“Bait Bintang” adalah sebuah novel yang mengisahkan persahabatan tujuh anak manusia yang dibangun dengan kokoh dan tak pernah luntur dari nilai-nilai agung yang masih terus dijaga. Tiga di antara mereka, yaitu Syafi, Dian, dan Reza, adalah orang-orang yang dilahirkan ke dunia dengan membawa kekuatan yang disebut sebagai kekuatan Indigo.
Dengan kemampuan yang mereka miliki ini, mereka menemukan rumus-rumus penting. Dari rumus itulah mereka berhasil membuktikan kebenaran demi kebenaran terutama bukti kebenaran Al-Qur`an. Mereka berhasil membuktikan secara empiris bahwa segala sesuatu di alam semesta bersaksi akan kebenaran wahyu yang disampaikan oleh Nabi Muhammad S.A.W. berupa Al-Qur`an melalui ayat-ayat agung yang mereka temukan dari skala mikro hingga makro kosmos.
Dalam perkembangannya, mereka pun mampu menemukan banyak jawaban dari beberapa teka-teki dan misteri dunia hingga alam semesta termasuk kode-kode yang terdapat dari beberapa mahakarya seorang jenius universal dari zaman Rennaissance yaitu Leonardo da Vinci. Satu di antaranya adalah bukti yang akurat bahwa ternyata Leonardo da Vinci telah menemukan rumus untuk teori relativitas Einstein yaitu E=mc2, jauh sebelum Einstein mengemukakannya kepada dunia.
Surprise juga membaca sinopsis dalam novel berjudul Bait Bintang ini. Saya jarang menemukan fiksi yang memadukan antara sains dan ayat Al-Qur'an seperti yang diungkapkan dalam tiga paragraf di bagian belakang buku.
"Mereka berhasil membuktikan secara empiris bahwa segala sesuatu di alam semesta bersaksi akan kebenaran wahyu yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw., berupada Al-Qur'an melalui ayat-ayat agung yang mereka temukan dari skala mikro dan makrokosmos - sinopsis Bait Bintang"
Meski pusing duluan saat membaca kata empiris, skala mikro, makrokosmos, dan istilah ilmiah di paragraf lainnya, saya tetap tertarik untuk membaca isi dari Bait Bintang. Kisah berisikan diskusi-diskusi antara tujuh orang sahabat yang membahas tentang misteri alam semesta, ayat Al-Qur'an, sosok serta karya besar dari Leonardo da Vinci. Diskusi-diskusi yang berbobot inilah yang memberikan banyak wacana dan kejutan, terutama untuk saya. Di antara ketujuh sahabat ini, terdapat tiga orang indigo yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menganalisa, sekaligus yang paling banyak mengeluarkan pendapat di dalam diskusi.
Meski dipenuhi dengan analisa-analisa yang membutuhkan konsentrasi dan kerutan di dahi untuk mencernanya, sepertinya penulis tidak ingin membuat pembaca terlalu pusing sehingga dia menyelip-selipkan cerita cinta di dalam alur. Sayangnya, alur cinta yang tampak cukup jelas, dalam cerita, hanya terjadi dalam hubungan Dian dan Syafi, sedangkan yang lain dibiarkan mengambang *apakah akan ada sekuelnya?* Jadi, di akhir cerita, masih muncul pertanyaan tentang kelanjutan dari perjodohan Alya, siapa perempuan yang disukai Reza, dan bagaimana hubungan Rubi dan Andre, yang kerap memiliki simpang pendapat dalam bersikap?
Saat membaca sesi-sesi diskusi ketujuh sahabat ini, saya terkadang dibuat berhenti sejenak untuk mencerna apa yang disampaikan. Menarik, terutama saat mereka membahas tentang angka 7 dan misteri karya-karya dari Leonardo da Vinci, tapi terkadang saya juga dibuat pusing. Beberapa hasil diskusi mereka cukup mengejutkan untuk saya, dan salut untuk penulis yang berani mengemukakan pendapatnya. Mungkin 'hasil-hasil' tersebut bisa dijadikan awal kajian teori untuk mencari kebenaran dari analisa tersebut. Sayangnya, gambar pada pembahasan tentang spektrum warna yang dikaitkan dengan lukisan Da Vinci tidak ditampilkan berwarna.
Ada sedikit kejanggalan dengan tokoh Tarent. Awalnya, Tarent menanyakan tentang spektrum warna kepada Syafi, hingga kemudian Tarent diajak untuk mendatangi 'forum' diskusi. Tapi, diskusi pertama yang dihadiri Tarent ternyata malah tidak membahas tentang spektrum warna. Pada diskusi selanjutnya, yang banyak membahas materi spektrum warna, malah tidak ada sosok Tarent di dalamnya. Jadi, apakah Tarent benar-benar menjadi tokoh yang mempertanyakan tentang spektrum warna, atau sekadar menjadi "pengantar" alur menuju area diskusi Syafi dan kawan-kawan?