Buku ini ditulis oleh Margaret Visser yang merupakan antropolog yang konsentrasinya pada studi makanan dan budaya, Ia fokus meneliti dan menulis tentang hubungan antara makanan, adat istiadat makan, dan budaya manusia. Terkenal dengan pendekatan antropologisnya, karena mempelajari pengaruh makanan dalam kehidupan sehari-hari.
Karyanya yang terkenal untuk kelompok antropologi pangan adalah "The Rituals of Dinner: The Origins, Evolution, Eccentricities and Meaning of Table Manners," dimana secara singkat akan mengajak pembaca menjelajahi etiket makan malam dari berbagai budaya. Kelebihan kemampuan Visser adalah ia memiliki pemahaman mendalam tentang : sejarah, linguistik, dan antropologi budaya yang tertuang pada karya-karya Visser yang mendominasi kontribusi pengetahuannya dalam memahami peran makanan dalam kehidupan manusia.
Intisari dari buku ini lebih menjelaskan eksplorasi menarik tentang etiket makan malam. Visser mengungkap asal-usul, perkembangan, eksentrisitas, dan makna tata krama meja makan, ia menjelaskan bagaimana adat istiadat dan aturan di sekitar meja makan telah berkembang sepanjang sejarah, mencerminkan kebiasaan dan norma budaya serta mengungkap latar belakang sejarah, politik, sosial, dan psikologis dari masyarakat tertentu dikarenakan bahasan ini merupakan sebuah survei menarik yang menjelajahi etiket dan perilaku sopan santun dari berbagai budaya di seluruh dunia.
Dengan pendekatan antropologis, buku ini mengajak pembaca terlibat dan menggambarkan dengan mahir sejarah dan evolusi etiket makan dari berbagai budaya dan zaman, memberikan wawasan yang menarik. Bab pembuka yang membahas aturan budaya masyarakat kanibalistik langsung menarik perhatian pembaca. Ada satu hal yang menjadi catatan bahwa dalam temuannya Visser menuliskan tentang bagaimana anak-anak dan orang dewasa diperkenalkan pada etiket yang benar di semua budaya, serta memberikan gambaran umum langkah-langkah dasar pertemuan makan atau jamuan, termasuk proses undangan, penyajian makanan, konsumsi, dan konklusi formal dengan mengucapkan selamat tinggal kepada tuan rumah.
Visser banyak mengambil inspirasi dari sejarah klasik dan Eropa, terutama pada etiket makan malam Amerika Utara pada akhir abad ke-20. Namun, ia juga menyertakan contoh dan anekdot dari Timur Tengah, Timur Jauh, Afrika, dan Oseania.
Visser mendefinisikan bahwa asal-usul etimologi kata-kata terkait dengan makanan terhubung dengan arketipe, mitos, dan tradisi sebelumnya. Keahliannya dalam berbagai bahasa membuat buku ini menarik bagi mereka yang tertarik pada linguistik atau antropologi budaya untuk menunjukkan bahwa etiket makan di semua budaya erat terkait dengan persepsi peran gender, dualitas biner dalam sistem kepercayaan, serta rasa takut dasar akan kesepian dan kematian, yang diredakan melalui upacara peradaban.
Secara keseluruhan buku ini akan memberikan inspirasi dari sejarah klasik dan Eropa, fokus pada etiket makan malam di Amerika Utara. Namun, juga mencakup contoh dari Timur Tengah, Timur Jauh, Afrika, dan Oseania. Penulis mengungkap asal-usul kata-kata makanan terkait dengan mitos dan tradisi.
Visser mewakili keahliannya dalam bahasa dalam mendefinisikan secara linguistik dan antropologi budaya. Etiket makan di semua budaya terkait dengan gender, dualitas dalam kepercayaan, dan rasa takut akan kesepian dan kematian yang diredakan melalui upacara. Meskipun tidak semua detail dapat diingat, pembaca akan menemukan penjelasan menarik mengenai perilaku budaya yang mereka temui.
Buku ini memanglah bukan yang menyajikan secara lengkap untuk seluruh informasi sesuai judulnya, ada beberapa hal yang tidak ditemukan seperti : representasi geografis, kedalaman teoretis (hal ini wajar karena Visser menggunakan pendekatan sejarah secara deskriptif, evolusi etiket makan karena ini adalah catatan hasil survei maka wajar saja tidak akan ditemukan debat dialektis dalam kedalaman pembahasannya).
Pembelajaran dari buku ini adalah perilaku sekecil apapun dipengaruhi oleh darimana seseorang berasal dan akar budaya serta tradisi apa yang melekat pada etiketnya selama menjadi manusia sosial karena hal ini akan terus dinamis dengan zaman yang berubah-ubah bahkan sopan-santun dalam budaya yang menyoroti etiket makan seiring waktu akan berganti.