Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan

Rate this book
Dokter bilang, hidupmu paling lama dua tahun lagi kalau situasimu masih sama: morbidly obese. Kamu terhenyak, kemudian bertanya-tanya sendiri apakah hidupmu selama ini layak dipertahankan. Kamu terlalu letih. Kamu sudah nyaris putus asa ketika sesuatu meletik. Bagaimana jika itu mungkin dan kamu bisa menjalani hidup sebagaimana orang lain: jalan ke penatu, nongkrong di kafe seusai nonton film, dan menjalin pertemanan?

Program realitas XXXL membukakan kesempatan. Pacarmu, yang selama ini hadir untukmu, tidak setuju. Ia tidak mau dirimu dijadikan bahan drama dan olok-olok seluruh negeri. Ia mengancam, mundur dari acara itu atau hubungan kalian putus.

Apa yang akan kamu pilih?

***

“Novel ini tidak hanya unggul dalam segi orisinalitas, tetapi juga kemampuannya melakukan eksplorasi atas bentuk dan penggarapan tema. Efisiensi dibangun dari kemampuan menghindari kesia-siaan dalam naskah secara keseluruhan.”

Dewan Juri Sayembara Novel
Dewan Kesenian Jakarta 2021

164 pages, Paperback

Published May 31, 2023

3 people are currently reading
109 people want to read

About the author

Amalia Yunus

2 books11 followers
Amalia Yunus lahir di Bangil, Pasuruan, dan saat ini tinggal di Bratislava, Slovakia. Ia meraih juara II Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2021 untuk naskahnya yang berjudul "Berat", yang kemudian diterbitkan dengan judul "Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan". Novel lain yang pernah ditulisnya adalah "Tutur Dedes: Doa dan Kutukan". Naskah dongeng berlatar sejarah Nusantara ini memperoleh penghargaan Pilihan Dewan Juri pada ajang Kelompok Penerbit Renjana Indonesia (patjarmerah) Mencari Naskah (2020).

Amalia Yunus menamatkan studi di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Intercultural Communication and European Studies di University of Applied Sciences Fulda di Jerman. Semasa kuliah ia bekerja lepas sebagai penerjemah, penyunting, dan penyelaras aksara. Ia juga pernah berdinas di Kementerian Luar Negeri RI. Saat ini ia menulis di sela-sela pekerjaan penuh waktu dan hobi-hobi lainnya.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
30 (23%)
4 stars
60 (46%)
3 stars
36 (27%)
2 stars
4 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 48 reviews
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,037 reviews1,963 followers
September 3, 2023
Butuh rekomendasi bacaan sekali rebahan/duduk? Coba deh baca novela ini.

Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan adalah novel cerdas, unik, nan ciamik yang langsung bisa ku selesaikan dalam beberapa jam saja.

Disajikan dengan menggunakan sudut pandang orang kedua, dari awal hingga akhir, pembaca nggak akan dikasih tau siapa nama tokoh utamanya.

Seperti judul novelanya, si tokoh utama ini mengidap obesitas yang membuat mobilitasnya jadi terbatas. Bahkan kuliahnya saja harus terhenti karena kesulitan dalam beraktivitas.

Namun, apakah di sini mbak Amalia Yunus selaku penulis mencoba menceramahi kita agar punya badan yang bugar? Tidak. Penulisnya malah meng-highlight isu-isu sosial yang seringkali ditemui oleh warga kota besar.

Misalnya saja, tentang keberadaan fasilitas umum yang layak untuk semua orang. Jangankan berbicara tentang kawan difabel. Untuk memliki trotoar yang tidak dikorupsi tukang tambal ban, pedagang kaki lama, dan parkir motor liar, rasanya sulit sekali. Belum lagi halte yang terang dan aman dari preman.

Nggak cuma perkara itu saja, penulis juga nyenggol perihal relasi manusia. Paling mudah ditandai ialah soal pacaran sehat.

Ada beberapa adegan yang memperlihatkan bagaimana si pacar nggak setuju & merasa kalau si tokoh utama nggak perlu ikutan "reality show" untuk nurunin berat badan. Di satu sisi, si tokoh utama merasa "nothing to lose." Kalaupun masuk televisi dan jadi terkenal, itu hal lain yang dia nggak pikirkan saat itu (bagaimana jika dieksplotasi oleh stasiun tv? bagaimana kalau dirundung di media sosial?).

Meski ada banyak hal menarik dalam novela ini, namun nggak terasa padat dan melelahkan. Buatku, membacanya terasa "seru."

Keunikan lain yang kudapati ialah bagaimana setiap judul bab merupakan tahapan untuk menurunkan berat badan. Kok bisa ya penulis punya pikiran semacam itu 😱 (kagum)

Anyway, nggak perlu banyak mikir deh kalau baca novela ini. Saking enaknya cara penulisnya nyusun cerita, aku juga kaget loh kok udah selesai?? 😭

Bukunya sudah bisa didapatkan di toko buku alternatif seperti POST, B(l)OOKS, dan Kedai Patjarmerah ya! ✨
Profile Image for Tefi.
79 reviews7 followers
June 7, 2024
aku suka cara penulis menggunakan sudut pandang kedua (kamu) dalam menarasikan cerita di buku ini. aku sebelumnya juga pernah baca karya fiksi dengan sudut pandang kedua (buku panduan matematika terapan dari triskaidekaman) tapi gaada yang se-pas ini. sooo kudos untuk Amalia Yunus for the amazing choice of sudut pandang dalam bernarasi! ✨

jirr, dari penuturan narasi menggunakan sudut pandang kedua kan jadi makin ngena yak ke pembaca, karena kan di bukunya constantly dibilang "kamu🫵🏻". feelnya mirip kayak pas baca fanfiction pake y/n 😆 aku jadi lebih berempati sama karakter "kamu" ini sihh (yang ga pernah disebut namanya di buku—oh iya ngomong-ngomong di buku ini gaada satu tokoh pun yang disebut namanya loh, selalu pake kata ganti berupa profesi, peran, atau deskripsi singkat, and that's cool!) apalagi aku juga struggling with weight loss T___T (ga sampe separah si tokoh utama ya, BMI-ku angka depannya masih 2 kok 🙂)

