Seorang pengajar filsafat dan teori psikologi kepribadian di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di beberapa media massa seperti Kompas dan Suara Pembaruan. Hasil karyanya yang telah dipublikasikan antara lain adalah Pecahan Jakarta (1999, kumpulan cerpen bersama Kristi Purwandari), Soeharto: Ramuan Kecerdasan dan Masa Lalu yang Liat (2000), Filsafat Timur (2001), Bermain-main Dengan Cinta (2002), Akademos (2003), Patogonos (2005).
Cinta selalu memberi inspirasi, sepertinya memang kisah cinta adalah kisahyang menarik untuk dikisahkan dan akan terus dituliskan orang baik dalambentuk lirik lagu, puisi, skenario film, cerpen dan novel.
Novel Akademos yang ditulis oleh Bagus Takwim ini adalah novel yangdilandasi oleh kisah percintaan seorang tokoh utamanya (Didit) dengansejumlah wanita yang dipacarinya selama ia berkuliah di UniversitasIndoensia (UI). Mungkin karena seluruh kisah cinta yang dialami Didilterjadi selama masa kuliahnya maka novel ini berjudul Akademos. Asal kataAkademos sendiri adalah dari seorang filsuf Yunani terkenal Plato padaabad ke 4 sebelum Masehi. Pada saat itu Plato, murid Socrates itumendirikan sekolah di suatu taman yang disebut 'Akademos' di salah satu sudut kota Athena.
Walau pada dasranya ini adalah novel percintaan namun di tangan BagusTakwim kisah cinta yang dituturkannya bukanlah kisah cinta yang biasa.Walau di beberapa bab terkesan sang tokoh begitu melankolisnya ketikacintanya harus kandas namun secara keseluruhan kisah cinta dalam novel inibisa dikatakan kisah cinta yang mencerdaskan pembacanya karena setiapDidit berpacaran dengan seorang wanita, masing-masing wanita itu memilikikepribadian dan hobi yang berlainan yang tentunya memperkaya Adit baikdari kepribadiannya maupun pengetahuannya menyangkut hobi tiap wanita yang dipacarinya.
Novel ini diawali dengan diterimanya Didit di Fak. Psikologi UI. Saatmenjalani masa-masa orientasi hatinya terpikat dengan kakak kelasnya yangbernama Andina. Setelah masa orientasi selesai Didit berpacaran denganAndin yang ternyata memiliki hobi membaca buku-buku sastra. Didit yangsebelumnya tidak menyukai sastra akhirnya ikut menyelami dunia sastra.Namun hubungan mereka harus putus ditengah jalan karena ternyata Andinsudah dijodohkan oleh orang tuanya. Lepas dari masa-masa sedih akibatputus dengan Andin, Didit bertemu dengan Rosa, melaluinya Diditdiperkenalkan dengan dunia glamour dan kontemporer hingga dunia masak yangditekuni Rosa dengan serius. Namun hubungan inipun harus kandas karenaperdedaan agama. Kemudian hadirlah Ranti dalam kehidupan Didit, kali iniRanti memperkenalkan Didit pada dunia pergerakan mahasiswa danpemikiran-pemikiran radikal dan filosofis dari para filsuf.
Yang membuat novel ini menarik adalah banyaknya materi-materi yang akanmemperkaya pembacanya, karena masing-masing kekasih Didit memilikikarakter dan hobi yang berlainan maka di novel ini pembaca akan disuguhimateri-materi menarik mulai dari dunia sastra, musik, masakan, hinggapemikiran-pemikiran para filsuf tentang perilaku manusia. Dalam novel inidituturkan juga bagaimana situasi dunia kampus menjelang dan pada saatterjadinya tragedi Mei 98, dituturkan dalam cara pandang mahasiswa sebagaipelaku utama reformasi pada masa itu membuat novel ini bisa digunakansebagai sumber alternatif peristiwa Mei 98 dari sudut pandang mahasiswadimana selama ini kita hanya membaca peristiwa ini dari sudut pandang media masa saja.
Novel ini juga diperkaya dengan [Box] / sisipan artikel yang berisimateri-materi yang sedang dibahas oleh para tokoh dalam novel ini. Secarakeseluruhan ada 11 sisipan dari 368 halaman novel yang menyajikan artikelmenarik mulai dari syair lagu dengan chord-nya, sejarah singkat fiksi,sejarah musik blues ,sejarah kopi, resep masakan, dll. Setiap box/sisipandikemas dengan grafis yang menarik sehingga memudahkan pembaca untukmembedakan mana yang sisipan dan mana yang bukan. Hanya sayang ketikabeberapa bab menuturkan mengenai peristiwa Mei 98 tak ada satu sisipan punyang menyajikan artikel mengenai peristiwa ini. Sisipan dari media berupa kronologis peristiwa Mei'98 mungkin akan membuat novel ini akan semakin 'kaya'.
