Jump to ratings and reviews
Rate this book

Petualangan si Kembar Tiga

Rate this book
Suatu hari, Paul Müller mendadak ditinggal orangtuanya pergi berlibur. Mereka ingin ia belajar mandiri dengan hidup sendirian di rumah. Mengerikan, bukan?

Tidak lama kemudian ia bertemu anak perempuan menyebalkan yang mengaku sebagai saudara kembarnya. Ternyata Paul sebetulnya kembar tiga tapi dipisahkan waktu masih kecil. Maka mereka berdua pun bertualang ke berbagai kota di Jerman untuk mencari saudara kembar mereka yang satu lagi.

Petualangan makin seru karena ada anjing “ajaib” yang bergabung dengan mereka.

264 pages, Paperback

First published February 20, 2009

Loading...
Loading...

About the author

Burkhard Spinnen

44 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
11 (18%)
4 stars
28 (45%)
3 stars
17 (27%)
2 stars
4 (6%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Stella_bee.
496 reviews19 followers
March 26, 2021
Cerita yang diusung sebenarnya cukup menarik dan menghangatkan hati, namun jujur aku kurang sreg dengan gaya penulisan yang menurutku agak-agak absurd (for my taste). Well mengingat ini karya penulis Jerman, mungkin memang aku yang tidak familiar dengan style Europe lit :)
Profile Image for B-zee.
580 reviews70 followers
December 19, 2018
Awalnya agak gimana gitu, karena banyak hal aneh yang kurang masuk di akal, untuk ukuran novel fiksi semacam ini. Semacam suasana konyol ala Dahl, tapi kekonyolannya terlalu nanggung untuk bisa diterima. Namun, secara umum kisahnya memang seru dan menghibur. Dan mungkin itulah tujuan dari penulis. Apalagi segmennya untuk anak dan remaja.

Saya jadi penasaran dengan penulis Jerman yang lain. Biasanya, memang ada gaya-gaya khas yang ada di tiap negara, jadi mungkin suasana Jerman ini yang masih asing untukku.
Profile Image for Lina Maharani.
284 reviews15 followers
January 6, 2021
"waktu adalah hadiah terbaik yang bisa kamu berikan ke orang-ornag yang kamu sayangi..." ~ Paul Muller.

Tipikal buku novel remaja yang seringkali ku koleksi karena ya se-sederhana alasan ingin merasakan cerita petualang ala anak remaja. Kadang perasaan semacam ini menyenangkan sekali, impulsive & beresiko khas anak remaja. Tapi tentunya cerita semacam ini punya pesan moral yang buat org seumuranku pun masih relate.

Menyenangkan sekali menjadi bagian dari petualangan Paul-Paula-Pauline & si anjing Piet Senin :))
Profile Image for Kezia Olive.
128 reviews
May 5, 2013
family stories! favorit saya :')
begitu menutup buku ini, saya kaya habis minum bandrek. hangat rasanya hati ini.. *ceileh* hahahaha.

dari awal buku ini saya baca, udah dapet feelnya. kalo prejudice *etdah serem* saya bener, kayanya buku ini bakal epic. dan bener aja.

Buku ini cerita tentang anak kembar tiga yang dipisahkan oleh nasib oleh orangtua mereka gara-gara kemiskinan. *iya kaya sinetron kan* tapi berkat keusilan si orangtua tiga belas tahun kemudian dan banyak kejadian-kejadian sial, akhirnya mereka menemukan mencari dsb kembaran mereka... ya kurang lebih seperti itulah. Merekapun akhirnya bertemu kembali dengan tidak elegan setelah melewati pertengkaran khas anak empatbelas tahun kurang berapa hari. Mereka juga ditimpa kesialan yang berubah jadi keberuntungan, yaitu si Piet Montag atau akhirnya dinamai jadi Pablo oleh si cici tertua, yaitu seekor anjing hitam hiperaktif yang "ajaib". Mereka berempatpun mengalami petualangan yang mengubah hidup. petualangannya gimana? baca sendiri lah! yakalii diceritain disini semuaa.. *ditimpuk sendal* hehehehe


Buku ini kalo menurut saya indah karena keanehannya dan kesederhanaannya, merombak semua aturan pembuatan cerita di dunia yang biasanya plotnya punya klimaks. Soalnya di buku ini kaya ga jelas gitu! ciyusan deh. antara klimaksnya memang ada di tiap halaman atau memang ceritanya datar-datar aja, saya sendiri ga bisa menentukan.
Kalo kisah-kisah yang biasanya family based kan kekuatannya biasanya terletak di dramanya, melankolinya, inspirasinya, dan sebagai bagainya, yang biasanya flownya swingg trus boooooom trus happy ending (maklumi ketidakmampuan saya mendeskripsikan, *peace*), tapi buku ini nggak tuh. kalem-kalem aja deh kayanya. Tapi justru melalui kesederhanaannya cerita ini jadi memorable dan bagus.

