Jump to ratings and reviews
Rate this book

Memoritmo

Rate this book
Do… re… mi…

Dentingan nada berkait dengan lirik menjadi sebuah lagu. Menyampaikan suatu makna kepada pendengarnya.


Fa… sol…

Lalu, lagu itu mengalun hingga ke benak kita. Menguak memori atas rindu, harapan, bahkan mungkin patah hati.


La… si… do…

Dan ketika nada terakhir usai, memori itu masih melekat

di pikiran. Membuat kita bertanya-tanya, bagaimana sebuah lagu begitu mampu menyimpan kenangan dalam nada-nadanya.


Ritme lagu apa yang ada dalam memorimu?

180 pages, Paperback

First published January 1, 2012

10 people are currently reading
77 people want to read

About the author

Ade Paloh

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (6%)
4 stars
18 (15%)
3 stars
60 (50%)
2 stars
27 (22%)
1 star
5 (4%)
Displaying 1 - 30 of 32 reviews
Profile Image for Dewi.
177 reviews67 followers
December 29, 2012
Apa yang bikin saya tertarik beli buku ini? Karena salah satu penulisnya adalah penulis favorit saya yang entah kenapa kok ya belum juga bikin buku yang bikin saya pengen kasi 5 bintang.
Dan berhubung saya tuh tipe kepo, jadilah saya terus-terusan beli bukunya. Pokoknya belum mo berhenti ampe saya bisa nemu buku dia yang dapat bintang 5.
Jadinya, walau pun tahu buku ini kumcer (yang sebenarnya bikin saya alergi), saya tetap beli.

Ternyata saya salah. Ini bukan sekadar kumcer.
Ini lebih tepat dibilang kumpulan memori yang berhubungan dengan musik (apa itu kali ya artinya Memoritmo? Entahlah).
Adalah Maradilla Syachridar yang pertama menelurkan ide ini. Karena terkenang kembali akan suatu memori yang dihidupkan oleh sebuah lagu, dia jadi terpikir pastilah banyak orang lain yang juga memiliki soundtrack dalam hidupnya.
Karena itu, dia membuat proyek Memoritmo, tantangannya adalah memilih satu dari sekian banyak lagu yang berkaitan dengan kehidupan kita. Lalu dia mengajak beberapa rekan yang hidupnya dekat dengan musik.

Jujur, saya paling payah kalo disuruh mereview kumcer kayak gini. Saya bingung kasih ratingnya gimana. Mendingan saya bahas satu persatu saja dan kasi rating per cerita. Karena bagian ini kepanjangan dan gak penting, saya spoiler aja ah.


Kalo dirata-ratakan, bintangnya jadi 2,67. Bulatkan ke 3 bintang aja deh karena covernya keren (Ribet amat sih loe urusan bintang doang, wi :p)

Btw walau pun secara umum memori di buku ini enak dibaca, tapi ada satu yang saya sukaaa banget. Memori itu milik Eross Chandra yang bercerita tentang kecintaannya pada The Beatles lewat Across The Universe.

Terima kasih pada Ayah yang telah mengenalkan saya dengan musik lawas, sampai sekarang saya penggemar setia band jadul. Tersimpan dalam tubuh Lexie (ipod saya), di antara tembang milik Maroon 5, Jason Mraz, Bruno Mars, pasti bisa ditemukan lagu milik Everly Brothers, Engelbert Humperdinck, Frank Sinatra, bahkan ke Broery Pesolima.

Dan di antara semua band jadul itu, Ayah paling suka dengan The Beatles. Buat Ayah saya, me-time favorit adalah bermain piano sambil bernyanyi (dan Ayah memang pianis dan penyanyi yang sangat baik). Biasanya, malam hari selesai praktek, Ayah akan sibuk berkencan dengan pianonya hingga larut malam.

Saya sudah jadi makhluk nocturnal sedari SD. Setelah tugas sekolah esok hari selesai dibuat, saya akan membaca novel hingga larut. Dan tempat baca favorit saya jelas sofa di ruang musik.
Kenapa di situ? Soalnya ruangan itu kedap suara. Saya bisa membaca tanpa terganggu suara berisik adik-adik saya.

Kebiasaan itu membuat saya secara tak langsung menemani Ayah tiap kali dia bermain piano walau pun kami jarang mengobrol. Kami adalah 2 manusia yang tenggelam dalam dunia masing-masing namun menikmati kehadiran satu sama lain.

Karena seringnya mendengar nyanyian Ayah, naturally saya menyukai lagu-lagu yang dinyanyikannya. Ayah mendukung minat saya itu. Kami bisa menghabiskan waktu berjam-jam, ngobrol tentang penyanyi favorit dan lagu kesukaan beliau. Ayah akan menjelaskan kisah hidup serta latar belakang lagu-lagu indah yang ditulis mereka. Dan favorit saya ketika Ayah memberi terjemahan tiap lagu yang saya minta lengkap dengan makna terselubungnya (jika ada). Come to think of it, itulah perkenalan awal saya dengan bahasa Inggris.

Yang paling sering Ayah bahas adalah The Beatles.
Selain karena beliau memang fans berat band tersebut (Ayah koleksi semua kaset, piringan hitam dan CD The Beatles), juga karena (menurut beliau) lirik lagu The Beatles begitu kaya dan punya makna yang luas. Contohnya Yesterday, yang memang pada dasarnya bercerita tentang break up, tapi toh bisa diaplikasikan dalam hal lain.

Dan berkat pengaruh Ayah, dengan segera saya pun jadi fans Beatles. Sementara teman-teman sekolah saya hafal lagu-lagu NKOTB atau Abang Tukang Bakso-nya Melissa (perbandingannya jauh ya), saya hafal lagu-lagunya Beatles. Di saat teman-teman berburu poster Jordan Knight, saya malah nyimpen gambar Paul McCartney di dompet saya. (Hey...Paul yang paling ganteng dulu).

