Jump to ratings and reviews
Rate this book

A Chance

Rate this book
Kenangan lama itu susah sekali kulepaskan. Kenangan buruk yang membuatku takut akan pernikahan. Juga kenangan manis yang membuatku enggan bergerak. Tapi, kenapa justru Seung In yang datang? Bukan untuk memberi sejuta harapan, bukan pula rayuan kebahagiaan. Melainkan candu yang membuatku ingin selalu bertemu. Ah sudahlah .... Selamanya kami mungkin akan jadi pasangan yang takut akan pernikahan. — Gi Yeon

Heran, mengapa otak wanita selalu berisi tentang pernikahan. Haruskah hubungan pria dan wanita berujung pada hal itu. Tapi tak kusangka, semenjak Gi Yeon datang, semua jauh lebih menyenangkan. Dekat dengannya selalu membuatku nyaman. Meski nyatanya, sikapnya yang misterius membuatku selalu takut berkata kejujuran. — Seung In

Ketika kesempatan selalu datang tidak di waktu yang tepat, kesalahpahaman terasa semakin sukar kutaklukkan ....

296 pages, Paperback

First published January 1, 2012

1 person is currently reading
31 people want to read

About the author

In-suk Kim

11 books5 followers
For her works in Korean, see 김인숙
For the economist, see In-Suk Kim

Kim Insuk was born in Seoul in 1963. Some of her works, The Road Travelled Together, The Light Nearby, and 1979-1980 Between the Winter and the Spring, are based on her experience of the democratisation movement in Korea during the 80s. After 1990, Korean society also underwent abrupt changes in the midst of the shifts in the world order brought on by the end of the Cold War. Kim devoted herself to scrutinizing the problems of compromise, fatigue, depression, and lethargy that began to appear in Korean society as it internalized the new capitalist order. Blade and Love and Story of a Woman are some of her works from this period. In 1993 Kim resided in Sydney, Australia for one and a half years; at the beginning of the 2000s she stayed for three and a half years in Dalian, China. Kim’s works The Long Road, Sydney, Standing at the Blue Ocean, and Ocean and Butterfly are based on those experiences. She has created stories that take place somewhere in the world beyond the borders of Korea. Kim’s works also include That Woman’s Autobiography, Bye, Elena, To Be Insane and Sohyeon. From the beginning of her writing career, Kim has persistently produced works that deal with the problems of the present time and that offer introspection into the human existence, without losing sight of the currents of changes in reality.

http://literature.britishcouncil.org/

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (8%)
4 stars
1 (4%)
3 stars
9 (36%)
2 stars
9 (36%)
1 star
4 (16%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for PhiliaFate.
Author 1 book22 followers
November 26, 2018
Ini pertama kalinya aku membaca novel korea setelah menjajal novel jepang bersama Akiyoshi dan jujur aku gagap budaya ketika membacanya.

Style menulisnya berbeda dengan semua novel yang pernah kubaca sebelumnya. Well, aku merasa cup of tea ku cukup luas, ada banyak novel yang lebih sastra yang berhasil kulahap tapi buku ini membawa konteks bingung ke next level.

Pertama aku bingung dengan peralihan waktunya. Kedua aku bingung dengan bagaimana pengarang membawa chemistry antara kedua tokoh utamanya. Aku merasa hubungan mereka hanya sebatas casual sex yang maju mundur ke hubungan yg lebih normal sebagai kekasih.

Oh Well, kamu tidur bareng dengan seorang cewek selama tiga bulan dan ga tau apa-apa tentang kehidupannya? Itu betul-betul cuma datang, tidur, pergi. Terus galau-galau ngomong soal komitmen dan sebagainya.

Menurutku aneh dan ini jadi alasanku gagap budaya. Apakah di Korea interaksi manusianya memang seperti itu? Entahlah.

Endingnya pun tidak menjawab masalah.

Satu-satunya yang membuatku bertahan sampai akhir dan memberikan buku ini bintang tiga adalah, narasi yang indah dari penggambaran hal-hal sederhana.
Profile Image for Yessyka Widy.
221 reviews19 followers
July 31, 2013
okay, tergiur sama covernya yang cantik dan sinopsisnya yang menarik perhatianku..
tapi ternyata makin kesini, makin kerasa "Oh.. aku mulai bingung. Gimana ini ceritanya?"
Atau mungkin karena bahasa yang puitis atau terjemahan yang masih kurang pas? jujur aku juga gak tau..
sebenernya ceritanya menarik,
Gi Yeon yang tetap dihantui "lelaki2 masa lalu"nya tapi mulai membuka diri dengan lelaki baru..
Seung In yang 'ogah2an' sama namanya pernikahan.. tapi mulai merasa sebaliknya setelah mengenal Gi Yeon yang semakin lama semakin misterius..
Tapi karena aku yang kurang begitu suka sama banyaknya narasi, jadi ngerasa bosan dengan panjangnya narasi dan minimnya dialog..atau emang itu sisi berbedanya? bingung lagi karena baru pertama kali ini baca novel terjemahan korea.. jadi gak tau gimana sih novel2 asli korea.hehe~
Well, bintang tiga atas cerita ini dan kedetailan setiap scenenya. meski masih terganggu dengan berbagai hal. jadi bacanya loncat2, ke-skip beberapa scenes..
Nice Plot :)
Profile Image for Ayuwidya Ayuwidya.
Author 11 books42 followers
January 31, 2013
sinopsisnya bagus, tapi begitu baca ceritanya jadi merasa tersesat, ini alurnya mau ke mana.
Sepertinya puitisme si penulis ini terkikis sama terjemahan. Mungkin sih, nggak tahu juga, nggak baca dan nggak ngerti versi aslinya. Mungkin dengan terjemahan yang lebih bagus akan ada makna lebih dalam daripada sekedar kata harfiah.
Profile Image for Natalia.
23 reviews1 follower
February 18, 2014
Entah apakah yang lain begini, tapi ketika saya membaca buku ini rasanya seolah sebuah proyeksi film lepas Korea terputar di kepala saya. Tipe-tipe film Korea dengan alur lambat, dalam, namun tidak terlalu disturbing. Tidak perlu bertanya arah cerita, apa yang akan terjadi kemudian, biarkan saja ia mengalir.
Profile Image for 沈沈.
738 reviews
June 25, 2021
Anyway, penulis sangat lihai menceritakan kepolosan Gi Yeon di usia awal 20an. Saya bisa mengatakan bahwa apa yang digambarkan oleh penulis bisa mewakili perasaan dan kebodohan sebagian kaum wanita yang baru mengenal cinta.

I like this book, yah meski akhirnya menyedihkan tapi penulis berhasil menyampaikan dengan baik perasan perasaan yang dialami oleh kedua tokoh buku ini.
53 reviews
March 11, 2016
terjemahan kurang bisa dimengerti otak. atau emang gaya penulisan si author yang suka bikin kita maju mundur cantik?
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.