Buku ini adalah sambungan dari Gema Sebuah Hati. Cerita diawali dengan perjalanan Monique setelah 7 tahun berpisah dengan Martin. Monique yang semula hanya mau berjalan-jalan ke Eropa malah melanjutkan kuliahnya di sana, dan menjalin hubungan dengan Pierre Jouvray, Mr Researcher yang baik hati, pandai mengambil hati wanita, penyabar, lebut hati (seperti juga Martin) dan perhatian. Tak ada yang dipikirkannya selain Monique, tapi di dalam pikiran Monique masih ada Martin yang tidak mau begitu saja pergi dari hidupnya.
Setelah lulus dan bekerja di sebuah rumah sakit, pada suatu kesempatan, Monique ikut menemani Pierre ke Ladak, suatu wilayah di dekat Nepal, untuk mendaki gunung. Selama Pierre pergi mendaki, Monique menghabiskan waktu untuk membantu seorang dokter tua melakukan pengobatan di daerah tsb. Dan pada suatu hari, Monique mengunjungi sebuah biara yang dihuni oleh seorang bhikku tua yang memiliki kemampuan clairvoyance. Saat itulah, sang Bhikku mengatakan bahwa orang yang disayanginya (refers to Martin) ada di tanah. Martin telah mati…begitu pikiran Monique. Dan dengan ramalan itu, Monique menganggap memang telah waktunya dia membuang Martin dari benaknya.
Setelah memutuskan utk menikah dengan Pierre, takdir berkata lain. Di rumah sakit, Monique menemukan kenyataan bahwa Martin belum mati. Martin yang dicintainya masih hidup (dia ada di tanah, bukan di dalam tanah….aduh…si Bhikku bilang gak ya, kalao dia tidak bertanggung jawab atas kesalahan interpretasi ramalannya?).
Martin telah menjadi seorang dokter, Li, dengan kaki timpang dan seorang kekasih yang sedang sekarat.
Keputusan Monique untuk menikah dengan Pierre terguncang. Dan setelah Mimi, kekasih Martin, meninggal dan Martin bertemu Monique, mereka memutuskan utk menjalani apa yg belum sempat mereka jalani. Tapi sebelumnya mereka harus memberitahu Pierre hal yang sebenarnya sebelum masalah menjadi bertambah runyam.
Akhirnya, Pierre yang bisa menerima kembalinya Monique pada Martin malah mengambil inisiatif utk membatalkan pernikahan dengan Monique dan membuat beban lepas dari pundak Monique. What a real man!!
Buku ini berakhir dengan happy ending, pasangan yang terpisah bercinta lagi. Keluarga yang terburai, bersatu lagi. Tapi kekasih yang mengharapkan pasangannya, akhirnya sendiri lagi.