Hal itu juga yang dirasakan oleh Regan dan Ganesh. Kedua lelaki ini mengalami keadaan yang sama meski dengan bentuk kejadian yang berbeda. Harapan dan mimpi akan cinta sejati menjadi penyemangat mereka untuk menentukan pilihan dan melangkah dalam meraihnya.
Bagi Regan, tak ada pasangan sesempurna Bian. Sebesar apa pun usaha Regan untuk melepaskan Bian ternyata tidak semudah yang ia harapkan. Bayangan Bian seolah tak mau pergi dari hati dan pikirannya. Semua itu malah membuat Regan merasa semakin menginginkan Bian untuk berada di sisinya.
Sedangkan Ganesh, mencoba mencari sosok wanita yang selama ini selalu hadir dalam mimpi-mimpinya. Seorang wanita yang begitu cantik dan belakangan diketahui bernama Indi. Sayangnya, Indi telah menjadi tunangan seseorang. Entah bagaimana, ada keterikatan khusus yang membuat cinta Ganesh dan Indi pada akhirnya bisa dipertemukan.
Ya, Regan dan Ganesh, kisah mereka begitu memikat untuk diikuti. Perjalanan panjang dan berliku membuat segalanya menjadi lebih berwarna. Keberadaan mereka bisa sepenuhnya kamu nikmati melalui novel Terpesona yang diterbitkan GagasMedia.
Terpesona adalah GagasDuet, novella dari dua penulis GagasMedia: aL Dhimas dan Sylvia L’Namira. Keduanya mempersembahkan dua cerita tentang mimpi dan harapan yang akan membuatmu merasakan betapa besarnya kekuatan cinta.
Suka bagian pertama, Cerita ttg LGBT yg jarang diangkat di novel2 Indonesia. Yg masih dipandang sebelah mata oleh kbnyakan orang. Gimana org2 Indonesia mau respek ke kaum LGBT kalo dia jijik2an untuk membaca suatu cerita yg bertema seperti itu. Respek itu kurasa penting. Hidup sekali, dan jangan pernah mencaci org yang keluar dari kodratnya. Toh, itu bukan kemauannya kan. Like me, yeah. I am gay. Suka buat cerita tentang LGBT, ingin kalian tau bahwa kami memandang dunia bukan berdasarkan jenis kelamin. Melainkan karena cinta. Ingin berubah, tentu saja. Tapi bukan hal yang mudah. Pasrah pada nasib, tentu tidak. Kami berjuang untuk menjadi org yang apa adanya. Tetapi toh semuanya Tuhan yang mengatur. Kan urusan dosa Tuhan yang menghakimi, bukan kalian. *Kok malah keluar dari review ya?* LOL Hahaha. Oke2. Lanjut: Di cerita ini aku suka, penggambaran tokoh mmg gak begitu kuat, tapi msih bisa untuk dipahami. Alurnya? well, ini gagasduet, yg sangat terbatas lembarannya, jadi aku kurang greget. But still, this is a good story. Dpt 3 Bintang deh.
Untuk yang cerita satu lagi: Yah, aku gak terlalu suka Sylvia ya. Dari buku Kau nya, aku udah kecewa berat. ending di cerita itu gak aku ngerti. *Bunuh diri* Dan di cerita ini makin gak ngerti apa sbnrnya cerita yg disajikan. Kok kayak cerita negeri dongeng penghantar kematian #eh tidur. Jadi.. sorry mbak Sylvia cantik, i just give you 1 star. Hihihi.
Overall, buku ini bagus. Tapi harus di revisi ulang aja deh. *sotoy*
The Promises by aL Dhimas Bercerita tentang Regan yang memilih pulang kampung meninggalkan pekerjaan lama sebagai freelance di sebuah weeding organizer menjadi a bookstore owner (hei mimpi kita sama :p). Dia tinggal bersama kakek nenek beserta keponakan yang sering memanggilnya Papa, Farabi Hiro namanya. Kehidupan baru di kota baru dihabiskan Regan dengan kesibukannya membangun toko buku yang diimpi-impikannya, mulai dari lokasi sampai desain interiornya. Bukan tanpa alasan dia memilih kota durian pancake berasal, selain ingin mewujudkan mimpinya Regan ingin melupakan seseorang. Bahkan si kecil Hiro pun tahu kalau Regan selalu merindukan seseorang.