Lagu Beatles kesukaan Ayah adalah Blackbird. Ayah pernah cerita kalo Blackbird diciptakan Paul untuk mengenang isu rasialisme di USA. Dalam lagunya, Paul berharap agar ras kulit hitam (blackbird) bisa bebas suatu saat nanti. Lagu ini di-release sekitar tahun 68-69. Waktu itu, kasus G30S-PKI sudah lewat, namun pembersihan komunis yang dilakukan rezim Suharto masih terus berlangsung, terutama untuk daerah luar jawa seperti di tempat Ayah.
Blackbird singing in the dead of night...
Take these broken wings and learn to fly...
All your life...
You were only waiting for this moment to arise

Menurut cerita Ayah, kalo saat itu ada orang yang dicurigai anggota PKI, maka habislah harapan hidup layak untuk dia dan keluarganya.
Dan saat itulah, remaja seumuran Ayah mulai sering menyanyikan lagu Blackbird sebagai dukungan terselubung mereka pada tetangga/rekan yang dituduh antek komunis.
Yah mereka memang hanya bisa mendukung diam-diam karena ketahuan berinteraksi dengan orang yang dicurigai komunis bisa fatal akibatnya. Dan memori pada lagu Blackbird terus dibawa Ayah sampai dia dewasa.

Memori itu diteruskan kepada saya dan membuat saya ikut menggemari Blackbird. Saking sukanya, saat beliau bermain piano, saya bisa request Blackbird dinyanyikan berulang-ulang.
Bahkan saat saya mulai ngantuk, saya akan meminta Ayah memainkan Blackbird dan membuatnya jadi lullaby saya (Iya...saya emang punya hobi ketiduran di sofa ruang musik itu).

Namun seperti layaknya badai yang pasti berlalu, fanatisme saya pada Beatles juga berlalu.
Saya masih suka sama Beatles. Tapi saya sudah move on dan menemukan lagu serta band lain yang juga bisa saya sukai.
Tuntutan pergaulan (aih syedap) juga membuat saya makin jarang mantengin Ayah main piano. Namun sesekali, saya masih suka request pada Ayah untuk memainkan Blackbird di pianonya.

Seperti blackbird yang telah terbang, Ayah juga telah pergi kini. Beliau dan pianonya menjadi memori yang membeku sejak 8 tahun lalu ketika beliau dipanggil oleh-NYA. D
an saya biarkan memori tentang Beatles turut membeku walau masih setia menitip semua mp3nya di Lexie.

Adalah tulisan Eross yang membangkitkan kembali memori itu.
Eross memang bukan satu-satunya yang membahas Beatles di buku ini. Namun gaya bertutur Eross, kecintaannya yang sangat terasa pada Beatles, interpretasinya yang dalam namun luas pada lirik Across The Universe milik Beatles membuat saya teringat akan Ayah.

Dan memori yang telah membeku selama 8 tahun itu kini berpendar kembali...

Maka saya menyetel playlist "Drop of Heaven" di Lexie yang memang dikhususkan untuk semua tembang The Beatles. Saya menyuruh Lexie melantunkan Blackbird 2x sebagai opening lalu membiarkannya bebas menyanyikan tembang Beatles yang mana pun sambil mengenang masa lalu bersama Ayah.

Bahkan saat menuliskan review ini, Lexie masih setia menyanyikan lagu Beatles. Yap...sejak kemarin!
Ternyata, saya gak pernah bisa move on sepenuhnya dari The Beatles.

Just wanna say :
Thank you Beatles for the music
Thank you Erros Chandra for bringing back the memory
and
Thank you, Papi for all the lessons you've taught me. Our times together are still one of the happiest moment in my life. Love you :).

Blackbird fly, blackbird fly
Into the light of the dark black night



PS : Gimana dengan si penulis-yang-karenanya-saya-beli-buku-ini?
Ah ternyata ceritanya kali ini pun belum bisa dirating 5 bintang. Saya hanya memberikan 3,5 bintang.
Tapi gapapa. Terus berkarya dan saya akan terus mengejar bukumu.
Profile Image for Runi.
Author 1 book1 follower
December 5, 2012
I had high hopes.

At first I thought Memoritmo is a compilation of short fictions inspired by songs - which got me excited because my friends and I have been doing more or less that. Some actually are, while the rest are the writers' dear-diary moments where they pour their hearts out about what the selected songs mean to them. Not that it's a bad thing. But some feel redundant and forgettable (you'll know which ones by the way I'm not mentioning them at all).

These are the ones that I like: Djuwita Malam by Anto Arief - psychedelically elusive. Yeh Jo Halka Saroor Hae by Galih Wismoyo. Bad Wisdom by Kartika Jahja - I loved reading her column, Street Smart, in Sunday Post when it was still running two or three years ago, and what do you know, she can write a solid and captivating fiction. Moon River by Meng "Hotmaroni" Simamora - he tells a brief but heartwarming story about his childhood and family. Sahabat Gelap by Valiant Budi - I like it when people are brave enough to laugh at themselves, and this guy does it well. Across The Sea by Hasief Hardiansyah - just because he writes really well and I can relate to the nostalgic value of the band.

There are only two stories that are written in English. One is Rain Chudori's and the other is Hasief Hardiansyah's. I actually like the idea behind Little Motel by Chudori Jr. But the grammatical correctness is so lacking that I'm not sure that I got the story right. And it's such a shame because the plot really has some potential. Then there's Across The Sea by Hasief and his effortless and flawless English - which makes Little Motel's unnecessary mistakes even more irksome.

That brings me to this: editor Syafial Rustama and proofreader Resita Wahyu Febiratri, I know you guys probably have your hands full with books after books to edit and proofread. Get help. Because you ain't doing your job.

"the" when it should've been "teh", "di respon", a space right before a full stop, the repetitive absence of capital C in "clarity" (a character's name), "trowing" instead of "throwing", the past tense-present tense confusion, and the most disturbing one - this sentence:

"I excited as children usually is when brought to a new place,"

I mean, didn't the very writer of that sentence get someone to read and check it for her? It's just exasperating.

