Lee Hwon mulai menyelidiki penyebab kematian Yeon Woo, yang ternyata menyimpan berbagai keganjilan. Semua bukti menunjukkan bahwa Yeon Woo dibunuh, tapi yang lebih mencengangkan, ada dugaan bahwa Yeon Woo sebenarnya belum meninggal.
Tanpa disadari, penyelidikan Hwon pun berujung pada pengungkapan identitas Wol. Perasaan Hwon terhadap Wol semakin dalam, seperti matahari yang semakin bersinar terang, saat ia menemukan kebenaran yang telah disangkanya.
Namun, bagaimanakah Hwon menghadapi Woon, yang tetap mencintai Wol sekalipun takkan pernah bisa memilikinya? Seakan itu belum cukup, datang pula Pangeran Yang Myung, kakak tiri Hwon, yang semakin memperkeruh cinta segitiga itu.
Hwon dan Yang Myung layaknya dua matahari, bertempur di langit yang sama untuk memenangkan Wol sang Bulan. Sementara Woon bagaikan awan, berdiri diam di sela-sela pertempuran tersebut. Dapatkah Hwon bertahan? Dan sanggupkah ia menyelesaikan konflik pelik antara dirinya, Wol, Yang Myung, dan Woon?
The Moon that Embraces the Sun telah difilmkan dengan bintang utama Kim Soo Hyun dan Han Ga In pada 2012. Serialnya mendapat berbagai macam penghargaan, di antaranya Best TV Drama dan Best TV Drama Actor dalam 48th BaekSang Arts Awards.
Jung Eun-gwol is a South Korean novelist. Two of her bestselling books have been adapted into television dramas - Sungkyunkwan Scandal (KBS2, 2010) and Moon Embracing the Sun (MBC, 2012)
awalnya karena nonton dramanya .... trus kemudian karena penasaran searching bukunya di internet ternyata masih dalam bahasa aslinya berbekal google translate tapi masih juga gak ngerti :D
Setelah membaca bukunya ternyata lumayan banyak perbedaan dengan alur cerita drama serinya. Dibuku ini diceritakan kalo Heo Yoon wo belum pernah bertemu dengan Putra Mahkota Lee Hwon, mereka secara tidak langsung berkenalan dengan perantara kakaknya Heo Yoon Wo yaitu Heo Yeom, yang juga merupakan gurunya Putra Mahkota Lee Hwon. Putra Mahkota Lee Hwon pertama kali bertemu dengan Heo Yoon Wo setelah Yoon Wo menjadi Cenayang. Sangat berbeda dengan di drama yang menceritakan bahwa Heo Yoon Wo pertama kali bertemu dengan Putra Mahkota Lee Hwon pada saat kelulusan Heo Yeom di istana. Perbedaan cerita lumayan mencolok seperti 1. tidak adanya adegan (di drama) dimana Putra Mahkota Lee Hwon mendatangi rumah bangsawan Heo untuk bertemu Heo Yoon Wo yang ada di dalam peti mati 2. Surat terakhir Heo Yoon Wo untuk Putra Mahkota disembunyikan di dalam laci sedangkan di drama TMTES suratnya di sembunyikan dibawah papan catur 3. dibuku ini diceritakan bahwa surat terakhir tersebut diberikan oleh Heo Yeom kepada Putra Mahkota Lee Hwon beberapa hari setelah pemakaman Yeon Woo, sedangkan di drama Surat tsb ditemukan oleh Heo Yeom jauh setelah pemakaman Heo Yeon Woo dan Putra Mahkota Lee Hwon telah menjadi Raja 4.dibuku, Kasim Cha, kasim kepercayaan Putra mahkota diberhentikan selama dua tahun dan dihukum karena menemani Putra mahkota ke rumah bangsawan Heo. Hukuman tersebut menyebabkan kaki Kasim Cha pincang.
Daaaan banyak lagiiii perbedaanya .... saya suka dramanya dan lebih suka lagiii dengan bukunya :D
This entire review has been hidden because of spoilers.
