Jump to ratings and reviews
Rate this book

Goodbye Happiness

Rate this book
Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan di atas pecahan kaca, setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan menuai luka.

Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama-sama berusaha, namun tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita.

Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja? Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas? Akhir bahagia itu bukan milik kita.

320 pages, Paperback

First published October 1, 2012

107 people are currently reading
1812 people want to read

About the author

Arini Putri

6 books86 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
580 (35%)
4 stars
474 (29%)
3 stars
373 (22%)
2 stars
143 (8%)
1 star
54 (3%)
Displaying 1 - 30 of 180 reviews
Profile Image for Alvi Syahrin.
Author 11 books725 followers
November 16, 2012
Pertama kali lihat covernya, ini novel wajib yang harus dibeli.

Ketika tahu ini ternyata tentang Korea, saya hapus dari wishlist.

Dan, ketika tahu tokohnya orang Indonesia dan beberapa komentar positif di Goodreads, saya berniat membeli novel ini.

Waktu masuk awal cerita, saya langsung berpikiran, "Ah, ini Korea banget. Nggak suka." Nggak yakin saya bisa menyelesaikan buku ini.

Tapi ketika cerita sudah dimulai, saya nggak bisa berhenti bacanya. Saya suka cara Arini Putri bercerita; lembut, halus, to the point. Saya juga suka chemistry antara Skan dan Krystal. Saya suka bagaimana Arini Putri menggambarkan mereka layaknya Peter Pan dan Tinkerbell (jadi pengen baca dongeng ini lagi). Sejak awal cerita, kisahnya sudah mulai bittersweet. Dan semakin ke tengah, ceritanya semakin 'sakit'. Untuk sebuah romance, konfliknya termasuk cukup bergejolak.

Dan, sesuai judulnya "Goodbye Happiness," jangan harapkan ending yang bahagia. Tapi, bukan berarti sad ending lho. Yang jelas ketika buku ini saya tutup, saya tahu Krystal belum benar-benar bisa melupakan Skan. Keren sekali chemistry-nya.

Mungkin hal yang agak ganjal adalah dialog berbahasa Inggrisnya. Entah kenapa saya rasa kurang 'masuk'. Juga ada beberapa kesalahan grammar yang mungkin bisa diedit di cetak selanjutnya.

Yang jelas, kalau kamu suka buku-buku yang bikin nangis, Goodbye Happiness adalah salah satu kewajiban.

---

Sebenarnya, 3,5 bintang, tapi saya bulatkan jadi 4 karena suka gaya menulisnya. Dan chemistry tokoh-tokohnya. :)
Profile Image for Bunga.
27 reviews
November 4, 2016
1 bintang buat Goodbye Happiness, kenapa? Yuk mari disimak.

1. Typo di bahasa Indonesianya banyak banget, saya bingung ini setiap novel pasti ada editingnya kan ya ngga langsung blek diterbitin tanpa dicek lagi? Sayang banget banyak typonya, soalnya bahasa Indonesia penulisnya bagus banget, saya ngakuin sih mulus banget penuturan kata-katanya.

2. Bahasa Inggrisnya banyak grammar yang salah... Duh ini minus banget, mana udah salah masih diulang-ulang lagi, DAN ngga dibenerin pula. Ini yang ngedit emang ngga tau juga bahasa yang bener kayak gimana ya? (Oke saya kok terdengar jahat banget, tapi begitu kenyataannya, malah bikin bahasa Inggris di sini kayak tweets anak-anak ABG labil yang mau nge-tweet bahasa Inggris tapi sayangnya gagal karena grammarnya salah). Kenapa penulisnya ngga konsisten nulis di dalam bahasa Indonesia aja? Kadang karena ada bahasa Inggrisnya nyempil, feelnya malah jadi agak berkurang.

3. Gimana bisa orang dengan gampangnya masuk ke universitas luar negeri? Tanpa persiapan bahasa (atau setidaknya pas sampe tujuan ngga langsung kuliah tapi beberapa bulan dapet pelajaran bahasa dulu untuk menyesuaikan)? Tanpa pengetahuan orang tua kalo si anak apply (duh, saya kuliah di luar dan tiap surat ini itu harus banget ditanda tanganin sama orang tua)? Dan secepat itu dapet offer letter kalo udah keterima (saya nunggu offer letter berbulan-bulan, dan Krystal sama Skan dapet itu dengan sangat cepat tiba-tiba udah dapet aja)? Ngga masuk akal banget pokoknya kalo yang masalah pertama masuk universitasnya ini.

4. Terus, apa segampang itu masuk di dunia entertainment Korea? Apalagi Krystal kan bukan orang Korea (dan lagi kendala bahasa juga kan harusnya)? Mulus banget jalan dia masuk dunia bling bling di sana. Terus enak banget ngebiarin karirnya terombang-ambing buat perasaan galaunya sendiri, egois banget. Di dunia entertainment emang yang kayak gini dibiarin aja? Ngga langsung diceramahin atau diancem bakal keluar blablabla? Ababil banget, ngga profesional, apalagi ini kan di Korea. Duh pokoknya semua yang di novel ini menurut saya ngga masuk akal, mustahil.

Sekian dari saya, maaf banget kalo ada salah-salah kata soalnya saya nulis emang lumayan sambil emosi sih hahaha. Ini semua cuma menurut pendapat saya kok. (Ah, btw saya sangat bersyukur cuma minjem buku ini karena rasanya uang saya bakal terbuang sia-sia dengan cerita seperti ini.)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
October 24, 2012
Fairytale is the land of dream. But if that dream traps you inside, time will slip away without you knowing

Novel ini membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk diselesaikan, seperti karya penulis sebelumnya, masih bertema korea. Walau novel bertema korea bukan novel favoritku, tapi novel ini cukup membuat aku terhibur saat membacanya.

Novel ini seperti dongeng "Peterpan", mengisahkan tentang Skandar, si Peterpan dan peri kecil yang selalu mendampingi Peterpan, Krystal si Tinkerbell ^^ Hubungan Skandar dan Krystal layaknya dongeng Peterpan dan Tinkerbell, dimana ada Skandar disitu juga pasti ada Krystal. Sehingga Skandar lebih suka memanggil Krystal, "Tink". Kebersamaan mereka menjadi seperti candu bagi Tink. Tink telah jatuh cinta kepada Skandar. Begitupun sebaliknya Skandar kepada Tink. Namun, rasa itu tak pernah terkatakan, mereka hanya menyimpan baik-baik didalam hati keduanya. Kepindahan mereka ke Korea, untuk melanjutkan kuliah pun membuat mereka makin dekat. Tink tidak bisa mengalihkan hidupnya dari Skandar, selalu ingin bersama Skandar. Mereka pun berjuang bersama meraih mimpinya, menjadi aktris dan fotografer ^^

Tapi nasib berkata lain, hubungan mereka pun merenggang. Tink dengan kesibukannya menjadi aktris begitupun Skandar yang sibuk dengan pekerjaannya sebagai fotografer majalah. Tapi rasa tak pernah berubah, walau Tink bertemu dengan pria lain yang mempunyai senyum yang sama dengan Skandar, Park Seungho, yang ternyata jatuh cinta kepadanya, hatinya selalu buat Skandar. Tanpa diketahui Tink, Skandar memang sengaja menghindar dari Tink bahkan ingin membuat Tink membenci bahkan melupakannya karena ada sesuatu yang tidak bisa dibaginya kepada Tink, walau dia ingin.

Novel ini romantis, aku seakan larut dalam dongeng Krystal-Skandar. Bisa merasakan ikatan emosional diantara keduanya. Sungguh menyakitkan mencintai dalam hati =( Walau akhir kisah mereka bisa ketebak dari blurbnya. Cuma memang benar-benar terganggu dengan banyaknya typo di beberapa halaman dalam novel ini, yang tersebar dimana-mana. Semoga di novel selanjutnya, bisa lebih diperhatikan lagi agar bisa jauh lebih nyaman saat membacanya.
Profile Image for Nina Ardianti.
Author 10 books400 followers
November 4, 2012
I think it's 2.5 stars


Kadang saya suka nggak ngerti dengan diri saya sendiri. Udah tahu bahwa tipe buku kayak gini bukan my cup of tea, tapi tetep aja baca (dan beli).