The cover of the book is cool, and so is the idea behind the book itself. Some of the stories are good, some are - at the very least - decent. Which is why it's such a pity to let a poorly-written good idea get published alongside the other writings - which, again, at the very least - are pretty solid.

The authors of the book are all big names (or just a big last name) with big talents. But that doesn't necessarily mean that they all belong on the same level when it comes to writing. Some just outshine the others.

To wrap up this lovechild of a disappointment and a praise, I'm going to address the publisher and pull a shameless plug. Dear bukune, if you need a freelance English editor please let me know, because I think you do.
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews297 followers
May 5, 2015
read more: http://www.kubikelromance.com/2013/02...

Berawal dari lagu yang sangat disukainya, Maradilla membuat project, sebuah buku kumpulan memoir lagu yang bermakna bagi banyak orang. Ada 14 cerita yang ditulis oleh penulis dari berbagai kalangan, baik yang memiliki profesi di dunia musik (penyanyi, pencipta lagu, penyiar radio) maupun di luar profesi tersebut, menjadikan musik penyemangat mereka. Seperti yang ditulis Maradilla Syachridar di bagian intro, sebuah lagu bisa berarti banyak bagi seorang pendengarnya.
"Mungkin itulah yang dilakukan lagu-lagu tertentu terhadap setiap orang, memunculkan kenangan, dan yang lebih hebat lagi, menciptakan sebuah koneksi. Ibarat sedang cinta-cintanya kepada seseorang, kita tidak begitu peduli apakah sebenarnya itu yang terbaik atau bukan, kita hanya sadar bahwa ada yang terhubung di sana. Dimulai dari kecintaan terhadap melodi atau liriknya hingga cerita pribadi dibaliknya. Perasaan atau sensai yang ditimbulkan karena mendengarkan lagu yang berkaitan dengan kita dapat menjadi sesuatu yang begitu manis atau bahkan kelewat pahit hingga kita benci terhadapnya."

Saya suka sekali mendengarkan musik, saya garis bawahi mendengarkan. Entah itu lagu barat atau dalam negeri, penyanyi terkenal atau karbitan, asal lagunya enak dikuping, puter aja. Saya jarang mengartikan atau memaknai liriknya, asal melodinya cocok dikuping maka lagu tersebut saya masukin ke playlist. Jadi ketika membaca buku ini kesan saya biasa aja, para penulis punya caranya sendiri-sendiri dalam menceritakan lagu yang sangat membekas dalam hidup mereka bahkan mempengaruhi musik mereka, contohnya: lagu Across the Universe dari The Beatles menjadi self healing bagi Eross Chandra, Maradilla Syachridar menceritakan lagu Strings That Tie To You kepada seseorang lewat sebuah email, Galih Wismoyo membuat sebuah cerpen yang mempunyai makna seperti lagu Yeh Go Halka Saroor Hae, Sarah Deshita dalam lagu True Love Waits mengajak kita untuk mencari makna cinta yang sebenarnya. Itu beberapa contohnya, ada yang mengartikan lagunya lewat sebuah cerpen, melalui cerita pribadi, ada juga lewat sebuah dialog.

Mungkin karena saya jarang memaknai sebuah lagu inilah saya menjadi kurang 'dekat' dengan buku ini. Tapi ada dua cerita yang setidaknya menarik menurut saya, cerita bagiannya Cholil Mahmud dan Vabyo. Cholil Mahmud bercerita tentang lagu Terbunuh Sepi, lagu Slank dari album Generasi Biru. Yang saya suka adalah bagaimana Cholil menceritakan bagaimana awal mula dia berkenalan dengan lagu tersebut yang kemudian sangat mempengaruhi musiknya, bahkan dia berharap dialah yang menciptakan lagu tersebut. Salah satu lagu Efek Rumah Kaca, Melankolia adalah contoh betapa Terbunuh Sepi merasuki musikalitas dari Efek Rumah Kaca.
"Ada kalanya lagu bagus berarti lagu yang menghibur dan catchy, atau kadang mengispirasi, atau sesekali melakukan terobosan dan tidak takut berekplorasi, atau yang kira-kira nanti akan menjadi heavy rotation di surga sana, atau, ya... hanya sekadar lagu bagus yang tidak perlu dianalisa, hanya perlu dirasa. Rasa itu datang, kadang bergantian, kadang bersamaan."
"Yang saya tangkap dari lirik 'Terbunuh Sepi'-nya Slank adalah sepi dalam arti yang negatif. Sepi yang membunuh, kondisi yang ingin segera diakhiri. Uniknya, saya justru merasakan yang berbeda jika mendengarkan lagu tersebut secara keseluruhan (bukan hanya membaca liriknya). Jalinan komposisi berbagai instrumen yang tak berlebihan dipadu dengan lirik yang bernuansa negatif, entah mengapa justru di respon positif oleh alam bawah sadar saya. Ia seperti harapan, terus menyala memberi semangat."

"Makna sebuah lagu menjadi monopoli penciptanya hanya saat proses pembuatannya. Ketika lagu itu sudah selesai diciptakan/diaransemen kemudian diperdengarkan kepada publik, maka dimulailah perjalanan spiritual lagu tersebut dalam mencari dan memperluas makna yang lahir darinya. Ia berkelana, mencari jalan hidupnya. Sang pencipta tak lagi bisa memaksakan makna dari lagu itu kepada yang menikmatinya."

Wow, saya suka banget tulisannya Cholil, baru kali ini saya membaca tulisan yang lebih panjang darinya, biasanya hanya membaca lirik dari lagu Efek Rumah Kaca, dan saya langsung terpesona. Membaca cerita ini membuat saya sangat penasaran dengan lagu Terbunuh Sepi, ingin membandingkan dengan lagu Melankolia dan mencari kesamaannya, mencari rasa yang pernah didapat Cholil. Sedangkan untuk ceritanya Vabyo yang berjudul Sahabat Gelap, lagu dari band kombinasi darkwave, heavy metal, electrinoc, Kubik, seperti biasa, di sini Vabyo membuat cerita kocak, gaya tulisan lebaynya, tokoh yang tersia-sia, dipalak sama sahabatnya sendiri dan dia berusaha menghindar dan mengelak. Ketika membacanya tetap aja bikin ketawa."