"Tidak ada informasi yang berhasil dikumpulkan selama ini. Yang muncul malah pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban. Mengapa Heo Min Gyu meminumkan obat kepada putrinya? Apakah obat itu mengandung racun? Jika keluarga Yoon memang ada di balik semuanya, apa yang telah mereka lakukan sampai Heo Min Gyu bersedia meminumkan obat kepada putrinya? Sebenarnya siapa yang ingin dilindungi mendiang Raja seperti yang tertulis dalam surat peninggalannya?Pertanyaan-pertanyaan ini masih belum terjawab."
Kisah pun masih berlanjut; Hwon terus berusaha menyelidiki tentang hal-hal mencurigakan yang terjadi delapan tahun silam. Pengawal pribadinya, Jae Woon, juga menyelidiki kematian Yeon Woo lewat Yeom (kakak Yeon Woo yang adalah sahabat baik Jae Woon). Lewat penyelidikannya yang tersembunyi, Jae Woon mengetahui fakta mengejutkan dari pelayan Yeom bahwa ia sempat melihat makan Yeon Woo sedikit tergali. Hwon yang juga melakukan penyelidikan sendiri, mendapat sebuah surat wasiat peninggalan mendiang Raja, Ayahnya. Dalam surat tersebut mendiang Raja berpesan kepada Hwon untuk tidak membuka apa yang sudah ditutup olehnya, rahasia besar yang disimpan selama 8 tahun.
This book is so emotional... At first I was kinda intimidated by how thick this book is (and to combine it with the first book...), but then I'm surprised by how easy it is to read page after page and before I realize it, I've already finished reading! :D
THE MOON THAT EMBRACES THE SUN is a tragic love story, but it's much more than that. It's about friendship, death, unrequited love, blind love, betrayal, loyalty, curse, and much more.
My opinion about the characters... ~ Lee Hwon: a crybaby. He looks like a weak king (definitely cannot be compared to the Great King Sejong), but he's actually pretty smart. ~ Yeon Woo (Wol): too perfect to exist. ~ Jae Woon: the only cool guy in the story. ~ Yang Myung: a reckless and foolish guy. ~ Min Hwa: a spoiled brat. I know from the very start that she's a troublemaker. ~ Heo Yeom: a pathetic and weak guy.
Buku pertama diakhiri dengan menggantung ketika Raja menemukan fakta bahwa gut yang dilakukan di paviliun saat pemilihan calon Permaisuri delapan tahun lalu bukanlah gut yang sebenarnya. Melainkan sebuah praktek sihir hitam. Penyelidikan-penyelidikan pun kian berlanjut hingga buku kedua ini.
"Anakku, jangan lagi membuka apa yang sudah ditutup oleh Ayahmu ini." - hal 106
Penyelidikan-penyelidikan Hwon selalu terhenti di tengah jalan, bahkan menelan nyawa sang penyeldiki itu sendiri. Membuat Hwon semakin frustasi akan benang kasus yang ruwet ini. Hingga suatu fakta akhirnya mengantarkan Hwon pada suatu kesimpulan.
"Saat aku dan kau dilahirkan kembali di dunia ini, aku pasti akan mengenalimu. Seperti aku yang mengenali dan mencintaimu yang terlahir sebagai Wol."
buku the moon embraces the sun jilid 2 ini lebih menggugah perasaan saya ketika detik2 raja lee hwon mulai menyelidiki sebab kematian Yeon Woo, pemberontakan yg gagal dikalangan menteri, kematian pangeran yang myung, hukuman untuk putri min hwa dan Yeom..
ada beberapa perbedaan dari novel dan film korean dramanya kayak sebelumnya raja lee hwon tidak pernah mengenal yeon woo, terus disini lee hwon pintar memainkan alat musik petiknya dibandingkan di film yg keliatan clumsy hehe.. cuma klo dari segi urutan cerita saya lebih suka film korean dramanya.. lebih teratur gitu klo bukunya agak suka pindah2..
and the ending of this tragic story is the best result. except Hwon and Wol/Yeon Woo have another great life line. I love Yang Myung Prince the much, he had a good character in the suck situation,, and also Jae Woon,!! kyaaa, my type .. *ups
The Moon That Embraces The Sun (Haereul Poomeun Dal)
_____________________________________
yossh, telat sih post nya, baru sempet .-. *abaikan*
The Moon that Embraces the Sun Novel dan Drama nya bisa dibilang sangat berbeda. Ada beberapa scene yang dibalik-balik posisinya (?) ato scene yang diganti total.
