In the name of true love, Milo, a tenacious and pampered canine, comes to the rescue of his owners, Jen and Bob, when Valerie, a conniving witch of a woman, along with her devious dachshund, tries to break them up. Original.
Several years ago, Jane May adopted a mutt from the A.S.P.C.A. and named him Miles (he happens to bear a striking resemblance to the narrator of Doggy Style). They live in New York City, where Jane is at work on her next novel.
Cuma ada 2 jenis hewan yang gue takuti di dunia ini: invertebrata dan anjing.
Eh sebenernya bukan takut sih. Mungkin lebih ke jijik ya.
Ulat, ulat bulu, cacing tanah, lintah, errrr… *bergidik* Dari dulu gue bisa nangis jejeritan sambil ngelempar apapun yang ada di tangan kalo nemu salah satu dari hewan tidak bertulang belakang itu. Ngupas mangga, nemu ulet, buang. Disuruh nyiram tanaman, ada ulet bulu nongol, lempar pake sendal jepit lalu kabur. Makan jambu air baru satu biji, kemudian nemu ulet, buang seplastik-plastiknya. Nemu cacing-cacing tanah baru pada keluar di jalan setapak setelah hujan… *hening* *melipir pelan-pelan sambil nelepon pusat penyewaan buldoser*
Salah satu pengalaman yang bikin gue trauma adalah baru-baru ini gue lari-lari sore sambil whatsappan sama temen gue. Otomatis gue rada ngga liat-liat jalan. Dengan kecepatan yang lumayan, ya, err.. sebenernya ngga cepet-cepet amat tapi tetep aja susah buat ngerem mendadak, gue melindas seekor ulat bulu berwarna hitam yang lagi berusaha menyeberang. Dan yang terjadi adalah, gue jejeritan sambil lompat-lompat dan ngga berani ngeliat alas sepatu gue sendiri. KALO GUE NEMU REMAH-REMAH ULET BULU YANG BARUSAN GUE LINDES BESERTA DARAH-DARAHNYA GIMANA???
Ngebayanginnya aja udah bikin gue butuh terapi. Lalu gue pulang sambil sesenggukan. Sekarang gue masih menitikkan air mata karena jijik.
Kalo anjing, ngga ngerti kenapa gue bisa takut. Bukan karena takut rabies sih. Monyet juga bisa nularin rabies kok. Perkara sama anjing ini mungkin lebih karena takut kejilat. Seumur-umur belum pernah sih kejilat anjing. Makanya gue ga tau gimana cara bersihin liurnya -___-"
Iya tahu, pake air dan tanah sampe tujuh kali. Tapi detailnya bisa sampe tujuh kali cuci itu yang gue ngga ngerti. Kalau yang kena baju atau apa sih, mending gue buang sekalian. Nah kalau yang kejilat betis? Karena gue ga tau itu lah, jadi aja gue males aja kalo sampe ngga sengaja kejilat sama si anjing.
Pernah dong sekali gue diajakin main ke rumah salah satu guru ekspat yang ternyata melihara DUA anjing gembala Jerman yang kalo disuruh berdiri pake dua kaki dan nomplok gue mesra di depan dan belakang pun si anjing-anjing itu mampu saking gedenya. Rontokan bulu nempel dimana-mana. Sofa, kursi, bantal sofa, dan air liurnya bikin seluruh lantai lengket. Untungnya gue ga lepas kaos kaki sih. Sebelum pulang kaus kakinya gue lepas, baru gue pake sepatu dengan hati-hati. T___________T
Kok bisa sih temen gue itu ngga asma ya ngehirup rontokan bulu? Gue aja ngerasa gue butuh masker anti radiasi nuklir kalo sekali lagi gue disuruh buat masuk ke rumahnya. Dan sepanjang di rumah temen gue itu, gue cuma berdiri di pojokan ruang makan. Siap-siap naek ke atas meja makan kalo si anjing-anjing mendadak ngedeketin gue.