Walau hanya dua cerita yang saya suka, bukan berarti buku ini jelek, setiap orang punya lagunya sendiri-sendiri, kalau beberapa lagu yang kamu suka ada di buku ini mungkin kamu lebih akan bisa mencernanya, merasakannya. Sedangkan saya sama sekali asing dengan kebanyakan lagu di buku ini, selebihnya saya hanya menikmati bagaimana penulis membagi pengalaman mereka. Ada beberapa penulis, terlebih yang memakai bahasa inggris membaut saya males membacanya, lebih sulit mencernanya. Saya suka banget sama covernya, bahkan masuk ke dalam best book covers versi saya di tahun kemaren, kaset adalah salah satu media musik disajikan, buku ini bercerita tentang kenangan sebuah lagu yang membekas bagi penulisnya, sangat cocok sekali covernya.

Buku ini cocok bagi kamu yang suka banget mencerna sebuah lagu.

Untuk cerita di setiap nada, saya kasih 3 sayap.
Profile Image for Gilang Danu.
61 reviews9 followers
November 23, 2012
"Music, uniquely among the arts, is both completely abstract and profoundly emotional. It has no power to represent anything particular or external but it has unique power to express inner state or feelings."
-- Oliver Sacks, Musicophilia (2007)


Baca buku ini bikin keinget 31 Songs-nya Nick Hornby sama Love Is A Mixtape-nya Rob Sheffield, cuma Memoritmo penulisnya gak cuma satu tapi rame-rame. Sesimpel kata-kata 'tak kenal maka tak sayang', maka persis kayak dua buku itu tadi, cerita yang akan paling seru dan berkesan di buku ini pasti yang lagunya juga gue tau (bahkan untuk kasus 'Across The Sea'-nya Weezer di cerita Hasief, itu juga lagu favorit gue.) Nggak banyak buku yang gabungin narasi personal dengan musik, apalagi dari perspektif yang berbeda-beda. Makanya itu Memoritmo terasa segar dan keren.
Profile Image for Riska Maharlika.
14 reviews
February 23, 2019
Alangkah lebih baik mencoba mendengarkan lagu-lagu yang menjadi inspirasi tulisan-tulisan di dalam buku ini. Walaupun hampir mustahil bisa merasakan apa yang penulis rasakan, setidaknya lagu tersebut bisa menghidupkan atmosfir cerita, memberi sedikit bayangan tentang apa yang sedang diceritakan.

Beberapa entri sangat menarik, yang menjadi favorit saya diantaranya ditulis oleh Mikael Johani dengan penuturan yang lugas dan deskripsi yang jelas, Galih Wismoyo dan Kartika Jahja dengan plot yang membuat penasaran. Beberapa disajikan ringan dengan gaya tutur sederhana, seperti yang ditulis Cholil Mahmud, Maradilla dan Meng Simamora, juga menghibur, seperti yang ditulis Vabyo. Sementara sisanya tidak cukup berkesan untuk saya ingat sehabis membacanya. Ada yang karena diksi yang terlalu kompleks, seolah penulis berusaha terlalu keras, juga ada yang blas curhat, alhasil saya hanya membaca tanpa menyimak apa yang dituturkan.

Tapi terlepas dari konten buku ini, saya kagum akan para penulisnya yang namanya sudah tak asing lagi, terutama yang berprofesi sebagai musisi. Saya jadi iri pada insan-insan multitalenta ini, karena selain merumuskan nada-nada indah, mereka juga bisa membuat tulisan bagus. Haha.
Profile Image for Diah.
198 reviews16 followers
August 1, 2019
Tadinya saya kira kumcer tapi ternyata membaca curhatan penulis lagu.
Profile Image for Arline.
16 reviews6 followers
April 4, 2013
Sejumlah nama penulis yang berkontributor dalam buku tersebut antara lain: Ade Paloh, Anto Arief, Cholil Mahmud, Eross Chandra, Galih Sakti, Hasief Ardiansyah, Kartika Jahja, Maradilla Syachridar, Meng, Mikael Johani, Rain Chudori, Sammaria Simanjuntak, Sarah Deshita, Vabyo.

Buku Memoritmo yang diterbitkan oleh penerbit Bukune memuat 14 cerita didalamnya, setiap tulisan di beri judul sesuai dengan lagu yang menjadi kenangan para penulisnya. Judul lagu yang menjadi kenangan yang diceritakan oleh sejumlah penulis dalam Memoritmo antara lain: Across the Universe, Djuwita Malam, Madu dan Racun, Little Motel, Strings That Lie to You, Yeh Jo Halka Saroor Hae, True love Waits, Terbunuh Sepi, Bad Wisdom, Moon River, Across the Sea, Do You Want to Know a Secrets?, Sahabat Gelap, Get up and Go.

Ada hal yang menarik saat pertama kali saya membuka daftar isi Memoritmo, entah kenapa mata saya langsung tertuju pada judul lagu Moon River. Sebuah lagu yang pertama kali dinyanyikan oleh Audrey Hepburn pada tahun 1961 dalam sebuah adegan di film Breakfast at Tiffany’s.

Cerita tentang kenangan dengan lagu Moon River ini terjadi pada Meng ‘Hotmaroni’ Simamora yang dikisahkannya dalam Memoritmo. Dalam kisahnya Meng menuturkan bahwa lagu Moon River ini sangat erat hubungannya dengan kenangan akan almarhum Bapak nya sehingga lagu tersebut sangat menempel kuat di ingatannya.

Dari 14 cerita dalam Memoritmo, ada beberapa cerita yang kurang menarik perhatian saya. Namun secara keseluruhan ceritanya lumayan bagus. Dan cerita yang paling menarik menurut saya antara lain cerita dari Erros Chandra, Vabyo, Meng dan Cholil Mahmud.