Misalnya saja,bagian amnesia Heo Yeon Woo aka Wol, di novel Heo Yeon Woo gak amnesia, dia cuma menyembunyikan identitasnya, menyelidiki sendiri perihal kematiannya atas bantuan Seol.
Terus ada lagi Gut ato upacara ritual yang bikin Heo Yeon Woo wafat, ritualnya sebenernya lebih horror di novel, dimana ada tarian boneka jerami, baju permaisuri Yeon Woo, darah Putri Min Hwa, dan aksi pencurian baju oleh Bo Kyung. Mungkin karena dianggap terlalu ekstrem, adegan ritualnya diganti..
selanjutnya perbedaan paling awal itu sebenernya sebelum Yeon Woo menjadi permaisuri dia belum pernah sama sekali ketemu Putra Mahkota Hwon, mereka saling jatuh cinta akibat bertukar puisi melalui kakaknya Yeon Woo, Heo Yeom yang selalu galau tiap kali ngantarin surat mereka ketika hendak dan selesai mengajar Putra Mahkota. menurut ayas, jatuh cinta yang seperti ini sangat so sweet colonthree emotikon
dan Pangeran Yang Myung di novel cuma sekali doang ngeliat Yeon Woo, waktu lompat pagar disamping bangunan tempat kamar Yeon Woo, dan kemudian dimarahin deh ama Yeom. Soalnya gadis bangsawan gak boleh sembarangan ditemui, apalagi keluarga Heo itu sangat patuh ama peraturan dan tradisi.
selain itu juga ada Ibu angkatnya Jae Woon, salah satu orang kepercayaan Raja Sung Joo (?) yang tau perihal kejadian 8 tahun silam. dan di drama, Nyonya Park ini sama sekali gak ada.
di Novel juga dikisahkan tentang raja Sung Joo (ayahnya Hwon) yang sebenernya saling cinta ama ibunya Pangeran Yang Myung yang cuma bisa jadi selir, terus juga dibahas lebih detail alasan Raja Sung Joo dingin ama Yang myung, yang salah satunya adalah permintaan Selir Park sendiri (selir Park sama nyonya Park orang yang berbeda).
Selain itu perasaan suka nya Jae Woon ke Wol juga leih dibahas di Novel, kalo di drama keliatan sih Jae Woon kayak ada suka ama Yeon Woo, tapi gak begitu berasa.
"Awan memang tak bisa memeluk Bulan, namun Awan bisa memeluk Hujan" (Jae Woon to Seol)
Keterangan: Woon dalam nama Jae Woon berarti Awan dan saat itu kedudukan Yeon Woo adalah Permaisuri yang diibaratkan sebagai Bulan trus Woo di namanya Yeon Woo itu berarti Hujan
juga ada scene Hwon sadar akan perasaannya Jae Woon ke Yeon Woo, dan ya, lewat bertukar sajak, Hwon nanyain kebenaran itu ke Jae Woon.
dan adalagi yang beda dengan novelnya, yaitu scene meninggalnya Seol dan Pangeran Yang Myung.
di novelnya Seol gak ditolongin Jae Woon saat mencoba menyelamatkan Heo Yeom, dia bertarung sendiri neglindungin Min Hwa dan Yeom, dimana dia bikin Yeom pingsan, dan minta ke Min Hwa buat gak cerita tentang apapun pada malam itu ke Yeom. abis itu, pertemuan Yeom dan Seol sebeleum Seol meninggal dia udah nyatain perasaannya ke Yeom, dan Yeom bilang dia gak bisa membalas perasaan Seol.
