Waarin Agent 327 achterhaalt wat de werkelijke buit was van de brutale inbraak in het Van Gogh Museum te Amsterdam op 14 april 1991. Een en ander wordt aan het rollen gebracht als de Chef een stomverbaasde Agent 327 confronteert met een heuse Van Gogh - twijfel is uitgesloten - waarop een mobieltje te zien is. Dat roept de nodige vragen op. Zoals van hem verwacht wordt stort Hendrik IJzerbroot zich, bijgestaan door Olga Lawina, met volle overgave op de zaak en duikt in de persoonlijke geschiedenis van Van Gogh. Het flinterdunne spoor leidt naar het zuiden van Frankrijk, naar een onverwacht weerzien met een oude bekende, een vastwelgoedmiljonair met een twijfelachtige reputatie...
Nedavno sam u kinu gleda animirani film "Loving Vincent" pa mi je ponovni susret sa Vincentom bio dodatno zanimljiv. Dodatni šarm daje zrno erotičnosti i humor koji nadograđuje priču. Priča i likovi mi nisu sjeli. Priča kao da ima samo jednu funkciju - da pruži priliku za još jednu referencu na Vincenta, erotiku ili geg. Bilo bi to i skroz u redu da to raži brže, dinamičnije ili zanimljivije. Ovako ostaje mi samo citirat Fani "It`s OK".
Seri Agen 327 ciptaan Martin Lodewijk ini dapat disebut sebagai salah satu komik Belanda terbaik. Bukan hanya konsistensi jalan ceritanya yang selalu menggelitik dan sangat menarik, namun juga kejeliannya menangkap dan menampilkan monumen2 kota dan detail elemen2 pendukung (seperti kendaraan, street furniture, dll) dengan tepat. Dari satu panel gambar, pembaca dapat langsung mengerti bahwa setting-nya adalah Amsterdam, atau Rotterdam, atau bahkan Brussels dan Antwerp.
Pada album ke-18 ini, di awal kisah Agen 327 diperlihatkan sedang menyamar sebagai "patung pantomim" di depan Amsterdam Central Station, di mana jelas terlihat gedung stasiun dan ramainya wisatawan. Olga mengemudikan sebuah Smartcar di jalan2 kecil Amsterdam, di mana jelas terlihat batasan kanal2, rumah-perahu, dan banyaknya jalan satu arah yang membingungkan. Di jalan2 kota Amsterdam terlihat pamflet dan tempelan poster2 kampanye partai terbaru, sehingga pembaca pun memperoleh sense of timing, bahwa petualangan IJzerbroot dan Olga ini berlangsung belum lama ini. Eksterior dan interior Museum Van Gogh pun tergambarkan dengan sangat baik. Dalam perjalanan menuju Saint Remy, Olga mengemudikan sebuah Carver yg berjasa hingga kasus berakhir. Elemen2 mutakhir seperti ini seperti meyakinkan pembaca bahwa kisah ini benar2 terjadi akhir2 ini.
Dalam album ini pun terdapat selingan2 menarik yaitu collage dari lukisan2 terkenal yang tampil dalam bingkai komik. Tidak hanya itu, dalam mengisahkan terpotongnya daun telinga Van Gogh, Martin Lodewijk menampilkan sebagian dari karya Dick Matena yg berjudul Gauguin en Van Gogh, sebanyak dua halaman. Oh, dan jangan heran, bila Van Gogh hasil clone ini dikisahkan sebagai penggemar komik Tintin - dan beberapa halaman dari Tintin pun disertakan dalam format kecil, dalam sebuah album yg sedang dipegang oleh Van Gogh.
Secara keseluruhan, album ini wajib dimiliki oleh penggemar seri Agen 327, yang sekaligus juga penggemar karya2 Van Gogh. Benar2 sebuah suvenir unik dari Belanda. Namun patut diingat, bahwa komik ini termasuk konsumsi dewasa, sebab di dalamnya cukup banyak gambar wanita2 berbusana sangat-sangat minim.