Dalam tulisannya Erros mengambil judul ‘Across the Universe’, diambil dari sebuah lagu yang menjadi lagu favoritnya sepanjang masa. Lagu milik the Beatles yang di tulis oleh John Lennon ini muncul pada album Gonna Change Our World pada bulan Desember 1969. Menurut Erros lagu tersebut mampu menjadi self healing dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan setiap kali ia mendengar lagu tersebut ia selalu merasakan penggabungan misteri dan imajinasi yang sempurna dari John dan memberikan energi yang besar dan positif baginya. Ia sangat suka dengan bagian refrain lagu ini; ‘nothing’s gonna change my world… ‘

Cholil Mahmud yang merupakan personil dari kelompok musik Efek Rumah Kaca, menuliskan cerita ‘Terbunuh Sepi’. Diambil dari judul lagu Slank yang diciptakan pada tahun 1994, dirilis dalam sebuah album yang diberi judul Generasi Biru. Ia mengisahkan bahwa lagu ‘Melankolia’ yang diciptakan Efek Rumah Kaca sangat terpengaruh kuat oleh lagu ‘Terbunuh Sepi’.

Cerita ‘Sahabat Gelap’ yang dikisahkan oleh Vabyo lumayan menarik juga. Cerita kenangannya semasa SMA saat dipalak oleh seorang siswa yang ditemuinya sepulang sekolah. Hingga membuatnya terpaksa jalan kaki karena ongkos untuk naik angkot habis dipalak. Singkat cerita, sesampainya di rumah ia melihat majalah Hai yang tertutup plastik tergeletak diatas kursi, ada yang berbeda dengan kemasannya tampak berdempetan dengan sebuah kotak kaset. Yang ternyata sebuah kaset dari band KUBIK, sebuah band kombinasi darkwave, heavy metal dan elektronik. Seketika Ia merasa ada energi baru setelah peristiwa pemalakan yang baru dialaminya, segera ia memutar kaset tersebut dan mengalirlah alunan nada-nada alternatif dari Kubik yang berjudul “Gelap”.

Sebuah lagu bisa membawa kembali kenangan masa lalu. Kenangan akan suatu peristiwa, sahabat, teman, keluarga ataupun orang terkasih mampu terbingkai dalam sebuah lagu.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
September 4, 2014
Saya membeli buku ini karena tertarik sama sampulnya yang berbentuk seperti kaset (lengkap dengan bolongannya itu), walaupun saya termasuk yang kurang menyukai kumpulan cerpen. Jadi ketika saya mulai membaca buku ini saya tidak memasang harapan terlalu tinggi.

Saat membaca cerita pertama, saya terkejut dan segera membolak-balik halaman berikutnya. Rupanya saya salah. Tadinya saya berpikir buku ini merupakan kumpulan cerpen fiksi. Ternyata isinya memang cerita pendek, tapi merupakan cerita pengalaman penulis-penulisnya tentang satu lagu tertentu. Terkadang ga satu lagu juga, ada cerita yang memuat banyak lagu. Tapi tetap saja, judul masing-masing cerita itu adalah sebuah judul lagu.

Adalah Maradilla Syachridar yang membentuk intro dari kumpulan cerita tentang lagu ini. Konon, ide ini beralaskan pemikiran bahwa setiap orang pasti punya kenangan tertentu terhadap sebuah lagu. Dan kenangan itu tidak akan sama dengan kenangan yang dimiliki oleh orang lain, walaupun lagunya sama. Akhirnya diajaklah 13 penulis lainnya untuk menceritakan kenangan mereka.

Ada 14 cerita di dalamnya, dan saya mendapati diri saya tidak begitu menikmati ceritanya, tapi ada 3 cerita yang menurut saya lumayan bagus dan cukup menarik perhatian saya.

Cerita pertama adalah punyanya Vabyo yang berjudul Sahabat Gelap. Dia bercerita tentang ‘aku’ yang bertubuh tambun yang dipalak oleh seseorang yang memanggilnya sobat. Idenya simple, tapi mengaitkan dengan lagu bertemakan gelap membuatnya menarik.

Cerita kedua adalah Bad Wisdom oleh Kartika Yahya. Lagunya sendiri bercerita tentang seorang anak yang mengadu pada ibunya tentang sesuatu yang tidak boleh dia lakukan. Yang unik adalah ceritanya mengambil dua latar waktu yang saling berhubungan, tahun 1987 dan 1997. Di tahun 1987, ‘aku’ melakukan sesuatu yang seharusnya tidak boleh dia lakukan, yaitu mencoba kutang kuning milik ibunya yang kemudian mengarah ke satu trauma. Sementara di tahun 1997, ‘aku’ mencoba menggali ingatannya berangkat dari kata kuning.

Cerita terakhir, dan paling bagus menurut saya adalah dialog yang ditulis oleh Sammaria Simanjuntak menurut lagu Get Up and Go. Penulis adalah sutradara film Demi Ucok, lagunya sendiri adalah soundtrack dari film yang sama. Isi dialogny adalah percakapan antara dua orang yang mengaku move on but not leave.

Saya kasih bintang 3 untuk buku ini bukan karena ada 3 cerita yang bagus menurut saya. Untuk ceritanya saya kasih bintang 2, dan 1 bintang lagi untuk sampulnya yang eye-catching.
Profile Image for Vita Masli.
11 reviews
April 28, 2013
Setiap orang pasti memiliki kecintaan atau pengalaman personal pada lagu-lagu favoritnya. Kita, si penikmat musik saja punya list yang bejibun. Apalagi orang-orang yang bergelut di industri musik, entah itu para musisi,lirikus,pengamat musik, music director, penyiar dan masih banyak lagi. Dan dari sekian banyak lagu yang pernah didengar pasti ada satu yang paling juara banget saking bermaknanya. Nah, Memoritmo ini adalah semacam buku yang merangkum itu semua.