Dan malam-malam waktu gue liburan di Ubud adalah malam-malam yang paling mencekam dalam hidup gue. Anjing-anjing di sana sumpah gede banget. Dan dekil. Dan suka gonggongin orang lewat T_T
Tapi akhir-akhir ini gue suka ngeliatin video-video anak-anak anjing corgi sih. Jadi paling engga ada lah spesies anjing yang gue lumayan suka liatinnya selain Siberian Husky yang ganteng dan galak itu.
Eh nonton video ngga haram kan? Gue ngga harus nyuci laptop gue se-modem-modemnya sampe tujuh kali pake aer dan tanah gara-gara gue ngeliatin anak-anak anjing di youtube kan?
Tapi serius deh, anak-anak anjing itu lucu ya. Yah, anak manusia juga lucu sih. Apalagi kalo umurnya berkisar antara 2-4 taun. Kurang atau lebih dari itu, udah ga lucu lagi sih. Mungkin anak anjing juga gitu. Kecuali anjing yang seumur hidupnya ditakdirkan boncel nggak gede-gede macam si corgi-corgi ini.
Dan buku ini bercerita tentang anjing yang ngerasa punya insting mengenai dengan siapa si majikannya harusnya berkencan. Atau bersama. Atau, ya itu lah. Intinya emang agak songong banget ini anjing bisa-bisanya nentuin jodoh manusia.
Duh buku ini gue beli taun berapa ya, kok lupa. Yaudah lah, gue cuma mau cerita tentang invertebrata dan corgi doang di sini kok. Baca bukunya juga udah dari dua taun lalu..
I love dogs. Itu alasan pertama saya membeli Doggy Style, alasan kedua karena buku ini menceritakan kisah cinta antara Jen dan Bob dengan sudut pandang anjing piaraan mereka, Miles. Boleh juga nih reviewnya, secara sebelumnya baca Enzo yang juga dari sudut pandang si dugi saya suka banget.
Miles, seekor anjing adopsi yang diasuh oleh Jen dan Bob, pasangan baru yang masih sedang dalam masa penjajakan. Miles segera saja menjadi pusat pehatian mereka. Yang kocak adalah saat Miles menyaksikan Jen dan Bob bercinta. Sampai sepertiga buku saya masih menikmati buku ini, tapi semakin ke belakang seperti sang pengarang kehilangan arah. Saya bingung ini cerita mau dibawa ke mana?? Bob akhirnya selingkuh dengan nona manis pemilik anjing yang juga disukai oeh Miles. Ketahuan, putus.
Gantian Jen yang berpetualang cinta dengan beberapa laki baru, namun Miles tetap menganggap laki-laki yang pantas untuk Jen ya si Bob itu. Padahal Bob juga sempat berpetualang cinta dengan wanita lain lagi. Hayah.. Akhirnya sudah bisa ditebak kan??
Miles digambarkan sebagai seekor anjing yang sangat setia, namun punya beberapa kebiasaan aneh. Suka memakan celana dalam!! Suka pup sembarangan, terkadang itu merupakan ciri khasnya apabila ia sedang tidak suka dengan suatu keadaan tertentu. Misalnya saat Jen akan liburan, sadar akan ditinggal eh Miles malah pup di koper. Entahlah, saya sepertinya not in to this book, menurut saya kekonyolan Miles termasuk buang angin sembarangan itu ga lucu. Masih lebih lucu anjing saya :D
Sepertinya selera humor saya sedang hilang entah ke mana, *huuft* baca Jampi jampi Varaiya juga ga dapet tuh lucunya. Saatnya ganti buku serius dulu kali... Atau pensiun dari buku sejenak kali ya?? *melirik tumpukan DVD*
Kalo dari cerita sih 1 bintang, karena ada bau bau duginya jadi 2 bintang :D
Sebenarnya sih ceritanya klise, tapi jadi beda karena diceritakan dari sudut pandang seekor anjing, Miles yang campuran chihuaha dan dachshund.. pasti imut banget kan Biar imut tapi galak, cuma mau deket sama orang yang dipercaya - dy punya krisis kepercayaan haha Miles amat sangat sayang dan protektif pada dua majikannya Bob dan Jen, ketika hubungan mereka putus, Miles ikutan pusing, pengen keduanya balik lagi karena mereka adalah kawanannya haha.. Lucu banget dialog-dialognya, suka sama terjemahannya, bisa ngebuat gw ngerasa jadi 'anjing' juga haha.. Kalo Miles ngambek, ampyuuun...misalnya dy ga mau ditinggal, cara protesnya dia pup di dalam koper Jen.. hahaha Trus genit pula, dy suka ngunyah2 CD 'celana dalam' orang ... nafsunya gede, padahal udah dikastrasi *sian kau Miles*
Pokoknya baca buku ini sambil ketawa2 terus.. jadi pengen punya anjing kaya Miles.. :D
Lumayan menarik sih karena diambil dari POV anjing. Tapi aku ga nemu gaya "jantan" dalam POV miles.... Jadi ya gitu... menurutku ceritanya pun ga ada yang spesial selain Miles itu anjing aja.