Dari cara penyampaiannya novel ini boleh dibilang menarik, pilihan katanyaindah dan puitis. Yang mungkin agak mengganggu dalam cara bertutur novelini adalah terdapatnya pergantian penutur dalam novel ini, kadang tokohDidit bertutur dengan "aku" namun dalam beberapa bab lainnya Didit menjadiorang ketiga dalam novel ini. Bagi pembaca yang melek sastra ini bisadianggap sebagai inovasi dalam bertutur namun bagi mereka yang awammungkin hal ini agak mengganggu dalam proses membacanya. Namun terlepas dari semua itu novel ini adalah novel yang memperkaya pembacanya. Bagi mereka yang menyukai sastra, musik, dan psikologi novel ini layak untukdiapresiasi.
Membaca buku ini serasa membaca diary masa kuliah. Ya lebay begitu, ya sok jagoan, ya cerita jatuh cinta, cerita kekompakan, semua nongol di sini. Dituliskan dengan gaya membaca catatan harian dengan tokoh-tokoh sekitar yang dia baca, seperti karya Pramoedya, Gunawan Moehammad, Satre, Simone Le beauvoir, Freud bahkan Albert Camus, dengan penjelasan-penjelasan singkat berupa potongan-potongan essaynya. Potongan diary ini yang membuat kau bisa termehek-mehek kalau kamu orangnya mudah terlena, atau merengut bosan kalau kamu orang yang butuh penjelasan langsung. Settingnya mirip sekali dengan masa kuliah saya. Sama-sama di kampus beringin, sama-sama jatuh cinta, sama-sama bandel, dan mengalami masa menurunkan Suharto, nginep di gedung MPR.
akademos adalah taman kecil di sudut Athena, situs pendidikan tinggi yang didirikan oleh Plato. namun akademos yang dimaksud disini adalah perguruan tinggi formal yang bernama UI. novel ini bermula pada kehidupan didit selama menjalani masa kuliahnya, yang merupakan masa pencarian jati diri seorang manusia yang belum matang.
novel ini dipenuhi pertanyaan klise, apa itu cinta? hidup itu apa sih? untuk apa? tetapi akhirnya tidak terjawab, hanya menjabarkan dan menjadi perangsang agar kita memikir ulang. berbagai sudut pandang sudah disediakan, benarkah seperti itu? oh, saya setuju dengan kalimat ini, tetapi akhirnya diputar lagi dengan kalimat buntung. tipikal filsafat, ia tidak memberikan contoh dan definisi pasti dari semua yang ada di dalamnya.
saya melihat didit sebagai manusia pasif yang tidak berperan banyak dalam cerita. perempuan pendampingnya lah yang justru menjadi inti dari cerita. berganti pasangan, hidup didit ikut berubah. dengan banyak karakter itu sudut pandang juga ikut berbeda. berbagai definisi dan pengertian diubah menjadi sebuah percakapan dan tulisan-tulisan dari berbagai karakter.
masa muda berkaitan dengan cinta dan seakan tidak pernah lepas darinya. hal ini justru membosankan buat saya, begitu cepat si tokoh utama ini berganti pasangan. jatuh, bangun, jatuh, bangun, seakan hanya sebuah pengulangan dari kejadian sebelumnya. bahwa cinta adalah candu dan dia tak bisa hidup tanpanya, manusia menjadi lemah dan tidak stabil karenanya. apakah manusia memang seperti itu? entahlah. saat-saat terakhir, saya bahkan hampir lupa ketika nama mereka disebut lagi. siapa dia? oh cewek ketiganya tokoh utama... seperti itu. saya kembali melihat sinopsis di cover belakang, novel ini mengulas maksud pertemuan adam dan hawa, dan memang isinya sebagian besar membicarakan cinta.