Pangeran Yang Myung di novel gak meninggal pasrah dan gak ditolongin siapa-siapa kayak di drama (di drama nya ini scene yg ayas paling gak suka, semuanya cuma diem ngeliatin) di Novel Pangeran Yang Myung tewas ketika pasukan pemberontak pada panik dan kabur pasca Yoon Dae Hyung tewas oleh Jae Woon, dan ditengah kasak-kusuk itu ada yang manfaatin kelengahan Pangeran Yang Myung dan membunuh beliau, selanjutnya Jae Woon dan Hwon langsung lari begitu sadar Yang Myung ambruk ..
huum, sebenernya ada banyak banget sih perbedaannya yang lain, mulai dari meinggalnya Ibu Suri Yoon, tentang ayah Yeon Woo, laporan dan kematian Cho Gi Hoo (Penyelidik yg dipekerjakan Hwon), karakter Ibu Suri Han (Ibu Hwon), hukuman Min Hwa, karakter Cenayang Jang, dll yang kalo diceritain semua ayas gak bakal kuat ngetiknya saat ini ._.
jadi sekian aja deh dari ayas colonthree emotikon
well, ayas lebih suka novelnya ketimbang dramanya, tapi gak nyesel nontron dramanya, bisa ngebayangin scene-scene di novel pake karakter yg udah ada di drama colonthree emotikon
dan lagi pula, di novel lebih banyak puisi china klasik dan ktipan-kutipan confiusnya colonthree emotikon
Kusampaikan kepada Burung Murai (Moon Jae Shin - Sungkyunkwan Scandal)
Saat bulan terbenam, saat kekasih yang pergi berjanji untuk datang Seandainya bulan setinggi gunung yang terlambat terbenam bisa memberi pertanda dimana kekasihku berada Saat bunga bermekaran, saat kekasih yang pergi berjanji untuk datang Seandainya bunga-bunga yang terlambat bermekaran di musim semi bisa memberi pertanda di mana kekasihku berada Burung murai ! Aku menjadi tenang dengan nyanyianmu yang sia-sia Meski dia tidak menjanjikan apa pun, aku takkan tega untuk membalas dendamku kepada kekasihku yang pergi
_________________________________________________
Lee Hwon dan Yeon Woo Lee Hwon to Yeon Woo
Bulan benderang melayang di atas laut, menerangi hingga ke ujung langit. Menyesali sepasang kekasih yang terpisah malam ini. Sepanjang malam saling terbayang.
Di ruang tanpa lilin, cahaya bulan kesepian. Keluar menyingsing baju, lalu basah oleh embun. Tak mampu mengambilkan cahaya bulan benderang itu untuk kekasih. Karenanya bersumpah untuk kembali dengan kekasih di dalam mimpi.
______________________________________
Yeon Woo
Hati yang Saling Merindu, Hwang Jin-i
Hati yang saling merindu, tetapi tidak bisa bertemu selain di dalam mimpi Di dalam mimpi, aku pergi mencari kekasih, kekasih pun pergi mencariku, tetapi di dalam mimpi di hari yang panjang, aku berharap dapat bertemu pada mimpi yang akan datang.