Buku ini dibuka dengan tulisan Eross Chandra Sheila On 7 yang memilih lagu Across The Universe-nya The Beatles. Eross tidak saja membahas masalah lirik (secara doi kan lirikus handal juga yah..) namun juga masalah teknis pada efek vokal John Lennon dan intro gitar yang menurutnya sedikit ceroboh. Baginya lewat lagu ini dia merasakan relevansi pada kehidupannya. Untuk menetralisir segala macam mood yang berubah-ubah dia sering mendengarkan lagu ini dengan volume diatas wajar sembari mandi air hangat. Aiihh..mudah-mudahan setelah itu gak jadi masalah dengan tetangga ya,Ross..

Vabyo a.k.a Valiant Budi, si penulis yang sempat menulis lirik untuk lagu Sm*ash ini memilih Sahabat Gelap dari band Kubik. Untuk yang belum tahu band Kubik, tenang.. ntar juga ada penjelasannya di buku ini. Berbeda dengan Eross yang menuliskan interpretasinya secara gamblang, Vabyo memilih untuk menuliskannya secara berbeda. Ala cerpen! Disisipi dengan penggalan lirik lagu Sahabat Gelap membuat saya seperti membaca diiringi soundtrack pendukung cerita.

Masih ada 12 tulisan lainnya dengan cara penulisan yang berbeda-beda. Lagu-lagu pilihannya pun dari genre dan waktu yang berbeda pula. Namanya juga setiap orang seleranya beda-beda. Ada yang menganggap lagu jaman perjuangan semacam Djuwita Malam itu yang paling asik, ada pula yang terinspirasi dari lagu India tahun 1992 seperti Yeh Jo Halka Saroor Hae. Tenang.. semuanya masih asik untuk dinikmati. Malah mungkin setelah membacanya jadi pengen mendengarkan lagu yang mereka dengar.Lumayan kan bisa nambah wawasan musik..

Nah, sekarang pertanyaannya adalah.. Lagu apa yang paling bermakna dalam hidupmu?
Profile Image for Lana.
5 reviews
December 14, 2012
Saya berharap banyak waktu liat buku ini mejeng di sebuah toko buku besar, apalagi waktu liat,covernya. "Wah, buku tentang musik," pikir saya. Selama ini jarang sekali saya melihat buku yang membahas tentang musik (bukan buku akor gitar dan cara betmain alat musik) di toko buku ini. Terakhir kali, saya menemukan buku yang membahas tentang dangdut secara mendalam, penulisnya bukan asal Indonesia.Untungnya, buku yang wujudnya serupa kaset ini ditulis orang asal Indonesia. Empat nama yang menarik saya membeli buku ini, Valiant Budi, Cholil Mahmud, Kartika Jahja, dan Maradilla.

Konsep buku yang diterangkan pada kata pengantar cukup menarik: kumpulan catatan nostalgia atas lagu yang bermakna dalam hidup banyak orang. Banyak orang yang dimaksud Maradilla di sini merupakan penulis-penulis dengan profesi berhubungan dengan dunia musik, mulai dari vokalis, music director, sampai sutradara film. Tapi nyatanya, tak semua tulisan dalam buku ini berupa cerita yang berisi pengalaman masing-masing penulis. Beberapa tulisan terkesan seperti fiksi. Ada pula tulisan yang ditulis dalam bahasa Inggris, ketimpangan dalam buku berbahasa Indonesia. Namun ada beberapa tulisan yang berisi cerita pengalaman yang menurut saya sesuai dengan konsep buku. Intinya, tidak ada keseragaman konsep. Isi buku di luar ekspektasi saya yang mengira keseluruhan buku ini mengugkap pengalaman personal dibalik sebuah lagu, bukan cerita yang terinspirasi dari sebuah lagu.

Ada pula kesalahan penulisan ejaan asing yang tidak dicetak miring. Selain itu, tata letak dan jenis huruf yang digunakan tidak begitu nyaman dilihat.

Akan lebih baik bila konsep awal yang dicanangkan Maradilla diterapkan dengan baik oleh setiap penulis dalam buku ini.

Favorit personal: Terbunuh Sepi karya Cholil Mahmud
Profile Image for Ndooks.
71 reviews1 follower
June 9, 2013
Mood : Masih juga malas bikin review yang panjang.

Yang bikin saya tertarik membeli buku ini karena bentuknya yang mirip kaset tape. Dan tentu saja karena penulisnya adalah orang-orang yang bergerak di ranah musik tanah air. Sangat menarik.

Saya juga suka konsep buku ini. Setiap lagu memang punya arti khusus buat setiap orang dan tentu saja masing-masing kita punya interpretasi yang berbeda tentang sebuah lagu.

Walau di beberapa tulisan saya sempat bosan tapi boleh lah buku ini dibaca di kala stress menulis tesis. Yang saya suka tulisannya Eross Chandra, yang menulis ceritanya tentang lagu Across The Universe nya The Beatles (13-18). Saya suka paragraf pertamanya karena sangat merepresentasikan perasaan saya. Bang Eross! Kita sama. :D

“Saya tidak ingat kapan pertama kalinya saya mendengarkan The Beatles. Yang saya tahu – sepanjang ingatan saya hingga detik ini-, lagu-lagu mereka adalah sebagian dari hidup saya. Kalau boleh berasumsi, mungkin saya mendengar dan merasakan vibe The Beatles semenjak saya masih berupa janin dalam rahim ibu saya. Rasanya seperti ada chips yang berisi lagu-lagu The Beatles yang di-implant ke jiwa saya. Mungkin itu penjelasan sederhananya tentang kecintaan saya terhadap lagu-lagu mereka.“ (dikutip dari hal.13)

Tulisannya Cholil Mahmud tentang lagu Slank yang judulnya Terbunuh Sepi (hal.97-104) juga seru. Moon River nya Andy Williams oleh Meng "Hotmamori" Simamora(hal. 123-127)membuat terharu.
Profile Image for Inge.
150 reviews3 followers
August 22, 2013
Fiuh! Akhirnya selesai juga. Untuk buku yg bisa dikatakan tipis aku cukup lama nyelesaikannya. Moodnya sering ilang karena beberapa cerita dalam buku ini nggak sesuai ekspektasi awal.

