Jump to ratings and reviews
Rate this book

Saya Cinta Indonesia: Ocehan Komika Tentang Kelucuan di Negerinya

Rate this book
Kenapa orang Sunda ada yang susah membedakan arah? Saya baru menyadarinya ketika pergi ke Jogjakarta. Berkebalikan dengan karakteristik umum orang Sunda, orang Jogja umumnya sangat paham arah.

Saking pahamnya, kalau saya nanya jalan, saya tetap bingung.
"Permisi, Mas. Kalau ke Malioboro ke arah mana, ya?"
"Oh, Malioboro? Gampang itu. Ambil arah utara 500 meter, nanti ketemu persimpangan. Belok aja ke barat daya sekitar 300 meter. Belok lagi ke jalan yang tenggara, ikuti sekitar 700 meter. Nanti balik ke Utara. Gampang."
"...Saya telepon taksi aja ya, Mas."

180 pages, Paperback

First published January 1, 2012

6 people are currently reading
63 people want to read

About the author

Isman H. Suryaman

11 books101 followers
(Click "...more" and scroll down for the English version.)

Isman H. Suryaman adalah penulis humor dan komedian yang mengandalkan humor pengamatan.

Ia menerbitkan buku pertamanya, Bertanya atau Mati, sebuah kumpulan esai humor, pada September 2004. Karya-karyanya setelah itu, selalu mengandung komedi. Bahkan buku ketiganya, 7 Dosa Besar Penggunaan PowerPoint, yang membahas teknik presentasi pun tetap memuat humor. (Buku ini dipilih menjadi 1 dari 3 buku nonfiksi terbaik tahun 2007 versi pembaca Ruang Baca Koran Tempo.)

Pada Ubud Writers and Readers Festival 2007, Isman terpilih sebagai salah satu penulis tuan rumah. Bertanya atau Mati bahkan disebut-sebut di kalangan panitia seleksi sebagai "Parasit Lajang versi Laki". Dalam festival sastra bergengsi ini, Isman menjadi salah satu panelis dalam topik "The Art of Satire" dan tampil pertama kali sebagai komedian tunggal (stand-up comedian) di Jazz Cafe Bali.

Oksimoron adalah novel pertama dan buku kelimanya.

Pada tahun 2012, Isman mengundurkan diri dari posisi direktur utama sebuah perusahaan teknologi informasi untuk terjun penuh waktu sebagai penulis dan komedian.

Karya-karyanya setelah itu lebih banyak menghiasi layar kaca, antara lain Malam Minggu Miko, Lo Banget Gue Banget, Comic Story, dan Marmut Merah Jambu: The Series.

______________


"To paraphrase Lisa Snellings, I didn't make any conscious choice to do comedy. I've simply been drawn to it over and over."
--Isman H. Suryaman

Isman is an Indonesian humor writer who also does stand-up and improv comedy. He likes to poke fun at himself and question things that few people care to mind. Such as:
+ What does it mean when your dog starts singing Nessun Dorma?

+ In wedding receptions, where do telepathic communications occur the most?

+ How can a 21-month-old baby be a good presidential candidate?

+ And when do we need to lose our weight for the sake of the world?

Bertanya atau Mati is his first book; a collection of humorous essays. From then on, his work always includes humor--even on his third book, which covers presentation techniques.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (4%)
4 stars
19 (26%)
3 stars
39 (54%)
2 stars
8 (11%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
Profile Image for Utami.
163 reviews16 followers
October 29, 2012
Saya beli buku ini bukan hanya karena pengarangnya, tapi juga tertarik dengan judulnya. Biar mau gimana juga, saya tetap orang Indonesia :)

Kumpulan tulisan dari 4 penulis. Well, masalah selera mungkin ya, jadi favorit saya...tulisan Isman. Paling suka bagian soal budaya itu, karena bagi saya, ya seperti itulah Indonesia. Yang Ndigun membuat saya ketawa, tapi ketawa yang sambil mikir "oh iya ya... bener juga...". Dan tentu saja, Miund denga gaya nyolotnya juga menyegarkan sekali.

To be honest, tidak begitu menikmati tulisan Sammy. Dia memang sudah ngasih penjelasan bahwa "karena yang lain sudah ngelucu, say aserius aja ya...", tapi justru malah kayak berasa sempilan di antara tulisan lain.

Anyway, 3 out of 5.
Profile Image for Primadonna.
Author 50 books374 followers
October 7, 2012
Selera memang berpengaruh ya. Secara keseluruhan, aku suka. Yang menurutku paling lemah adalah karya Sam, mungkin karena aku sudah pernah baca di kumcernya sebelumnya, atau kalimatnya (kurleb, karena yang lain ngelucu, saya serius aja ya) yang kesannya defensif.