Saya itu tipe yang kalau udah suka sama seorang penulis, mau apapun yang ditulis mereka, saya pasti beli. Mau termasuk ke dalam cangkir teh kesukaan atau nggak, tetep aja beli. Bahkan untuk beberapa penulis, saya beli dua versi, bahasa Inggris dan terjemahannya. Seperti semua buku Meg Cabot dan Julie James yang ada di lemari buku saya. Tapi untuk penulis yang saya belum pernah baca karyanya, saya biasanya bergantung dari rekomendasi orang lain (yang tentunya seleranya sama dengan saya) atau yaaa.. dari review di Goodreads.

Goodbye Happiness adalah jenis yang kedua. Saya beli karena penasaran belum pernah membaca buku karya Arini Putri. Daaaannn.... yah dari bintang yang dikasih, tahu lah bagaimana akhirnya, hehehe...

Saya percaya bahwa nggak ada buku yang jelek, yang ada adalah buku yang nggak sesuai selera kita. Dan Goodbye Happiness saya kasih bintang tiga selain karena memang bukan selera saya, ada juga beberapa alasan lain:

Pertama, Korea. I've had enough about these Korean madness in Indonesia. Bukan hanya menyerbu dunia entertainment, tapi seluruh toko buku juga isinya semua berbau Korea.

Kedua, okay this is major spoiler, jangan dilanjutin kalau nggak mau kesel. Eh tapi, judulnya aja udah spoiler abis ya. So I think it's okay to say that this book doesn't have a happy ending. Dan buat gue, yang namanya fiksi itu adalah untuk kabur sejenak dari realita. Kalau nyari sad ending sih buka mata lebar-lebar dan lihat sekeliling, realitas itu banyak banget sad ending-nya, justru saya lari ke fiksi supaya bisa dapatin happy ending yang susah ditemukan di dunia nyata.

Ketiga, typo nggak banyak sih, cuma grammar pada kalimat-kalimat bahasa Inggrisnya... errr--well, mungkin harus di proofread dua atau tiga kali ya. Saya bukan orang yang pinter banget bahasa Inggrisnya, cuma kalimat-kalimat sederhana yang salah grammarnya seperti , 'Tink, are you live happily?' tertulis berulang-ulang itu... gengges abis. Saya juga nggak anti dengan penulis yang menggunakan banyak bahasa Inggris (karena saya juga banyak menggunakan bahasa Inggris kalau susah nemuin padanannya dalam bahasa Indonesia atau emang simply lebih enak ditulis dalam bahasa Inggris), tapi saya merasa banyak kalimat-kalimat bahasa Inggris yang terasa kaku dan kurang smooth aja di buku ini. Kalau bahasa Korea sih saya nggak tau, jadi nggak bisa bilang ngaco atau nggak :D

Keempat, semua karakternya masih terasa one dimensional. Saya nggak ngerti kenapa semua tokohnya melakukan hal ini-itu, jatuh cinta kepada si ini dan si itu, bisa jadi superstar di Korea in a blink, yeah--stuffs like that.

Satu yang saya suka dari Arini, terlepas dari empat point di atas yang merupakan selera saya, saya merasa bahwa cara bertutur Arini dalam bahasa Indonesia itu bagus banget (mengenyampingkan ambience galau yang sebenernya saya nggak terlalu suka). Maksudnya, kenapa nggak konsisten aja dari pada memaksakan menyelipkan kalimat-kalimat berbahasa Inggris yang justru nggak memberikan nilai tambah (malahan nilai kurang). Saya sendiri nggak bisa menulis dengan bahasa Indonesia sebagus Arini, hehehe.

Kalau Arini bikin buku lagi apakah saya mau baca? Well, tergantung nanti ceritanya apa.

Yowes, segitu aja review yang dibuat sambil ditemani hujan, segelas ice chocolate, dan badan yang kedinginan di pinggir jalan Margonda.
Profile Image for Neysa (Papier Revue).
111 reviews10 followers
March 19, 2017
Pertama kali liat buku ini, yang menarik aku untuk beli itu jelas cover.
It's like, soo pretty and simple, and yet piqued our curiosity.

Terus begitu balik dan baca blurb-nya, novel ini bener-bener jadi must-buy buat aku.
Kenapa? Karena blurb-nya yang puitis dan bittersweet itu kayanya relatable banget sama kehidupan kita sehari-hari.

Tapi, yah, begitu aku buka, ternyata ini novel dengan tema-tema korea. Dan aku langsung "Okay, doesn't seems like my cup of tea". Tapi karena udah terlanjur beli dan gamau sia-sia, yah, dibaca aja deh :)

Overall, buku ini menurutku terlalu bertele-tele dan agak maksa. Alur ceritanya juga mirip kaya serian korea banget (Yang, jujur aja, not my cup of tea juga).
Banyak adegan so-sweet-agak-maksa yang kadang ga jelas ujungnya buat apa, dan ceritanya banyak bagian-bagian yang ngga terjelaskan juga. Long story short, there's like, way too many glaringly obvious plothole here and there.
Dan mulai pertengahan, really, this book made me lose complete interest on it.

Krystal sebagai tokoh utama, juga menurut aku ngga ada memikat-memikatnya. Pertama aku baca, responku adalah : "Krystal Keyrina. Nama apaan itu?"

Perilakunya biasa aja, tipikal cewe baik-baik gitu aja, ngga ada unik-uniknya sama sekali.
Dia kayanya bisa aja jadi Krystal, temen aku, ato mba tetangga mungkin?
Intinya, biasa banget deh. Not main-character worthy. And especially, not attention worthy.
Dan dia juga ga begitu relatable, dan itu juga ngebuat kita jadi ga terlalu peduli gimana nasibnya dia di ujung buku ini.

Skandar, temen baik Krystal, menurut aku yah, lumayanlah.
Walaupun karakteristik dia agak lebih better dan lebih berlayer daripada Krystal, tapi menurut aku dia itu sangat amat ngebetein.
Kelakuan dia dari yang baik, trus jad seenaknya, trus di akhir minta jadi baik lagi, menurut aku makes no sense at all. One part missing here was : WHY?
Kalau aja Arini Putri ngejelasin kenapa Skan berkelakuan like a complete jerk to Krystal, mungkin aku akan bisa ngertiin dia dan malah simpati sama dia.
Tapi, with no reason at all, respon apa yang bisa aku kasih ke dia, ketika dia tiba-tiba berubah jadi cowo layak tonjok, selain benci sama tokoh Skan?

Trus si cowo korea mantan tunangannya Krystal itu, siapalah namanya (Yang aku bahkan gabisa inget, karena lagi-lagi, hello, oh-so-not-memorable character) itu bener-bener datar, biasa aja, gaada spesial-spesial nya.

Overall, aku tau kalau buku ini mungkin ditunjukkan untuk jadi buku sedih, atau minimal nyesek deh.
But for me, it's a total failure.

Karena saat baca ini, jangankan nyesek, yang ada aku kesel.
Karena Krystal sebagai tokoh utama bener-bener ga bisa diandalkan dan gabisa ambil keputusan bahkan untuk dirinya sendiri. Skan sebagai tokoh penting tiba-tiba berubah personality dan tanpa penjelasan. Dan si cowo korea itu, yah, lempeng.

Bahkan ketika sampai ending, saking lempengnya cerita ini, reaksi-ku cuma "Oh. Oke."

Mungkin sebenernya novel ini punya banyak potensi ya, menurut aku.
Tapi bener deh, Arini Putri kuraaaang banget mendalami semua aspek di ceritanya.

Tokohnya ga terjelaskan dengan baik, ceritanya penuh dengan scene-scene maksa yang ga ada efeknya, dan terlalu maksain banget Korean culture-nya, cuma karena untuk feeling "Gw pengen Korea aja, gatau kenapa."

Seriously, this story can happens in Indonesia or hell, anywhere else, karena setting Korea-nya di buku ini, berperan ga lebih dari sekedar pemanis dan gaada ngebantu-bantunya sama sekali ke cerita.

Intinya sih, this story only touch the surface deh.

Ga dalem sama sekali, dan terlalu diburu-buru untuk mengikuti detail ga penting.
Profile Image for Lelita P..
629 reviews60 followers
June 22, 2013

Can't believe I'll say this .... But indeed, this book is really nice.