Adegan favorit saya: "Rindu dan kangen itu nggak sama ,Pa," ujarnya tiba-tiba. Pernyataan Hiro seketika membuatku bingung. "Hah? Apa bedanya?" "Kalo kangen itu kayak Hiro kangen sama teman-teman Hiro, tapi kalo rindu itu kayak Hiro rindu sama Bapak sama Ibu." Hiro mencoba memberikan penjelasan menurut pemikiran sederhananya. "Kan sama-sama buat orang yang disayang?" tukasku. Dengan cepat, Hiro menggeleng. "Papa salah. Kangen itu buat orang yang kita sayang, tapi kalau rindu buat orang yang BENAR-BENAR kita sayang." Hiro memberikan penekanan pada 'kata bener-bener'.
Satu lagi cerita yang mengecoh dengan nama tokohnya. Awalnya saya kira ceritanya tentang patah hati karena ditinggal pacarnya yang mau tunangan dengan orang lain. Iya bener gitu intinya, tetapi saya harus bisa membedakan nama untuk laki-laki dan perempuan kalau penulis nggak mendeskripsikan tokohnya dengan jelas. Thank to Hiro atas panggilannya untuk Biyan, jadi tahu inti cerita ini sebenarnya.
Chimera by Sylvia L'Namira Bercerita tentang Ganesh, seorang pelukis jalanan. Suatu hari dia diminta seorang pemuda untuk melukis calon tunangannya melalui sebuah foto, dia langsung terpesona. Wanita di dalam foto tersebut sangat cantik dan menginggatkan pada mimpinya yang akhirnya dia tuangkan pada sebuah lukisan dua tahun yang lalu, seorang wanita berpakaian pengantin berwarna putih yang sedang berlari sambil tertawa lepas, dilehernya ada kalung liontin berisinisial GI. Kedua wanita tersebut sangat mirip, Ganesh percaya kalau wanita yang dimimpinya itu adalah Indi, wanita yang sama dengan foto yang baru saja dilihatnya.
Ada dua lukisan yang Indi terima sebagai hadiah pertunagan, dan dia kaget melihat lukisan kedua, sama persis dengan mimpinya. Dia pun mencoba mencari tahu siapa yang melukis dirinya, terlebih setelah dia bermimpi lagi dan menyebut nama Ganesh. Indi mencoba melacak keberadaan Ganesh sayangnya ketika dia tiba di galeri Ganesh lelaki itu pulang kampung tak tahu kapan kembali. Mereka saling bermimpi satu sama lain, dan mereka mempunyai masa lalu yang belum selesai.
Cukup aneh tentang mimpi ini tapi yah apa pun bisa terjadi. Sebenernya idenya menarik, bermimpi tentang seseorang yang tidak kita kenal dan di kehidupan nyata orang itu ada, romantis. Sayangnya saya tidak terlalu suka dengan kenyataan kalau Ganesh dan Indi adalah teman sekolah di masa lalu, menjadi tidak surprise dan kadar romantisnya hilang. Saya lebih suka kalau mereka adalah dua orang asing yang dipertemukan lewat mimpi.
Benang merah dua novella ini mungkin pertunangan yang kandas. Soalnya dari tema, alur dan tokoh tidak saling terkait. Atau perpisahan yang akhirnya dipertemukan kembali. Itu sih tebakan saya. Dari segi ide tidak ada yang baru tetapi ceritanya masih menarik untuk dinikmati.
Saya rekomendasikan buat mereka yang punya kisah di masa lalu dan belum berakhir.
Judul: Terpesona Penulis: aL Dhimas & Sylvia L'Namira Penerbit: Gagas Media Halaman: 268 halaman Terbitan: November 2012
Selayaknya buku Gagas Duet lainnya, di buku ini juga terdapat 2 buah cerita dari 2 penulis berbeda. Kedua cerita ini tidak memiliki benang merah plot. Jadi bisa dibilang buku ini terdiri atas 2 buah novelet.
The Promise Cerita karya aL Dhimas yang bercerita tentang Regan, seorang mantan pramugara yang pindah ke Medan untuk memulai bisnis toko bukunya. Kepindahan Regan bukan semata karena ingin membuka usahanya sendiri, tapi juga sebagai bentuk usahanya untuk melupakan Bian, mantan kekasihnya.
