Jump to ratings and reviews
Rate this book

Wasripin dan Satinah

Rate this book
Lewat karyanya ini, Kuntowijoyo mencoba menggambarkan alam pikir bangsa ini; mulai dari tingkat paling bawah hingga birokrasi di tingkat paling atas. Sebuah alam pikir irasional, sesuatu yang khas sekaligus menjadi persoalan besar bangsa yang bernama Indonesia!

256 pages, Paperback

First published January 1, 2003

8 people are currently reading
86 people want to read

About the author

Kuntowijoyo

51 books132 followers
Kuntowijoyo was born at Sanden, Bantul, Yogyakarta. He graduated from UGM as historian and received his post-graduated at American History by The University of Connecticut in year 1974, and gained his Ph.D. of history from Columbia University in year 1980.

His father was a puppet master (dalang) and he lived under deep religious and art circumstances. He easily fond of art and writings and became a good friend of Arifin C. Noer, Syu'bah Asa, Ikranegara, Chaerul Umam, and Salim Said.

His first work was "Kereta Api yang Berangkat Pagi Hari".

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
27 (18%)
4 stars
61 (41%)
3 stars
46 (31%)
2 stars
12 (8%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 29 of 29 reviews
Profile Image for Truly.
2,763 reviews12 followers
December 7, 2022
"Di tengah laut ada ombak besar, saya teriakkan nama Wasripin, ombak itu menghilang!"

Perjalan hidup Wasripin memang sungguh luar biasa. Dari pemuas hasrat, tukang pijat, hingga menjadi orang yang dianggap mampu meloloskan jalan politik seseorang dengan kesaktiannya. Begitulah urusan politik d negara ini.

Meski disamarkan, pembaca masih bisa menebak partai mana yang disebut dalam kisah ini, penguasa mana yang dimaksud.

Profile Image for Imas.
515 reviews1 follower
May 1, 2013
Membaca ulang buku ini, sebuah buku bagus.Dengan latar belakang "sepertinya" orde baru, menyoroti suasana kehidupan politik yang "sepertinya" saat itu tentu dengan nama-nama yang berbeda.

Bercerita tentang masyarakat kelas menengah bawah dipantai utara Jawa, Petrus , GPL (Gerakan Pemuda Liar) dan 3 partai yang berkuasa saat itu. Tokohnya Wasripin dan Satinah, endingnya menyedihkan. Sekian.

Profile Image for Michiyo 'jia' Fujiwara.
428 reviews
June 15, 2012
Buku ke-2 dari alm. Kuntowijoyo yang akhirnya selesai kubaca, setelah baca Mantra Pejinak Ular. Kisah yang sangat Orde Baru. Masih dengan kultur Jawa yang kental khas Kuntowijoyo, menyorot kisah masyarakat kelas menengah bawah dipantai utara Jawa, kisah keseharian masyarakat yang dibumbui dengan politik yang terjadi pada masa itu; Petrus (penembak misterius), GPL (Gerakan Pemuda Liar dan bukan gak pake lama! seperti yang kita tau sekarang)dan 3 partai yang ada pada saat itu: Partai Randu(sesama jenis pepohonan), Partai Kuda (temannya kuda=..) dan Partai Langit(diatas langit ada bintang!), aturan tentang larangan golput, pemerintahan yang layaknya junta militer (67-98) dan masih banyak lagi.. sampai lupa kalau dirinci satu-satu..maklum kejadian itu (Orde Baru) aku bener-bener masih piyik..masih seorang anak kecil yang gak ngerti apa-apa..baca novel ini sekilas mengingat peristiwa yang pada dasarnya cerita fiksi di buku ini, tapi mungkin nyata terjadi dimasa itu..

Wasripin..
seorang pemuda dari Jakarta, muak sebagai budak hasrat oleh ibu angkatnya, ia melarikan diri dan terdamparlah ia disebuah desa dipesisir pantai utara Jawa. Singkat cerita, didesa ini ia dianggap sebagai orang pintar (dukun, pemijat, peramal) dan apa yang ia lakukan akan ditiru oleh penduduk desa..Wasripin layaknya seorang pahlawan didesa ini..

Satinah..
kisahnya tak kalah seru dengan Wasripin, sempat berganti nama beberapa kali, karena namanya dianggap membawa sial..Satinah pada akhirnya bisa lepas dari kesannya sebagai 'anak pembawa sial' dan dengan pamannya yang tunanetra mereka berdua mencari nafkah dengan bernyanyi dan bermain sitar dari desa ke desa..dan dari sinilah Wasripin dan Satinah bertemu..