contact ke : Penivia Pluviophile Social Media Account
Here we go. Alasanku untuk membaca versi novelnya emang nggak salah. In fact, aku merasa sangat puas dengan novel part 2-nya ini. Dibanding dengan novel part 1, saya lebih senang dengan part 2 ini. Mungkin karena di novel ini semuanya mulai merekah. Pada saat saya membaca novel pertama, saya berpikir di dalam buku beratus-ratus halaman ini, konflik selain pergelakkan Hwon yang mulai yakin jika Wol adalah Yeon Woo apa lagi ? Kenyataannya, di novel pertama, tidak ada konflik selain kejar-kejaran antara penemuan kasus kematian Wol yg nggak membuahkan hasil banyak (maksudnya masih on going), dan firasat Hwon tentang Wol. Itu-itu saja yang dibahas jadi saya membacanya agak jenuh. Membaca novel yang ke dua sebenarnya saya lakukan karena saya penasaran, sebenarnya apa di novel selanjutnya segalanya akan dikisahkan ? Seperti campur tangan putri kerajaan dalam sihir hitam yang digunakan untuk membunuh Yeon Woo yang menjadi permaisuri Hwon pada saat itu. Karena saya sudah menonton dramanya terlebih dahulu, karena itu saya penasaran kapan sih permasalahan-permasalahan yang pelik ini dimulai ? Sementaraa di buku sebelumnya saya tidak menemukan apapun terkait klimaks dari cerita yang dimaksud. Di novel ini akhirnya saya menemukan semua jawabannya. Sebenarnya agak kecewa karena saya berharap, permaisuri Yoon (yang menggantikan Yeon Woo 8 tahun lalu) punya peran penting seperti yang ada di drama. Namun sayangnya saya tidak menemukaann peran-peran penting di dalamnya. Hanya beberapa kisah kecil yang diceritakan oleh penulis untuk mengisahkan kegamangan hati yang dimiliki oleh permaisuri terhadap konflik yang terjadi di dalam istana. Sampai kisah itu menyatakan jika permaisuri menyerah dan bunuh diri. Intinya sih, keberadaan permaisuri ini menurut saya lebih penting dibandingkan kisah Yeom (kakak Yeon Woo) atau Jae Woon (yugyeom Raja). Bagaimanapun, permaisuri adalah orang yang juga tahu kematian Yeon Woo. Selain itu, saya juga awalnya berharap kalau Seol di sini nggak meninggal. Inisih lebih ke alasan pribadi. Hidupnya udah susah, eh meninggal. Sedih banget kisah hidupnya huhu. Heem 4 bintang. Abisnya emang ini klimaks dari cerita sebelumnya sih. Dan kayaknya saya berniat untuk membaca kisah Sung Kyun Kwan scandalnya Eun Gwol-ssi ini hoho. Kayaknya menarik :D
Ada part yang saya suka sekali, ada juga yang 'huh? hmm.. oh okay'. Jadi saya pikir tiga bintang cukuplah ya...
Sebetulnya saya senang membaca novel ini, juga volume yang satunya (atau mungkin saya harus bilang sangat suka dengan volume sebelumnya). Banyak scene yang berbeda dengan dramanya, banyak sekali. Ada juga tokoh-tokoh yang muncul dalam novel, tapi tidak muncul dalam drama. Saya senang bisa menemukan banyak sekali tentang Woon yang tidak bisa ditemukan dalam drama. He's such a cool guy in the novel.
Well, saya sangat menikmati peran yang dibawakan Han Ga In dan Kim Soo Hyun sebagai pemeran utama dalam dramanya. Karakater yang mereka bawakan terasa pas dan tidak berlebihan. Entah kenapa dalam novel, karakter tokoh utama justru terasa sedikit berlebihan. Saya agak kecewa sih sebenarnya. Karena yang saya tangkap ketika menonton, Sang Raja tidak selemah kesan yang saya tangkap dari novelnya. Tapi sebaliknya, adegan tewasnya Seol dan juga Yang Myung yang dalam dramanya terasa sangat berlebihan dan mudah ditebak (saya belum membaca novelnya kala itu),dari novelnya saya justru mendapat kesan sedih.