Chimera Cerita karya Sylvia L'Namira yang bercerita tentang Ganesh, seorang pelukis jalanan yang kerap kali memimpikan seorang gadis. Ganesh terkejut ketika seorang pemuda memintanya untuk melukis calon tunangannya. Foto yang pria itu berikan sangat mirip dengan gadis bunga tidurnya.
Review
Buku kayak gini nih yang membuat saya merasa Goodreads harusnya menerapkan sistem setengah bintang di penilaiannya. Soalnya buku ini emang gak jelek sampai 1 bintang, tapi mau kasih 2 bintang juga, yah, it wasn't ok.
The Promise Saya lebih suka cerita ini ketimbang cerita kedua. Saya suka dengan nuansa Medan yang ada. Saya suka pada logat Medan yang dipakai di sini. Itu memberi warna tersendiri dalam ceritanya.
Ceritanya sendiri sudah bisa saya tebak sejak si Regan ketemu sama Bagas. Kerasa banget kalau jalur ceritanya ke arah sana. Makanya pas akhir ceritanya terkuak, saya sama sekali gak kaget.
Yang saya kurang suka mungkin tokoh Hiro. Saya rasa dia terlalu dewasa untuk ukuran anak 7 tahun. Kalau saya mau bandingkan dia dengan tokoh David, tokoh anak kecil yang juga dibuat berwatak dewasa, di novel Pintu Harmonika, saya rasa Hiro ini terlalu dewasa. Kalau David saya masih bisa tangkap greget anak-anaknya. Kalau Hiro ini tidak terlalu bisa saya tangkap.
Secara keseluruhan, menurutku cerita ini rapi, tapi agak kurang sisi emosionalnya. Bahkan di bagian pun saya tidak merasa emosi apa-apa.
Chimera Cerita ini menderita sindrom kurang emosi. Sama seperti di cerita pertama.
Meurutku perpisahannya Ganesh dan Indi agak aneh. Cuma dijelaskan dengan Ganesh sudah berusaha cari Indi, tapi mereka kehilangan kontak. Tapi... mereka kan sudah tukaran alamat e-mail. Masa bisa sampai hilang kontak gitu sih selama bertahun-tahun? Menurutku bagian ini terasa aneh banget.
Selain itu saya merasa "lawan"-nya Ganesh terlalu ringan di sini. Saya harapnya sih si Richard ini orang yang lebih baik, biar si Indi lebih merasa terbelah dua. Antara Ganesh atau Richard.
Menurutku ceritanya terlalu buru-buru. Saya rasa cerita ini akan lebih cocok kalau formatnya lebih panjang. Satu novel penuh mungkin? Sehingga penulis ada lebih banyak ruang untuk menggali tokoh dan plotnya. Kalau yang cerita pertama sih, saya rasa sudah cocok untuk novelet.
Overall
Ceritanya lumayan menurut saya. It was ok kalau istilahnya Goodreads. Satu yang saya kurang suka adalah format kovernya. Bagian yang gambar dasinya itu bisa dibuka dan harus saya lipat lalu letakkan di halaman terakhir baru bisa saya baca novelnya. Soalnya dia membungkus dari belakang ke depan dan ini agak mengganggu. Rasanya kurang nyaman gitu pegang bukunya.
Sumpah baca buku ini rasanya pengen nyanyi lagu itu terus. Padahal entah isinya menurutku nggak bikin terpesona-terpesona banget. And then, buku ini isinya sooo mengejutkan sekali. LGBT dan sebuah mimpi melalui lukisan. Jadi, buku ini memuat dua novelet yang saling berhubungan.
Bercerita soal Regan yang tinggal di Medan bersama kakek, nenek, dan keponakannya, Hiro. Kepulangan Regan ke Medan dengan alasan bahwa Bian akan menikah sehingga ia harus memutuskan hubungan dengan Bian. Regan ini seorang yang keren sepertinya. Dia akan membangun sebuah bookstore dengan konsep cafe, supaya pembacanya bisa menikmati suasana membaca yang khidmat.
Kemudian, Regan dikenalkan dengan Bagas oleh tunangan sepupunya yang jyga merupakan bosnya di kantor. Bagas ini lulusan desain interior dan pemilik toko kue (namanya lupa saya). Sejak perkenalan mereka, Bagas dan Regan menjadi semakin dekat hingga ternyata... Bagas suka sama Regan. (OMG aku nggak bisa bayangin ini. Geli aja). Tetapi Regan menjelaskan kalau perasaan yang dirasa oleh Bagas bukanlah perasaan suka. Dia hanya nyaman.