aku suka tujuh bab yang disusun secara runut di buku ini! formula ketujuh bab buku ini benar-benar formula menurunkan berat badan dari sumber manapun! here are the chapters:

satu:
☑️ akui bahwa kamu punya masalah besar
dua:
☑️ temukan bantuan yang sesuai
tiga:
☑️ formulasikan target jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek
empat:
☑️ ubah gaya hidup dan kebiasaan makanmu
lima:
☑️ jaga motivasimu
enam:
☑️ pilih lingkunganmu
tujuh:
☑️ optimistis

orang yang gatau ni buku tentang apa kalau baca daftar isinya doang pasti mikir ini beneran buku kiat-kiat penurunan berat badan kan?? honestly, that's so genius of her 🤩

di akhir tiap chapter, setelah penulis memaparkan perjuangan tokoh utama di tiap babnya, narator akan ngomong satu dua paragraf yang contohnya seperti ini aku kutip aja dari akhir bab 1:
...sebagaimana semua masalah dalam hidup, langkah pertama menuju penyelesaian dan perubahan ke arah yang lebih baik adalah dengan menyadari bahwa kita punya masalah. Dan kamu sudah berada di titik itu!
Dengan ini kita bisa memberimu centang pada langkah pertama dari sederet langkah
Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan.

kan seru yak?? perasaan tiap menyelesaikan satu bab buku ini adalah kayak lagi main game terus berhasil menyelesaikan satu misi dan dapat reward berupa centang langkah-langkah tiap bab 🫣 terlebih lagi karena naratornya pakai term "kamu" 🙈

dari segi ceritanya, aku ngerasa penulis memang udah research dengan mendalam terkait program penurunan berat badan (atau mungkin penulis pernah mengalaminya sendiri). soalnya segi proses penurunan berat badan yang ditulis di buku ini (meliputi emosi dan struggles yang menyertai proses dan rasa senang akibat keberhasilan mencapai target) terasa sangat natural dan tidak terlalu dilebih-lebihkan.

sebenernya di sini konflik ceritanya ga yang kayak gimana-gimana banget, yaa perjalanan menurunkan berat badan aja. tapi ada konflik yang cukup peliknya juga kok.


SPOILER ALERT 🚨🚨🚨

dari awal aku memang udah smell something fishy dari pacar si tokoh utama terutama sejak dia menolak keras-keras ide tokoh utama untuk ikut program XXXL!! sayangnya perilaku menghalang-halangi pacar untuk berubah jadi lebih baik karena takut kesaingan itu juga serin terjadi di dunia nyata ☹️☹️ kudos buat penulis karena sudah membuat tokoh utama mengambil keputusan yang tepat walau tokoh utama harus melewati proses berduka yang tak mudah.


udah ga spoiler lagi:


the only ick i get cuma tiba-tiba si penulis bawa-bawa covid-19 di bab terakhir sih wkwk (mungkin i get the ick karena aku baca di tahun di mana pandemi udah lewat dan kehidupan udah balik ke semula lagi, jadi kayak "ih ngapain tiba-tiba mention pandemi?) anyways, hi, tokoh utama, aku datang dari masa depan dan aku bisa jamin hidupmu akan kembali normal di tahun 2024 🫵🏻🤖


oh iya aku rada kaget di lembar ucapan terima kasih tiba-tiba ada a Raden Mandasia mention!! 🫣 memang a good book terinspirasi dari another good book 😁👍🏻 oiya unik juga ya si penulis mention bahwa buku ini terinspirasi dari Extremné Premeny yang merupakan reality show plus size dari Slovakia. kukira ini terinspirasinya dari My 600-lb Life-nya TLC, karena pikiranku pas baca tentang reality show plus size di buku ini langsung kepikirannya ke My 600-lb Life.

overall, buku ini adalah buku yang bagus, antimainstream, unik (terlebih dari sudut pandang narator dan ide ceritanya), dan merupakan bacaan ringan yang sangat enjoyable. i had a good read, i read it in three sittings (baca jam 18 selesai jam 23 kurang saking invested ke ceritanya). kudos to Amalia Yunus!! 🥂 memang benar buku terbitan baNANA selalu bagus 😁😁
Profile Image for Teguh.
Author 10 books335 followers
October 11, 2023
Aku menyukai konsep cerita, tema, dan keringkasan novel ini.
Namun, entah bagaimana rasanya saya merasa sudut pandang dalam novel ini perlu dikritisi sebab masih sangat "machoisme" dan struktur tokoh perempuan dalam novel ini masih dibangun dengan cara pandang laki-laki.

Ulasan lengkap saya ada di Jawa Pos:
https://www.jawapos.com/minggu/011067...

<b>Jawa Pos, 17 Juni 2023</b>
Profile Image for Sintia Astarina.
Author 5 books359 followers
June 18, 2023
Apa jadinya kalau dokter memvonis hidupmu paling lama dua tahun akibat obesitas yang kamu alami?

a. menjalani operasi bariatrik (pembedahan untuk menurunkan berat badan —tapi belum tentu berhasil)
b. ikut reality show XXXL yang didukung penuh para ahli (badanmu bisa lebih ideal & kamu berkesempatan dapat 1M —tapi privasimu nggak ada lagi)

***

Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan? karya Amalia Yunus adalah novel yang unik sehingga mampu menghadirkan pengalaman baca mengesankan. Gaya penulisannya mengalir, observasinya pun cermat dan detail.

Lewat tokoh “kamu”, pembaca diajak berperan sebagai seseorang yang benar-benar bersusah payah menurunkan berat badan puluhan kilogram.