Tadinya saya nggak terlalu berekspektasi tinggi, mengingat pengalaman yang tak terlalu istimewa saat membaca Rain Over Me--novel pertama Mbak Arini Putri. Namun ternyata, saya sangat--yes, sangat--menikmati membaca Goodbye Happiness. Bahkan sampai sekarang pun, saat mengetik review ini, saya masih nggak percaya betapa saya menyukai ceritanya. Novel kedua Mbak Arini Putri ini seperti batu loncatan--memperlihatkan peningkatan kemampuan menulis dia dengan begitu drastisnya. :D


Masih seperti Rain Over Me, latar novel ini di Korea Selatan, dengan tokoh utama orang Indonesia. Krystal Keyrina, seorang gadis biasa yang pasif, penurut, naif tapi mencintai dunia akting, meneruskan sekolah di jurusan Teater di sebuah universitas di Korsel. Ikut bersamanya adalah "Peter Pan"-nya, Skandar alias Skan. Dia adalah cowok yang sangat dekat dengan Krystal, tapi hubungan mereka sebetulnya nggak jelas--pacar bukan, dibilang TTM terlalu norak, sekadar sahabat juga nggak pas. Ikatan mereka berdua dalem banget, tapi nggak ada kejelasan benar-benar tentang status keduanya. Yang jelas, Krystal sangat memuja Skan dan menjadi seperti kerbau dicucuk hidungnya. Dia terikat banget sama Skan, nurut semua kata cowok itu, nyaris semua hal dibicarakan dengan Skan dulu baru dia bisa ambil keputusan. Oleh Mbak Arini Putri, hubungan mereka ini dibingkai dalam metafora "Peter Pan dan Tinkerbell".

Saya tadinya gregetan banget sama karakter Krystal yang kayak gitu. Sama karakter Skan enggak? Haha. Malah lebih gregetan lagi saya sama dia. -_- Namun, yang ada saya malah mikir betapa hebatnya Mbak Arini Putri menuliskan karakterisasi mereka. Dia benar-benar menjelaskan hubungan mereka secara mendetail--dari awal banget, interaksi-interaksi mereka, dan seterusnya--sehingga pembaca bisa paham kenapa dan bagaimana ikatan antara mereka bisa sekuat itu, meskipun saya yakin ketergantungan berlebihan Krystal terhadap Skan bakal bikin sebel siapa pun. Tapi sekali lagi, saya sungguh respek pada penokohan mereka dalam novel ini. Jarang sekali saya menemukan karakter semanusiawi ini dalam sebuah novel romansa; karakter yang sangat membumi dan ditampilkan dengan cara membumi pula. Karakternya hidup, menggulirkan alur dengan aliran perlahan yang sangat enak dinikmati.

Ya, alurnya juga bagus. Cerita ini mengusung pola alur campuran--maju mundur, dengan flashback mewarnai sembilan puluh persen novel. Babnya pendek-pendek--khas Mbak Arini Putri--tapi setiap bab punya bagian sendiri yang pas. Bahasa yang digunakan juga ringan, lancar dan semakin menambah halus aliran plotnya. Saya benar-benar enjoy membacanya, menikmati konflik demi konflik, meresapi emosi yang ditonjolkan. Penggunakan POV orang pertama (Krystal) dalam cerita flashback sangat tepat, sebab emosinya jadi kerasa banget. Orang melankolis sangat mungkin nangis berderai air mata. Di bagian masa kini, POV yang dipakai adalah pengarang serbatahu. Kedua POV ini saling melengkapi dan terjalin dengan baik, tidak bikin pembaca bingung.

Dan saya juga memuji ke-riil-an dunia yang ditampilkan dalam novel ini, yaitu industri hiburan Korea Selatan. Saya rasa Mbak Arini Putri memang penggemar Korsel, walaupun saya nggak tahu apakah dia udah pernah ke sana atau belum. Kalau belum, berarti risetnya hebat, karena apa yang ditampilkan di sini terasa sangat realistis. Bahwa bukan cuma gemerlap saja yang ada di dunia hiburan Korsel, melainkan juga segala tetek bengek ini-itunya--latihan ketat, antifans, operasi plastik, bahkan peraturan manajemen yang ternyata sangat ketat bagi para aktor/tris yang bernaung di dalamnya.


Secara umum saya puas sekali dengan novel ini. Alurnya oke, mulai dari awal sampai akhir. Endingnya tidak mengecewakan dan kebetulan sesuai dengan harapan. Banyak pula pesan positif yang bisa diambil dari cerita ini, dan--sekali lagi--karakterisasi tokoh-tokohnya saya acungi dua jempol. Saya sendiri pengin deh, bisa bikin karakterisasi yang seperti itu. :) Emosi di novel ini sangat terasa, membuai pembaca--terutama pada adegan-adegan melankolis. Saya yakin, Mbak Arini Putri pasti menulis ini dengan sangat sepenuh hati, karena perasaannya tersampaikan banget. :D


Sayangnya, cukup banyak kesalahan ketik yang masih bertebaran di sana-sini novel ini. Mata saya memang susah untuk diluputkan dari hal-hal seperti itu. ><;; Selain itu--ini subjektif, memang--ada satu hal yang bikin saya kecewa berat ....


Hal 214-215:

"Seandainya aku gagal menjadi aktris... apa kau masih mau berteman denganku?" (Krystal bertanya pada Nayoung)

"Bicara apa kau. .... Seandainya cita-citamu adalah menjadi penjaga perpustakaan, itu tidak ada pengaruhnya bagiku." (jawab Nayoung)


...

...

...

Ya Tuhaaan, membaca potongan kalimat itu di tengah-tengah keasyikan membaca langsung membuat saya mangkel setengah mati dan misuh-misuh! Kata-kata itu mendiskreditkan pustakawan banget. BANGET. BANGET!!! Terlepas apakah saya nantinya benar-benar jadi pustakawan atau tidak, dunia perpustakaan akan dan akan selalu menjadi bagian dari hidup saya sampai kapan pun. Saya nggak bisa terima begitu saja ada kalimat-kalimat di novel bagus yang merendahkan profesi pustakawan!!! #beneranjengkelmaksimal

Seriously, Arini Putri-ssi (and also other authors wherever you are), please be more careful in your next novel. Please don't condescend a librarian. Please don't. =___=


Hhhh. Maaf, review ini terpaksa dicampuri omelan subjektif. I just can't stand it. Sakit hati rasanya melihat pustakawan diolok-olok begitu. :(


Well, anyway, terlepas dari itu, Goodbye Happiness adalah novel yang sangat direkomendasikan bagi Anda yang ingin membaca YA romance yang galau, emosional, tapi kisah cintanya nggak picisan. Pilihan tepat pula bagi Anda yang suka novel berlatar Korea Selatan. I'm sure you'll like it. :)


Profile Image for Aksa.
18 reviews2 followers
April 15, 2020
.

Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan diatas pecahan kaca. Setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan menuai luka .

Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama-sama berusaha, tetapi tidak bisa mengubah apa-apa. Senja masih tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada gunanya memaksa : Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita .

Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja?
Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas?
Akhir bahagia itu bukan milik kita.

Ketika membaca dicover belakang aku mengira bahwa bahasanya akan sebagus itu juga, tapi bukan berarti buruk. Bahasanya sederhana namun mudah dipahami.

Ceritanya ringan menurutku. Overall not bad. It's okay.
Profile Image for Atria Dewi Sartika.
115 reviews10 followers
September 11, 2013
Saat membaca awal buku ini, saya sempat merasa tertipu sebab ternyata mengambil setting di Korea. Sejujurnya saya kurang tertarik tentang hal-hal yang berbau K-Pop itu (Faktor usia mungkin..ha..ha..). Tapi saat itu saya tetap melanjutkan membaca namun ternyata kisah ini berhasil membuat saya terhanyut dan sejujurnya sempat nyaris mengeluarkan air mata. Maklum saya tipe melankolis apalagi ketika didukung oleh music yang sesuai (^_^)v

Cerita ini dimulai dengan konflik awal dan ternyata mengambil alur mundur. Pembaca disuguhkan dengan deskripsi situasi yang dianggap “gawat” yakni penguman pembatalan pernikahan yang dilakukan oleh seorang artis Korea bernama Krystal Key. Dan setelah itu pun dimulailah kilas balik yang bersetting di Indonesia.