Paling suka karya Isman. Mungkin karena paling sesuai dengan seleraku. Karya Ndigun dan Miund membuatku senyum-senyum, kadang miris atau karena wow, benar juga ya. Sementara karya Sam lebih banyak membuat alisku bertaut.
Profile Image for Umi Costansyah.
3 reviews
June 7, 2016
Baca buku ini buat sy ngakak sendiri..
Tdk menyesal beli buku ini
Profile Image for Indah Threez Lestari.
13.5k reviews270 followers
October 18, 2012
883 - 2012

Hanya ada satu cinta
dengan bumbu rindu selalu
Hanya ada satu rindu
tanpa ragu, tanpa cemburu


Hanya ada satu cinta
bukan tujuh, bukan seribu
Cinta kita, cinta bersama
da~ da~ da da da


A.C.I
Aku Cinta Indonesia
‘A’ bisa Amir
‘C’ bisa Cici
‘I’ bisa Ito
Tapi A.C.I
Aku Cinta Indonesia


Ada yang masih ingat sinetron A.C.I. (Aku Cinta Indonesia) dengan tiga tokoh utamanya Amir, Cici dan Ito yang ditayangkan TVRI setiap hari Minggu siang?



Lho, tidak ada yang mau jawab? Kok tahu sih ini pertanyaan jebakan umur? ^_^

Nah, buku dengan judul Saya Cinta Indonesia ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan sinetron TVRI di atas...

Ada cerita galau di balik pembelian buku karya para komika ini. Seperti biasa, sesuai jadwal terbit rutin Elex Media, pada hari Rabu malam, tanggal 17 Oktober 2012 pukul 21.00 WIB sepulang dari kursus, aku berkunjung ke Gramedia Plaza Semanggi untuk mendapatkan sejumlah manga. Tapiii... setelah mondar-mandir di bagian komik, tak kulihat sejilid pun judul manga yang kuincar. Heran deh, biasanya kalau belum didisplay di meja new arrival setidaknya manga-manga terbitan minggu ini sudah menumpuk di lantai dekat rak majalah. Penasaran, akhirnya ketika melihat salah satu petugas toko yang sedang sibuk merapikan tumpukan buku di meja sebelah, berlangsunglah dialog di bawah ini:

Aku (A): Mas, komik Elex terbitan minggu ini sudah datang belum? (berharap sangat sebenarnya terbitan baru sudah ada di gudang, biasanya tetap bisa dibeli soalnya)
Mas-Mas Gramedia (MMG) : Oh, belum datang, Bu.
A : Kenapa? Di jadwal Elex kan terbitnya hari ini... (kepo mode on)
MMG : Tidak ada kurirnya, Bu. Biasanya diantar tenaga outsourcing, tapi sekarang sudah tidak boleh lagi.
A : Jadi kapan datangnya? Besok atau lusa?
MMG : Tidak tahu, Bu. Mungkin minggu depan, karena biasanya barang datang setiap hari Rabu.
A : (Mulai bete. Teringat kejadian tahun lalu waktu toko yang sama sedang stock opname, kalau Rabu minggu ini tak datang barang baru, maka buku yang mestinya display minggu ini baru didatangkan minggu depannya. Alamat mencari di toko buku Gramedia yang lain, asalkan masalah distribusi tidak terjadi pada semua toko)
MMG : Ibu dari Kompas, ya?
A : (Heh? Maksudnya apa? Memangnya dia nggak bisa membedakan pelanggan cerewet dengan wartawan?) Oh, bukan. Saya cuma biasa beli komik pada hari Rabu...

Ya sudahlah. Sambil merenung bahwa masalah tenaga outsourcing yang biasanya cuma dibahas di kantor ternyata berdampak juga pada rutinitas di luar kantor, dan daripada pulang malam-malam dengan tangan hampa, aku pun merambat di meja buku baru (nonkomik). Tiba-tiba saja mataku menangkap sampul buku berwarna merah hati dan krem ini. Baru melihat nama para penulisnya saja, aku langsung menyambar dan memasukkannya ke dalam kantong belanja. Pas banget jadi buku pelipur lara.

Dan memang demikian adanya.