Ya, singkat cerita, “kamu” memilih untuk ikut reality show. Sayang … pacarmu —support system utama kamu— nggak setuju. Yakin mau mengumbar hidupmu jadi bahan drama dan ditonton banyak orang? Yakin ingin mengundang semakin banyak perundungan? Yakin nggak mau mempertahankan hubungan kalian setelah pacarmu mengancam putus?

Buku ini serupa buku panduan, tapi dimodifikasi dalam bentuk novel dengan sudut pandang kedua. Tipsnya bisa diaplikasikan bila diperlukan. Tapi aku merasa, tema-tema soal standar kecantikan, kesehatan fisik dan mental anak muda, pentingnya support system yang real, serta penerimaan diri, justru jadi jantung utama buku ini.

Karena novel ini, aku diiingatkan kembali bahwa setiap perempuan punya otoritas akan tubuhnya sendiri, termasuk dalam hal mengubah diri. Ada kebebasan untuk membuat keputusan akan persoalan personal, serta bertanggung jawab atas baik-buruk konsekuensi yang diterima.

Akhir buku ini cukup melegakan bagiku. Penulis tampaknya berhasil membuat satu orang (lagi) percaya, bahwa meski stigma soal standar kecantikan sejak dulu ada, jangan mudah hanyut teperdaya karenanya.
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books98 followers
July 27, 2023
Bagaimana Cara Menulis Novel Sebagus Ini
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
July 20, 2025
Tokoh utama dalam novel ini adalah "kamu". Dia mengalami obesitas yang hampir saja merengut nyawanya. Dokter memberikan vonis umurnya tidak lama lagi jika dia tidak melakukan perubahan. Dibandingkan operasi seperti saran dokter, dia memutuskan untuk mengikuti sebuah program variety show berjudul XXXL. Program ini diikuti oleh para peserta obesitas, yang harus menurunkan berat badannya dalam jangka waktu setahun.

Kekasih "kamu" tidak setuju dengan pilihan mengikuti program XXXL ini. Dia khawatir "kamu" akan mengalami bullying di media sosial, juga dipertontonkan ke khalayak luas. Namun dengan tekad yang kuat "kamu" memilih untuk mengikuti programnya.

Novel ini menarik, karena menggunakan tokoh "kamu". Pembaca mau tak mau diajak menyelami perjalanan panjang dalam menurunkan berat badan. Pengalaman yang unik karena penulis seakan-akan berbicara langsung dengan pembaca. Tapi penulis tidak menghakimi. Dia memahami kesulitan-kesulitan yang dialami oleh "kamu", mulai dari keterkungkungannya dari dunia luar, faktor genetik, sampai support system yang justru bisa mematahkan semangat.

Novel ini bisa dibaca dalam sekali duduk. Setiap bab-nya diberi judul seakan menjadi panduan menurunkan berat badan. Sekali lagi, unik.
Profile Image for Tirani Membaca.
126 reviews1 follower
October 20, 2023
Novel ringan yang unik cara penulisannya. Rasanya kayak lagi diajak ngobrol sama Mbak Amalia 😆

Buat yang butuh bacaan ringan tapi kritis, boleh banget baca novel ini. Tulisan Mbak Amalia emang gak pernah mengecewakan!
Profile Image for Rahman.
163 reviews22 followers
December 6, 2023
Aku agak terganggu dengan salah satu review yang mengatakan bahwa novel ini "sangat machoisme" dan struktur tokoh perempuan dalam novel ini masih dibangun oleh cara pandang laki-laki. Bagiku perempuan dalam novel ini SAMA SEKALI TIDAK DIBANGUN DARI CARA PANDANG LAKI-LAKI. Sepanjang pembacaanku, tak ada komentar atau pandangan tokoh yang patriarkis atau misoginis atau menggelikan-mengerikan yang mudah sekali ditemukan dalam novel-novel penulis laki-laki.

Sudah, sudah. Sekarang balik ke novelnya. Aku suka, suka, suka gaya penulisan, konten yang dipakai, dialog tanpa tanda petik, dan tentu saja: tokoh kau! Yang tak kusuka cuma satu: novel(a) ini terasa sangat singkat. Aku akan sangat senang sekali jika novel ini lebih panjang (padahal aku sama sekali tak suka novel panjang)

Salah satu buku favorit yang kubaca tahun ini!
Profile Image for kemmm.
35 reviews2 followers
July 24, 2024
Bagaimana Cara Menulis Ulasan Singkat yang Baik dan Kurang Menarik

Mula-mula, siapkan beberapa jenis emosi yang perlu kau angkut selama nanti kau menulis. Sebab, dalam beberapa titik, kesadaran itu diperlukan dalam rangka menjadikan tulisanmu terasa 'hidup' dan menyentuh beberapa pembaca yang belum kunjung menemukan apa yg ingin diutarakan.

Lalu, siapkan pujian. Ini penting. Segala hal baik perlu dipajang di muka. Tidak ada pembaca yang ingin membaca ulasanmu kecuali jika kau membuat suatu pernyataan yang disepakati. Dan tidak ada yang tidak menyepakati suatu pujian.

Tuliskan saja, misal, kau senang dengan beberapa sudut yg dibawa dengan betul-betul menarik. Dengan bagaimana mula-mula adalah premis (yg sangat kuat) perihal mati dalam keadaan bersih, lalu membayangkan ruwetnya kota dengan kejadian-kejadian yg berada di badanmu, lalu bayangan bahwa jika kau mati dalam keadaan 'morbidly obese' maka orang-orang yg kelak mengangkutmu harus memotongmu dalam beberapa bagian agar dapat digotong mayatnya. Ketiga bayangan, dalam tiap kali saya baca ulang, itu sudah lumayan bikin saya bergidik.

Pada tahap ketiga, dan ini terkadang membuat orang yang 'menyukai' karya yang akan kau ulas ini bisa kesal, adalah melemparkan pertanyaan retorika terhadap isi dari karya yang telah kau baca. Tidak apa untuk terlihat sok tahu dan biar dikata menantang 'status quo' yang telah dibuat-buat, sebab itu tidak penting. Hanya kau dan karya yang kau baca. Itu yang terpenting.