Petualangan ketiga anak ABG tanggung ini memang kaya rada maksa gitu, tapi seru. Karakter tokohnya? bedeh. Dari awal sampe akhir konyol, lebay, childish to the max, kepo, sok tau, ceplas ceplos, letoy, pengecut tapi pemberani, yahh, ga bisa dibilang kaya tokoh-tokoh genre family biasanya. Biasanya ada kisah dramatis perubahan karakter si tokoh disertai banjir air mata, tapi disini biasa aja tuh. yang culun ya tetep culun. yang bawel ya tetep bawel. yang rese ya tetep rese. Tapi mereka belajar menjadi satu keluarga yang utuh walaupun ga utuh dan justru mendapatkan lebih banyak kebahagiaan dari yang mereka bisa dapatkan.

Yah, patut diacungi jempol deh. Saya jujur suka ceritanya walaupun bukan cerita yang wow banget. Saya sih yang pasti bersyukur udah baca buku ini. Saya juga akhirnya jadi penasaran. nasi instan itu apa sih? kok di Indonesia kayanya ga ada ya.... (.___.) apa ada tapi saya ga tau? hahaha.

anw, buku ini pantas dibaca banget. Highly recommended. Baca aja deh. haahaha. Saya ga bisa kasih komentar lagi, habisnya ini salah satu genre favorit saya jadi rada susah bilang kelebihannya apa kekurangannya apa, saya ga bisa ngejudge jadinya, hahahahaha.
Buat orangtua-orangtua boleh nih dibaca. Sekaligus menambah wawasan tentang cara berpikir anak di usia-usia kaya gitu (standing ovation buat diri sendiri karena sok menguliahi orangtua-orangtua padahal sendirinya kepala dua aja belom).

Ok that's it! happy reading semuanya!! :D

Profile Image for Fadhilatul.
Author 1 book23 followers
August 7, 2013
"Umur kita belum empat belas. Kita dua anak yang terbuang atau nyaris terjual. Yang kita butuhkan adalah keluarga sungguhan. Orang yang memaksa kita makan makanan sehat. Orang yang mencucikan pakaian kita dan membujuk kita memakai pakaian yang tidak cool, supaya jangan sakit. Dan orang yang menjelaskan kepada kita kenapa melanjutkan sekolah lebih baik daripada mendaftarkan diri ikut casting acara pilihan bintang." (Spinnen, Petualangan si Kembar Tiga: halaman 119 - 120)

Buku ini bercerita tentang si kembar tiga yang bertualang mencari orang tua yang tepat bagi mereka. Pada awalnya mereka sendiri tidak tahu jika mereka adalah kembar. Namun berkat seorang hacker, semua kehidupan berubah. Kejadian demi kejadian yang tidak diduga terjadi begitu saja, seperti bertualang. Hingga pada akhirnya mereka menyadari jika memiliki tujuan yang sama, yakni memiliki keluarga utuh dengan orang tua yang sangat perhatian terhadap anak-anaknya.

***

Pertama kali bertemu dengan buku ini yakni di sebuah pusat perbelanjaan di seberang kantor. Beruntung saya langsung mengambil buku tsb tanpa ragu, apalagi jumlahnya hanya sebuah. Diterbitkan tidak sampai setahun dengan harga miring pula. Ditambah saya punya feeling bagus terkait buku ini. Dan benar saja, Petualangan Si Kembar Tiga menjadi satu-satunya buku yang langsung habis saya baca dalam hampir 3 minggu terakhir ini. Bahkan saya menghabiskannya hanya dalam waktu satu hari di tengah nuansa yang selalu hectic.