Apakah kisah Wasripin dan Satinah akan berakhir bahagia??
(jawabannya; kisah Wasripin tidak sama dengan Abu Kasan Sapari di Mantra Pejinak Ular)dan satu hal..sedih sama endingnya..saya turut berduka cita.. :(
Profile Image for Reni Soengkunie.
5 reviews
August 11, 2017
"Berjalan di atas air? Tidak aneh. Katak yang hina itu pun bisa. Melayang-layang di udara? Tidak aneh. Gagak pemakan bangkai pun bisa. Dapat memasukan batu di kepala orang? Tidak aneh. Iblis terkutuk pun bisa mengerjakan. Manusia itu lebih mulia daripada katak, burung, dan iblis..." (hal. 199)
.

Buku ini bercerita tentang seorang pemuda asal Jakarta bernama Wasripin. Saat umurnya 3 tahun ibu kandungnya meninggal dan dia diasuh oleh emak angkatnya yang bekerja sebagai penjual tahu ketoprak.
.
.
Suatu hari Waspirin kabur dari rumah. Dia berniat pergi ke pesisir pantai utara seperti yang dikatakan emak angkatnya bahwa tempat itu merupakan tempat kelahiran ibunya. Ditempat itulah akhirnya Wasripin bertemu dengan Satinah, seorang penyanyi keliling yang selalu bersama pamannya yang tuna netra.
.

Awalnya saya kira buku ini sebuah novel percintaan, namun saya salah besar. Meski memang ada kisah cinta antara Wasripin dan Satinah yang terbilang aneh bin nyleneh, tapi Kuntowijoyo lebih menekankan tentang kehidupan sebelum reformasi. Kita akan diajak mengetahui bagaimana getirnya kehidupan sebelum tahun 1998. Kita juga akan disuguhi kehidupan birokrasi pada saat itu yang begitu murahnya menghargai sebuah nyawa manusia.
.

Alur yang dibuat Kuntowijoyo sangat apik. Saya terbawa suasana pesisir pantai yang menawarkan perkampungan para nelayan. Bagi yang berpikir nalar dan realistis tidak dianjurkan membaca buku ini, karena bagi kehidupan masyarakat pesisir masih kental dengan dunia magig, klenik, dan semacamnya.
.
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
293 reviews6 followers
March 5, 2023
Wasripin dan Satinah merupakan novel karya Kuntowijoyo yang bercerita tentang kisah Wasripin seorang lelaki yatim piatu yang pergi kesuatu daerah di pesisir utara pantai jawa (pantura) untuk mencari ibu kandungnya. Namun, takdir memberikan kisah yang sungguh berlainan. Wasripin secara ajaib dikaruniai kemampuan yang tidak dimiliki manusia kebanyakan. Hal tersebut pula yang menjadikan hidupnya tak lagi sama dengan sebelumnya. Ia menjadi orang tersohor yang sering kali dicari utamanya jika kaitannya dengan hal-hal buruk. Fitnah datang bertubi-tubi, tetapi orang baik disekilingnya selalu menjaga dan membantunya. Kemudian kisah Satinah menurut saya tidak terlalu mendominasi, beberapa kali hanya melengkapi kisah lika-liku hidup Wasripin.

Bagi saya, novel ini tidak hanya bercerita tentang kisah ajaibnya hidup Wasripin. Lebih daripada itu, cerita justru sangat kental dengan potret kritik politik. Dimana kekuasaan digambarkan penuh dengan intrik, hak-hak masyarakat sebagai warga negara sangat dibatasi oleh aturan yang mengikat dengan paksa. Ketegangan dan kecaman sengaja dimunculkan demi tujuan pihak tertentu tercapai.

Saya sangat menikmati alur cerita yang ditulis dengan lugas tanpa kiasan. Adegan yang digambarkan penulis tidak berlebihan dan mudah dipahami. Beberapa masih ditemui typo tetapi masih aman dan tidak mengganggu. Novel ini akan sangat cocok untuk pembaca yang suka dengan tema-tema politik.