Berbagi cerita tentang lagu-lagu yang bermakna bagi penulisnya. Itu sepertinya yang awalnya ingin diangkat oleh sang penggagas Maradilla Syachridar. Tapi kemudian.... eng ing eng, sepertinya nggak semua penulis berhasil mengeksekusinya. -_-" Jadilah isi buku ini jauuuh dari apa yang aku harapkan.

Awalnya baca cerita Eross, sukak! Dan jadi dengerin lagi lagu2 Beatles :) Tapi kemudiaaaaan -_-" cerita selanjutnya dan selanjutnya dan selanjutnya lagiiii... bikin mood anjlok -_-"

Sampai dengan cerita Cholil Mahmud, yang ngebuat aku dengerin lagi lagu slank :)

Setelah itu... balik lagiiii anjlok lagi moodnya... sampai akhirnya dibuat ngikik sama Vabyo :)

Jadinya ya 2.5 bintang, krn dr 14 judul cuman suka 3 sik.

Jadi apa lagu yang bermakna dalam hidupmu? #eaaa
Profile Image for Fitria Mayrani.
522 reviews25 followers
November 18, 2012
Saya pencinta musik. Gak afdol rasanya kalo gak beli buku ini yak! Apalagi kavernya itu bentuk kaset, mirip banget sama aslinya.

Apa alasan kamu menyukai sebuah lagu?? Karena penyanyinya kah?? Karena liriknya yang indah?? Karena musiknya keren?? Atau karena ada cerita di balik lagu itu?? Empat belas penulis bercerita tentang lagu. Lagu-lagu tersebut memiliki kesan dan memori yang kuat bagi mereka. Lagu bisa memberikan pengaruh pada pendengarnya. Bisa memicu semangat seperti yang dirasakan Eross Chandra pada lagu 'Across the Universe' - The Beatles. Bagi Cholil Mahmud, lagu bisa menginspirasi. Bahkan saya pernah baca di majalah, seorang pasien terbangun dari koma setelah mendengarkan lagu Bryan Adams. Ekstrimnya lagi bahkan ada orang yang bunuh diri gara-gara mendengarkan lagu. Each song has it own soul. Maybe!



Profile Image for Rose Gold Unicorn.
Author 1 book143 followers
December 24, 2012
mulanya, aku pikir ini kumcer. ternyata bukan. hanya sepenggal2 kisah tentang lagu dan memori bagi penulisnya. yang ikut kontribusi di buku ini ternyata bukan penulis buku beneran, melainkan penulis lirik aka pencipta lagu macam eross candra (bassist sheila on 7). ada beberapa judul dalam antologi ini yang menggunakan bahasa inggris bikin aku memilih untuk menyekip membaca. entah kenapa, males aja.

kenapa cuma rate 2? gatau ya. meskipun di dalamnya banyak kata2 yang cukup puitis, kaver yg bagus, dan penulis lirik menulis tulisan yang nggak jelek (rapi banget malah) salut buat editornya. it was ok, but i just dont like it. ekpektasiku, ini kumcer tentang musik dan sebagainya. ternyata curhat2 semata.

banyak pelajaran yg bisa diambil, baik itu tentang cinta, menunggu cinta, melupakan kenangan, dll. ga buruk sih, i just dont like it. clear? hahahaha...
Profile Image for Masniaty.
60 reviews
May 9, 2013
Tidak seperti harapanku yang mengharap cerita romantis dari buku ini, yang memang menarik perhatianku dari segi covernya, gambar kaset gitu lho.

Ternyata, kumpulan cerpen dalam buku ini tidak sesuai dengan minat bacaku, cuma aku baca doang, ceritanya gak tau tentang apa. Bukan jelek sih, tpi ya itulah, ini bukan jenis bacaan aku. Cuma satu cerpen yang bisa kunikmati, judulnya Sahabat Gelap. Bercerita tentang anak sekolah yang setiap pulang sekolah selalu dipalak. Lucu sih menurut aku ceritanya, bukan romantis.

Beberapa kalimat menarik ada di beberapa cerpen dalam buku ini, setidaknya yang mampir di catatanku adalah , "mau bagaimana pun kita mencoba utk lupa, pada akhirnya kita akan menemukan sebuah ruang yang tersembunyi utk sekedar nostalgia", " cinta itu adalah kesediaan , bukan lagi pengorbanan".
Profile Image for Karina Pradita.
Author 3 books15 followers
June 14, 2013
Pertama, dua jempol untuk siapapun yang mendesain covernya. Cantik, simple, vintage dengan full paper gambar kaset warna brown. Selain itu pemilihan judul buku 'Memoritmo' yang unik sangat menambah nilai plus dan bikin penasaran. :)
Kedua, Mungkin karena ekspektasi saya yang berlebih dan ketika itu tidak sesuai dengan isi dari Memoritmo sendiri, semua menjadi biasa saja. Mungkin juga karena ini adalah benar-benar murni dari sudut pandang tiap-tiap penulis, tetapi beberapa justru tidak sampai ke pembaca (dalam hal ini saya).
Konsep dan tema tentang lagu yang diusung sudah sangat menarik dan original. Hanya penggarapan dalam setiap lagu terasa kurang dalam dan hanya superfisial.
Dari sekian cerita pendek, milik Vabyo yang sempat mencuri perhatian karena alur yang mampu me-rush perasaan saya.
Profile Image for Ryan.
Author 2 books17 followers
December 9, 2012
pertama aku liat buku ini di toko buku, tertarik karena para penulisnya adalah nama-nama yang udah ga asing di dunia musik Indonesia. covernya yang unik berupa bentuk kaset juga langsung mencuri perhatian. langsung deh baca cover belakangnya. kukira buku ini tentang interpretasi dari orang-orang itu terhadap suatu lagu. ternyata aku nggak sepenuhnya salah. dari para penulis itu, sebagian memang cuma menulis apa yang mereka rasakan dan kenangan tentang lagu tertentu. tapi ada juga yang bikin cerpen dari interpretasi mereka tentang satu lagu.
lumayan sih overall, namanya juga kumpulan tulisan. ada yang bagus ada yang jelek :)
Profile Image for Citra Mardiati.
38 reviews6 followers
January 30, 2013
Pertama ngelihat buku ini di toko buku yang menarik mata saya untuk menoleh tentu saja dari covernya yang unik. Jadi teringat denga n sekotak koleksi kaset saya yang raib entah kemana
*lost focus

Bukunya menarik, bercerita tentang lagu favorit mereka para penulisnya. Lagu memang bisa membangkitkan memori dan memiliki kenangan tersendiri terkadang.

