seorang gideon sams, entah terpengaruh dengan psikotropika jenis apa hingga dia bisa membuat novel seperti ini untuk tugas sekolahnya, ceritanya memang sangat simple, tentang lifeline seorang punkers. tapi kemudian novel ini banyak mengilhami para penulis punk lain, dan yang paling kick ass ini adalah novel punk pertama dan dibuat oleh seorang bocah!
hehe jalan ceritanya jadi mengingatkan saya pada era saparua dulu , PI, dan taman senang dago. hehe lots of laugh, alcohol, and COPS!!! yaiiiks A.C.A.B (all c*ps are bastard)
buku ini juga mencerahkan kita bahwa punk itu bukan hanya sekerdar fashion, dan attitude yang serampangan, punk adalah pola pikir yang membangkang dari corroded rail system
Most interesting for its historicall significance and for being written by a 14-year-old, this brief novel (probalby more accurately a novella - I'd have to do a word count, but it might be no longer than a short story), holds its own as a work of fiction. It is most useful, though, to see the punk movement through the eyes of a kid living through it, like a memoir but with the immedicay of a diary. It humanizes the punk movement, and with no attempts at grand philosophy or sociology shows us who these punks were, even shedding light on why they were.
It is frequently compared to Romeo and Juliet, which I think diminishes from its originality. That comparison seems like a weak and cheap attempt to classify it. But I'll let the lit crits bitch about that.
If you've got an hour and can find a copy, read this book.
This is a fascinating, almost unknown little book, written by a fourteen year old about the punk scene in 1977. I came across it while doing research on the figure of the punk--it touts itself as the "first punk novel." I'm glad I found this book. Sams's novella has a raw quality that is somewhat aesthetically interesting--it seems in a sense a precursor to the "dirty realism" that was so lauded in the 80s--and is also an interesting quasi-sociological document of the punk scene (or at least the way the punk scene was *imagined* by certain groups) circa the late 70s in England. I am going to conduct more research on this book; if anyone out there knows more about Sams, his life, the life of this book--beyond what one can find using Google, that is--please let me know.
Membaca Punk dalam satu kali duduk dan berhasil menyisakan rasa ngilu dan rasa tertahan yang tertinggal. Saya baru mengetahui bahwa Sams menulisnya pada umur 14 tahun untuk tugas sekolah. Saya tidak percaya bagaimana anak sekecil itu bisa menulis sebuah cerita yang cukup bisa merasuki siapapun yang membacanya. Budaya Punk mungkin ada dimana saja, termasuk diri kita sendiri. Segalanya, dalam buku yang sangat tipis ini disajikan dengan cukup jelas bagaimana tindikan, tarian, gigs, hingga "Romeo-Juliet". Sangat disayangkan bahwa kesingkatan buku ini membuat banyak pembaca kurang puas dan banyak bagian tidak terjamah. Menurut saya, buku ini bisa menjadi sebuah pengantar untuk memasuki dunia punk, bagi siapa yang ingin masuk ke dalamnya. Bintang tiga untuk seluruhnya
On page 43 the Sex Pistols, the Damned and the Clash are doing a free gig at the Roxy; on page 53 Adolph had 'heard about the gig quite a while in advance so he bought tickets early'. Mmmm... Bit mean to point out faults with a 14 year old's book but, hey!, i'm that kinda girl. Very enjoyable short read - read it during my journey to work this morning
I can’t believe this book was written by a 14 years old boy. I can call it, the Romeo and Juliet of punk. A love story in a conflict between the punks and teds.
Dari cerita, bahasa, sampai jumlah halaman, buku ini ringan banget buat pemula. Adolph seorang anak punk yang kurang diterima oleh keluarganya.
Suatu malam, Adolph menunggu teman-teman Punk untuk pergi ke konser. Pas nungguin, berpapasanlah dia dengan anak anti punk. Ned, ketua anti punk tersebut ditemani kekasihnya, Thelma.
Namun.. di pesta anak punk, Adolph bertemu Thelma dan mereka saling menyatakan perasaannya. Aku agak heran juga nih sama Thelma, kenapa ga putusin Ned aja kalo sukanya sama Adolph.