Profile Image for Bimana Novantara.
278 reviews28 followers
April 10, 2025
Ada banyak peristiwa, tokoh dan konflik dalam novel ini, tetapi alurnya yang begitu cepat dan narasinya yang dibuat efisien membuat ceritanya tidak sulit untuk dipahami. Alur dan narasi yang padat itu membuat adegan-adegannya terkesan seperti karikatur. Begitu juga dengan para karakternya, mulai dari rakyat dan tokoh-tokoh penting dalam cerita yang tinggal di desa nelayan sampai para pejabat tingkat daerah dan aparatnya yang bejibun, terdapat kesan karikatural yang begitu nyata pada ucapan dan perilaku mereka. Mungkin karena itu juga gambar di sampul buku ini menggunakan karikatur. Unsur karikatural itu membuat cerita novel sering terasa lucu di banyak adegan meskipun adegan-adegan tersebut mungkin tidak dimaksudkan sebagai adegan komedi. Novel ini juga novel yang sangat njawani. Jawa banget, lebih spesifiknya lagi Jawa Islam dengan segala ciri dan kepercayaan khasnya, tapi yang pasti Jawa. Ini juga ditegaskan dalam ceritanya di mana tertulis “...orang bisa beragama apa saja: Islam-Kristen-Buddha, tetapi jangan lupa Jawanya. Jowo berarti tahu makna hidup.” Meskipun terkesan ringan dan karikatural, novel ini memberi gambaran situasi sosial-politik pada masa Orde Baru di daerah terpencil dengan cukup komprehensif.
Profile Image for Asmin Kurniati.
22 reviews5 followers
September 23, 2017
saya kasih bintang 5! karena buku ini sangat menarik dan layak baca!

gaya bahasanya ringan tapi juga awam sekali..alur ceritanya sangat orba dan all in one hampir seluruh kasus2 orba bisa kita temukan dalam buku ini..dari mulai orang mendadak terkenal karena ampuh, sampai orang mendadak hilang karena tiba2 mau makar..

sayang sekali saya baru kenal buku kintowijoyo sekarang ini..agak telat tapi tak ada kata terlambat untuk mulai mengenal sebuah karangan..
Profile Image for psdm.
66 reviews
March 23, 2024
"Apapun yang terjadi Bu, beristighfarlah dan ucapkan Alhamdulillah"
Ia menarik napas panjang.
Profile Image for Arfanlel.
90 reviews
January 20, 2024
Menurutku, penceritaan novel ini terasa agak hambar. Karakter dalam cerita kurang bisa membawa pembaca menyelami kisah yang disajikan.
Profile Image for Ayomi.
18 reviews4 followers
July 2, 2023
WHAT A RIDE.

Membaca buku ini mau tidak mau mau saya jadi menengok ke dalam, melihat ke hal yang selama ini dekat dengan saya yg selalu saya protes, yg selalu bikin saya ngedumel, yg selalu bikin saya geregetan dan bertanya "kok gini sih."

Saya rasa, apa yg terjadi di semesta WasriNah masih terjadi saat ini di sini. Beberapa dgn kadar yg masih sama hanya medianya saja yg berganti seiring dengan perkembangan teknologi, beberapa hal yg lain sedang berjalan dgn pelan ke arah perbaikan (well, we do have hope). Dan kesadaran atas kejadian2 dan perubahan2 tsb yg tumpang tindih dengan semesta cerita membuat pengalaman saya membaca buku ini jadi cukup meninggalkan jejak.

Saya gemes (in a fond way) dengan WasriNah dan merasa getir dgn cara semesta bertindak atas mereka. Di sisi lain, pengalaman membuat saya secara tak sadar memposisikan diri di sudut pandang lain atas kejadian di seputar mereka dan hal itu membuat saya menertawakan dgn pahit kejadian2 yg dialami berbagai pihak. Buku ini beneran mengolah keruwetan berbangsa-bernegara di Indonesia dgn apik.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Eva Novia Fitri.
163 reviews1 follower
March 23, 2023
Semua bolak baliknya nasib, dipakai seluruhnya oleh Prof. Kunto pada tokohnya kali ini: Wasripin. Membacanya jadi ikut bertanya-tanya, siapa sebenarnya lelaki ini. Di satu saat, kita dibuat yakin bahwa Wasripin memang bukan siapa siapa selain seorang lelaki yang asal usulnya tidak jelas namun kerap diuntungkan oleh keadaan. Tapi kemudian kita seolah disadarkan, bahwa Wasripin lah pengendali keadaan.

