Sesungguhnya manusia dikaruniai kebebasan ketika menghadapi persoalan: menutup mata berpura-pura tak mengetahui, mendiamkan seraya berharap persoalan selesai dengan sendirinya, melarikan diri, atau menghadapinya dengan penuh tanggung jawab.
William Soeryadjaya adalah tipe yang terakhir. Manakala prahara bisnis mengempasnya, lelaki yang menjadi yatim piatu sejak usia 12 tahun ini lebih memilih untuk tidak menghancurkan Astra yang dia lahirkan serta besarkan, sekaligus tidak merugikan pemegang saham minoritas. Dia memilih melepaskan harta demi memenuhi kewajiban dan tidak mencederai hak-hak orang lain. Secara bisnis, William memang jatuh, rebah menempel bumi. Namun sejarah menyaksikan dan mencatat segenap tindakannya dengan tinta emas. William menunaikan apa yang disebut sebagai noblesse oblige-nya.
Man of Honor adalah kisah kehidupan, spirit, dan kearifan seorang humanis, pebisnis, industrialis, dan nasionalis bernama William Soeryadjaya. Buku ini mengungkap value dan belief seorang entrepreneur yang membangun bisnis dengan penuh etika dan meletakkan kehormatan diri serta keluarga di atas segalanya. Dengan membacanya, kita memetik keteladanan dari seseorang yang berdiri tegak di atas nilai serta prinsip yang dianutnya demi keinginan yang selalu dipegangnya: menjadi berkat bagi sesama.
Saya sedikit menyayangkan kenapa buku ini ditulis setelah Om meninggal. Mungkin salah satu alasannya karena banyak peristiwa yang terkait dengan perkembangan politik negara ini. Buku ini banyak bercerita namun sulit memeras inti pemikiran Om William. Tapi bukan berarti tanpa makna, sulit membayangkan tokoh ini jatuh bangun dan tetap tumbuh dalam sikap dan sifat yang baik serta positif penuh kehormatan.
This book is awesome. Bermula dari nol, Oom William telah melahirkan dan mengembangkan PT Astra. I really like how Oom treat and thought of the well-beings of the local as well as his subordinate. It's a great loss to Indonesia when this great- man went back to the God's side in 2008. Oom, you totally deserve an honor. Rip.
If you are interested with how a person start, grow, and remembered in his life. Starting from an orphan into the second richest person in Indonesia at his time, William Soeryadjaya a.k.a Oom Wil proved to the young people for never give up and dare to step up. Trusts and rewards to humans are the key contrasts between Oom Wil with other businessmen. However, i really learn much whether from his morals and ethics in business also by his nature habits. Unfortunately, even a tycoon still has weaknesses. A strong wave that could subvert even a tycoon bring the end for normal people. Fortunately, he always been surrounded by a loyal people to rise up and until the end of his life. In the end, he has made his life become a father for all the people that works under and even had a relationship with him. He has made a great legacy to Astra as what people know as Catur Dharma. I recommend this book for whoever that really want to be not just an entrepreneur but a tycoon. A strong figure that uphold a honor and family's good name above all. A man who's name has always been written by a golden ink.
Setelah membaca buku ini, jadi kagum dengan sosok beliau. Gigih, pekerja keras, selalu mencari peluang & berani mengambil risiko. Di sisi lain, beliau juga sangat dermawan & ingun menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya karena semakin banyak orang bekerja, kriminalitas akan berkurang. Such a great man!
Biografi memang tidak bisa dilepaskan dari subjektivitas penulisnya yang di buku ini terlihat main aman dan melakukan repetitif aksentuasi pada angelic side seorang Oom. Namun terlepas dari kesan penulisan yang kurang objektif, noblesse oblige yang diaplikasikan seperti hembusan nafas pada setiap tindakan yang dibuat oleh Oom menjadikannya sosok Man of Honor dengan segala visi dan spekulasinya.
Inspiring one, story about a businessman who gave legacy to Indonesia, a family man and a story a man create his own “stars” from an ordinary sales in traditional market to billionaire company with multiple business.
Buku ini menceritakan jatuh bangun Om William yang pada akhirnya lebih memilih apa yang baik daripada yang hanya benar. Saya yakin pimikiran Om William jauh lebih dalam daripada yang tertulis di buku ini. Namun setidaknya buku telah memberi kesempatan bagi banyak orang untuk mengenal dan mengingatkan kembali akan visi, semangat, dan perjuangan Om William sebagai businessman dan sang pembangun aset bangsa.
Buku tebal yang sulit dipahami. Penggunaan bahasa yang ringan malah menyebabkan buku menjadi tidak jelas. Apakah sekedar kumpulan pendapat orang tentang William Soeryadjaya. Bagi saya agak mengecewakan. Sayang untuk orang yang sehebat oom William disajikan dalam tulisan populer dan encer. Saya koq jadi merindukan gaya penuturan Alberthiene Endah dalam buku Chrisye
mempengaruhi hidup saya setelah membaca buku ini. kehidupan sosial omm william dalam berbagi terhadap sesama semakin menguatkan tekat saya untuk berbagi. bahkan di akhir hidupnya yang sedang menderita sakit, beliau masih sempat untuk memikirkan kesusahan tukang cukurnya. menangis saya membacanya.