya sudah baca semua cerpen di buku ini sebelumnya sodara-sodara *pinjem toa masjid*.
Kok bisa? Jadi, ternyata semua cerpen di buku ini merupakan tulisan yang pernah dipublikasikan bang Tere Liye lewat fanpage miliknya di Facebook. Untung buku ini pinjeman. <-*tipe pembaca yang nggak mau rugi
Cinta.. cinta .. dan cinta.. terkadang butuh sedikit sombong meski patah hati, butuh juga tersadarkan bahwa cinta tanpa kepercayaan takkan ada arti, dan butuh juga mengerti jika cinta tak hanya kata dan janji-janji. bukan juga kebersamaan jika bersama kita orang yang kita cintai tak menjadi l ebih baik dari hari ke hari
Empat bintang saya berikan untuk buku yang satu ini. Berisi delapan kisah yang kesemuanya tentang cinta. Salah satunya "Kisah Sie Sie", yang adalah favorit saya. Bahwa dalam hidup dan cinta ada pengorbanan besar, ketabahan, dan keikhlasan menerima.Tujuh kisah lainnya tak kalah menarik. Berisi pelajaran tentang arti cinta dan arti hidup.
Cinta bukan sekedar soal menerima apa adanya. Cinta adalah adalah harga diri. Cinta adalah rasionalitas yang sempurna. Biarlah aku menelannya bulat - bulat sambil sempurna menumbuhkan hati yang baru, memperbaiki banyak hal, emperbaiki diri sendiri.
Kumpulan cerita pendeknya Bang Tere. Ada yang lucu, sedih dan konyol juga. Seperti biasa, semua bercerita tentang cinta. Cinta dari berbagai sudut dan berbagai background dan setting.
Gaya bercerita tetap sama, mengalir dengan alur maju mundur.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Saat membacanya, kita rasa terbuai dengan pelbagai rasa. Kadang-kadang menyenangkan dan kadang-kadang menyesakkan dada. Adakah ada sepotong hati yang baru utk diri ini?
Cinta yang besar, tanpa disertai komitmen dan kepercayaan, maka ia hanya akan menelan diri sendiri
Semua cerita dalam buku ini menurut saya kejadiannya sering kita temui di kehidupan nyata. Walaupun beberapa cerita dikemas dalam cerita klasik, tapi makna yang disampaikan penulis mudah dipahami. Easy-reading! :)