Telah lama aku tersesat, tak menemukan jalan pulang dalam cinta.
Bagimu, cinta tak bersyarat, membuat kita tak akan pernah hilang harapan.
Aku menangkap jelas isyarat cinta di matamu untukku. Kau bilang, kau jatuh cinta kepadaku, dan jika aku merasakan hal yang sama, itu sudah cukup bagimu. Ada binar ketulusan dalam tatapmu, yang berusaha kutepis, tetapi diam-diam juga kurindu.
Bagiku, cinta penuh syarat: hal-hal yang akan mengikat hatimu dan hatiku.
Jika aku menerimamu, maukah kau berjanji, dan hanya akulah yang ada dalam hatimu? Bisakah kau membuat hatiku tak terluka karena ia terlalu rapuh? Dan, bisakah kau menenangkan badai untukku dalam malam kelam?
Mungkin, aku terlalu banyak memiliki tanda tanya. Aku tahu…. Hanya saja, masa lalu terlalu kelam dan membuatku kehilangan kepercayaan dan harapan pada cinta….
Atau, cukup kau jawab yang ini saja: apakah ada cinta tanpa jeda itu bila aku bersamamu?
Indah Hanaco penyuka novel-novel historical romance. Tergila-gila pada segala hal yang berbau tahun 90-an. Juga sederet serial kriminal dan film-film romance. Mendadak mellow hanya karena gerimis. Kolektor majalah dan buku-buku resep yang jarang dimanfaatkan.
Fans sejati Michael Schumacher yang memilih berhenti menonton balapana Formula Satu begitu sang idola pensiun. Tidak bisa lepas dari kopi meski sangat tidak menyukai kopi.
Indah Hanaco pernah bekerja kantoran, tetapi benar-benar merasa menemukan "dunia" saat menjadi penulis. Cita-cita saat ini adalah pindah dan menetap di Yogyakarta, keliling Eropa serta menghabiskan sisa hidup untuk menulis.
Indah Hanaco telah menerbitkan 23 novel, beberapa buku anak dan parenting. Indah Hanaco juga menulis novel dengan pseudonym Aimee Karenina.
Aaahh agak menyesal beli buku ini. Terpincut dari cover dan sinopsisnya yang bagus,maka saya beli..
Pas awal baca,oh okelah agak seru nih. Tapi pas nyampe 10 halaman gitu,buset ini kenapa begini ceritanya? Sumpah ngebosenin banget. Gak tau kenapa ini cerita menurut gue monoton banget.. Agak sebel sama tokoh May nya,yang cemburuan banget. Sumpah kya pengen nimpah asbak ke mukanya. Mungkin yang baca ini juga gue yakin pasti sebel sama cewe macem May gini..
Pokoknya gue gak nemuin yang WAH di novel ini,biasa baca novel ginian cuma 3-4 jam doang,tapi baca ini sampe seminggu saking bosennya.. Baru baca 5 lembar,ditunda lagi,ditutup lagi ._.
Ya pokoknya gitu deh,gue sendiri gak gitu suka. Gak tau kalo orang laen mah..
Moga untuk selanjutnya,penulis ini bisa menghasilkan cerita yang bagus..
Tadinya mau kasih 1 bintang,tapi 2 deh. Untuk covernya yang bagus ^^
Membaca ini seperti saya sedang menghadiri festival Mary Sue dan Gary Stu. Tokoh Mae "Maery Sue" ini sangat sempurna dan mengundang simpatik sehingga saya kurang menikmati karakternya. Tokoh lainnya juga kurang lebih begitu.
Idenya sih sebenarnya sederhana, dan lumayan bisa dinikmati. Keluhan saya mungkin di bagian dialognya yang agak canggung menurut saya.
apa ya yang membuat saya suka dengan novel ini? mungkin prolognya, mungkin konfliknya, saya tidak dapat menjawab, saya merasa suka aja dengan kisah Mae ini, suka aja, pas banget, tidak berlebihan, semua mengalir indah seperti cinta yang tanpa jeda
Novel ini berkisah tentang Maya Dwi Handoyo, yang akhirnya menyebut dirinya dengan “Mae”. Artis dan model terkenal yang sedang naik daun. Fisik yang memukau dan paras yang cantik, namun dengan masa lalu yang kelam. Membuat dia masih sendiri dan tidak percaya dengan makhluk yang bernama lelaki. Membuat dia pergi jauh dari kampung halaman, dan tidak pernah ada niat untuk kembali ke tempat yang sungguh menyakitkan baginya. Namun, mimpi yang selalu mengganggunya, yang membuat dia harus sering terbangun membuat dia sadar bahwa dia harus berdamai dengan masa lalu, untuk membuat semuanya terasa nyaman. Apakah itu mudah?
