Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rahasia Sunyi

Rate this book
Lautan Angkasawan pergi ke Pegunungan Kerinci karena sebuah teka-teki.

Kirey Fowler, mantan kekasihnya, tewas dalam kecelakaan di kawasan gunung tertinggi di Sumatra itu. Lachlan Fowler, sang ayah, berharap Lautan membantunya menyibak rahasia di balik kematian anak perempuannya.

Di tengah belantara kemungkinan, satu per satu pintu misteri terbuka. Tapi, Lautan tidak sendiri. Sesuatu terus menghalanginya untuk menyingkap tanda tanya. Nyawanya terancam untuk sebuah jawaban...

*

Setelah kolaborasi bersama Rie Yanti lewat novel pertama mereka, Satin Merah, yang berpijak pada kebudayaan Sunda, kali ini Brahmanto Anindito merilis karya tunggalnya sendiri, Rahasia Sunyi. Perjalanan belum selesai. Dengan latar lokal sisi barat Sumatra, novel ini menawarkan pengalaman kultural dalam balutan thriller yang intens.

372 pages, Paperback

First published January 1, 2013

6 people are currently reading
127 people want to read

About the author

Brahmanto Anindito

6 books21 followers
Brahmanto Anindito is a Communication Studies scholar from Airlangga University. His articles and works of fiction have been published in media outlets that include Intisari, Hai, Cinemags, Mossaik, Nurul Hayat, Clea, Jawa Pos, Republika, Surya, Bangka Pos, Padang Ekspres, Radar Bojonegoro, etc. Brahm has also published books, including Semanyun Senyuman Mahasiswa (Lulu), Pemuja Oksigen (Jaring Pena), Satin Merah (GagasMedia), Rahasia Sunyi (GagasMedia), Tiga Sandera Terakhir (Noura Books), as well as the game Revival of Queen Leyak (DEVGRU-P). In 2002, he won first place in the Scientific Writing Competition for university students held by Atma Jaya Catholic University, Jakarta. In 2003, the Korean Embassy and Indonesian National Education Service picked him as the third-place winner of the Essay Writing Competition about Korea. In 2009, Kompas chose him as the first-place winner of the #IndonesiaUnite Blogger Competition. In 2012, Deutsche Welle invited and fully funded him to go to the DW Global Media Forum in Bonn, Germany, as a blogger. In 2023, Wikimedia Indonesia recognized him as one of the Top 10 Children’s Short Story Writers in the Yuwana Project. Brahm was previously a journalist for a lifestyle magazine, an editor for a business magazine, and a copywriter for an integrated marketing communication company.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
26 (14%)
4 stars
66 (35%)
3 stars
65 (35%)
2 stars
20 (10%)
1 star
8 (4%)
Displaying 1 - 30 of 55 reviews
Profile Image for Ren Puspita.
1,482 reviews1,018 followers
January 29, 2015
Review lengkap di blog bisa diakses di banner ini:


Ren's Little Corner

Kirain murni thriller dan misteri, tapi ternyata ada unsur hantu ma kleniknya. Bikin keinget film2 horror Indonesia macam Jalangkung atau Lawang Sewu. Merindingnya dapet sih, tapi gaya penulisannya kok kek amatir. Heran juga padahal katanya penulisnya pernah ikut festival nulis ini itu, tapi gaya nulis dia banyakan tell, not show.

Parahnya lagi, dengan gaya penulisan orang ketiga serba tahu, nulisnya kayak menggurui. Beberapa bagian sangat minim deskripsi, kayak alergi deskripsi aja sih. Bagian ttg hantu, emas dll, semuanya dijabarkan kayak baca buku teks! Duh, tolong lah, kalau udah ikut course nulis apapun juga, at least g gini kan nulisnya.

Nanggung. Banget!
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
January 9, 2017
Pernah baca Satin Merah, dan nagih, tapi cuma setengah, dan sekarang susah banget dicarinya.

Pas nemu ini, saya makin penasaran sama karyanya Brahmanto Anindito.