Diceritakan pertemanan yang terjalin antara Krystal Key dan Skandar, teman sekelasnya. Pertemanan dengan dua orang yang memiliki karakter yang berbeda. Skandar yang cuek dan Krystal yang pemalu. Mereka dua orang dengan mimpi yang berbeda. Skandar yang mencintai dunia fotografi dan Krsytal yang mencintai panggung teater.


Hubungan mereka semakin erat dan saling mendukung untuk impian mereka. Skandar menyebut Krystal sebagai Tinkerbell-nya dan memanggilnya dengan nama “Tink”. Dan di dalam hati pun Krystal menganggap Skandar sebagai Peter Pan-nya. Dan hubungan mereka terus berlanjut hingga keduanya berhasil melanjutkan kuliah di Seoul, Korea Selatan.

Dalam hubungan yang terjalin diantara keduanya, tidak pernah terucap kata cinta. Mereka saling mendampingi dan memahami. Saling menjaga dan merawat. Keduanya sama-sama memiliki keinginan untuk tak terpisahkan. Hingga akhirnya masuklah pihak lain dalam hubungan mereka. Ada Park Seungho, seorang artis Korea yang tengah naik daun, dan ada Vanessa Ahn, seorang model yang menaruh perhatian pada Skandar. Akhirnya kehadiran orang-orang ini serta kesibukan mereka berdua mejauhkan keduanya.

Tapi sebuah tragedi terjadi, tragedi ini yang membuat Krystal rela melepaskan semuanya demi tetap bisa bersama Skandar bahkan jika ia harus membuang impiannya untuk menjadi aktris yang mulai berhasil dia bangun. Namun di saat itu Skandar malah menolak kehadiran Krystal, menyuruhnya menjauh dan mengabaikannya. Konflik di bagian ini cukup mengharu-biru (T_T). Tapi rasanya tak menarik jika saya menjelaskan keseluruhan ceritanya.

Satu yang paling membua saya terkesan dari novel ini adalah penggambaran cerita Peter Pan dan Tinkerbell yang unik. Penulisnya menyuguhi kita sudut pandang yang baru dalam memahami dongeng itu. Dari sudut pandang itulah, penulis membangun cerita dalam novel ini. Bagi saya ini yang membuatnya lebih terkesan orisinil di bandingkan karya yang lain dalam genre yang sama, terutama mengingat ini merupakan karya penulis dalam negeri.
Profile Image for Tachi Chyn.
39 reviews15 followers
January 22, 2014
1 bintang untuk cover yang sangat cantik.
1 bintang untuk blurb yang begitu manis.

yeaah. Korea, Korea, Korea. Udah berapa lama Korea menjadi booming di Indonesia, ya? Kayaknya setiap ke toko buku banyak banget novel2 bertemakan Korea tapi pada akhirnya gue ga pernah beli satu pun buku2 Korea itu. Dan bagaimana gue bisa baca buku ini? Yup, minjem (ga penting back review-_-)

Gue suka konsep Tinkerbell-nya tapi lagi-lagi gue merasa terganggu dengan kurangnya detail. Krystal belajar bahasa Korea pas kapan di sini ga dijelasin tau2 dia udah lebih jago bahasa Koreanya dibandingkan Skan.

Dan sebegitu mudahnyakah masuk ke dunia hiburan di Korea? kuliah di korea? sekali daftar langsung dapet, gapake ngurus ini itu? Kok kayanya Krystal gampang banget dapetin semuanya, Skan juga sih. Semuanya berjalan dengan mulus kalo dibikin grafik mungkin grafiknya bakal naik terus ga ada gelombangnya. Dan judul Goodbye Happiness kayaknya terlalu menyedihkan mengingat Krystal ga selamanya sedih. Dia punya orang2 yang sayang sama dia. Gimana bisa dibilang sedih? Karena Skan mati? Tapi mengingat Seungho yang mati2an mencintai Krystal gue rasa itu cukup adil.

Oh ya, buaaanyak typo. Mending typonya salah ngetik satu atau dua huruf, atau kekurangan huruf atau semacamnya. Tapi ini typonya kekurangan kata. Jadi harus baca dua kali dalam satu kalimat untuk mengerti karena kurangnya kata itu.

Setting Koreanya juga agak kurang berasa .-. gimana yah, kayaknya gitu2 aja settingnya. Cuma nama2 tempat tapi ga terlalu dieksplor.

Lagi2 secara keseluruhan gue menikmati novel ini meskipun ga nangis bombay padahal ngarep pgn nangis *loh*. tapi kalo ga menikmati gue ga akan menyelesaikan baca kan..

yah untuk kalian yang suka Korea2an pasti bakal suka deh kalo baca buku ini hehew.

2 dari 5 bintang.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Wiwi.
94 reviews11 followers
November 25, 2012
hwaaa..begitu selesai baca novel ini langsung login ke goodreads karena ga mau kehilangan momen yg terjadi jika selesai baca novel yg begitu mengena di hati hingga gak sabar utk review. Good Job buat Arini Putri yang sukses mngaduk-aduk emosi, naik turun, saat membaca novel ini. Alasannya:
1. Bahasa yang simpel, mengalir, dialog yang terjadi juga gak panjang2 tapi tetap bisa menyampaikan maksud si Tokoh.
2. Chemistry yang terbangun antara Krystal dan Skan terasa pas, gak lambat atau terlalu cepat. Chemistry Krystal dengan Seungho juga kuat.
3. Tidak ada tokoh Jahat, awalnya berpikir si Seungho atau Vanessa Ahn yan bakal jadi tokoh jahat, ternyata.....Seungho, he's sooooo cute, baik, dan rela berkorban. Ada gak sih cowok seperti itu sekarang.
4. Seperti judulnya, Goodbye Happines, pasti kepikiran, "wah bakal sad ending ini" tapi setelah tuntas baca, Penulis mungkin menyampaikan pesan, bahwa kebahagiaan itu bkan seperti keinginan kita, tapi ada jalan kebahagiaan lain yang terbuka, tinggal bagaimana kita menerimanya dengan ikhlas. Dan belajar untuk bahagia with our own. Jadi, untuk penyelesaiannya, sangat apik lah.

Seandainya jadi film, pasti romantis abis deh, bikin galauuu...:D (jadi ingat film si Atiqah dan Rio, Hello Goodbye, judul sdh hampir sama, settingnya juga di Korea)
Profile Image for Putri Dyah.
52 reviews4 followers
March 29, 2013
Pertama lihat covernya menarik. Baca sinopsisnya, tambah tertarik buat baca. Jujur kata kata di sinopsisnya yang langsung menohok ini yang langsung bikin buru2 beli. Tapi setelah baca, jeng-jeng agak shock tiba2 disuguhi nama2 korea kayak park seungho, kim jisoo, Jang Nayoung. Omaigaatt, sebagai orang yang nggak begitu suka2 amat ama macam2 korea gini. Aku jadi kurang bisa langsung hapal ama tokoh2nya, karena namanya sulit. Akhirnya sering bolak-balik halaman lagi buat mastiin ini namanya yg mana yg diceritain tadi, haha. Tapi lega lo, begitu baca chapter kedua yang settingnya di Indonesia, jadi berasa familiar ama ceritanya (namanya juga orang indonesia) Tapi novelnya nyisipin kata2 korea dikit jadi sekalian belajar bahasa korea dikit2. Sayangnya ada kata2 yang kepotong kayak "aku mengeluarkan tisu dari dan membersihkan kemejanya sebisaku" ini dari mana ngeluarin tisunya???? nemuin beberapa kalimat yang semacam itu kepotong. yak meski nggak seberapa, tapi kan penasaran juga. Ada kata yang kegabung2 juga, agak kurang nyaman jadi bacanya. nggak banyak sih nemuinnya, paling satu dua. Editornya mungkin kurang teliti.
Profile Image for Saskia Nurul.
1 review
October 14, 2012
Pertama kali ngeliat covernya, langsung tertarik. untungnya, dibeliin sama nyokap. sebelumnya gue udah baca rain over me, dan itu ngehibur banget. gue pun yakin kalo goodbye happiness adalah novel yang bagus juga.