Mengapa peristiwa itu menyerupai bayangan hidupku? Ke mana pun aku berada, dia selalu ada di sekitarku. Selalu siaga mengintai dan menunjukkan wajah kelamnya pada saat aku lengah. Aku benar-benar ingin menanggalkannya, tapi tak akan bisa
Hingga suatu hari dia bertemu dengan Anton Daneswaga, seorang pembalap. Awalnya dia berpikir Anton seperti pria lain yang datang silih berganti dalam hidupnya, yang hanya tertarik dengan fisik dan wajahnya yang menawan. Namun perhatian Anton yang berbeda membuat dia jatuh cinta, namun penyangkalan demi penyangkalan dilakukan. Ya, Mae takut. Mae membentengi dirinya agar kejadian di masa lalu tidak berulang lagi.
Ternyata, jatuh cinta memberi efek memabukkan. Aku ketagihan! Baru aku tahu kenapa para pujangga sangat fasih membahas masalah ini
Mae dan Anton saling jatuh cinta. Mae merasa menemukan cinta yang selama ini dicarinya, dalam diri Anton dia menemukan kebahagiaan. Apalagi profesi Anton dan hobby Mae sungguh sangat erat kaitannya. Mae sangat suka dengan balapan Formula One, dan bahkan sering menonton balapan itu secara langsung. Hingga membuat mereka menjadi pasangan yang serasi dan membuat iri pasangan lain. Hingga suatu peristiwa menghancurkan hubungan mereka. Mae yang terlalu cemburu dan tidak mau mendengarkan penjelasan Anton langsung memutuskan hubungan. Namun Mae dan Anton tetap saling mencintai. Bagaimana akhir kisah cinta Mae dan Anton? Sanggupkah Mae berdamai dengan masa lalunya yang kelam? Bacalah kisahnya sendiri di novel ini ^^
Well, aku suka dengan novel ini. Ini novel kedua yang kubaca setelah “Mendua” dan novel ini mengajarkan banyak hal. Novel ini membuat pemahaman bagiku bahwa Tuhan itu adil dengan cara yang begitu misterius. Dengan kepahitan hidup yang dialami Mae, dia bisa mendapatkan sesuatu yang luar biasa diakhir. Seorang suami yang sabar dan buah cinta mereka. Semua akan indah pada waktunya...
Seperti kata Mae: Kehidupan sudah membayar lunas semua “utang” padaku. Mungkin penderitaan yang bertahun lalu harus kualami karena kelak aku bersanding dengan lelaki hebat ini. Inilah penebusan luar biasa indah yang diberikan Tuhan untukku . Ternyata, aku harus melangkahi lautan api terlebih dahulu
Dan seperti itulah hidup, suka dan duka datang silih berganti. Dan teruslah percaya bahwa semua rencana Tuhan itu indah pada waktunya. Semua cobaan hidup yang datang karena kasih sayang Tuhan, untuk menguji kita umat-Nya.
Bagi Mae, cinta adalah sesuatu yang bersyarat. Tidak ada yang namanya cinta yang tulus tanpa pamrih. Masa lalunya yang kelam membuatnya tidak mudah percaya pada para lelaki yang mendekatinya.
Saat Mae bertemu dengan Anton, dia takut laki-laki ini pun sama dengan yang lainnya. Dia takut Anton akan menyakitinya. Tapi ketika Anton menunjukkan bahwa cintanya tidaklah main-main, maukah Mae berdamai dengan masa lalunya dan menyambut cinta pria itu?
Review Mary Sue. Itulah kesan utama saya pada tokoh Mae ini. Si gadis yang cantik, bertubuh proporsional (baca: kerempeng), kaya, serta artis terkenal. Plus dia juga selalu mendapatkan yang terbaik sementara orang-orang yang tidak suka atau ada konflik dengannya pasti mengalami suatu kejadian buruk atau orang itu memang ditampilkan jelek.
Penulisannya Indah Haraco sebenarnya lumayan. Hanya kadang ada kesan lebay. Khususnya di sekitar 15 halaman awal. Seperti:
"Setelah mulutnya mengunyah, tenggorokannya mulai melakukan gerak peristaltik." (hal 4)
"Wajahnya sepertinya akan selalu dinilai memesona meski di zaman triasic yang beratus juta tahun lalu itu sekalipun!" (hal. 9) -> muka dinosaurus dong.
Terus masih ada penjelasan tentang si Mae yang merasa dirinya caracal di saat dia lagi membeberkan perlakuan tidak senonoh omnya. Ada juga si Mae menjelaskan soal hormon waktu lagi cerita dengan kedua saudarinya. Perlu yah?
Ceritanya? Si cewek sempurna (walau dengan luka masa lalu). Bertemu si cowok sempurna. Saling suka tapi masih ragu-ragu, berpisah, lalu kembali bersatu happily ever after. Ada masalah? Oh, tenang. Segalanya akan selesai dengan mudah dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (tentu saja kecuali soal luka masa lalu tokoh utama).
Agak membosankan buatku dan saya sampai ketiduran 3 kali pas baca buku ini.