Sukses bangun sampai tengah malam! Nggak bisa berhenti.

SPOILEEERRR
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book267 followers
August 18, 2014
Nama Brahmanto Anindito cukup untuk membuat saya memilih buku ini sebagai salah satu isi dari buntelan #UnforgotTEN. Saya masih ingat karya duet-nya dengan Rie Yanti (yang ternyata sudah menjadi istrinya) berjudul Satin Merah yang bernuansa thriller. Dan pilihan saya tidak salah. Brahmanto masih setia dengan jalur yang tidak begitu populer diantara penulis novel di Indonesia.

Rahasia Sunyi bercerita tentang Lautan Angkasawan (waduh…”berat” ya namanya ) yang diberi tugas oleh seorang pria berkebangsaan Australia, Lachlan Fowler, untuk menyelidiki kematian anaknya, Kirey. Kirey sendiri bukan orang baru bagi Lautan. Kirey adalah mantan kekasihnya yang sudah meninggal dunia 2 tahun yang lalu dalam kecelakaan mobil di Kerinci, Sumatera Barat. Kirey, seorang pencinta alam, yang menyukai daerah asal ibunya, Kerinci. Dalam suatu perjalanan di daerah tersebut mobil yang ditumpanginya terbalik. Kirey meninggal kehabisan darah setelah mencoba mengamputasi sendiri kakinya yang tertimpa runtuhan mobil. Yang menjadi pertanyaan bagi Mr. Fowler adalah apa tujuan Kirey ke Kerinci? Apa yang dia cari di sana? Pertanyaan itu tidak bisa dijawab oleh kepolisian yang mengurusi kasus kecelakaan tersebut.

Berbekal laptop, pemutar MP3 dan scrapbook hasil karya Kirey yang berat, Lautan mencoba mencari jawaban yang diinginkan oleh Mr. Fowler. Selain rasa penasaran atas kematian Kirey, tawaran honor yang dijanjikan oleh Mr. Fowler membuat Lautan bersemangat. Uang itu nantinya akan dia gunakan untuk membeli obat bagi pacarnya, Tiara, yang menderita hemofilia. Tiara setidaknya membutuhkan beberapa kali suntikan setiap bulannya yang harganya tidak murah. Ketika Lautan berangkat ke Sumatra, Tiara ditugasi untuk memeriksa laptop milik Kirey. Mungkin ada petunjuk lain dalam laptop ber-password itu.

Di Sumatra, Lautan menginap di rumah pamannya Kirey, Om Inal. Segala keperluannya sudah diurus oleh Mr. Fowler. Ternyata tugas ini tidak mudah dijalankan. Ada saja hambatannya. Sikap tidak bersahabat ditunjukkan oleh mantan supir yang mengalami kecelakaan bersama Kirey. Belum lagi ada paranormal di Kerinci yang tidak suka atas kehadiran Lautan. Ternyata memang ada sesuatu yang “disembunyikan” oleh Kirey di Kerinci. Sejak kecil, Kirey tertarik untuk mengumpulkan logam mulia berupa emas. Sewaktu kelas 3 SD, dia selalu meminta hadiah emas dari orang tuanya. Ibunya yang bekerja di perusahaan BUMN Antam tentu saja bisa memberikan hadiah seperti itu. Tumbuh dewasa, Kirey semakin mendalami seluk beluk tentang investasi emas sampai trading emas. Ketika Kirey meninggal dalam kecelakaan, ayahnya berusaha mencari tahu dimana semua emas milik Kirey yang bernilai milliaran rupiah itu.

Sebenarnya novel ini tidak murni thriller, karena ada unsur mistis dan supranatural yang dilibatkan di dalamnya. Tidak bisa kita pungkiri bahwa sebagian besar budaya di Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan kepercayaan supranatural. Percaya tidak percaya, selalu ada kisah seperti itu di setiap daerah. Demikian juga di Kerinci. Tapi bagi saya pribadi, hal ini tidak menjadi masalah. Saya malah menjadi semakin tertarik karena Brahmanto menuliskannya dengan apik. Kelebihan lainnya adalah Brahmanto memadukannya dengan berbagai macam teknologi media sosial yang kebanyakan belum pernah saya kenal. Misalnya Quora (situs tanya jawab seperti Yahoo Answer), Google Sparks (bagian dari Google+ yang kayaknya udah ga ada lagi sekarang), dan Trader 9.3.1 (aplikasi internet untuk trading).