Buku ini juga menceritakan alur konser punk rock yang ditonton Adolph dan Thelma, konsernya enak dibaca sambil denger lagu band The Damned, Sex Pistol, dan The Clash. Pas banget buat aku yang suka denger lagu punk rock.
Buat yang ga suka alur NSFW, aku kurang rekomen karena banyak adegan kekerasan dan kasur Adolph dengan Thelma.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Buku yang sangat menarik karena ini merupakan kisah novel pertama dalam punk culture, selain itu buku ini sangat cocok untuk sekali baca dan mengenal lebih dalam tentang culture punk(buku ini banyak menyebutkan beberapa musisi punk dan tingkah laku anak punk yang terjadi di saat punk sedang naik daun di inggris)
Buku ini berkisahkan tentang seorang lelaki punk yang bertemu dengan anak-anak ted(kelompok anti punk tetapi dari kelas buruh) dan saat lelaki punk itu melihat gerombolan anak-anak ted tersebut ia tidak sengaja melihat salah seorang perempuan diantaranya yang menarik matanya dan disitu ia mulai memikirkan perempuan tersebut, untuk mengetahui kisah antara kedua orang tersebut dapat anda baca bukunya :D
This entire review has been hidden because of spoilers.
Gideon Sams, seorang anak yang baru berumur 14 tahun udah nulis cerita sekeren ini. Buku ini juga novel punk pertama di seluruh dunia!!
Adolph, yang jadi pemeran utama di novel ini. Seperti seorang anak pada umumnya, hidupnya penuh dengan membrontak, merasa selalu ingin bebas dan bisa sendiri. Tapi orang tua pada umumnya, senakal apapun anaknya pasti selalu ingin yg terbaik untuknya.
Di akhir novel, Adolph membunuh Ned, mantan pacarnya Thelma, dan Thelma jadi pacarnya Adolph. Anak muda banget bukan? Hahahaha, tapi Adolph dibunuh oleh temannya Ned untuk membalaskan dendam Ned. Lagi-lagi, anak muda banget kan!! Walaupun terkesan tipis, tapi buku ini cukup nyeritain keadaan awal mula subkultur punk di Inggris waktu itu. Oi!!! 🤜🤛
Konon, novel super pendek ini merupakan novel punk pertama di dunia. Penulisnya, Gideon Sams, menulis novel ini saat umurnya masih 14 tahun.
Karena fakta-fakta tersebut, aku jadi tertarik beli novel ini.
Ceritanya simple, sih. Sepasang anak punk pacaran, minum-minum, dateng ke gigs, dan menjalani YOLO lifestyle. Konfliknya sederhana dan endingnya mudah ditebak.
Meski demikian, buku ini tetap istimewa mengingat si penulis masih muda banget waktu nulis ini. Waktu usiaku 14 tahun, aku toh nggak semahir itu dalam bercerita.
Another one from the Lovely Eggs reading club (great band, look them up), this is more of a pamphlet (as my wife would say). Apparently a 14 year old's school essay. It's an interesting enough read, lacks depth and sophistication as you'd expect, but it's an interesting insight into what young people thought of the scene in that era. Romeo and Juliet? Not really. Just a gritty tale of being burdened with an image and trying to live up to it.
Ceritanya simpel aslinya, jalan ceritanya klasik banget cuma yang menarik adalah segala bumbu-bumbu tentang detail per-Punk-an duniawi. Selamat kepada buku ini karna telah menjadi salah satu buku fav aku.
Buku ini sebenarnya biasa saja. Ceritanya tentang kehidupan anak-anak punk di sebuah kota.
Lalu kenapa saya memberi 5 bintang pada buku ini?!
Gideon Sam, menulis buku ini sebagai tugas sekolah. Kalau tak salah ia masih duduk dibangku setara dengan SMP di Indonesia. Luar biasa. ABG nulis tentang kehidupan punk!
Yang lebih fantastis, The Punk dianggap sebagai novel (tentang) punk pertama di dunia.
for peoples around, yang bisa dibilang sama sekali gak ngerti tentang musik punk tentang perkembangannya, dan sejarahnya.. buku ini cociks banget.. isinya penyampaian sejarah dari genre musik punk yang dibalut sama cerita fiksi dari tokoh di dalemnya.. suka!