Oke, satu hal. Buku ini sedikit, ehm, menjijikan? Terlepas dari hal itu, ingatkan dirimu kalo ini tuh buku chicklit. Seharusnya aku gausah beli, tapi diskonan? Hehehew. Dan aku paling sebal sama buku yang udah dibeli tapi nganggur belum dibaca. Gemeesss taugak.
Dimulai dengan kisah seekor anjing jantan bernama Miles, yang berada di penampungan dan merasa underestimate sama semuaa pengunjung. Miles berpikir bahwa para manusia itu hanya "lihat-lihat" dan memberi harapan palsu kepada mereka semua. Hahahaha. Sampai Miles bertemu Bob dan Jen, kedua pasangan yang sedang mencari seekor anjing.
Miles mempunyai masalah kepercayaan dengan orang asing, karena dia punya tragedi di masa lalunya. Jadi, majikan sebelumnya, Mary, pernah dibunuh oleh Orang Asing, dan Orang Asing itu mengejar Miles. Dan Miles pun berakhir di tempat penampungan, takut pada semua orang. Tapi Bob dan Jen mendapat kepercayaan Miles, jadi Miles merasa satu kawanan dengan mereka.
Tapi masalah datang ketika Miles berjalan-jalan dengan Bob di Central Park. Miles langsung jatuh cinta pada seekor anjing betina dachshund. Begitu pula dengan majikan anjing itu, si Wanita Itu, yang jatuh cinta pada Bob. Jen, dia mudah cemburu. Bob, dia begitu baik pada semua orang. Hingga suatu saat, Jen memutuskan bahwa Bob sudah lebih dari "baik" kepada Wanita Itu.
Bukan Miles namanya kalo gak berusaha menyatukan kembali kawanan mereka. Dan mengusir para "pengganggu".
.Tapi, sejujurnya, pada saat itu, aku akan dengan senang hati bertukar tempat dengan tikus--hidup atau mati--kalau bisa membuat Jen dan Bob kembali bersama. -hlm 14.
This book was hilarious. The only reason I gave it 4 stars is BOB MADE ME SO MAD!!! I wanted to punch him in the face for all the stupid decisions he makes and all the nasty, horrible women he sleeps with. He's one of those otherwise decent guys that makes you throw your hands into the air and say, "MEN!!!" But Miles... just love Miles! It is a must-read if you're an animal lover and looking for a naughty but quick and hilarious read!!!
This book was absolutely outstanding, It's set from the point of view of the Dog, Miles. It's about how the break-up between a couple whose adopted a dog can effect that way the dog acts and the way he feels about his family. It's a must read for any dog lover.
Lumayan unik, menggunakan point of view seekor anjing. Miles, si anjing, berusaha menyatukan kembali "majikan"nya dalam satu cinta *halah*. Lucu sih cara-cara si Miles, meski kadang nggak masuk akal.
A light and funny story with dog's insight as the storyteller. A book about relationship from dog's point of view. Two thumbs up for miles! After reading this book, you'll want a dog for sure..