Dari semua lagu yang diulik oleh para penulis, saya tahunya cuma lagu madu dan racun doang, hahaha...
Betapa sedikitnya pengetahuan musik saya ya :p
Profile Image for hans.
1,158 reviews152 followers
March 20, 2013
Saya beli buku ini hanya kerana ada nama Eross Chandra. *senyum senyum sambil putar lagu Sheila on 7*

Buku ini terdiri daripada kumpulan cerpen yang terinspirasi dari lagu-lagu, kebanyakkan tulisannya berkaitan dengan memori penulis berkenaan lagu tersebut- lagu yang beri inspirasi, semangat atau sebagainya. Tidak semua cerpen di buku ini saya suka, ada yang sedikit meleret-leret dan biasa-biasa saja namun mujurlah ada dua tiga cerpen yang menutup kebosanan saya.

Dan saya suka cover hadapan buku ini :)
Profile Image for miss hfan.
318 reviews6 followers
April 16, 2013
Memoritmo. Ga cuma kehibur tapi juga kesepet, khususnya True Love waits oleh Sarah Deshita. Haha! :D

Dan pastinya yang paling menghibur Get Up and Go oleh Sammaria Simandjuntak. Unik. Karena berbentuk dialog, aku pun memutuskan membacanya bersama rekanku. Seolah-olah kami lah pelakonnya. ^^

Kalau ditanya lagu apa yang paling bermakna dalam hidupmu? Ga ragu aku mejawab, I Won't Give Up by Jason Mraz!!! Jangan tanya kenapa, karena sepanjang jalan kenangan jawabannya.

Yap! Selalu ada cerita dalam setiap nada.
Profile Image for Puput Krisnasekar.
17 reviews
November 3, 2013
Eross Chandra. He's the reason I wanted to read this book.
It's a book written by some people or yeah let's say musicians.
They shared their own experiences and opinion about songs which often bring us to certain memory or make us feeling such a personal emotion that other may not feel the same.
Since I have my own list of songs I hate and songs I love, I think the book has changed my mind.
I deleted my songs-I-hate list. It's not the song that I should hate, it's my mind I should control to not connect the song with the bitter memory I recall.
It's an interesting book.
Profile Image for Sri Mulyati.
20 reviews8 followers
May 31, 2016
Tidak adil sebenarnya memukul rata penilaian terhadap buku ini dengan tiga bintang karena ada beberapa cerita yang cukup menyentuh saya saat membacanya. Namun, kebanyakan cerita yang tertuang dalam Memoritmo, sayangnya, memang tak terasa spesial. Ini tentu sangat disayangkan, mengingat buku ini memiliki materi yang sudah pasti disukai semua orang. Semua orang pun rasanya mempunyai romantisme dengan sebuah lagu tersendiri. Sayangnya, buku ini teramat personal hingga saya terkadang sukar memiliki ikatan dengan cerita-cerita mereka.
Profile Image for Uthi.
111 reviews28 followers
December 7, 2012
beli ini semata-mata karna ada tulisan Eross Candra-nya. penasaran aja, kayak apa sih Eross kalo bikin tulisan. turned out, it's not really special (tulisan Eross adalah pembuka hahaha). setelah baca tulisan Eross saya agak bosan tapi mencoba buat meneruskan.

baru deh di tengah-tengah sampai akhir mulai menikmati.
overall, this is not bad.
2 reviews2 followers
January 8, 2013
pertama beli, kirain kumpulan cerpen yang inspired by lagu favorite. ternyata? haha. gue tidak bisa menikmati membaca buku ini. beli juga ga pake searching review orang dulu sik. langsung beli karena ada vabyo ikutan nulis. hasilnya setelah baca... ya emang cuma tulisan vabyo dan maradilla yang gue suka. selebihnya? hm... hm...
Profile Image for Respati Loy Amanda.
14 reviews1 follower
January 29, 2013
Pertama kali melihat buku ini sudah terbayang isinya seperti apa. Buku ini merupakan review para public figure mengenai memori yang berkesan dalam hidup mereka, dan mewakilkannya dalam sebuah lagu. Setelah membaca buku ini jadi ingin menuliskan beberapa lirik lagu terbaik yang mewakilkan memori hidup kita.
Profile Image for belajarjadimanusia.
26 reviews1 follower
March 7, 2013
Dari sekian banyak tulisan di buku ini entah kenapa hanya tulisan karya musisi yang nyantol buat saya: satu milik cholil mahmud erk, satunya dari eross chandra so7. beberapa tulisan lain terlalu ruwet di otak saya.
Profile Image for Mark.
1,284 reviews
July 27, 2016
Jadi, apa lagu yang paling bermakna dalam hidup kamu? Mungkin saja ini adalah sebuah pertanyaan yang sedikit membingungkan. Mengapa? Karena memilih hanya satu dari sekian banyak lagu yang secara tidak langsung memiliki andil dalam pembentukan pikiranmu hari ini bukanlah perkara mudah.
Profile Image for Verra.
40 reviews
November 18, 2013
Terlalu banyak kesalahan huruf dan tanda baca. Satu dari dua cerita yang ditulis dalam bahasa Inggris menggunakan kosakata yang sulit sehingga sulit dimengerti maknanya.
8 reviews
June 14, 2013
Semua orang punya kisah istimewa dengan suatu lagu dan di buku ini, sejumlah nama terkenal menceritakannya dengan Indah
Displaying 1 - 30 of 32 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.