Namun bukan berarti novel ini tidak ada kekurangannya. Ada satu hal yang membuat saya bingung ketika membaca novel ini. Di bagian akhir cerita, ketika Tiara berhasil mengungkap misteri dari scrapbook milik Kirey, dia segera menuliskan SMS untuk Lautan. Tapi SMS-nya belum sempat terkirim ketika Tiara harus mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenalnya (halaman 337). Beberapa waktu kemudian ketika Tiara hendak menceritakan mengenai hal itu kepada Lautan, Lautan menyela dengan mengatakan bahwa dia sudah tahu soal misteri scrapbook itu dari email yang dikirimkan oleh Tiara (halaman 357). Apa ada yang terlewat oleh saya? Mungkin teman-teman yang sudah membaca buku ini bisa menjawabnya.

Saya memberikan bintang 4 untuk novel ini. Kalau kamu ingin mencoba membaca pengalaman kultural dalam balutan thriller, tidak ada salahnya membaca buku ini.
Profile Image for Tsugaeda (Ade).
Author 8 books117 followers
September 16, 2019
Novelnya Mas Brahm kedua yang kubaca. Duluan baca Tiga Sandera Terakhir, which is a very good novel. Check it out!

Rahasia Sunyi ini tipe novel page-turner, alurnya cepat, bikin penasaran. Ada mistik yang kecampur nanggung. Ada unsur petualangannya juga yang seru. Horornya lumayan, terutama satu adegan yang buat saya sangat creepy. Plotnya dari awal sampai tengah bagus. Hanya third act-nya itu yang menurutku bikin garuk kepala. Bukannya mengerucut, kok malah ambyar. Awalnya mau kasih bintang lima, sayang satu bintang itu ikut lenyap di akhir bersama demitnya.

ps: Si Mbak Blasteran di novel ini aneh juga. Jiwa hidup petualang tapi pilihan investasi konservatif.
Profile Image for Alvi Syahrin.
Author 11 books727 followers
February 15, 2013
Saya benci buku ini karena saya tidak bisa berhenti membacanya! :D

...

Jujur, saya bingung mau nulis review apa. Saya nggak tahu cara memuji novel ini, yang jelas ini keren banget. Petualangannya seru, aroma detektifnya luar biasa, ketegangannya sampai puncak, cukup bikin deg-degan. Gaya menulisnya pun keren, berteknik. Saya adalah pembaca nakal yang sesekali suka loncat paragraf karena penasaran interaksi tokoh berikutnya, tapi di novel ini, saya nggak bisa melakukan itu. Karena setiap kali saya mencoba untuk loncat, selalu ada informasi yang tertinggal. Jadi kata per kata itu harus benar-benar dibaca. Sangat efisien.

Tapi yang masih saya bingung adalah mengenai scrapbook Kirey... apakah dalam scrapbook dituliskan seperti itu? Tidak ada perbedaan menonjol antara isi scrapbook Kirey dan narasi penulis. Lalu, mengenai mp3-nya, apakah Kirey berbicara seformal itu? Dengan bahasa Indonesia yang sangat baku? Atau saya saja yang salah memahami?