Daan ternyata benerrrr.. Novel ini bagus bangett,, gilaa.. Dari baca prolognya aja udah penasaran. Kisahnya tentang Krystal dan Skandar yang sahabatan dekeet banget. di mana ada Skandar, pasti ada Krystal. Krystal pun dipanggil Tink, dan Skandar dipanggil Skan. Mereka makin deket karena sama-sama kuliah di Korea. Lama-lama muncul konflik. Tink bingung, dia sebenernya dianggep apa sama Skan. Dia jatuh cinta sama Skan. Walaupun ada cowok yang deketin Tink, artis bernama Park Soen Ho, tapi hati Tink tetep buat Skan. namun, jarak Tink sama Skan lama-lama mulai menjauh karena karier mereka masing-masing.

Pokoknya kisahnya bagus banget, Indah, mengalir. Dan ending dari kisah Skan dan Tink... bikin gue nangis:') two thumbs deh buat kak Arini Putri (y)
Profile Image for Cindy Pricilla.
Author 4 books13 followers
January 28, 2013
ya, 3 out of 5 stars for this book. why?
-ceritanya klise, lumayan gampang ketebak dan terlalu menggampangkan masalah. such as sinetron :))
-banyak typo, no wonder sih, secara gagas media emang suka banyak typo nya. no offense.

kelebihannya:
-alur dan ceritanya ngalir, mood nya tenang cenderung sedih. tapi pas bacanya kok saya ngga nangis ya? hehe.
-covernya manis! sangat mencerminkan isi ceritanya. good job, gas :p
-saya baca buku ini termasuk cepat di antara segunung tugas-tugas saya, cuma 2 hari. it means, buku ini pengen cepet-cepet saya selesain. saya penasaran sama akhir ceritanya. bagaimana hubungan Krystal(Tink)-Skandar-Park Seungho-Vannessa pada akhirnya? ya, cukup menghibur dan akhirnya cukup memuaskan.

so, sesuai kata goodreads, 3 bintang berarti 'liked it', but just not really :)
Profile Image for Vie Olyvia.
43 reviews4 followers
October 26, 2012
Fairytale is the land of dream.
But if that dream traps you inside,
time will slip away without you knowing.

Goodbye Happiness
pas liat judul nya udh penasaran sma ceritanya di tambah cover nya yg cukup manis,
krena keberuntungan memenangkan giveaway dr ka dessy akhir nya buku ini tiba di tanganku

cerita tentang Peterpan.
cerita dongeng yg sebenarnya udh umum di dengar tp ka Arini Putri bisa membawakan nya menjadi cerita yg manis
Cinta Peterpan yg abadi tidak akan ada yg mengira bahwa ia lebih mencintai Tinkerbell dr pada Wendy.

Novel ini bner" mengambil perhatian ku saat perjalanan meninggalkan jakarta
well sebenarnya aku aja smpe gk sadar udh ninggalin jakarta.
novel yg tepat untuk menemani perjalanan :)

4/5 star untuk kisah nya yg menarik ^^
Profile Image for Yonar Sabil.
1 review
April 28, 2013
JUDUL : GOODBYE Happiness
NAMA PENGARANG : Arini Putri
TAHUN TERBIT : 2012
KOTA : JAKARTA
PENERBIT : GAGAS MEDIA

Krystal keyrina gadis berkulit putih dan berambut lurus asal Indonesia yang memiliki cita – cita menjadi aktris besar. Ia menjadi anggota theatre di klub teatre sekolahnya. Ia memiliki potensi barakting yang cukup baik. Ia berkuliah di Chung-Ang University,Seoul,South Korea. Ia di terima di Departement Of Theatre.
Skandar Malik Pradipta sosok remaja pria yang gemar fotografi dan cita-citanya tak jauh dari kegemarannya menjadi seorang Fotografer Profesional. Ia berkuliah di Chung-Ang University,Seoul,South Korea di terima di Departemen Of Film Studies.
Kedekatan krystal dan skandar yang di mulai sejak SMA. Mereka satu kelas, awalnya hubungan mereka hanya sebatas pinjam-meminjam pulpen. Namun saat itu skandar mencoba mendekati krystal dengan duduk di bangku sebelah krystal. Krystal membiarkan skandar masuk di kehidupannya.
Krystal tak tahu apa yang terjadi antara mereka. Krystal tak pernah menganggap mereka bersahabat. Mereka tak pernah mengatasnamakan persahabatan untuk hubungan mereka. Semua terlalu aneh untuk disebut persahabatan. Skandar seakan menutup semua akses lelaki untuk mendekati krystal. Hubungan mereka tidak hanya dekat tapi juga mengikat. Hal ini tidak berlaku bagi krystal, skandar seorang yang egois, tetapi krystal tetap tidak berniat melepaskan skandar. Krystal diam-diam tanpa sepengetahuan orang tuanya ataupun skandar dia mendaftar di Chung-Ang University,Seoul,South Korea dan di terima di Departement Of Theater. Perasaan krystal sangat bahagia namun tidak untuk skandar. Skandar marah karena krystal tidak mau memberi tahu kalau krystal mendaftar di Universitas Korea. Selang beberapa hari skandar juga di terima di Universitas yang sama namun dia diterima di Departement Of Film Studies.
Mereka tidak tinggal di Asrama kampus. Orang tua krystal memaksa untuk tinggal di apartemen. Beberapa hari setelah kystal berkuliah, dia sudah mendapatkan teman yang baik Nayoung namanya. Nayoung berasal dari Taiwan.
Krystal keyrina,baris kelima, kolom kedua, namanya tertera di kertas itu. Krystal di rekomendasikan mengikuti Audisi tertutup dari NK Entertainment.
Hubungan Krystal dan Skandar menjadi renggang setelah krystal mengikuti trainne dan skandar di terima bekerja di majalah Famous. Krystal merasa hari-harinya kesepian,meskipun ia sedang dekat dengan Park-Seung Ho aktor terkenal yang menjadi senior krystal dan skandar juga sedang dekat dengan model cantik Vanessa Ahu.
KeaOban pun mempertemukan skandar dan krystal, namun dalam keadaan yang memprihatinkan skandar mengalami kecelakaan dan kata dokter perlahan skandar dapat kehilangan memori jangka panjang. Krystal sangat tidak percaya atas kenyataan ini. Sampai akhirnya skandar di panggil oleh Tuhan.
Hari-hari krystal seakan di penuhi dengan kesepian semenjak ia kehilangan skandar.
Setelah kehilangan skandar, Seungho menyatakan perasaannya kepada krystal, seungho mengajak krystal dan krystal menerimanya.
Krystal membatalkan rencana pernikahannya dengan Seungho tanpa alasan yang jelas. Seungho sangat marah dan kecewa. Beberapa hari setelah krystal membatalkan rencana pernikahannya. Krystal mengalami kecelakaan.
Krystal sudah sembuh dan ia berjanji akan melupakan kenangan ia bersama skandar. Ia akan menjadi pendamping hidup bagi malaikat Pendom pingaya.

KELEBIHAN : Penulis dalam novel ini menggunakan bahasa-bahasa yang komunikatif.
KEKURANGAN : Membaca dapat menebak akhir cerita ini.
Profile Image for Aoi Matsuzaki.
60 reviews
June 14, 2017
Baca ulang beberapa hari yang lalu. Tapi nggak sampe selesai. Bikin ngantuk, nggak ada feel, dan karakter yang bikin saya pengen gunting-gunting bukunya tapi sayang karena covernya yang indah.

Oke, mari kita bahas dari bab awal (sampe lupa itu prolog ato bukan hm). Jujur dulu pas pertama kali baca, saya langsung kecewa pas baca ada nama Korea-nya. Entah, gitu. Nggak suka aja, nggak sreg. Saya suka drakor kok. Tapi kalo buat di novel, namanya susah diinget. Selain nama, saya langsung dibuat ilfil sama si Krystal (untung sekarang nggak ngerasa nama si Krystal ini ada "krenyes-krenyesnya" haha), yang pas konfirmasi itu, bilang: "Izinkan aku menceritakan sebuah kisah. blahblah." Yap. Kisah Peter Pan yang tidak pernah saya ketahui karena saya nggak begitu suka dongeng-dongengan yang macem gitu.

Hmm gimana, ya? Enek aja gitu, dia malah nyelipin dongeng, walaupun emang bukunya tentang itu.

Berlanjut ke bab selanjutnya, terjadi perubahan sudut pandang. Jadi sudut pandang orang pertama. Nah, masalahnya, kali kedua saya baca, ya cuma kayak baca-baca aja. Nggak ada gejolak. Nggak ada interest. Nggak ada feel. Datar.

