gue udah ga terlalu inget sebenernya sama buku ini secara bacanya dah lama banget. disaat keeuphoriaan atas penulis2 baru indonesia sedang heboh2nya (pasca keluarnya cintapuccino)
sampai sekarang buku ini masih bersemayam dengan manis di bookshelf gue di rumah, mulai berdebu dan gue sama sekali ga tertarik buat membaca ulang.
yang gue inget tentang buku ini cuma satu: sok galau.
oh, sama si penulisnya yang sempet ngomel gara2 bukunya dilabeli tanda "chick-lit" yah di memang harus komplain, karena bukunya sama sekali ga menyenangkan untuk dibaca,unlike chick-lit, which normally did.
Saya cukup menyukai buku ini walaupun di dalamnya banyak sekali nuansa kesedihan, dan saya adalah penggemar berat kebahagiaan. Tapi mungkin cara bertutur melalui email dan percakapan maya, membuat buku ini begitu personal. Atau memang iya? Dan setuju, label ciklitnya emang ga penting.
Kapan ya pertama kali baca buku ini? 2004? 2005? Waktu itu masih SMP. Kayaknya pas pertama kali buku ini keluar dan heboh karena author-nya gak rela dilabeli sebagai the so-called "Chicklit: Being single and happy". Setelah itu rasanya susah banget cari buku ini di toko buku. Dulu baca buku ini pun di perpustakaan sekolah atau semacam public reading room.
I re-read this book, bela-belain cari di Tokopedia walaupun second hand, for the sake of trying to have better understanding of this book. Dulu masih cilik, agak gak ngerti kenapa kok ada 2 orang yang sangat cycnical dan depresi dengan hidup tapi terlalu takut untuk bunuh diri. Ternyata baca buku ini lagi 12 tahun kemudian rasanya tetap sama, gak ada yang berubah. Tetap depressing. Hahahahaha :) The feeling resonates so deep - it actually affected my writing back then.
For me this book is and has always been GOLD. Di setiap halamannya bisa ditemui quotes yang begitu dalam dan mungkin tidak pernah terpikirkan walaupun kadang terlalu dark dan lagi-lagi terlalu cynical. Siap-siap stabilo bila tidak ingin terlewat. Favorite quotes saya dari zaman dulu sih cuma dua: 1. "Rutinitas itu memang sangatlah membosankn, tapi ternyata banyak orang yang memilihnya karena mungkin rutinitas itu ternyata aman-aman saja." 2. "Dan itulah sebabnya, pasangan-pasangan menua bersama, memutih rambut bersama, dan menatap masa lalu dengan mata berkaca-kaca. Karena memang hidup itu membosankan, sedangkan yang lain hanyalah pelarian. Dan manusia terlalu lemah untuk hidup selalu dalam pelarian."
I'm wondering what the author has been thru to write something so beautifully dark?
Jujur saja ceritanya menyebalkan dan dua tokoh utamanya sangat menyebalkan. Lalu kenapa aku memberi buku ini empat bintang? Pertama: Karena penyampaiannya sangat unik, melalui rangkaian email dan chatting. Dan herannya cerita Yudha dan Nina tetap mengalir. Kedua: karena menurutku Nina dan Yudha adalah karakter yang terasa nyata. Karena itulah aku bisa mengerti pemikiran dan kegalauan mereka. Dua tokoh ini berkali-kali membuatku berkata "Ah, aku juga gitu." Ketiga: Dalam buku ini banyak terdapat quote-quote bagus. Misalnya: "Mungkin manusia memang tak berhak atas segala yang ia inginkan, karena itu ia selalu dikelilingi oleh hal-hal yang tak diinginkannya." atau "The best part of breaking up is when we're making up." atau "Bahagia itu apa? Aku tidak tahu bahagia. Kalaupun nanti datang di dalam hidupku, aku juga takkan mengenalinya karena tak pernah tahu." Keempat: aku menyukai pemikiran-pemikiran gelap Nina, karena aku sendiri juga orang yang berpikiran gelap dan negatif. Seseorang bahkan berkata aku ini orang yang negatif. Hehehhe. Intinya, meskipun sebal sekali dengan novel ini, aku menyukainya dan membacanya sampai berkali-kali. Bagiku novel ini seperti Before Sunset dan (500) Days of Summer yang menyuguhkan jalan cerita sangat biasa tapi menampilkan dialog-dialog yang 'nendang'. Novita is great with words. Sayang sekali aku tidak menemukan novel karangan Novita Estiti yang lain.
Ya buat orang lain mungkin novel ini ga biasa..Katanya dulu sempet heboh, gara-gara penulisnya ga mau dilabeli buku ini sebagai chicklit..Ya menurutku emang bukan chicklit, ga seringan chicklit lha novel ini, lalu apakah karya sastra? ga tau juga :p Yang jelas cara nulisnya beda, bercerita tentang ketidak bahagiaan dan kegalauan, ya mungkin yang dialami beberapa orang..