Dalam tahap ini, kita bisa mengawailnya dengan, entahlah, bilanng saja bahwa kau tidak tahu, apakah syarat naskah DKJ harus sependek ini. Lalu, kau menantang narasi di dalamnya. Seperti, jika karakter 'kamu' di novel ini diberikan waktu untuk memperhatikan kejadian-kejadian yg menimpanya dengan lebih mendalam, saya rasa akan lebih menarik.

Tadi, yang baru saja kau tulis, hanya menumpuk baranya terlebih dahulu. Kemudian bawalah bensin. Itu tahap keempat.

Misal, coba saja buat seakan-akan kau memahami bagaimana caranya menulis yang setara dengan peraih nobel, lalu buatlah suatu 'koreksi'.

Cukup asal melempar saja. Misal, bahwa persoalaan obesitas bisa diperdalam di dalam diri (mengenai sebab akibat psikologis yg memiliki rentang kompleksitas yg rumit), atau diperluas di luar diri (ke dalam sistematik segala hal menyebabkan kita, manusia, tengah dimotori realitas kali ini, entah ekonomi atau sosial atau politik, yg memaksa kita untuk terjebak dalam perilaku 'obesitas' ini). Selebihnya, hal yg sebetulnya sudah disinggung, macam mengenai manusia dan media, manusia dan presepsi, realitas televisi dan bagaimana orang 'obesitas' dipandang di dalamnya, dan beberapa ide lainnya terasa masih dangkal dan hanya menyentuh bagian yang sudah-sudah saja. Oh, iya. Kepenulisannya ga se-'wah' itu yang seperti orang-orang katakan. Biasa aja. Dan juga beberapa dialognya terasa kering jadi agak mengganggu.

Pada tahap terakhir, sekaligus sebagai penutup, dengan padamkan sedikit api yang tengah kau tanam itu dengan sedikit kembali pujian. Biasanya ini berhasil untuk membuat dirimu agak 'selamat'. Tapi kau tidak butuh selamat hari ini. Kau hanya butuh mengulas.

Dan penutup yang baik, bisa jadi ditulis dengan kalimat ini: selebihnya, ini novel sekali duduk yg seru, dan, pada beberapa kesempatan, bisa jadi dapat merubahmu.

Nah. Baru saja kau menulis ulasan baik yang kurang menarik. Sekarang, tinggal makan mie ayam aja.
Profile Image for Nina Majasari.
136 reviews1 follower
February 6, 2024
Akhirnya baca ini juga setelah banyak yang bilang bagus. Novelnya tipis, cuma 149 halaman. Covernya menarik, colorfull, ilustrasinya keren. Di bagian atasnya ada embel-embel "Juara II Sayembara Novel DKJ 2021” yang sukses membuat saya ingin segera membacanya.

Sejak halaman pertama, buku ini menyuguhkan dengan sudut pandang 'kamu'. Menurut saya ini unik banget, saat baca saya jadi lebih meresapi karakter si tokoh, karena dibilang 'kamu'. Serasa saya jadi tokoh utamanya.

Berawal dari vonis dokter yang mengatakan bahwa 'kamu' kemungkinan hanya bisa bertahan hidup paling lama 2 tahun lagi akibat obesitas. 'kamu' pun jadi panik. Dengan berat badan 172 kg rasanya mustahil untuk punya berat badan ideal. Dokter menyarankan operasi bariatrik, namun 'kamu' ragu, selain mahal juga belum tentu berhasil.

Sampai suatu hari 'kamu' melihat iklan reality show XXXL yang didukung banyak ahli. Walau pacarmu tidak setuju, 'kamu' tetap mengambil keputusan untuk mengikuti ajang tersebut. Lagipula tubuh ini milikmu, bukan punya pacarmu. Bersama para ahli, dengan berat badan 172 kg tampaknya ada harapan untuk mengubah pola hidup sehat dan mencapai berat badan ideal.

Yup, 'kamu' ingin sehat dan hidup lebih lama.

Seru sekali ceritanya, tahu-tahu udah nyampe ending. Dengan sudut pandang 'kamu', saya diseret si penulis untuk merasakan betapa sulitnya menjadi gadis 20 tahun yang obesitas. Lingkungan sekeliling yang kerap membully, sulitnya menahan godaan pada makanan dan minuman soda, bahkan untuk bergerak aja ngos-ngosan.

Pola makan yang kacau, seperti makan nasi padang 2 bungkus, minum aspirin dengan soda, belum lagi melahap junk food dengan porsi banyak, dan sebagainya, membuat saya gemas, namun saya tidak tega mengejeknya. Bukankah tokoh utamanya 'kamu'? Masa 'kamu' membully diri sendiri? Duh.

Walau ceritanya disajikan dengan ringan, saya yakin risetnya cukup mendalam. Seusai baca, banyak hal yang bisa direnungkan, pesan moralnya juga banyak tersirat di buku ini. Bintang 4/5 untuk buku ini.
Profile Image for Haifa Chairania.
158 reviews8 followers
October 29, 2024
Aku setuju dengan komentar Dewan Juri pada halaman pertama:

"Efisiensi bukan dibangun oleh ekonomi kata-kata, melainkan kemampuan menghindari kesia-siaan dalam keseluruhan kata." Itulah yang persisnya dilakukan buku ini. Jenis bacaan sekali duduk yang rasanya 'pas saja'. Tidak membuat kita maruk meminta lebih, tapi tetap memunculkan rasa puas dengan muatan bobot cerita yang disampaikan.

Ceritanya sederhana. Tentang 'kamu' yang kelebihan berat badan, lalu divonis bakal meninggal 2 tahun lagi. Iya, 'kamu'. Buku ini pakai sudut pandang orang kedua, kapan lagi pembaca dapat spotlight untuk jadi tokoh utama?