Intrik-intrik kehidupan orde baru disematkan Prof. Kunto tetap sangat cantik dan natural. Sulit untuk tidak mengagumi kejelian dan kelicinan beliau me -fiksi- kan realita.

Ketulusan dan kebenaran hadir dalam bentuk tokoh Pak Modin. Beliau jelas jadi mistar tempat menyeimbangkan semua tikungan tikungan laku masyarakat yang -lagi lagi- dengan sangat jeli  ditangkap dan diceritakan kembali di buku ini.

Manuver manuver partai politik terang benderang dibongkar tetap dengan bungkus kekocakan di sana sini. Tokoh tokoh fiktif tapi begitu gamblang mewakili 'siapa' dan 'sianu' menunjukkan Prof. Kunto jelas jelas seorang pejuang idealis.
Lalu Satinah? Wanita yang dipasangkan dengan Wasripin ini rupanya pada akhirnya adalah pelengkap tragedi nan memilukan. Sungguh plot twist.
Profile Image for Atique euqita.
150 reviews6 followers
December 21, 2010
Dapatnya di rak buku teman,..baca sekilas..keterusan sampai halaman terakhir..

Kisah tentang Pemuda Wasripin yang lugu, pekerja keras dan jujur. Hidup dizaman perpolitikan orba.. yang meski dibaca dizaman reformasi, cerita ini tidak basi sama skali,.karena kondisinya tidak jauh beda. setidaknya menurut saya pribadi. :)

Bahasanya sederhana, ringan namun mampu merangkum kondisi politik dari masyarakat tingkat RT sampai Istana negara. Tentang parpol yang menghalalkan segala cara demi perolehan suara, pemunculan issue2 yang melegalkan para elit politik dan intel negeri ini untuk menangkap, mencuci otak bahkan menghilangkan nyawa sasaran demi kekuasaan dan pembuktian kehebatan. hupff.. sempat ikutan sesak juga bila mengingat isi cerita ini. Settingnya dari pinggiran sungai Jakarta sampai daerah pegunungan dan pemukiman nelayan.
Kondisi masyarakat awam yang spontan bersatu akan ketidakberdayaan dengan jalan demonstrasi hingga hanya mampu mengelus dada akan ketidak mengertian mereka terhadap para penguasa dalam menghakimi keseharian dan tindakan mereka dengan bahasa yang menggelitik..

Meskipun saya sama skali bukan orang politik ataupun tertarik didunia perpolitikan tapi dengan dengan membaca buku ini membuat saya lebih tau dan sempat merenungkan kondisi sekitar kita yang sadar atau tidak sedikit banyaknya tergantung akan kehidupan politik bangsa ini..

Kisah yang jujur..Cerita yang tak mudah dilupakan dech... :)
Profile Image for Sanya.
90 reviews8 followers
January 11, 2017
"Bu Modin ingat Wasripin: dibawa tentara selalu berarti mati."

Kira-kira, keseluruhan novel ini bisa digambarkan dengan kalimat di atas. Penutup novel ini pun tak lepas dari kalimat tersebut. Mungkin memang Pak Kunto bertujuan membuat pembaca geleng-geleng kepala karena kelakuan para ‘penguasa’ yang akan melakukan apa saja untuk memusnahkan orang-orang yang dianggap mengancam kekuasaannya. Setidaknya ‘penguasa’ di dalam novel ini. Dan biasanya, yang menjadi korban adalah orang-orang di bawah penguasaan tersebut. Walaupun mereka bisa melawan, tetapi perlawanan itu nampak kecil dan nyaris sia-sia.

Sepanjang membaca novel ini, saya dibuat tertawa sekaligus membatin "Ngawur ki. Tapi yaudahlah, suka-suka pengarangnya aja.” Haha. Begitulah, setiap kali saya membaca, yang penting bagi saya adalah mengenal ‘ciri khas’ pengarangnya (dan sejauh ini, hal inilah yang membuat saya kagum—bagaimana penulis, pada umumnya, mampu mempertahankan ‘gaya bercerita’-nya). Dari potretnya, nampaknya Pak Kunto orang yang nyentrik ya. Kacamatanya berbingkai kotak dengan ukuran besar. Di novel ini, potret yang ditampilkan adalah ketika dia tertawa. Ke-nyentrik-an itu juga terlihat dari karya-karyanya yang, setahu saya, sarat dengan unsur Jawa, Islam, dan "Keajaiban".