Terlepas dari itu, novel ini luar biasa. Segala informasi--terutama emas--di novel ini luar biasa! Dan, coba hitung sudah berapa saya menggunakan kata luar biasa. :|

Dan, alasan saya menyembunyikan satu bintang karena saya nggak menemukan adegan menyedihkan atau at least mengharukan, seperti yang saya rasakan ketika membaca Satin Merah.
Profile Image for Win Andriyani.
42 reviews
February 10, 2013
membaca novel ini, saya seperti diajak bertamasya ke sebuah pelosok eksotik di sumatera.

mari temui Lautan Angkasawan, pria 20 tahun yang secara tak sengaja bertemu mantan calon mertuanya. Kirey Fowler, eks kekasih Lautan, memang sudah meninggal setelah mengalami kecelakaan di daerah jambi. tapi ayahnya ternyata masih penasaran. ia pun meminta Lautan pergi ke kerinci untuk mengungkap rahasia sunyi di balik kematian Kirey. Lautan yang tidak tegaan, plus merasa pernah berutang budi pada Kirey, terpaksa menurutinya. oh, sialnya. itulah keputusan yang kelak membuatnya menyesal dan galau.

demi apa pun, cerita novel ini membuat saya berkeringat, sedikit-sedikit menahan napas, dan terkadang bulu kuduk berdiri. untungnya, bagian yg terakhir itu tidak banyak... huff!

hat off for the writer & publisher! sebagaimana kita tahu, novel-novel gagas media disesaki oleh aroma parfum romance, aroma yang meski wangi tetapi terasa memeningkan kepala saya karena melewati batas pemakaian yang wajar. kemudian, datanglah aroma segar dari parfum lain yang bermerek thriller. setahu saya, ini yang kedua kalinya setelah Satin Merah. bravo! pernovelan remaja pun tak lagi sewarna dan setema.
Profile Image for Putra Marenda.
Author 1 book1 follower
February 1, 2017
Harusnya bintang 5, tpi ending nya kurang memuaskan saya, masih bnyk pertanyaan, Bagaimana akhir dari Aria, mengapa yg dpt emas Flower dan lain2. tpi buku ini saya acungi jempol Penulisannya rapi, thriller yg seru, dan tidak membosankan. recommended books!
Profile Image for Truly.
2,764 reviews13 followers
June 26, 2023
Tadinya pinjam di perpus buat bacaan liburan. Tapi kar iseng dibaca selama perjalanan pulang, cepat habis. Musti cari pinjaman lagi nih.

Penulis memberi nama tokohnya dengan unik, Lautan Angkasawan, Laut dan Angkasa. Dua hal yang berbeda jauh.

Kisah dalam buku ini mengusung konten buatan lokal. Menarik. Minimal pembaca jadi tahu tentang kehidupan dan budaya di Sumatra Barat.

Saya kurang paham dengan manfaat menciptakan tokoh Aria. Apakah hanya untuk meramaikan suasana agar Kirey punya teman dan mereka bisa bersekutu menjadi lawan seimbang bagi Roa?

Ngebayangin emas seberat 250 gram kok langsung ngeces. Bisa beli 1 toko buku ngak yaaa
l
Profile Image for Hania Maghfira.
6 reviews
December 3, 2017
Buku yang berhasil membuat dahi berkenyit, jantung berdesit, dan mulut menjerit. Kisah petualangan yang epik, walaupun ada beberapa bagian yang sulit dicerna dan sukses membuat bingung seperti Lautan yang dibuat bertanya tentang "Kembaran". Kisah yang tujuannya (sebenarnya) sederhana, namun dibungkus dengan balutan panjang yang sulit ditemui ujungnya. Cocok dinikmati untuk orang-orang yang suka petualangan dan mudah penasaran. Namun, jangan berekspektasi tinggi terhadap ending ceritanya! Selamat menikmati 😄
Profile Image for A.R. Ainiyyah.
10 reviews
January 9, 2019
Sejujurnya novel ini bisa terbilang 'keren' kalau memang dibaca sama orang yang tepat. Sayangnya aku merasa sedikit tidak cocok dengan novel ini meski bisa dibilang aku suka dengan bacaan yang bergenre petualang tapi tidak untuk cerita yang rada mistis.