Wacana operasi terlalu mengerikan buatmu yang tidak kepengin mati "berdarah-darah”. Pilihan lain pun hadir dalam bentuk acara reality show bernama XXXL yang bersedia mengakomodasi orang-orang plus size untuk terlibat misi menurunkan bobot badan. Terdengar menjanjikan, namun pacar ‘tersayangmu’ terangan-terangan menentang karena tidak mau melihatmu menjadi bahan drama, karena … kembali lagi, bukan media jika tidak menyajikan tontonan menarik.

Eksperimental dan relatable. Dua kata yang berlawanan tapi nyatanya bisa dibawakan secara apik oleh Amalia Yunus. Buku ini terbagi menjadi enam bab yang disusun sebagaimana panduan Mengurangi Berat Badan (dengan tips-tips yang juga practicable, no tipu-tipu). Rasanya seperti membaca tutorial hidup sehat berbalut drama manusia sungguhan, yang bukan hanya sekadar jualan embel-embel instan "dijamin 100% berhasil".

Isu berat badan yang bersinggungan dengan eksplorasi kesehatan mental si tokoh utama dan kemelut relasinya dengan mas pacar (yang ehem, nyerempet antara lampu hijau dan merah) membuat buku ini kian ‘berisi. Aku pribadi merasa penulis mengambil sudut pandang yang adil, dengan tidak meromantisasi obesitas namun juga menunjukkan kebebasan si tokoh utama untuk memperjuangkan tubuh ‘ideal’ versinya. Terlepas dari pengemasan minimalis, buku ini justru punya kedalaman emosi dan keakuratan memotret realita masyarakat masa kini yang membuatku dengan mudah terikat.

Anggaplah membaca karya Amalia Yunus ini seperti ngemil rengginang, tahu-tahu aja habis setengah toples - alhasil, apalagi yang bisa kita lakukan kalau bukan sekalian menuntaskannya sampai remah terakhir?
Profile Image for Hirai.
197 reviews7 followers
June 16, 2025
“Bagaimana sinyal tubuh berbicara tentang kondisi kesehatanmu?”
Ternyata buku ini bisa selesai hanya dengan sekali duduk. Dikemas dengan unik membawa tokoh yang mengalami masalah berat badan. Awalnya dia tak bermasalah dengan kondisinya namun puncaknya dia harus dilaringan ke IGD karena mengalami sesak nafas dan membutuhkan operasi untuk memperpanjang usianya.
Cerita berlanjut ketika dia menemukan adanya tawaran untuk ikut program Reality Show yang akan membantunya mendapatkan badan ideal dibantu psikolog, trainer khusus dan ahli nutrisi. Dia bertekat untuk ikut program tersebut namun pacarnya tidak setuju. Mereka banyak berselisih paham setelah sekian lama hanya menjalani hubungan adem ayem. Bukankah seseorang yang benar-benar sayang dengan kita akan mendukung apapun yang berdampak baik pada kesehatan kita? Saya merasakan ketidakpedulian dari pacarnya, entah apa karena terlalu acuh dan cuek dia bahkan membiarkan pacarnya terus dalam kondisi obesitas. Seseorang yang sayang pada kita akan membantu kita keluar dari zona membahayakan bukan berdalih “Aku mencintaimu apa adanya”.
Kebiasaan baru yang dibangun mulai dari waktu yang lebih sibuk untuk olahraga dan pola makan sehat membuat hubungan dengan pacarnya semakin renggang. Tak ada lagi bawa membawakan makanan bahkan chatting dan telepon juga terlewatkan begitu saja. Tak ada pengertian hanya menyalahkan dan hubungan itu sudah sampai di titik ujung kejenuhan.
Tubuh ideal membawanya ke dalam kehidupan baru penuh harapan. Kini kepercayaan dirinya muncul dan dia mendapatkan relasi lebih banyak. Kalau dulu hidupnya hanya sesempit apartement dan hubungan bersama sang pacar sekarang lebih luas dari itu. Senyumnya mulai merekah dan kebiasaan baik yang terasa sulit mulai terbentuk dengan sendirinya.
Apa yang kita anggap sulit sebenarnya bukan karena kita tak bisa namun kita terlanjur takut duluan gak bisa melakukannya. Mari kita coba dulu untuk hidup lebih sehat dan mendengarkan sinyal-sinyal tubuh yang membutuhkan pertolongan.
Profile Image for Andi Lintang.
214 reviews17 followers
December 28, 2025
“Karena sebagaimana semua masalah dalam hidup, langkah pertama menuju penyelesaian dan perubahan ke arah yang lebih baik adalah dengan menyadari kita punya masalah.”

#lintangbookreview
Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan | Amalia Yunus

Sejak lama aku penasaran dengan novel ini. Bukan hanya karena judulnya yang nyentrik, tapi juga karena ia masuk dalam penghargaan Sastra Kemendikbud 2024. Ternyata isi ceritanya sama uniknya dengan judul di sampul.

Novel ini berkisah tentang perempuan 20-an dengan berat badan 170 kg yang divonis tak akan bertahan hidup lebih dari dua tahun. Hidupnya berubah saat ia mengikuti reality show penurunan berat badan di televisi, yang membuka jalan baru dalam hidupnya.

Hal menarik dari novel ini antara lain penggunaan sudut pandang orang kedua (“kamu”), judul bab yang menggambarkan fase diet, dialog tanpa tanda petik, dan tokoh-tokoh tanpa nama. Sekilas terlihat rumit, tapi novel tipis ini bisa dibaca sekali duduk dan isinya padat makna.

Perjalanan tokoh “kamu” juga menyinggung isu sosial yang sering dihadapi penyintas obesitas: keterbatasan fasilitas umum, tatapan ganjil, hingga perundungan fisik maupun psikis. Reality show yang diikutinya pun tak lepas dari eksploitasi demi rating.