Hiro, keponakannya pun diam-diam menghubungi Bian dan memberikan kabar Regan padanya. Hingga akhirnya Bian menyusul Regan ke Medan dan memberinya sebuah cincin. Fabiano Richardo adalah kekasih Regan yang selama ini ditinggalnya.
Pada kisah yang kedua, diceritakan Richard akan menikah dengan Indi. Dimana Richard juga memesan lukisan pada seorang pelukis jalanan bernama Ganesh. Setelah mendapatkan foto Indi yang akan dilukis, Ganesh merasa mengenalinya. Ternyata gadis itulah yang ada di dalam mimpinya.
Ganesh ternyata bukan seorang pelukis jalanan saja, ibunya adalah pemilik usaha batik yang merupakan suplier utama di butik milik mama Indi. Perjalanan cinta mereka yang penuh teka-teki pun berakhir bahagia. Fabiano Richardo memutuskan Indi atas permintaan Mama Indi dan akhirnya menyusul cintanya juga.
1 bintang? Ga salah yan? huff.. Maaf untuk penyematan 1 bintang ini. Tapi saya benar2 kecewa dengan buku ini. Cerita pertama.. memberi kejutan pada jalan cerita? Oke. Saya terkejut. Tapi memberi kejutan dengan sesuatu yang salah dan dalam agama saya itu dosa besar, itu sesuatu yang jauh di luar selera saya.
Oke lah, kalau mengangkat tema tentang dosa besar itu. Tapi tidak ada penjelasan, tidak ada kesadaran dalam cerita itu kalau apa yang dilakukan adalah sebuah kesalahan, sebuah dosa. Jadi apa? Mau mewajarkan hal itu? Oh no. Dan apa itu anak usia 7 tahun seakan wajar saja dengan hubungan papa dengan orang yang dia panggil daddy?
Cerita kedua... lumayan lah dari cerita pertama walau agak seperti dari negeri dongeng gitu.
Fucuk bgt ni novel.. al dhimas, flavor of love was okay. Tapi yg ini,boy romance? Astaga!!!! Mulai dr si bagas yg emng kliatan suka sma regan,gw uda mulai nebak2 klo crtanya g normal.. Eh,rupanya si bian lakik juga ya nek.. Itu si hiro juga aneh, umur dia brp sik? 30thn apa? Kok sifat nya ktuaan..daddy richard? Fail bgt dah.. carol itu cenayang? Trus si dita oke2 aja sama sppu dia suka sejenis? Alahai!!!!
yg punya silvya blm baca, Tapi ntar aja deh trusin baca. Keciwa awak ni...
Akhirnya setelah sekian lama aku bisa menyelesaikan buku ini. Buku ini hilang dan akhirnya ketemu hahaha Untuk cerita oleh aL Dhimas, aku cukup bingung dengan tokoh tokohnya. Aku bingung mana yang cewe dan mana yang cowo. Untung saja bagian akhirnya jelas. Untuk cerita oleh Sylvia, aku cukup suka walau alur ceritanya cepet banget. Tapi idenya bagus aku suka. Lebih bagus kalau cerita ini jadi 1 novel tersendiri gitu biar lebih seru. Overall oke sih walau cerita dari aL Dhimas kurang bisa ku cerna dengan baik :)
Karena sudah baca flavor of love, jadi aku nyambung2 aja dengan cerita yg dibawakan aL Dhimas. Tapi bagaimana dengan teman2 yg belum baca? Mungkin sebaiknya ada sedikit penggalan cerita untuk me-rewind cerita flavor of love dala novel ini.
Dan cerita kedua. Hmmm... aku pernah kecewa dengan tulisan Sylvia di novel KAU (yang juara 2 lomba roman itu), dan di novella ini... tambah kecewa. Alur KAU masih lebih baik, mengalir dan santai. Tapi di sini? Nggak dapet feelnya sama sekali.
lebih suka cerita kedua sih, walau agak gak masuk akal dengan mimpi-mimpinya (tapi kalo Tuhan mau, gak ada yang gak mungkin sih, feb). kalo cerita pertama... ya, saya termasuk pembaca yang "lurus". jadi gak terbiasa sama yang "melenceng" begitu. but, over all masih bisa dinikmati-lah.