Ya, mungkin kesan yang didapat orang entah itu membaca atau menonton cerita ini akan berbeda-beda. Saya sih cukup terhibur. Maka jika Anda senang membaca atau ingin tahu bagaimana sih kehidupan orang-orang Kerajaan di Korea, bacalah buku ini. Setahu saya, meski Raja Hwon hanya tokoh fiktif yang juga berarti cerita kerajaan ini juga fiktif, tapi budaya Korea yang kuat dalam cerita ini tetap berdasarkan fakta sejarah. Atau mungkin jika Anda penyuka cerita romance, novel ini layak dicoba dan rasakan sensasi romance yang berbeda yang dilatarbelakangi sejarah kerajaan Korea. ^^
di buku ke2, kesalahan EyD tidak sebanyak yang ada di buku pertama. kemudian, tata bahasanya (mungkin) sudah agak terbiasa walau tetap terasa sedikit kaku. jadi lebih enak aja bacanya. dan membaca buku ke2 ini lebih menegangkan dari buku pertama.
saya suka novel ini banyak mengugkapkan perasaan dari tokoh-tokoh di sekitar tokoh utamanya. entah kenapa, saya paling ingin memeluk pangeran Yang Myung dibanding tokoh lainnya, padahal saya nggak nge-fans sama pemain di dramanya (Jung Il Wook) loh, masih cakepan yang jadi Heo Yeom (nggak tahu nama). wakakaka...
pangeran Yang Myung ini tokoh paling nggak beruntung di cerita ini. #hikz walaupun sangat disayang oleh raja Se jong, ayahnya, dia nggak bisa dapet kasih sayang berlimpah karena ketakutan ayahnya pada pandangan para menteri dan orang-orang istana yang menganggap pangeran Yang Myung sebagai saingan kuat Hwon. :( dia nggak pernah hidup senang, jarang ketemu ibunya, selir Park. teman-temannya setia pada adiknya, orang yang dicintai mencintai adiknya. uuugh... sedih banget. :(
di buku ini kepuitisan bahasanya nggak berasa sekental di buku pertama. di tengah-tengah pembacaan, otak saya seolah-olah terbuka. saya mengingat semuanya. saya ingat endingnyaaa! *senang, tapi nyesal juga karena jadi nggak seseru pas belum ingat* :D
nah, endingnya lumayan bikin mata saya basah. :p lebih berasa tragisnya di buku sih. hehe...
Setelah identitas si cenayang Wol terungkap, mulailah semua benang ditarik dari pihak raja Hwon dan lawan politiknya, jadi buku kedua lebih bernuansa politis ya *halah* sempet pusing lagi dengan istilah-istilah pemerintahannya sama lokasi-lokasi dalam istana yang pake bahasa korea (yaiyalah ceritanya di korea) - berharap sih ada glosarium istilah di belakang, jadi kalo lupa tinggal buka glosarium :D
dan awalnya sih ngira cenayang-cenayang itu cuma istilah aja, tapi enggak boo, ternyata ada ilmu hitam beneran soalnya terungkap ada pemakaian ilmu hitam untuk membunuh permaisuri pertama Hwon, Yeon Woo dan pelakunya ya ampuun, ga jauh-jauh juga, padahal gw ngirain dari keluarga Yoon, ternyata bukan cinta oh cintaaaa *clue banget inih*
endingnya ternyata hepi kok, siapa bilang sediih?? heh? heh? *ditendang* tapi ya ada peristiwa sedihnya lah - kasian pangeran pertama :((
secara keseluruhan gw lebih suka buku pertama, tapi buku kedua membuka semua misteri, jadi tetep kudu dibaca kan? dan Jae Woon, aduuh perannya di buku kedua lebih banyak, tapi tetep kurang ah, barangkali di serial peran dia lebih banyak ya, soalnya kirain dia bakal jadi rivalnya Hwon, eh ternyata dalam hati sajah.. (iya sik, lawannya raja pula, fiuuh)
Asiiiiik. Akhirnya kelar juga. Masih nyesek pas baca di bagian Seol dan Yang Myung. Jadi kan kesannya kayak 'kenapa buat nyatuin Hwon dan Yeon Woo harus banyak nyawa yang dikorbanin'. Kalo yang mati yang jahat-jahat aja mah gapapa, tapi kalo yang baik-baik 'dimatiin' juga, bener-bener enggak tega. Huuu :""""
Buku kedua ini menurutku sangat melengkapi apa yang enggak dijelasin di buku pertamanya. Walaupun tebel 'gewla', tapi aku bener-bener puas ngebacanya. Sama kayak aku pas nonton dramanya.