Kehidupan pribadinya pun turut diangkat. Ia memiliki pacar yang setia namun pesimistis, tidak mendukung langkahnya mengikuti program tersebut. Dari sini pembaca diajak melihat bahwa hubungan sehat adalah yang saling mendukung, terutama untuk kebaikan diri.

Lebih dari sekadar drama, novel ini juga memberi edukasi tentang hidup sehat. Bukan dengan menggurui, melainkan melalui pengalaman tokoh utama: mengatur kalori, memperbaiki pola makan dan tidur, hingga rutin beraktivitas fisik.

Pesan terkuat dari novel ini adalah bahwa motivasi terbesar untuk berubah datang dari diri sendiri, meski dukungan lingkungan sangat memengaruhi konsistensi. Novel ini unik sekaligus bermakna. Sebuah bacaan yang segar, reflektif, dan tentu saja, layak direkomendasikan.
Profile Image for Arisa (librocubilarisa).
4 reviews
April 18, 2024
SINOPSIS:
Dokter bilang, hidupmu paling lama dua tahun lagi kalau situasi masih sama: morbidly obese. Kamu terhenyak, kemudian bertanya-tanya sendiri apakah hidupmu selama ini layak dipertahankan. Kamu terlalu letih. Kamu sudah nyaris putus asa ketika sesuatu meletik. Bagaimana jika itu mungkin dan kamu bisa menjalani hidup sebagaimana orang lain: jalan ke penatu, nongkrong di kafe seusai nonton film, dan menjalin pertemanan?
Program realitas XXXL membukakan kesempatan. Pacarmu, yang selama ini hadir untukmu, tidak setuju. la tidak mau dirimu dijadikan bahan drama dan olok-olok seluruh negeri. la mengancam, mundur dari acara itu atau hubungan kalian putus.
Apa yang akan kamu pilih?

Saat membaca sinopsis buku ini, saya langsung tertarik untuk membacanya karena kondisi yang diceritakan sama dengan yang saya alami. Ya saya juga morbidly obese yang sampan saat ini struggle untuk menurunkan berat bedan. Buku ini berisi tips-tips tersirat untuk mencapai bobot ideal melalui cerita tokoh utamanya. Berisi 7 bab dengan judul yang merupakan tahap-tahap jiga kita ingin menurunkan berat badan:
* Aksi bahwa kamu punya masalah besar
* Temukan bantuan yang sesuai
* Formulasikan target jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek
* Ubah gaya hidup dan kebiasaan makanmu
* Jaga motivasimu
* Pilih lingkunganmu
* Optimis

Buku ini merupakan pemenang Juara II sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta 2021. Sangat jarang saya membaca cerita dengan sudut pândang orang ke dua, pencerita tidak aktif di dalam cerita ini, namun berbicara langsung dengang tokoh utama sehingga yang terbentuk adalar percakapan antara tokoh utama dan pencerita. Namun saya agak kesulitan membedakan dialog yang diucapkan pencerita dan tokoh utamanya, dikarenakan dialog yang tidak disertai tanda kutip. Atas memang begini penulisannya yang benar. Saya sepertinya kurang referensi. Teridiri dari 149 halaman, buku ini cocok untuk dibaca dalam sekali duduk di cafe :)
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
293 reviews6 followers
August 28, 2023
Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan karya Amalia Yunus merupakan novel yang bercerita tentang seorang perempuan berusia 20th dan mempunyai berat badan 172kg. Pada suatu ketika ia melihat sebuah iklan tentang reality show yang menawarkan program penurunan berat badan ideal dalam kurun waktu 12 bulan. Meskipun awalnya mengalami penolakan dari sang pacar, karena sang pacar mengaku menerima adanya bagaimanapun kondisi si perempuan. Namun dengan tekad yang kuat atas nama kesehatan dan mematahkan asumsi dokter yang memvonis bahwa hidupnya hanya akan bertahan paling lama 2 tahun jika tidak menurunkan berat badannya, ia akhirnya mendaftar reality show tersebut. Selama menjalani program tersebut, tidak sedikit si perempuan mengalami hambatan. Entah dari dirinya sendiri yang seringkali ingin menyerah, dari sang pacar yang makin lama makin toxic, dan juga dari orang-orang produksi program reality show tersebut.

Bisa dibilang, novel ini menceritakan sebuah perjalanan pencarian jatidiri seorang perempuan, bagaimana ia menerima dan merespon situasi lingkungan disekitarnya dengan bobot/berat badan yang memang jauh dari kata ideal dan standarisasi wanita yang sebetulnya standar tersebut juga awalnya tercipta karena sebuah kesepakatan tertentu. Hal lain yang dapat dipotret dari cerita dalam novel ini yaitu tentang sebuah relasi romansa yang perlahan berubah menjadi sebuah "toxic relationship" dimana perlahan terjadi sebuah ketimpangan ego diantara keduanya.
Profile Image for Muhammad Rajab Al-mukarrom.
Author 1 book28 followers
June 7, 2023
When they announced the winners of Sayembara Novel DKJ 2021, as soon as I read “Second Winner: Berat by Amalia Yunus” I knew it would be the best among others. And it’s true. Berat and Lauk Daun both shone in that competition and they both were written by women and they’re so smart. Writing with empathy and sensitivity is WHAT we need and we’re looking for. Both first & third winner were written by men, very typical local-fantasy fiction kinda thing and we’re all so tired of that. But listen to me now: Y’all need to read this book! LIKE SERIOUSLY! It’s sooo good! Amalia Yunus did a very good job here. The characters, the story, the struggling moments, the beginning and the ending, and everything!

I’m so lucky to read this book (+ we’re so lucky to have this book) because:

1) I overthink about this kind of story for years, it’s been living in my head rent free, and thank God(!) Amalia Yunus was the only person who could write this story perfectly!

2) Second person pov in local novels is extremely RARE!