Membaca bagian Kang Isman (yang buku 7 Dosa Besar-nya masih nangkring di meja kantor sebagai reminder supaya nggak lagi-lagi bikin tayangan ppt nan garing), bab pertamanya langsung mengingatkanku pada beberapa bit open mic-nya yang beredar di Youtube. Khususnya pada topik cara ikan berkomunikasi, budaya sunatan di masyarakat Sunda, buta arahnya orang Sunda, sampai simbol emergency exit di bandara. Baca bagian ini seolah melihat dan mendengar Kang Isman lagi stand up. Menurut Kang Isman sendiri, ia sering mengingatkan penontonnya kalau lagi stand up: "Kalau sekarang nggak ketawa, coba catat. nanti di rumah baca. Siapa tahu memang lucunya kalau dibaca." Tapi buatku yang memang menyukai gaya humor dan tulisannya, nonton stand upnya lucu, baca versi tertulisnya juga tetap lucu. Sayang tidak menemukan bit orang India main bola di sini, yang terus setelah mencetak gol langsung joget "saya, saya, saya..." Dan kembali, jadi penasaran lagi sama buku Kang Isman yang pertama, Bertanya atau Mati. Siapa yang punya buku ini? Pinjam dong, plis....

Penulis humor lain yang gayanya juga kusukai adalah Miund, mungkin sejak buku pertamanya yang gokil. Tulisannya di buku ini juga beti-lah, meski sayang kok sedikit banget. Risiko buku hasil keroyokan memang. Di sini Miund mempermasalahkan prioritas orang Indonesia yang makan mi instan 3x sehari tapi langganan tv satelit, hasil observasi di gym, serta bedah dongeng Indonesia vs dongeng impor. Pas bagian dongeng Sleeping Beauty, pingin deh minta Miund baca buku versi Anne Rice dan mengomentarinya. Jangan-jangan diakhiri dengan headline tabloid Lampu Merah lagi: "Cewek Cantik Lagi Asyik Tidur Di-Ho'oh Pangeran Ganteng, Eh Bangun, Terus Langsung Diboyong... Cieee"

Separuh buku lainnya ditulis oleh Sammy si bocah yang tidak langsing serta Andi Gunawan. Gaya menulisnya agak berbeda, tapi terasa sih maksudnya melucu tapi dengan gaya serius. Sayang dalam perkenalan pertama ini aku belum dapat feel yang sama dengan tulisan dua komika lainnya. Tapi yang jelas, memang satu hal yang paling penting untuk menjadi seorang komika adalah observasi. Hal yang dianggap biasa bisa jadi terasa unik kalau ada komika yang bisa mengangkatnya dengan sudut pandang yang berbeda. Seperti kata Kang Isman (atau Derek Fisher?), mayoritas ikan nggak menyadari keberadaan air sebagaimana kita nggak menyadari keberadaan budaya.

Karena itulah, meski tak bisa melucu, ataupun kalau bermaksud melucu pakai gaya lempeng demi menipu audiens, aku suka stand up comedy, dan juga suka buku-buku yang ditulis para comic. Walaupun tidak disengaja, aku sudah mengoleksi buku-buku para comic seperti Seinfeld, Chris Rock, dlsb yang kebetulan nangkring di lapak buku bekas. Sudah harganya murah, membacanya pun bungah.

So, do you love Indonesia? (sengaja malah pakai bahasa Inggris... :P)
Profile Image for Hawin Widyo.
5 reviews
May 26, 2013
Saya Cinta Indonesia. Sebuah buku yang berisi mengenai pendapat para komika tentang kelucuan di negeri bernama Indonesia. Kita diajak untuk menertawakan kelakuan-kelakuan yang terjadi pada orang-orang di keseharian kita. Lucu, tapi memang itulah yang terjadi. Dimulai dari cerita seorang Isman HS. Dengan gaya menulis komedinya mampu membuat saya membayangkan apa yang dia tulis. Ada satu tulisan tentang debat presiden dan itu lucu sekali. Hahahaha.

Kemudian beralih ke Andi Gunawan. Tulisan dia agak terkesan seperti penyair - ya karena dia memang penulis buku puisi - tetapi malah justru menarik, memberikan warna baru pada buku ini. Dan tentu saja masih ada bumbu humor khas-nya. Selanjutnya beralih ke Sammy, seorang komika yang saya kenal sering membawakan materi yang bernuansa politik. Pun dengan gaya menulisnya di buku ini. Menggelitik dan seolah memberikan pesan tersendiri. Terakhir ada Miund, satu-satunya wanita yang berkonstribusi dalam penulisan buku ini. Seperti sebelumnya, gaya tulisan khas dia sendiri dan tetap menarik hingga akhir.
Profile Image for Nina Ardianti.
Author 10 books400 followers
October 16, 2012
Saya beli ini karena.... yaaa, saya follow para penulisnya di Twitter, hueheuhe... Walaupun udah pernah berjanji nggak akan beli buku lagi berdasarkan promosi di Twitter, tapi kayaknya saya masih belum kapok juga.