Bab-bab berikutnya pun nggak bisa kunikmati sama sekali. Perkembangan karakternya yang 'katanya' menuju kedewasaan nggak nyampe sama sekali buat saya. Just ... Hello? Si Krystal mau-mauan aja dikekang sama Skan (sumpah nggak suka nama-nama tokoh di cerita ini ), sedangkan Skan sama sekali 'bebas' dari Krystal. Jadi mikir ... Ini orang polos ato bodoh sih? Kalo saya jadi Krystal, udah saya tendang jauh-jauh Skan dari hidup saya. Dih. Seenggaknya dia bilang gitu loh, ya. Si Skan ini ngelarang Krystal deket sama cowok, lah dianya deket sama cewek tapi bebas-bebas aja. Skan marah waktu Krystal nggak cerita tentang kelas trainingnya, tapi Skan biasa aja pas Krystal marah waktu Skan nyembunyiin kalo dia daftar fotografer di majalah, nggak cerita-cerita. Adudu. Ini mah dua-duanya sama-sama aja. Childish.


Dan, ada si Park Seungho yang entah kenapa tertarik sama Krystal, nganggep Krystal is perfect. Muja-muja dia. Aduh, bro, mbok pikir-pikir dulu. Cewek yang terlalu bergantung sama cowok gitu, ndamba-ndamba cinta tanpa ada usaha, masih aja disukain.

O iya. Proses belajar bahasa Koreanya Skan sama Krystal itu nggak mendekati realita menurut saya. Keren banget, ya. Begitu diterima di Korea, terus udah bisa baca Hangul. Wow.

Intinya saya nggak suka sama sekali. Apalagi sama duo tokoh di Peter Pan itu. Idiiih. Maaf kalo reviewnya kasar, tapi saya berusaha jujur. Risetnya kurang banget. Unsur pendewasaan dirinya nggak ada. Yah. Ya udahlah. Seenggaknya covernya bagus.

Kelompok buku yang 'menipu'. Untung belinya bekas, jadi nggak mahal.
Profile Image for Mega Dini.
35 reviews2 followers
December 10, 2015
Novel remaja terbitan Gagas Media ini memiliki blurb dan cover yang manis. Novel yang bersetting di dua negara (Indonesia dan Korea) ini memiliki cerita yang menyentuh. Tentang Peterpan, dan Tinkerbell.
Kisah diawali dengan batalnya pernikahan Krystal dengan Seung-Ho sehingga membuat tanda tanya besar untuk para fans. Kenapa pasangan ini membatalkan pernikahan mereka begitu saja? Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
Akhirnya, Krystal pun memberi jawaban saat konferensi pers yang ia adakan berlangsung.
Kisah pun berjalan mundur ke masa SMA Krystal di Jakarta. Krystal sendiri digambarkan sebagai gadis yang tak memiliki banyak teman, namun tertarik pada dunia teater. Suatu hari Skandar mendekatinya.
Skan adalah teman sekelas Krystal. Sebelum ini, mereka bukanlah teman yang akrab. Keputusan Skan untuk duduk satu bangku yang sama dengan Krystal menjadi cikal bakal kisah mereka.
Skan memberi nama panggilan Tinkerbell untuk Krystal, sementara Krystal memberi nama panggilan Peterpan untuk Skan. Kebersamaan yang berlangsung membuat hati Krystal merasakan perasaan yang berbeda. Jatuh cinta.
Hanya saja, ia tak berani menganggap lebih. Sampai akhirnya Krystal mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah ke Korea dan tanpa ia duga Skan pun menyusulnya. Di negeri asing tersebut, Skan ingin selalu menjaga Krystal, peri kecilnya.
Tapi lambat laun hubungan mereka pun mengendur. Krystal yang mulai meniti karir sebagai seorang idol, bertemu dengan Seung-Ho. Ia adalah aktor senior di manajemen yang menaungi gadis itu.
Kedekatan mereka nampaknya membuat Skan merasa tak suka. Ia begitu egois karena di sisi lain, Skandar sendiri sedang dekat dengan Vanessa, salah satu model ternama di Korea.
Lambat laun masalah demi masalah membuat sikap mereka berubah satu sama lain.
Sampai sebuah kejadian menyadarkan Krystal bila tak ada yang abadi di dunia ini. Masalah adalah salah satu tangga menuju proses pendewasaan diri. Dan ikhlas sangat dibutuhkan untuk melegakan hati yang tak lagi terasa lapang.
Walau kisahnya agak sedikit klise, namun penulis dapat menjabarkan dengan baik sehingga tak ada kata bosan saat membaca novel setebal 320 halaman ini. Kita seakan ditarik masuk dalam dunia Krystal yang sebenarnya sangat 'dongeng' sekali. Tapi karena kemahiran penulis dalam merangkai kata, rasanya novel ini hampir tanpa cela dari sisi cerita.
Namun banyaknya typo dan juga bahasa Inggris yang tak sesuai cukup mengganggu kenikmatan saat membaca. Tapi bagaimana pun juga, ini adalah salah satu buku yang recommended untuk dibaca.
3,5 bintang :)
94 reviews3 followers
May 9, 2013
Semuanya bermula dari jepretan foto Skandar. Cowok itu sekelas dengan Krystal namun mereka tidak pernah dekat sebelumnya. Hingga hari ini, saat Skandar diam- diam memotretnya di dalam ruangan seleksi anggota teater. Saat giliran Krystal naik pentas pun begitu. Skandar terus memotretnya meski kata Skandar, Krystal bukan model yang bagus.

Sejak saat itu mereka mulai dekat. Skandar bahkan pindah untuk duduk dengan Krystal. Banyak teman yang mengira mereka sudah pacaran. Namun tidak. Krystal senang bisa berada di dekat Skandar. Skandar memiliki pesona yang seolah menghipnotisnya. Bagi Krystal, Skandar adalah Peter Pan-nya. Bagi Skandar, Krystal adalah Tink-nya. Itulah sebabnya Skandar selalu memanggil Krystal dengan sebutan Tink.

Skan tidak mempunyai teman selain Krystal. Maka saat rumah Skan terbakar dan Ayah tirinya sudah tidak mau lagi menampung Skan, Skan tinggal bersama Krystal. Ibu kandung Skan meninggal dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Ujian Nasional pun berlalu dan saatnya melanjutkan studi ke bangku kuliah. Krystal mencoba ujian beasiswa jurusan sinematografi di universitas di negeri ginseng, Korea, dan berhasil mendapatkannya. Namun Skan malah kelihatan tidak senang karena Krystal tidak memberitahunya. Mengejutkan, tak berapa lama kemudian surat pemberitahuan yang sama tiba di rumah Krystal. Pengirimnya sama, dari Chung- Ang University, Seoul, South Korea. Hanya saja nama yang tertera berbeda. Bukan Krystal, melainkan Skandar. Krystal terlalu terkejut. Setahunya, Skandar pasti akan mengambil jurusan fotografi. Ternyata Skandar malah lebih memilih jurusan yang sama dengannya.

Kehidupan mereka di Seoul pun dimulai. Mereka tinggal di apartemen yang bersebelahan. Kondisinya masih sama seperti saat berada di Indonesia. Skan dan Krystal selalu bersama. Kapanpun, dimanapun. Meski tidak terikat dalam hubungan yang dinamakan pacaran, Krystal cukup bahagia dengan adanya Skan di sampingnya.

Berkat kemampuan Krystal yang baik, ia berhasil diterima untuk mengikuti training di salah satu manajemen besar di Seoul, NK Entertainment. Krystal sangat senang. Namun semakin dekat menuju impiannya, masalah mulai bermunculan.

