Kelakar #TanpaBatas (selanjutnya ditulis KTB, biar nulisnya gak panjang-panjang amat, capek) terdiri atas 15 tulisan dengan 5 Bab besar. Sebenarnya di daftar isi cuma ada 3 bab sih, tapi menurut saya ada 5. Soalnya ada 2 tulisan yang memisahkan diri dari 3 bab tadi.
Sebelumnya, siapa sih Sammy @notaslimboy itu? Dia adalah seorang comic (stand up comedy performer) dan juga pemilik sebuah perusahaan IT. Jujur, saya baru tahu kalau Om Sammy seorang comic. Maklum, saya jarang menonton TV :) .
KTB menceritakan asal usul nama akun twitter @notaslimboy yang dipakai Om Sammy. Eits, sebelumnya saya pingin tahu, bagaimana cara kalian membaca @notaslimboy ? Di mana saja kalian memenggal suku kata-suku kata tadi? Kalau gak tahu pasti bingung. Sama seperti saya sebelumnya, ini nama kok njlimet banget ya? “NOTAS LIMBOY”, akhirnya begitulah saya melafalkannya. Ternyata… yang benar adalah Not A Slim Boy. Mungkin kalian setuju dengan saya, namanya benar-benar sulit untuk dieja awalnya. Richtig?
Bab utama KTB terbagi menjadi tiga, antara lain: Curhat Sosial, Politik Menggelitik, dan Sammy Bicara Komedi. Sedangkan dua bab yang terpisah–yang saya bilang di awal–yaitu: Lahirnya @notaslimboy dan Perjalanan #TanpaBatas . Ketiga bab utama tadi berisi tulisan berupa opini, self help, true story, hingga cerpen.
Bab Satu: Curhat Sosial.
Yang pertama adalah pengalaman Om Sammy waktu kecil bertemakan kesenjangan sosial yang terjadi di masa orde baru, apalagi di lingkungan tentara. Bagaimana ceritanya? Baca sendiri ya… :P . (Katanya ada spoiler? Kok gak ditulisin sekalian?) *males, lagian saya ingin kamu beli bukunya juga :P , minimal pinjam lah!*
Selanjutnya ada sebuah cerpen yang entah apa ini true story apa bukan. Ending-nya tragis (nih, spoiler!). Bercerita tentang tukang ojek yang mengobrol tentang “Tanah Air” dengan penumpangnya. Sebuah sindiran sosial yang cukup “ngena” bagi mereka yang peka.
Ketiga, membahas tentang sejarah. Ini sedikit membosankan. Karena memang isinya tentang opini Om Sammy. Jadi, terserah pembaca mau menyetujui pendapat penulis atau tidak. Kalau saya sih, termasuk orang yang pro dengan opini penulis.
Terakhir, isinya flash joke yang sudah biasa dibawain Om Sammy saat melawak. Ada banyak tulisan yang cukup menggelitik perut untuk tertawa. Tapi, ada juga yang garing. Ingat! Selera humor orang beda-beda. :)
Nih, saya mau kasih spoiler satu aja joke-nya:
Kita sering mendengar perkataan, “Eh, jangan ngomongin orang yang sudah meninggal, gak baik.” Menurut saya, perkataan ini gak sepenuhnya benar. Kalau kita gak boleh membicarakan orang yang sudah meninggal, maka kita nggak bisa membicarakan sejarah karena pelaku sejarah kebanyakan sudah meninggal. Jadi, ketika ditanya guru, “Coba, Sammy, ceritakan apa yang kami ketahui tentang Gajah Mada!” saya boleh dong menjawab, “Ahhh, Ibu, jangan ngomongin orang yang sudah meninggal dong, Bu, Nggak baik, lho!”
Nah, humor di atas merupakan cuplikan bab ini. Sudah penasaran belum dengan KTB? :)
Bab dua: Politik Menggelitik
Inilah bab yang paling banyak bahkan isinya memang full berupa sindiran yang tanpa sensor. Memang berani sekali ini om-om :D .
Cerita pertama adalah “Sepotong Dagelan di Parlemen”. Berisi fakta-fakta yang mendukung opini penulis bahwa parlemen hanyalah panggung lucu-lucuan para pemainnya.
Yang kedua adalah cerpen yang menyoroti praktik politik hitam di dunia usaha. Benar-benar mirip True Story. Dan saya yakin cerita ini memang terjadi di dunia nyata. Karena apa? Saya kenal siapa yang pernah jadi korban kekejaman politik seperti ini. Bahkan saya yang masih kecil pun hampir pernah tersedot arus. Penasaran cerpennya seperti apa? Baca sendiri :P
Cerita ketiga adalah tentang PENCITRAAN yang dilakukan oleh politisi-politisi kita. Dan yang terakhir membahas membahas tentang ramalan Jayabaya tentang nama belakang pemimpin-pemimpin yang menyejahterakan rakyat :o
Bab Tiga: Sammy Bicara Komedi
Bab ini menceritakan awal mula dan perjalanan karir Om Sammy dalam dunia lawak. Yaitu menjadi comic. Diisi pula dengan tips-tips serta panduan ngelucu. Dan, cerita tentang comic-comic Dalam dan Luar Negeri yang punya gaya masing-masing.
***
Saya benar-benar suka dengan gaya bertutur Om Sammy yang kelewat batas itu. Hanya saja, KTB benar-benar tidak sesuai dengan ekspetasi awal saya. Saya mengharapkan kelucuan-kelucuan yang disajikan dalam buku ini. Maklum saja, karena KTB menjual nama seorang comic (walau awalnya saya tidak tahu kalau Om Sammy comic sebelum baca blurb-nya) sebagai penulisnya. Namun, yang banyak tersaji adalah pengalaman-pengalaman sebagai comic serta opini-opini yang dirancang untuk mengkritik sosial.
Oh ya, mengenai VCD yang menjadi bonus saat membeli KTB, isinya adalah cuplikan-cuplikan roadshow acara #TanpaBatas dimana Om Sammy sebagai comic utama digelar. Cuplikan? Ya! Hanya cuplikan sayangnya. :’( . Tapi, itu sudah cukup untuk mengobati hati saya yang terlanjur kecewa dengan ekspetasi saya terhadap isi buku.
Nah, di sisi lain, KTB sendiri mengajarkan banyak sekali nilai-nilai kehidupan. Kritik sosialnya sendiri berguna supaya pembaca tidak apatis dengan lingkungan sekitar. Bagi yang mau jadi comic, KTB juga menghadirkan tips-tips (atau istilahnya) how to be a good comic.
Oh ya, sampai lupa. Saya mau mengomentari desain sampulnya yang kelewat sederhana itu. Jujur, cover-nya kurang menarik dan bikin pembaca gak tertarik dengan isinya. Kalau bukan karena blurb dan iming-iming bonus VCD dan Stiker (serta nama besar penulis), mungkin buku ini hanya teronggok di ujung rak toko buku :’( .
Ngomong-ngomong soal stiker bonusnya nih, stikernya bagus. Menggambarkan @notaslimboy apa adanya. Gendut :D . Tapi, sayang, GAK ADA PEMBATAS BUKUNYA!!!
Ada satu quote yang nge-jleb banget di cerpen pertama KTB.
Saya ini tanah airnya doang Indonesia, Mas. Tapi malah nggak punya tanah.