It was okay, menurut saya. Tadinya berharap (karena yang nulis adalah para stand up comedian) buku ini akan lucu, kritis, witty, sassy, dan menohok pada saat-saat tertentu. Namun yang memenuhi ekspektasi saya hanyalah tulisan kang Isman dan Miund--mungkin terpengaruh fakta bahwa sejak dulu saya memang menyukai tulisan mereka berdua. Yang lain rasa tulisannya terasa agak berat dan menyeret dengan lambat.

Oh ya, bukunya terlalu tipiiissss. Seharusnya lebih panjang, biar feelnya dapet. Saya nyelesaiin buku ini cuma sejam. Tapi beli kok, nggak numpang baca di toko buku. Hehehe ;D
Profile Image for Desti Utami.
162 reviews6 followers
December 21, 2012
Ini buku pertama di bulan ini yang membuat saya terhibur. Enak dibaca, serasa nguping obrolan meja sebelah.

Saya cuma familiar dengan tulisan kang Isman dan teh Miund. Ciri khas keduanya seperti biasa telak mengenai sasaran bernama puas setelah membaca. Tulisan dua komika lainnya bagus tapi di beberapa bagian terasa nanggung. "Loh udah abis? Trus maksudnya apa?" Lalu saya baca-cepat-ulang sembari memaksa diri untuk paham. Ga asik banget eike ini.

Dan umm.. Jakarta/Jawasentris? Rasanya tidak juga. Tidak ada perasaan berjarak saat membaca. Mungkin karena apa yang ditulis memang sangat Indonesia, atau Jakarta/Jawa adalah Indonesia. Pulau lain hanya pelengkap *ditiban gunung es* XD
Profile Image for Fiskus Dodol.
8 reviews16 followers
January 2, 2013
Gue beli buku ini gara2 tertarik sama komedi di bagian belakang buku (baca: beda Orang Sunda dan Jogja).. Dari keempat penulis disni, yang paling gue suka adalah tulisannya Miund yang "tentang nge-gym" sama tulisannya Andi Gunawan "Kelamin bukan Penghalang"..

Ada beberapa part yang agak garing, lucu, juga menyentil..

overall, buku ini menarik.
Profile Image for Peni Astiti.
249 reviews21 followers
June 19, 2014
udah direview di sini sih.

yang jelas, komik strip di bagian penutupnya Andi Gunawan lumayan bikin ngejengkang karena kocak. Hahah...

Saya mencintai Indonesia meski orang-orang Indonesia itu banyak yang.... begitulah... :D
Profile Image for Arya.
13 reviews2 followers
April 26, 2014
sukaaaa buku ini..
bagian awalnya sangat kocak menerangkan bagaimana sifat sifat orang-orang indonesia yang beragam..
tapi dipertengahan buku entah mengapa agak membosankan.. dan isinya "melenceng" dari topik, bagian akhir buku kembali menjadi kocak.. bintangnya saya kasi 3,5 tapi dibulatkan 4 aja :D
Profile Image for Nike Andaru.
1,643 reviews112 followers
November 19, 2012
mungkin karena aku kurang suka standup comedy ya, belum pernah nonton sampe abis juga. karena itu jadi berasa agak apa ya garing lucunya?
tapi soal pendapat tentang Indonesia hampir semuanya menuju ke Jakarta. jadi kayak Jakarta sentris gitu sih, padahal Indonesia gak cuma Jakarta kan ya.
Profile Image for Fitria Mayrani.
522 reviews25 followers
October 18, 2012
Yap! Cuma opini kok tapi berbobot. Saya paling suka opininya Bang Ndigun. Udah gitu aja.
Profile Image for Debbie Sally.
130 reviews33 followers
March 2, 2016
Bagaimana pun Saya Cinta Indonesia. Judulnya membuat saya tertarik untuk membeli buku ini. Susah juga buat dapetin buku ini, tapi tidak mengecewakan, buku ini kocak abis deh.
Profile Image for Lelita P..
632 reviews58 followers
April 11, 2016
Lumayan lah, bacaan ringan yang nggak perlu mikir. Yang saya dapatkan dari membaca buku ini cuma satu: para komika memiliki sisi serius dan pemikiran yang bagus.
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.