Baca selengkapnya di sini ya....
Goodbye Happiness - Arini Putri
Profile Image for Nandani Putri.
6 reviews
April 19, 2013
yah yah yah
akhirnya karena penasaran dengan semua teman-teman yang berkomentar "novel ini sedih banget" "mengharukan" "you must read this book"
okelah akhirnya aku nyoba buat baca

buku ini bener-bener mellow banget asli, sedih sih sedih aku aja nangis. tapi ceritanya rada rada sinetron ya. tapi overall this is good.

ceritanya tentang Krystal Key, yang mencintai Skandar, atau biasa disebut disini Skan. Krystal menganggap mereka itu layaknya dongeng Peter Pan, yang menurut Skan disini, "Peter Pan..He's a devil", maksudnya adalah "Dia cuma anak laki-laki kecil yang enggak tahu apa-apa. Enggak bertanggung jawab dan sok jagoan. Tapi, apa yang dia lakukan? Dia ngasih harapan yang terlalu besar ke Wendy" "Dan kamu tahu apa hal yang lebih buruk yang dia lakukan?" "Dia menahan Tinkerbell untuk terus bersamanya, menemaninya, melindunginya.. tanpa memberi apa pun untuk membalasnya" dan Krystal merasa, ia seperti Tinkerbell dan Skan adalah Peter Pan-nya.

Lalu mereka berdua sama-sama mendapatkan beasiswa ke Korea, dan kampus yang sama pula. Lalu Krystal yang bercita-cita menjadi seorang aktris berusaha keras dan akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memasuki NK Entertainment. Dan Skan?ia menjadi fotografer majalah ternama untuk memotret model-model papan atas.

Disini mulai ada cerita Skan dan Vanessa, yang membuat Krystal cemburu. Lalu cerita tentang Krystal dan Park Seungho, lalu bagaimana egois dan posesifnya Skan melarang Krystal berhubungan dengan Seungho.



That's all, dengan bahasa yang halus dan mengena. Buku ini cocok buat bergalau-galau ria
Profile Image for Tyas Priutami.
16 reviews1 follower
August 5, 2013
Seharusnya saya baca Rain Over Me lebih dulu dari buku ini atau gimana? Banyak review bilang Rain Over Me sedih banget dan ini buku pertama Arini Putri yang saya baca. Adalah hal yang lumayan membuat bingung untuk memilih mana bukunya yang harus dibaca terlebih dahulu. So, this is my review:

Saya suka covernya (maybe because it looks so vintage, something deep, something old, something sad) dan judul Goodbye Happiness yang menurut saya 'wah, buku apa lagi yang kayak begini?'.
Ternyata buku ini bercerita tentang anak Indonesia, Krystal Key, yang belajar ke Korea dan bercita-cita untuk menjadi aktris. Kosakata korean basic yang digunakan cukup sering kita dengar kalau menonton film/ drama Korea dan disertai dengan terjemahan tentunya, namun sangat sedikiiiit digunakan. Saya tidak bermasalah dengan setting negeri ginseng, penggunaan nama-nama korea atau hal lainnya. Dengan judul yang sedih dan berbeda dari buku lainnya, serta review di cover belakang buku yang menurut saya menjadi amat sangat menarik, saya tentunya mencari-cari dimana momen sedih di buku ini. Alur cerita berjalan cukup menarik, flashback dan maju ke saat ini. cukup menyentuh hati kalau pembaca menginginkan cerita tentang cinta bertepuk sebelah tangan ataupun hubungan yang tak terdefinisikan diantara sepasang manusia.

Mungkin, (sekali lagi) MUNGKIN, harapan saya yang terlalu tinggi ketika membaca review di cover belakang. Memang jadi banyak 'ooh.. so sweet' moment, namun karakter Seungho di buku ini masih agak kurang tergambarkan. Kepergian orang yang dicinta, kedatangan orang baru yang ternyata mencinta dan hati yang agak susah move on menjadi senjata buku ini. Namun bila pembaca adalah seseorang yang mengharapkan sesuatu yang lebih melankolis, lebih kompleks, lebih dalam mengoyak hati dan cucuran air mata, wanting the pity goodbye or so on, sepertinya belum didapatkan di buku ini. Jadi bagaimana endingnya, is it happy ending or sad ending? sepertinya judulnya harus diganti menjadi goodbye my sadness, welcome marketing.


Profile Image for Dyah Rinni.
Author 13 books75 followers
March 5, 2013
Dulu sempat pengen beli karena lumayan banyak diomongin di FB Pecinta Novel, tetapi karena satu dan lain hal, buku ini gak terbeli. Dan untungnya, buku ini kemudian nongol di perpustakaan wilayah, jadi saya cukup pinjam saja dari sana. Maap.

Saya ngerti kenapa novel ini disukai oleh segmen pasarnya. Cerita cintanya sederhana (tentang cewek Indo yang pergi ke Korea dan jadi seleb di sana). Pasti banyak cewek yang ingin berkhayal jadi seleb di Korea dan sukses menggaet seleb cowok di sana. So dari segi penjualan, rasanya tidak akan sulit menjual novel semacam ini. Iya, kan? ^_^ Penyampaian ceritanya udah cukup bagus. Paling nggak, ceritanya mengalir dengan cukup baik, lah. So, yes. buat remaja dan pecinta korea, ini buku yang mudah diterima.

Untuk karakter, memang karakternya masih terasa satu dimensi. Saya suka nama Skandar, saya suka konsep Peter Pan - Tinker Bell, tetapi saya langsung tidak suka Skandar begitu dia terlihat posesif dan kemudian terlibat masalah. :(

Krystal, she's so lucky, isn't she? Disukai dua cowok. Tinggal milih mana. Sampai saya mikir, ini tokoh masalah besarnya apa ya? Oh iya, pengen jadi artis terkenal di Korea. Tetapi kayaknya nggak sulit2 amat. Dibenci antifans? Yah, risiko artislah. Disuruh jadi idol grup? Ya jalani dulu aja, napa? Disuruh operasi plastik? Nah itu bisa jadi dilema yang panjang untuk dibahas. Sayang, omongan ini hilang begitu Skandar bilang tidak.

Tapi kalau kamu suka cerita berlatar dunia artis korea, beli aja. Nggak rugi, kok.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Aiu Ahra.
Author 17 books40 followers
May 12, 2013
Awalnya aku nggak niat buat baca novel ini setelah novel sebelumnya yang agak mengecewakan :3 Cuma lihat bagaimana review orang-orang, aku jadi kepincut juga buat beli ---> ini di luar list beli buku lho hehehe.

Tulisan di novel ini memiliki perkembangan cukup pesat dari novel sebelumnya (Rain Over Me). Aku suka tema cerita yang diangkat, suka jalan ceritanya, suka karakter di dalamnya. Terutama Skan. Aku suka dia tapi enggak dengan 'kebodohannya' *plak*

Tadinya mau kasih rating sempurna soalnya ceritanya ini memang menghanyutkan pembaca, alurnya apik dan feelnya sangat terasa. Cuma yang membuat aku mengurangi dua bintang adalah karena settingnya yang enggak kerasa nyata :( --> aku sendiri susah jabari setting hiks
Dan tentunya karena ending Tink dan Skan yang aku rasa sangaaaaaat~~~~ tidak adil :'( aku berharap ada happy ending di antara mereka tapi...tapi tapi... ya sudahlah. Sejujurnya aku benci sad ending tapi ini bukan sad ending kok, endingnya bagus cuma efek sedih dalam ceritanya masih membekas jadi susah mengartikannya sebagai happy ending.

Nice story Mbak Arin ^^
Di novel selanjutnya aku berharap tulisannya lebih ceria hehehe *plak*