3) I’m a fan of novels that didn’t use quotation marks. Lol

4) The cover is cute and it isn’t too thick as a novel.
Profile Image for Sampaguita Syafrezani.
99 reviews
September 23, 2023
Sederhana tapi rumit. Novel yang mirip-mirip panduan untuk mengurangi berat badan. Jika sebagian orang kecanduan narkoba atau judi, "Aku" kecanduan makanan. Kisah ini tentang pergulatan diri untuk berubah dan mempertahankan hidup, melalui satu-satunya cara, yakni mengurangi berat badan.

Meski ditulis dengan kalimat yang cukup membawa keriangan, bukan deskripsi depresif yang intens, jika dirasakan lebih dalam, ada kegelapan yang menyelimuti kehidupan "Aku". Bertahun-tahun berlari dan bersembunyi dari perundungan dan kian mengisolasi diri. "Aku" kemudian menemukan kenyamanan dalam hubungan yang ternyata memenjarakan dan tidak membawa diri kemana-mana. Lalu "Aku" bangkit dan mencoba memulai suatu program dimana ia akhirnya memiliki tujuan baru. Bukan tanpa pengorbanan dan pengkhianatan, tetapi "Aku" dan paradoksnya ternyata mampu bertahan.

Apa lagi setelah satu tujuan tercapai? Mencari aktivitas lain, terus bertahan, meski dalam kehampaan. Mencoba menyerap optimisme dari kota yang mengkonsumsi apapun dalam jumlah berlebih, termasuk makanan siap saji penghasil berjuta sampah kemasan.

"Aku".. Pada suatu kesadaran di batas kematian dan kehidupan.
Profile Image for Lia.
255 reviews1 follower
June 25, 2023
POV dari novela ini unik banget yaitu menggunakan "Kamu" sebagai POVnya. Hal ini membuatku sebagai pembaca menjadi lebih terhanyut ke dalam cerita, rasa-rasanya aku adalah karakter dalam cerita tsb. Berasa ditunjuk-tunjuk oleh sang pencerita 🤣

Tema yang diangkat menarik dan diceritakan dengan sangat menarik.
Kosakata dan gaya berceritanya ringan, mudah dimengerti.

Namun, terkadang aku suka bingung saat ada percakapan antar karakter karena tidak ada tanda kutip sebagai penanda percakapan. Dan karena tidak ada penanda percakapan, penyebutan "aku" "kamu" di dalam percakapannya bikin lieur dengan "aku" "kamu" yang digunakan untuk penyebutan tokoh utama 😂. Kayaknya kalau dikasih tanda kutip untuk penanda percakapan lebih membantu.

Sebagai seorang pembaca yang menyukai buku pertama Kak Amalia Yunus yang berjudul Tutur Dedes, menurutku novela ini cukup memuaskan dan patut direkomendasikan untuk dibaca 😁.
Profile Image for Mizuoto.
143 reviews1 follower
January 29, 2025
Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan bukan sekadar novel yang berisi kiat-kiat jitu agar pembaca menurunkan berat badan atau menyelami kisah sang tokoh utama melawan obesitasnya, melainkan juga membeberkan persoalan yang kerap dialami perempuan atas sesuatu yang diyakini sebagai body goal atau proporsi tubuh ideal.

Tanpa mengabaikan di belahan negara lain yang memberikan penghormatan kepada seseorang yang memiliki tubuh besar, di Indonesia sendiri, masyarakat kita kebanyakan masih memiliki pandangan atau stigma negatif terhadap mereka yang memiliki bentuk badan besar, khususnya dalam novel ini tokoh utamanya perempuan.

Amalia Yunus menyentil bahwa perkara bobot tubuh mengandung nilai konstruksi sosial yang melekat erat tertanam pada masyarakat.

Resensi lengkap bisa dibaca di sini
65 reviews
June 18, 2023
Saya merasa saya harus membaca buku ini. Bukan karena saya juga salah satu orang yang Obese tapi juga saya penasaran bagaimana penulis menuliskan kisahnya.

Di sini Amalia Yunus sangat lihai bercerita tentang tokoh “Kamu” yang divonis akan mati jika tidak mengubah gaya hidupnya. Jujur, yang paling saya suka adalah bagaimana Amalia Yunus membuat isu menyeramkan jadi ringan.

Banyak stereotipe yang diangkat dan dipatahkan dengan sempurna. Namun, saya agak merasa kecewa dalam pembahasan obesitas.

Mengapa tidak sekalian membuat ini jadi kritik sosial bahwa fenomena obesitas bukan hanya terletak pda kemalasan tapi juga itu merupakan fenomena sistematik yang bukan cuma tentang perasaan dan mood?

Lain dari itu, saya merasa enjoy dan nyaman membaca buku ini. Saya merasa bahwa buku ini salah satu gebrakan baru di dunia sastra!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Vinka Maharani.
147 reviews7 followers
July 8, 2023
Saya terka banyak yang salah mengira buku ini adalah buku how-to alias panduan jika menilik judulnya. Saya juga baru menyadarinya ketika melihat emblem kecil 'pemenang lomba novel DKJ'.

Dengan gaya penceritaan yang unik, dari sudut pandang orang kedua, membuat pencerita leluasa memberi pengamatan terhadap tokoh utama. Mengikuti bagaimana sang protagonis mengikuti reality show untuk menurunkan Berat badan, menghadapi pergulatan batin dan perjuangan melaluinya. Di saat yang sama sekaligus melempar kritik dan melontarkan nasihat pada tokoh dalam cerita, juga para pembaca.

Novel(a) ini dapat diselesaikan 1-2 kali duduk, juga cocok untuk teman perjalanan. Jika kalian peduli dengan body positivity, mencari bacaan selingan dengan muatan kritik sosial yang cerdik dan mengena, buku ini cocok untukmu.
Profile Image for Putu Winda.
300 reviews2 followers
August 7, 2023
Saya ketemu bukunya @amalia.yunus yang menjadi salah satu pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2021 di @post_santa dan langsung tertarik!

Novel-novel dari DKJ biasanya bagus-bagus, dan benar, novel ini juga!