Masih ada typo sesekali. Seperti kurang tanda kutip pembuka di halaman 19, kurang kata 'punya' di halaman 45, typo kata 'aku' yang jadi kata 'akan' di halaman 117, dan favorit saya: 'menggigit seekor mawar' di halaman 267.
Oh well, tapi masih okelah. Gak terlalu jelek juga. Satu setengah bintang, pembulatan ke atas.
Novel ini menceritakan tentang seorang wanita yang bernama Mae yang memiliki trauma di masalalu.Mae adalah model sekaligus aktris terkenal yang memiliki wajah rupawan, wajah yang mampu meluluhkan seluruh hati pria yang memandangnya.Selain itu Mae juga dikenal dengan pribadi yang dingin dan sombong padahal sesungguhnya Mae tidak seperti itu. Mae adalah orang yang tidak banyak mengumbar kata dan selalu memasang tembok yang kokoh disekitarnya agar tidak ada yang bisa menyentuh hatinya.
“Hatiku terlalu sering mengalami luka.Itu sebabnya aku ingin melindunginya agar tak ada lagi yang bisa membuat luka baru.” Hal. 13
Mae sangat tidak suka dengan lelaki yang hanya memuji penampilan fisiknya saja, mendekatinya karena dia memiliki wajah yang rupawan. Hingga suatu malam disebuah pesta Mae bertemu dengan Anton Daneswaga seorang pebisnis muda dan menyukai dunia balap. Anton berhasil mengaduk-aduk dunia Mae dengan perhatian yang sederhana dan tulus serta kesabaran yang membuat Mae akhirnya jatuh juga kedalam pelukan Anton.
Hubungan mereka tidak selalu berjalan mulus ada bumbu-bumbu penyedap yang hadir di perjalanan cinta merekayang mengakibatkan hubungan mereka naik-turun seperti roller coester.
Menurut saya cerita di novel ini menarik,penulis berhasil membawa pembaca mendalami karakter Mae yang dingin sekaligus rapuh dalam satu waktu. Novel ini juga memberikan nasehat tentang bagaimana cara mengikhlaskan dan memaafkan masalalu, tentang kesabaran dan pengharapan.
Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membuat novel ini makin bagus lagi. Tentang istilah asing seperti Lobotomi (hal : 4) alangkah baiknya diberikan catatan kaki sehingga pembaca tahu maksudnya. Dan alangkah baiknya jika kata “kukuh” hal :13 diganti kokoh, saya rasa itu lebih pas. Selebihnya saya menikmati kisah Mae dan Anton. Saya memberikan 4 bintang dari 5 bintang yang ada.
Cinta tanpa jeda, sebuah novel karya kak Indah Hanaco yang berkisah tentang Maya Dwi Handoyo, seorang model dan artis yang tengah naik daun. Di balik kesuksesannya ternyata Mae memiliki masa lalu yang kelam. Semua itu karena fisik dan kecantikannya yang memukau siapa saja yang melihatnya. Mae juga tidak percaya pada cinta yang tulus, murni, dan tanpa syarat sampai takdir mempertemukan Mae dengan seorang pria bernama Anton. Tema dalam novel ini menurut saya cukup sederhana, percakapannya sedikit terasa canggung, cerita di awal cukup bertele-tele sampai masuk pada bagian konflik, dan ceritanya terlalu datar.
Cerita tentang hidup seorang artis papan atas yang secara fisik sempurna, namun dibayang-bayangi oleh masa lalu yang kelam: pelecehan seksual oleh keluarganya sendiri. Meskipun pada akhirnya ia bisa memaafkan semuanya, kembali ke kampung halamannya untuk berdamai dengan masa lalunya, sisi gelap itu mencapai klimaksnya ketika ia menikah.
Cintanya memang tanpa Jeda. Seorang Mae, selebritis terkenal, ternyata memiliki masa lalu yang suram. Aku menemukan suatu pembelajaran untuk terus berusaha dan menjaga kehormatan walau itu artinya menentang semua orang.
Intinya menceritakan perjalanan seorang model yang belum juga menikah padahal usianya sudah cukup matang. Mae, ia sangat tertutup, dan punya masa lalu kelam, Agak diperlambat alurnya pas di permulaan. Dan akhirnya konfliknya muncul di pertengahan. Suka gaya penceritaannya. Good job!
Nice story. Sayangnya aku nggak bisa merasakan 'jiwa' novel ini. Aku kurang ngerasain gejolak di novel ini. Karakter2 nya lempeng saja. Kurang menggetarkan emosi. Tapi overall, aku bisa menyelesaikan novel ini.
Selalu menunggu karya2 Indah Hanaco selanjutnya :)
Saya baru pertama kali baca novel karyanya Indah Hanaco, dan saya merasa cukup kecewa padahal saya suka judul novelnya. Alur cerita di awal terlalu lama menurut saya, terlalu lama penggambaran sosok Mae. Sehingga saya nggak terlalu berselera untuk membaca ke bab-bab selanjutnya.