Oia, tambahan. Membaca novel ini sedikit mengingatkanku sama novel DEALOVA, nggak tahu kenapa pas bagian Skan---*disensor* itu ngingetin aku tentang Dira yang meninggal.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Uly.
6 reviews
May 24, 2013
awalnya tahu buku ini di review2 sosmed. banyak yg komentar positif disini. tz juga beberapa temen bilang buku ini bagus.
waktu ke gramed liat covernya udah tertarik udah dipegang2 tp entah ada bisikan apa akhirnya ga jadi beli. hehehe..
dn kemudian aq baca buku ini dr hasil pinnjeman.. heheheh.
dn trnyata... eng ing eng.. saya hanya butuh waktu 3 jam untuk baca novel ini. dn tentu saja.. tidak sesuai dengan ekspectasi saya. entah kenapa. menurut saya ceritanya terlaluuuu... hmmmm apa ya... mungkin disebut dengan menyek menyek dn bukan ide baru.. walaupun kemasannya cukup menarik.
yg saya suka cuma cerita ini disamakan sama cerita peterpan n thinkerbell. walaupun pada akhirnya beda. hehehe... tp lucu aja ada yg nyamain dengan cerita dongeng anak anak.
latar belakang korea nya bikin saya males sebenernya. kenapa musti korea? kan ada banyak negara di dunia ini. mungkin karena saya bosen dengan korea yg lagi booming di indonesia. jd udah agak gimanaaaa duluan kali ya.
but.. overall novel ini cukup menarik buat bacaan ringan. walaupun pada akhirnya saya bilang "alhamdulilah ga jadi beli" heheheh
Profile Image for Enay nanay.
36 reviews4 followers
November 2, 2012
Pas baca tulisan di belakang bukunya bikin penasaran pingin baca.
Cukup bagus ceritanya
Kayaknya pengarang terinspirasi dari cerita2 korea xD
Menceritakan seorang gadis bernama krystal key gadis biasa yg punya cita2 jadi artis hebat,trus ada teman satu kelasnya yg bernama skandar (kayaknya pengarang tadinya mau ngasih nama Iskandar deh tp kurang keren makanya jd skandar hihihi *sotoy*) Skandar nih suka banget moto2in si kyrstal secara diem2,,sampe suatu hr akhirnya mereka duduk satu bangku di kelas dan ternyata skandar bisa menghipnotis si krystal dengan senyumnya awal2 sih menurut gw gk menarik,akhirnya pas kelulusan sekolah si krystal nih cerita di terima di salah satu kampus di korea sana dapet jurusan teater,eh si skandar juga jd ikut2an deh,,akhirnya mereka berangkat ke sana tinggal sebelah di satu apartemen kemana mana bareng sampe akhirnya jd pada sibuk dll,,ketemu cowo baru,temen baru,,begitulah hahaha gk mungkilah gw jabarin panjang lebar,baca sendiri aja.Bagus tapi kurang greget,menurut gw loh xp
3 reviews
Read
January 24, 2013
yepp udh selesai baca buku ini
menurutku cerita ini pedomannya pada kisah peterpan yg sangat sangat dikembangkan.
sebagai pecinta novel sih aku gak kecewa dengan novel ini. bagi pecinta novel yang suka cerita nyesek tapi cukup dengan end yg memuaskan bisa dipilih novel ini.

awal beli aku liat disalah satu onshop udh tertarik sama cover&sinopsisnya. ceritanya lebih banyak menceritakan kekisah peterpan dan tink. sebenernya nyesek juga bacanya. ini kisahnya tentang cinta krystal pd skandar, begitu sebaliknya tapi cinta keduanya mereka pendam terutama perasaan skandar. disisi lain ada satu orang yg mencintai krys ia seungho.

yang buat aku kurang puas mungkin tentang sudut pandang cerita ini, yang terlalu banyak mengisahkan dari sudut pandang krystal. yah mungkin hampir 80% merupakan sudut pandang krystal. jadi aku kurang bisa memahami perasaan skandar, kenapa dia seperti itu dll..~ dan apakah skandar seperti itu karna penyakit atau karna kecelakaan?

tapi ini bagus.....cukup nyesek dan happy nya^^ disarankan!!
Profile Image for Dessy Clark.
36 reviews
July 26, 2013
Nice cover. Aku jadi tertarik buat baca

Diawal baca buku ini aku nebak-nebak "oh ceritanya tentang entertainment?", jadi ngerasa agak males deh bacanya (walaupun tetep aja dibaca). tapi gak tau kenapa waktu tokoh skandar muncul aku langsung semangat buat lanjut baca. aku udah feeling aja pasti aku bakalan suka sama si tokoh skandar ini. dan emang bener! aku suka sama sifatnya yang protective sama krystal. tapi kenapa skandar nya harus--- ah gak taulah aku masih gak rela kalo akhirnya kayak gini. aku ngerasa novelnya lebih ke sad ending bukan happy ending. ya walaupun krystal bilang dia bahagia.dan akhirnya sama seung ho T-T
Overall aku suka banget sama jalan ceritanya. apalagi latar tempatnya di korea. jadi bisa ngebayangin gimana scennery disana sekaligus ngasih tau juga tentang makanan-makanan khas korea.
Abis baca novel ini jadi keinget novel peter pan yang gak pernah tamat aku baca. males. haha
sekarang malah ngebet banget pengen baca. pasti keinget skan terus lah entar pas baca peter pan huhu
11 reviews1 follower
April 9, 2013
This is one of some romance novels that I really like a lot. For those of you who really like romance novels or stories, I recommend you to read this novel. It's worth it! Apa lagi bagi kalian yang suka cheesy stories or something, just GRAB THIS BOOK FROM THE BOOKSTORE SHELF AND PROCEED TO THE CASHIER IMMEDIATELY! :)

I've read a book called "Rain over me" by the same author of this book. Kalo aku bilang kemampuan writing-nya udah improved a lot semenjak buku yang dia tulis dulu itu...So, GOOD JOB!

This book made me cry, apa lagi pas bagian waktu Skandar di rumah sakit. I really love how the author describes feelings-nya Krystal. Ceritanya yang singkat dan nggak panjang lebar made me enjoy reading it. To be honest, pertama2 pas baca buku ini, I felt a bit bored, but as you read more and more of the story, you'll be curious of what's gonna happen next in the story. (can't guarantee all of you will like it, though ;) )

Anyway, ENJOY READING!
Profile Image for s..
123 reviews4 followers
June 28, 2013
Pertama kali beli buku ini, karena lagi nyari bacaan galau bermutu (?). Intinya lagi pengin nangis nyesek-nyesekan. Pas pertama buka. HAH? KRYSTAL? SEUNGHO? Karena gue demen kpop akhirnya ujung-ujungnya jadi mikir ini si Krystal f(x) dan Seungho (MBLAQ). (Yah salah gue juga sih....)

Masuk ke ceritanya deh. Pertama gue seneng, karena Skan hobi foto. I always admire the way photographer took a photo of someone special ehehe. Tapi terlalu banyak kebetulan. Kebetulan lulus di Korea. Kebetulan lulus audisi. Kebetulan lulus casting. Kebetulan ketemu sunbae ganteng nan baik nan budiman..... ah, indahnya kebetulan. Makes me totally out of this story.

Lalu karakternya. Ngerti sih Krystal cinta banget. Ngerti sih Skan jaim-brengsek gitu. Ngerti sih Seungho udah willingly to love banget. Tapi ada yang kurang, details and reasons. Sayang banget :)

Terakhir. Ngga sreg sama ending-nya. Mungkin gue lebih setuju kalo Krystal ga jadian sama siapa-siapa.
It's Goodbye Happiness after all :p
Profile Image for Nur Fauziah.
109 reviews
October 12, 2012
Kisah tentang Tink dan Skan jelas berbeda dari kisah tentang Yuna di Rain Over Me.
Selain lebih dewasa, aku menemukan kelogisan cerita yang lebih baik dan alur yang mengalir dengan wajar.
Setting korea masih jadi andalan (tadinya takut bosen karena belakangan banyak banget buku bersetting Asia Timur).
Tapi untungnya ceritanya enak diikuti, dan chemistry serta dialog yang sweet nggak suka lebay kayak novel-novel sejenis.
Good point: kejar impianmu tapi juga bersikap adil lah dengan perasaanmu.
Kalo boleh request, maunya yang berikutnya jangan Korea lagi ya Arini. Atau malah yang Indonesia banget sekalia? Hehehehehe... ngarep...
Empat bintang karena kemasan dan eksekusinya membuat aku merasa puas hingga di ending.
Profile Image for Ochie Motskee.
40 reviews24 followers
November 27, 2012
Bab pertama, ok. Tetapi beberapa bab berikutnya saya memutuskan untuk fast reading. Mungkin karena saya memang tidak terlalu suka setting high school. Mungkin juga karena temponya yang lambat. Dua hal itu adalah pendapat pribadi, jadi silakan abaikan kalau tidak setuju :p Saya baru mulai tertarik membaca lagi setelah setting berpindah ke Korea.

Gaya penulisan yang mengalir sebenarnya cukup menarik. Tetapi, entah kenapa saya tidak bisa terhubung secara emosional dengan tokoh utamanya. Saya merasa Krystal, yang berkarakter pendiam, hidup di dunianya sendiri. Tetapi saya suka dengan analogi Peter Pan & Tinkerbell yang digunakan penulis.

Jadi, buku ini cukup OK untuk dibaca. Walaupun kalau harus memilih, saya justru lebih suka Rain Over Me :)
Displaying 1 - 30 of 180 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.