Selain itu, dalam novel ini, saya suka cara beliau menggambarkan dengan cukup baik bagaimana kehidupan masyarakat perkampungan nelayan pantura.

This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Laaaaa.
208 reviews5 followers
August 6, 2022
kritiknya dapet banget, tentang parpol yang berkuasa (sok kuasa lebih tepatnya), polisi dan tentara yang sewenang-wenang main kekerasan, birokrasi yang ribet dan ga jelas, pengadilan dan kejaksaan yang sakpenake dewe memberi keputusan, syirik yang dilakukan masyarakat kampung nelayan, kebencian masyarakat pada para pejabat dan orang berpangkat. komplit lah

kisah wasripin dan satinah yang ada di judul ini sebenernya ga dominan. yang dominan ya kritik sosialnya dan apa yang dilakukan wasripin ke orang-orang di sekitarnya.

menjelang ending, itu emak angkat yang tiba-tiba nongol buatku kek MEH banget. ga jelas lho kok teko-teko njedul. satinah ga diceritain di akhir, wasripin ga bakal kembali, pak modin yang ahhh sudahlahhh aku males banget dan emosi ke tokoh-tokohnya
Profile Image for Teguh.
Author 10 books335 followers
September 25, 2013
Ketika membandingkan dengan "Mantra Penjinak Ular" saya akan lebih suka dengan "Mantra Penjinak Ular". Dengan setting yang berbeda, dan tokoh yang juga berbeda. Meski memiliki beberapa hal yang menjadi pokok cerita.
1. Budaya Jawa dan masyarakat yang memiliki kepercayaan mistis masih kental
2. Dunia Orde Baru (Partai Randu, Partai Langit, dan Partai Kuda)
3. Benturan abangan, santri, dan priyayi...

Tetapi buku ini tetaplah menarik.
Profile Image for Abi Ghifari.
108 reviews6 followers
December 28, 2014
Kisah yang terdapat di dalam buku karangan Kuntowijoyo ini cenderung terkesan realisme magis. Cerita lebih berfokus pada fragmen-fragmen peristiwa yang sambung menyambung dibandingkan karakter yang membangun jalan cerita. Alur yang mengalir luwes di dalamnya juga terkesan seperti tak peduli pada dimensi waktu.

Novel ini juga menyuguhkan kisah dan peristiwa yang bisa jadi merupakan refleksi kehidupan sosial-budaya dalam bermasyarakat dan bernegara di tanah air ini.
Profile Image for Indigo Deville.
38 reviews3 followers
August 13, 2007
Sekilas buku ini ingin mengulang kesuksesan Mantra Penjinak Ular. Masih mengetengahkan kehidupan masyarakat bahwa yg tertindas oleh "mereka yang berkuasa".

Cukup menarik dan mengesankan walaupun endingnya memilukan.
Profile Image for Cipto Leksono.
6 reviews5 followers
October 23, 2007
Penulisan dan personifikasi yang lugas membuat buku ini begitu mengalir ketika dibaca. Kepolosan dialog beberapa tokoh kadang membuat kita tersenyum-senyum.Gambaran yang teramat dekat dengan realita kehidupan sosial, ekonomi, politik di masyarakat kita.
Profile Image for Ipung.
31 reviews4 followers
October 8, 2008
Nah ini buku kedua Kuntowijoyo yang saya baca. Karena sudah tertarik dengan "Mantra Pejinak Ular."

Buku yang bagus.
Profile Image for Yuki Ritonga.
Author 1 book3 followers
August 10, 2011
Kuntowijoyo menampilkan tokoh Wasripin yg lugu dgn sangat bagus. gaya penulisannya ringan dan mengalir, sesuai dengan tema ceritanya yg unik. buku ini harus dibaca!
Profile Image for Rahmi Kasri.
29 reviews
June 7, 2014
Bagus, tapi plotnya mirip sekali dengan mantra penjinak ular.
Profile Image for Ilham Rusdiana.
157 reviews1 follower
December 5, 2015
Menurutku, penceritaan novel ini terasa agak hambar. Karakter dalam cerita kurang bisa membawa pembaca menyelami kisah yang disajikan.
Profile Image for Arfan Putra.
139 reviews3 followers
November 24, 2016
Menurutku, penceritaan novel ini terasa agak hambar. Karakter dalam cerita kurang bisa membawa pembaca menyelami kisah yang disajikan.
Displaying 1 - 29 of 29 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.