Jump to ratings and reviews
Rate this book

Genderang Baratayudha: Tumpahnya Air Mata dan Darah Para Kesatria Sejati

Rate this book
Perseteruan antara Pandawa dan Kurawa semakin meruncing dan akhirnya terjadilah sebuah pertempuran yang maha hebat: Perang Baratayudha!

Namun, sebelum perang terjadi, ruh Krishna, Raja Dwarawati, mengembara ke alam para dewa untuk melihat isi Kitab Jitabsara. Kitab itu berisi nama-nama kesatria dari kubu Pandawa dan Kurawa yang akan gugur di medan laga. Dengan kitab itu, Krishna dapat mengatur siasat jalannya perang.
Krishna pun berusaha membatalkan perang dengan mengajak berunding Duryudana, namun ditolak. Baratayudha pun tak terelakkan.

Di hari pertama, kubu Pandawa mengalami kekalahan dengan gugurnya tiga kesatria pilihan, sedangkan kubu Kurawa hanya kehilangan seorang saja. Namun, di hari-hari berikutnya Pandawa menuai kemenangan. Bagi Pandawa, perang yang terjadi di Padang Kurusetra itu adalah sebagai jalan untuk membuktikan kebenaran bukan mencari kemenangan.

Lantas, bagaimanakah kisah detailnya? Benarkah perang hebat tersebut akan membunuh semua yang terlibat kecuali beberapa gelintir yang ditakdirkan tetap hidup? Siapa sajakah mereka? Dan, bagaimanakah kisah seusai perang mengerikan tersebut?

612 pages, Paperback

First published October 1, 2012

6 people are currently reading
43 people want to read

About the author

R. Toto Sugiharto

6 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (36%)
4 stars
8 (32%)
3 stars
4 (16%)
2 stars
3 (12%)
1 star
1 (4%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
1 review
September 24, 2020
Overall cukup bagus. Namun terlalu banyak segmen2 yg kesannya terlalu cepat alurnya.. dan tokoh2 baru yg muncul rasanya kurang smooth masuknya.
Profile Image for Hasan Pramudhito.
3 reviews1 follower
January 8, 2014
ringan cukup menarik
namun dalam beberapa hal kurang menceritakan datail kejadian, dan beberapa hal ada yang terlewat.
misalanya, saat Abimanyu terkurung dalam gelar cakrayudha, prajurit berteriak akan membalas kematian lesmana, namun beberapa halaman berikutnya barulah abimanyu membunuh lesmana..

tapi cukup baguslah....
1 review
Want to read
March 1, 2016
belum baca
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.