Dari beberapa orang yang aku rekomendasi buat baca novel ini, rata-rata ga suka, dan bilang 'ini cerita isinya putus asa aja', dan akhirnya menutup novel ini sebelum selesai membacanya. Sepertinya yang bisa mengerti isi cerita ini ya, yang pernah ada di'sana'.. Dan aku sih ga peduli tetep dong suka banget aku baca ama novel ini.. dan udah bolak balik baca..^^
Ada yang bilang sebenarnya ini cerita nyata dari sang penulis..Ah, who knows? Ceritanya menarik, mencari hiburan dari novel ini? Ga menghibur untuk orang yang punya pikiran 'normal', tapi untuk yang bisa mengerti kondisi itu menghibur sekali, karena merasa tidak sendirian....
ttg ketidakbahagiaan yang kronis, parah dan terus-menerus. pastinya membuat orang melihat pada diri sendiri dan bertanya, 'bagaimana dengan diriku?' dan alhamdulillah, saya masih bahagia, terima kasih! melihat ketidakbahagiaan Nina dan Yudha dlm buku ini, jujur saya nggak bisa ngerti, mungkin krn never been there, never feel that, termasuk setting lokasi dan budaya tempat mereka berada (kecuali ttg bagian antisosial, nah itu lumayan 'saya' juga). ada saja yang saya gerutukan, kenapa nggak gini, masa harus gitu. gemes deh sama tokoh2 itu. namun demikian, penghargaan saya thd buku ini adalah pada gaya berceritanya yang terasa sangat jujur dalam mengepkslorasi perasaan2 tokoh2nya. yang membuat saya cukup yakin, sedikit banyak, kisah dalam buku ini pastilah benar2 dialami penulisnya. keseluruhan buku yang ditulis dalam bentuk email2 dan chat log juga lumayan menyegarkan, dan cocok untuk mengungkap tema 'ketidakbahagiaan' tadi.
saya tidak tau apa yang ada di dalam otaknya mba novita estiti bisa menghasilkan buku sehebat ini, lalu yang membuat saya kecewa adalah setiap kali saya ke toko buku dan menanyakan buku lain selain subject re: karangan novita estiti, jawabannya selalu tidak ada, karena cuma ada buku ini. saya tidak ingat betul tanggal saya membacanya, tapi buku ini sudah saya baca ratusan kali, bahkan saya 'men-stabilo-kan' bagian yang saya suka, lalu setelah saya lihat kembali, buku itu menjadi 'penuh' dengan stabilo saya. if you read this, please make your big fans some more new books. i like the way you write about your life.
actually, a depressing book. So not me at all. And I guess it's so the writer :D yah nop. But what I liked most is the honesty that linger in every conversation and the way she described her feeling. It takes courage to admit emptiness. Chapter-chapter akhirnya yang bikin aku kaget :D terutama karena menggambarkan dari trigger-trigger kecil yang mengoyak 'kedamaian' itu. Body butter body shop dan a long debate after that... Hmmm... joejoer bangets siy... It's either you love teh person or you don't, it just need time to make you realize that
I felt it to be very honest and true to life. Clever and arrogant, sometimes even very emotional (and trying to cover it up), this book reminds me of my old junior high friend. Even though I didn't find it (or her) to be very fun, it (or she) will occupy that little space in your heart. The strange part.
Kind of reminds me of a line in the book: "If I seem a little strange, that's because I am."
I felt it to be very honest and true to life. Clever and arrogant, sometimes even very emotional (and trying to cover it up), this book reminds me of my old junior high friend. Even though I didn't find it (or her) to be very fun, it (or she) will occupy that little space in your heart. The strange part.
Kind of reminds me of a line in the book: "If I seem a little strange, that's because I am."
this book is really dark, hehe.. so much unhappiness and negative thinking.. however, the language and sorts of words is brilliant, although in the first chapters the story is a lil bit confusing.. but i do like the novel part, so beautiful :)
duapertiga buku masih bisa dinikmati, dan sepertiga terakhir berubah menjadi bacaan yang membosankan... berkutat sekitar kebosanan dan ketidakbahagiaan.. lebih banyak seperti kenyataan sih... tapi tidak menarik sebagai buku....
critanya tentang e-mail2an dua orang yang merasa senasib..cowok cewek.. ujung2nya perselingkuhan.. wah..udah lama x baca buku ni...pas pulang kemarin nemu lagi di rumah...baca lagi deh... hehehe...
wow..baca buku ini dari perpustakaan pusat di kota kecil saya.. Jambi.. waktu masih SMA, inget banget quote dalam buku ini "aku mencegah hatiku dari merasakan saki, karena aku tahu tak mungkin mencegah orang lain menyakitiku"
i love this book very much!!!! tokoh nina tuh gw bangetttt...ngga kaya chicklit2 laennya...pokona ni buku about me!! banget(except hamil MBA yahhhh hahaha)
Anussual chicklit theme.. this novel is telling us about two pathetic people, they send e-mail to each other. we will explore their life by reading their e-mails. very nice and entertaining..
I don't remember anymore about the story. But I still got the remnant of the impression after I read it. It's okay...but not something that enjoyable for me.
Someone I don't know on twitter post a shout out that she's going to give away her books since she's moving out to another city. Someone I know on twitter retweeted it, and I reply to the shout out. That's how I got into the posession of this book.
One star added, for the book being not your typical book. The story format, the annoying character, and the topic of unhappiness. Although the story is not that briliant, I find many phrases on the book is quotable and relatable.
Another one star added, for the believableness of the character. I can relate to some level to Nina and Yudha. And I can name friends of mine who could also relate to them. I think at some point of our life, we all feel perpetually unhappy and boring. And boring and unhappy. In fact, I think it's called quarter-life crisis.
Another star added because it exceeded my expectation. I debated my self, since it is more because of my lack of expectation to begin with. I'm being generous with this one, nonetheless, here's another star, because some crappier book get more star than this and I think this book deserve more.
Another two stars that I don't give because a) Story line is predictable and mediocre b) it's not going to be my favorite book and I will soon forget about this book.