yang menarik dan membuat saya tak berhenti membacanya adalah cerita ranti, perempuan terakhir dalam novel ini. perempuan penuh pemikiran, tegar, matang, sekaligus rapuh. dialah klimaks ada pada cerita ini. berbagai peristiwa besar dalam hidup didit ada di dalamnya. kehidupan long distance relationship tidak membuat didit berhenti berkomunikasi dengan ratih. dalam surat mereka pula bagus takwin menyisipkan berbagai pemikiran. membicarakan kembali cinta dan kerinduan, membahas musik, sastra, ataupun pergerakan mahasiswa masa orde baru yang membuat saya merinding.
novel ini disisipi oleh berbagai boks, tambahan tulisan sarat makna yang menambah pengetahuan pembacanya. saya ikut hanyut saat membacanya, dalam kata-kata dan analoginya yang romantis. pada akhirnya, manusia dinamis dan selalu berubah. jangan terpaku mendefinisikan hidup jika belum menjalani hidup sampai ujungnya, begitu kata ranti. mengingatkan saya pada perkataan ayah saya,"kamu jangan sulit-sulit mencari arti hidup, sudah jalani saja.."
buku yang keren, unik, sarat informasi dan nostalgik. Sangat mengingatkan akan kenangan semasa kuliah. SAya suka sekali dengan cara Aten membagi novel ini ke dalam 3 bagian besar, masa di awal perkuliahan yang "ngocol" dan "cupu", masa di pertengahan kuliahan yang mulai nyaman dan hedon, lalu masa menjelang kelulusan yang sarat dengan renungan (apalagi si Didit kuliahnya lama juga ya? hehehe). Sangat membumi, rasanya semua anak kuliahan tahun 90an awal/tengah pernah mengalami hal-hal yang dialami Didit.Mulai dari idealisme yang sedang panas2nya bergolak, terlibat sebagai komponen angkatan reformasi, pencarian jati diri sebagai pribadi dewasa, hingga pencarian belahan jiwa.
setelah selesai baca buku ini, tiba-tiba saja jadi inget Dunia Sophie-nya Jostein Gaarder. jadi, buku ini semacam tumpukan info yang dijalin jadi satu dalam sebuah cerita, yang tentu saja kadangkala mengganggu kenyamanan membaca.
buku ini bercerita tentang Didit, seorang mahasiswa biasa yang kuliah di Psikologi UI. dimulai dari pertama kali dia dinyatakan lulus UMPTN sampe dia lulus 8 tahun kemudian, buku ini bercerita seluk beluk dunia kampus dan sisi-sisi kehidupan mahasiswa yang ternyata sangat tipikal. karena itu ketika sedang membaca buku ini kadangkala aku seperti sedang membaca diriku sendiri yang sedang diceritakan oleh orang lain...
Awalnya berharap buku ini memberikan pencerahan ide buat saya. Memberi gambaran petualangan masa-masa perkuliahan dengan imajinatif dan menggebrak. Sayangnya, saya tidak menemukannya sampai halaman akhir.
Ceritanya bergerak dari pertualangan satu cinta ke cinta lain. Memang ada sedikit pergolakan pemikiran di belakang, tapi terasa sekadar tempelan. Penggambaran situasi Mei 1998 tak utuh. Setengah-setengah. Pergolakan pemikiran lewat surat-surat pun jadi tak terasa hebat. Hanya show off referensi. Untungnya, ada berepa box yang menjadi sampiran dan lumayan memberi pengetahuan baru bagi mereka yang haus ilmu. Tapi, bagi yang fokus pada jalan cerita, ini tentu terasa mengganggu.
Buku ini menceritakan tokoh Didit selama perkuliahannya di Psikologi UI. Cerita kedekatan Didit dengan sejumlah perempuan terasa dominan disini ada Dita Andin Rosa Dan Ranti. Momen momen bersejarah selama Didit kuliah juga tak lupa turut direkam, penembakan mahasiswa dan kejatuhan orde baru. Yang saya suka dari buku ini malah esai esainya, yang lebih menarik perhatian dari kisah Didit sendiri. Misalnya asal muasal kopi, resensi buku biografi Virginia Woolf , sampai sejarah singkat fiksi inggris. Alur cerita utamanya justru lambat agak membosankan, serasa mendengar curhatan. Rating : 3 bintang
saya menyerah. udah hampir satu bulan nyewa buku ini di rental langganan, tapi ga tamat-tamat juga. entah harus menyebutnya apa, mau dibilang fiksi tapi setengahnya ada esai dan artikel, alurnya terlalu datar malah cenderung monoton, membuat saya tak ada gairah untuk melanjutkan membaca. mau dibilang non-fiksi, tapi ada tokoh dan konfliknya. mungkin saya harus mencari bacaan sastra lain yang lebih mudah dicerna pelan-pelan dan ada footnote-nya :|
Gue suka banget buku ini, walaupun keliatannya banyak yang gak kenal nih buku.. Kemasannya yang paling bikin keren, ada artikel2, ada resep2, ada teks lagu, unik banget. Dari buku ini gue tau tentang sejarah kopi dan tentang baklava.. Ceritanya sendiri, seinget gue gak terlalu gigit, tapi menggambarkan kehidupan perkuliahan banget.. worth reading lah pokonya!