Aku suka juga sama banyak tokoh di sini. Selain tokoh utamanya, tentu banyak tokoh pendukung lainnya yang aku suka kayak Woon (agak nyesek ya perasaannya dibiarin begitu aja), Seol (yang berkorban demi Yeom, ya ini Jae Woon atau Yang Myung versi ceweknya deh), Yang Myung (of course ya, dia nomer 1), Kasim Cha (wohooo, aku banyak ngeliat foto behind the scene dramanya, dan Kasim Hyung -nama di dramanya- terlihat 'gawl' dan 'kece gewla'). Masih banyak lagi deh pokoknya.
Dan membaca bukunya, aku jadi kasian sendiri sama Bo Kyung. Ya begitulah.
Akhirnya, ya udah begitu deh, pasti aku kasih 5 bintang buat buku dan dramanya juga :))
tamat. beberapa hal yang dulu tidak begitu jelas saat menonton kdrama-nya jadi gamblang setelah baca novelnya.
secara alur, aku lebih suka kdramanya. beberapa detail kejadian di novel diatur ulang untuk versi dramanya, sehingga lebih bikin deg-degan dan kecanduan. beberapa kejadian juga dikurangi dan ditambahkan, seperti kejadian wol dibuang ke rumah sakit orang miskin yang tidak kutemui di novelnya. peran Kim Jae Woon, sang awan pelindung, di novel juga jauh lebih besar dan karakterisasinya lebih lengkap, sedangkan di drama, tampaknya pak sutradara lebih menyukai mengeksplorasi peran Pangeran Yang Myung sebagai Matahari kedua.
secara karakterisasi tokoh-tokohnya, novelnya jauh lebih detail dan indah. Ditambah lagi dengan penggunaan bahasanya yang bersayap dan mengandung arti-arti ganda, halus dan puitis, ditingkahi lirikan lembut yang mengandung seribu makna #jyaaahh pokoknya romantismenya bikin hati meleleh berkali-kali lah... ;)
Akhirnya khatam seri kedua yang artinya selesai membaca dwilogi ini. Tidak pernah menyangka ternyata novel kolosal asik juga.
The Moon that Emberaces the Sun adalah kisah cinta Raja dan Permaisuri negeri Jeoson. Di seri kedua ini, pencarian jati diri cenayang bernama Wol terus berlanjut. Raja semakin curiga dengan identitas Wol sebagai Cenayang Penyerap Bencana. Raja mengerahkan semua kekuatannya untuk membongkar rahasia di balik kematian Permaisuri Yeon Woo delapan tahun yang lalu.
Saya sangat menikmati membaca novel ini karena ceritanya sangat menarik, alurnya bikin penasaran dan terjemahan bahasa Indonesia yang menurut saya sangat jelas dan mudah dipahami. Cerita ini juga penuh pesan moral tentang persaudaraan, percintaan, kesetiaan kepada pemimpin, serta kasih sayang antara orangtua dan anak.
Tidak sabar ingin memulai nonton dramanya. *yah walaupun dramanya udah entah dari kapan airingnya* :D
Ketikajodoh memang telah ditentukan maka akan selalu ada jalan untuk mereka ditemukan meski banyak rintangan yang memisahkan.
Begitu jugalah kisah cinta Raja Lee Hwon dan Senayang Wol yang sebenarnya merupakan Permaisuri yang dahulu dinyatakan telah meninggal. Cerita ini dikemas dengan begitu apik antara intrik kerajaan, cinta, persahabatan dan rasa kepercayaan.
Menarik sekali untuk dibaca.. Namun sangat disarankan untuk membaca buku satu nya dulu biar nyambung atau nonton film nya dulu biar ngerti :)
buku ini bener2 bikin q nangis bombay... mengharukan sekaligus bikin deg-degan banget... >< yang pasti buku ini recom banget bagi pecinta cerita romantis ^^