Novel seratus halaman ini merupakan bentuk lain dari filmnya yang berjudul sama yang rilis di tahun 2000.
Agak aneh saya membaca novel ini, untuk yang pertama kalinya saya membaca percakapan khas orang Indonesia namun ceritanya berlatar belakang di Jepang. Namun lama-kelamaan juga terbiasa, hehe.
Novel ini bercerita tentang seorang ibu rumah tangga yang merangkap profesi sebagai seorang Geisha bernama Rumi, dia mempunyai seorang anak perempuan berumur 24 tahun yang bekerja sebagai salesgirl bernama Maki. Tak puas dengan penghasilan yang pas-pasan Maki pun memutuskan untuk membintangi judul film porno, dengan dalih ingin mengoperasi plastik wajahnya karena dia menganggap persaingan di Jepang itu sangat ketat dengan wajah yang pas-pasan jua. Dan ibu Maki pun mengetahui perbuatannya, Rumi pun marah besar atas tindakan anak semata wayangnya yang membuat malu keluarga. Tapi mereka berdua sama keras kepalanya, teguh dengan pendapat masing-masing.
Lalu suatu ketika Maki teriak-teriak di pinggir jalan mempromosikan barang dagangan di toko dia bekerja, ia bertemu dengan seorang pria Indonesia bernama Rudy. Mereka pun saling tukar nomer handphone ...
Lama-kelamaan mereka lalu berpacaran, namun Rumi tak pernah menyetujuinya. Maki beranggapan ibunya tak setuju karena sebelumnya ibu Maki juga tak direstui hubungannya dengan pacarnya Takeshi oleh nenek Maki.
Sampai pada sebuah malam ketika Rumi bekerja sebagai Geisha, Rudy pacar Maki datang ke tempat para Geisha untuk bersenang-senang karena sehabis memenangkan tender. Rudy pun tak tahu kalau wanita yang diatas tubuhnya adalah ibu kandung pacarnya, Maki.
Gokil sih haha, yes beberapa konflik emang cukup mainstream, but still, i love the way penulis membangun bagian prolog dan epilognya.
Selain itu percakapan dalam buku tersebut juga sangat khas Indonesia, sebenarnya ini bukan hal yang buruk, hanya saja saya pribadi merasa kurang sesuai karena latar-nya yang sangat khas Jepang. Pachinko-nya sendiri kurang ditonjolkan, atau mungkin saya yang tidak dapat menangkap maknanya(?) Who knows
covernya menarik, tp sayang ceritanya ga terlalu berkesan bwt gw. drama keluarga, diselipin kisah putus cinta, jatuh cinta, dan usaha sebuah keluarga bertahan hidup. pachinkonya sendiri cm disebut sambil lewat. mungkin lbh asik nonton filmnya.