Akademos.., sepengetahuan saya adalah nama sebuah taman kecil dalam Fakultas Psikologi UI. Sebagai seorang penulis, Bagus Takwin dengan indah menceritakan tempat almamaternya berada, kisah-kisah hidup seputar kampus, dan berbagai masalah kompleks yang berada di dalamnya. Saya suka buku ini. Jujur, dan very down to earth!
ceritanya agak datar, tapi mungkin ini masuknya ke novel otobiografi fiksi, bukan novel2 pada umumnya yg ada lot, klimaks, dll. tapi novel ini ada usaha untuk jadi unik, banyak sekali info2 yang ngga ada di novel lain pada umumnya, seperti resep masakan, dan sejarah yang ditulis terpisah dari cerita. over all...good book..banyak ilmunya...
akademos, bercerita tentang kehidupan seorang tokoh. yang jatuh cinta kepada rianti, buku ini sekali lagi saya bilang "gado-gado". mulai dari kisah cinta, politik, akademis, sampai resep membuat baklava -sejenis makanan rusia- dibahas disini. alurnya menurut saya membingungkan, loncat-loncat dari satu waktu ke waktu yang lain.
Bercerita tentang kehidupan seorang akademos dengan berbagai macam konflik didalamnya. Kamu akan menemukan potongan2 surat, berita, cerita sejarah dan puisi2 juga..
Berlatar belakang dunia psikologi dan filsafat, sangat sesuai dengan background sang penulis..
Menarik juga ngebaca karya mas Bagus yang satu ini. Apalagi setting ceritanya saat masa-masa reformasi dan tokoh utamanya anak Psiko UI. Nice to read, walau di tengah-tengah ngerasa agak antiklimaks..
lumayan sih .. meski ada beberapa bagian yang agak membosankan (buat gue) jadi gue lewatin. Tapi gue bisa merasakan apa yang dirasakan Didit. Buktinya gue sempet agak terharu. Gosipnya sih itu true story. Bener nggak seeh??
Rasana datar, seperti memoir semi-fiksi yang hanya berisi curhatan layaknya sebuah jurnal. Memang tampaknya disusun demikian, tanpa plot yang kuat ataupun pembangunan suspense. Tidak ada nyawa dalam karakter-karakternya, tapi cukup menggambarkan secara gamblang kehidupan anak kuliahan.
Seperti apa yang selalu manusia tanyakan dalam hidupnya tentang cinta, waktu, makna hidup serta Tuhan.
Cinta. Yang bahagia, sedih, hilang, milik, ego, bagi, saling, menyatu dipadu dalam bundelan rasa tidak kasat. Waktu. Suatu yang kita akrabi, tempat berkubang selama hidup, seperti sungai yang tak akan pernah bisa diceburi dua kali dalam keadaan yang sama. Makna Hidup. Siapakah paham bagaimna hidup seharusnya dimengerti; suatu yang tak-terdefinisi namun kebanyakan manusia begitu sombong membuat penyederhanaan dengan mengkonseptualisasi dan berteori. Tuhan. Barangkali Dia lah sumber rahasia, sumber segala-sesuatunya dalam pertanyaan hidup yang tidak pernah kita mengerti. Mungkin benar, untuk memahami sesuatu, kita musti mengalami dan mempelajarinya secara menyeluruh. jika masih hidup saat ini, maka tetaplah jalani dengan ribu tanya hingga mati nanti, hanya dengan mati kita dapat melihat hidup seutuhnya. begitulah kiranya nanti terjawab apa tanya kita.
Tentang perjalanan cinta Didit, yang di tinggal Dita karena perpindahan ayahnya sebagai duta; ditinggal Andin lantar beda agama, dan surat-surat selip cinta Ranti yang tidak mau dipasti. Semuanya dikemas untuk membuat pembaca bertanya dan pahami hidup untuk selalu bertanya.