Novel pendek ini bercerita tentang Kamu. Iya, nama tokohnya Kamu. Wanita muda dengan masalah obesitas extreem. Mengalami banyak masalah kesehatan tentu saja.

Buku ini bercerita langkah-langkah yang Kamu harus ambil untuk menurunkan berat badan. Berhasil memang, tapi ada akibat yang tidak diperhitungkan.

Plot twist yang membuat berpikir lama bahkan setelah membacanya. Apa sebenarnya yang kita cari dalam hidup? Sehat? Bahagia? Menyenangkan siapa? Buat apa?

Pasti selesai dalam sekali duduk, ringan, tetapi membuat merenung. Tentang hidup. Tentang Kamu. Dan aku.
Profile Image for Mardyana Ulva.
75 reviews3 followers
September 16, 2023
Sebetulnya akhir cerita bisa ditebak dari awal, apalagi dengan perangai si Kekasih yang berubah rese, begitu si Kamu mulai sibuk dengan kegiatan barunya. Ini memang fiksi, tapi beberapa detail juga rasanya nggak rasional. Misalnya ketika akun medsos si Kamu mendadak diikuti 10 ribu pengguna lain dalam semalam 🤷🏽‍♀️ mendadak ingat pada serial Emily in Paris yang mendadak jadi selebgram karena followers naik cepet banget.

Issue-nya pun sebenarnya menarik: soal berat badan dan konstruksi sosialnya, juga gagasan soal 'kematian yang bersih,' yang diwujudkan lewat ketakutan-ketakutan si Kamu.

Overall novel ini menyenangkan buat dibaca karena bahasanya mudah dicerna, meski pakai POV orang kedua yang mungkin nggak semua orang bisa menikmatinya.
Profile Image for Advan.
11 reviews
July 20, 2024
Termasuk sesi baca yang cepet karena cuma 150 halaman, cata penulisannya juga menarik dan narasinya ok juga

JUJUR dari beberapa paragraf pertama di novel ini yang membahas tentang karakter utama si novel ini yang punya obsesi terhadap kematian yang ‘bersih’, ini menarik banget dan ketika baca dari bab ke bab gue kaya anxious sendiri?!?!?! Kaya gue takut dia jadi balik lagi ke habits awal dia dan usahanya sia sia ATAU dia something bad would happen to her. Dan narator “saya” di novel ini juga i had trust issue with, kaya beberapa line “saya” di sini seems judgy dan seems sinister?!?!

Similar pengalaman baca as when i read yellowface. But this one, somehow the dread is much worse (in a good way) Nice enjoyable read 4.5/5
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Fahrul Khakim.
Author 9 books97 followers
December 29, 2023
Jujur terlalu berekspektasi tinggi dengan novel ini sehingga cukup kecewa dengan idenya yang sebenarnya biasa banget. Gaya bertuturnya juga tidak baru. Plotnya juga kurang memberikan kejutan. Setelah membanding dengan Juara 1 yang bagus banget, entah kenapa Juara 2 ini skornya terpaut jauh banget. Agak terkesan jomplang. Padahal saya cukup mengikuti novel-novel pemenang DKJ dan biasanya juara 2 pun kualitasnya hampir setara dengan juara 1. Namun kali ini saya cukup kaget. Satu hal yang menarik dari novel ini adalah pesan moralnya dan (mungkin) risetnya, itupun suatu pengetahuan yang umum. Untuk sampulnya pun, saya kurang suka. Terlalu ramai.
Profile Image for Poppy.
57 reviews3 followers
September 13, 2023
Dahulu, Amalia Yunus melalui Tutur Dedes sukses membuatku menyukai hisfic, dan sekarang beliau sukses membuatku kembali terkagum-kagum (lagi) dengan karyanya melalui novel ini. Novel ringan dengan tema ‘berat badan’ yg sangat mind blowing dan unik.

Saat baca novel ini kita diajak menjadi tokoh ‘kamu’ yg menjalani proses yg tidak mudah untuk menurunkan berat badan dari 172 kg menjadi 95kg dalam waktu setahun. Uniknya, judul per babnya merupakan proses yg ternyata berkesinambungan untuk menurunkan berat badan, ga ngira.

Lebih unik lagi saat membaca bagian akhir, bagian ucapan terima kasih, yg membuat aku ngang ngong, baru sadar kalau hubungan tokoh kamu dan sang pacar yg awalnya aku kira romansa sederhana berubah menjadi toxic relationship between them.

Tipis, singkat, tapi padat. Sungguh cocok novel ini didaulat sebagai Juara II sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta 2021. Sebagus dan seunik itu.
Profile Image for Sulin.
331 reviews56 followers
May 16, 2025
Menyenangkan dan sebetulnya banyak sekali topik yang dibahas dan tersirkulasi pada tema hidup sehat. Inti utamanya adalah obesitas, bulimia, ditambah bumbu pacaran yang tidak sehat, konsumerisme, urbanisasi, perundungan di media sosial, perbedaan apa yg artifisial dan nyata di bumi ini, masak-memasak, olahraga.

Buku yang ringkas dan bagus. Selain itu gaya penuturannya yang menggunakan "Kamu", alih-alih "Saya" atau "Aku" pada tokoh membuatku serasa menjadi pemeran utama dan betulan masuk ke dalam kisahnya.
Profile Image for Rachel Yuska.
Author 9 books245 followers
June 16, 2023
Novel kedua karya mbak Amalia Yunus yang aku baca setelah Tutur Dedes.
Novel ini premisnya sederhana dengan tokoh yang sedikit tapi mewakili keresahan banyak orang.
Realistis banget.
Unik karena diceritakan dari pov orang kedua.
Nggak seperti Tutur Dedes yang narasinya lebih puitis, novel ini lebih simpel kosakatanya tapi tidak mengurangi kekhasan tone dari gaya penceritaan penulisnya.
Semua yang diceritakan di buku ini masuk akal dan melekat di hati.
Displaying 1 - 30 of 48 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.