Lalu kemana saja saya selama tiga minggu? Tidak membaca? Ya saya membaca, namun tidak selalu habis. Saya baca 5 buku sekaligus dan belum selesai dalam 3 minggu ini. Entah, mungkin cerita-ceritanya membuat saya cepat bosan (padahal sebenarnya buku yang saya baca buku-buku berating tinggi). Jikalau saya mempublish ulasan buku-buku dengan cepat karena itu sudah terjadwal, dan bukan karena saya baca langsung pada waktu yang sama.

Saya senang dengan cerita si kembar Paul, Paula, dan Pauline Muller ini. Sang penulis tampaknya sangat menikmati cerita yang dibuatnya. Alurnya lancar dan kocak. Gaya Spinnen menulis agak blak-blakan dan apa adanya. Dengan berbagai sudut pandang si tokoh, Spinner berkali-kali mengkritik gaya asuh orang tua dan menyinggung bagaimana perasaan tertekan seorang anak jika harus menghadapi perceraian orang tuanya. Selain itu kritikan Spinnen juga ditekankan kepada sinetron yang ceritanya hanya berputar pada percintaan dan .... sering tak masuk akal. Secara tak langsung buku ini berbicara tentang sinetron yang tak bagus bagi kesehatan jiwa para penonton khususnya anak-anak.


Akhir kata, saya memberi 4 bintang pada buku ini. :)
Profile Image for Maya.
Author 18 books28 followers
April 4, 2013
Sebenarnya, bagiku ceritanya cukup aneh. Dimulai dengan perginya kedua orang tua Paul Muller. Alasannya, mereka ingin hepi-hepi, jadi mereka meninggalkan semuanya, termasuk anak semata wayang si Paul, dan pergi keliling dunia. Gak masuk akal sebenarnya, tapi, aku tetap mencoba lanjut baca, mana tau ada kejutan di halaman berikutnya. Apalagi, penuturannya (terjemahannya) sangat bagus. Benar saja, banyak kejutan menanti di halaman-halaman berikutnya, dimulai dari bertemunya si Paul dengan kembar keduanya, lalu kembar ketiganya dan mereka berpetualangan dari Berlin sampai ke pegunungan Alpen Swiss. Kisah yang menarik dan imajinatif. Oke dibaca untuk anak berusia 12 tahun ke atas.
Lalu, bagaimana akhir kisah Paul? ah, ternyata, orang tuanya tak seburuk yang disangka. Ada kejutan di akhir cerita. just read it! :-)
Profile Image for cindy.
1,981 reviews160 followers
September 7, 2015
kisah konyol tiga orang bocah yang sebenarnya kembar tapi terpisahkan saat lahir. untungnya surat-surat adopsi mereka jelas sehingga saat berumur 13-an tahun, Paula mencari Paul, dan kemudian ditemani Piet Montage, si anjing super konyol, mereka bersama-sama mencari Pauline.

tapi...., meskipun diceritakan dengan amat sangat mbanyol, penuh cerita yang berlebih-lebihan, gak mungkin dan sekali lagi berlebih-lebihan, namun persoalan keluarga yang menimpa ketiga karakter ini sangat masuk akal.

endingnya enak dinikmati, penuh kehangatan keluarga. yang paling aku suka adalah bagian . aahhh... si adik manis ternyata cerdik dan perhatian jugaa...
Profile Image for Riri Hanafi.
332 reviews3 followers
August 16, 2014
hihi... ini buku anak2 paling absurd yang pernah aku baca... sebenernya ceritanya sederhana tapi selipan2 ceritanya yang gak sederhana yang kadang seringnya ngaco dan ngarang abis...

bagus banget sih menurutku untuk anak2 tanggung sesuai usia tokoh2nya...

dan tokoh utamanya, si Paul Muller yang tadinya manja dan cuek, bertransformasi jadi dewasa dan sangat menyayangi keluarganya... :D

it's really a nice read ;-)
Profile Image for Kai Schreiber.
Author 2 books23 followers
September 2, 2014
Aus Neugier darauf begonnen, wie das aktive Werk des langgedienten Juryvorsitzenden denn wohl aussehen mag, und dann mehr aus Restneugier auf das Ende und Pflichtgefühl durchgehalten. Mir ein wenig zu abgedreht und konstruiert skurril, und auch psychologisch seltsam oberflächlich. Eigenartig & schade.
Profile Image for Uci .
623 reviews125 followers
February 13, 2013
Nggak salah bawa buku ini buat menemani di rumah sakit, gaya berceritanya lucu jadi lumayan menghibur :D
Displaying 1 - 10 of 10 reviews