Hal itu mungkin yang jadi penyebab butuh waktu lama buat aku ngebabat habis novel ini. Namun di satu sisi saya begitu kagum dengan penulis yang sukses membawakan alur teka-teka dengan sangattt menakjubkan.
Profile Image for Bening Pertiwi.
Author 2 books2 followers
June 1, 2017
apa yg dicari nggak selalu itu yang didapat
tapi apapun itu, selalu ada hikmah yg dapat diambil
asyik sampai akhir
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews299 followers
August 21, 2014
Kali kedua saya membaca karyanya Brahmanto Anindito, sebelumnya saya membaca Satin Merah yang ia tulis dengan Rie Yanti, yang sekarang menjadi istrinya. Saya suka dengan Satin Merah, untuk kategori yang susah move on dari genre romance, Brahmanto menyuguhkan sebuah cerita yang bisa dimasuki oleh kalangan mana pun, seperti saya yang jarang sekali membaca buku thriller atau mystery (saya lebih suka menikmatinya secara visual). Twistnya dapet dan caranya bercerita membuat saya enggan untuk melepaskan bukunya.

Cerita dimulai ketika Lautan Angkasawan bertemu tidak sengaja dengan Lachlan Fowler, ayah dari mantan kekasihnya yang berkebangsaan Australia. Lachlan bercerita kalau 2 tahun sejak putrinya meninggal, Kirey Fowler, dia masih terus mencari bukti kalau kematian putrinya bukan murni kecelakaan, alias dia dibunuh. Lachlan meminta Lautan untuk menyelidikinya secara langsung, hanya dia yang dipercaya, tahu kalau Lautan tidak akan menolak, demi Kirey, demi masa lalu mereka bersama dan tawaran uang yang diajukan Lachlan bisa membiayai pengobatan pacar Lautan yang menderita hemofilia, Tiara, di mana setiap bulan harus membeli obat yang harganya tidak murah.

Untuk mencari kebenaran, Lautan harus langsung pergi ke lokasi kejadian di mana Kirey meninggal, Kerinci, Sumatra Barat. Menemui orang yang selamat berkendara dengan Kirey di kecelakaan tersebut. Berbekal sebuah laptop yang dipassword, scrapbook, MP3 yang berisi rekaman perjalanan Kirey, dan menggunakan teknologi sosial media seperti Quora, Google Sparks dan dibantu pacarnya, Lautan mulai menyelidiki dan menemukan keanehan kematian Kirey, dan ternyata benar dugaan sang ayah, ada motif di balik kematian Kirey.

Di perjalanan penyelidikannya, Lautan menemukan banyak rahasia, tentang obsesi Kirey sendiri sejak kecil, tentang keluarganya baik kakak laki-laki yang tidak mau susah payah bekerja tetapi masih mendapatkan penghasilan, ibunya yang menyuruh melupakan saja dan mengganggap memang kematian putrinya sebuah kecelakaan, ayahnya yang ngotot Lautan harus menemukan tanpa menceritakan kalau orang suruhan sebelum Lautan tewas terbunuh dalam penyelidikan, paman Kirey yang misterius, bahkan menyingkap misteri di Pengunungan Kerinci, mitos yang ada di sana. Penyelidikan yang awalnya untuk mengetahui apakah ada misteri pembunuhan malah membawa Lautan ke dalam petualangan pencarian harta karun.

Novel ini sangat berwarna sekali, penulis memasukan banyak unsur, tidak hanya sebuah kisah pembunuhan biasa, ada banyak informasi di dalamnya, seperti teknologi sosial media yang tidak begitu terkenal, tentang penyakit hemofilia, budaya di Kerinci bahkan ia memasukkan unsur supranatural di buku ini sehingga selain pembaca dibawa dalam petualangan Lautan yang syarat akan misteri, sekaligus mistis, ada bagian yang membuat bulu roma kita bergidik, ngeri dan serem secara bersamaan. Saya harus memberi acungan jempol karena penulis sangat piawai menggabungkan semuanya, menjadikan cerita sangat menarik dan tidak membosankan, justru menambah rasa penasaran akan rahasia apa saja yang dimiliki Kirey dengan berbagai unsur yang ia tambahkan. Selain mempunyai bakat menulis genre thriller, sepertinya penulis jago juga kalau menulis cerita horor :D.

Yang membuat sedikit aneh adalah bagian ketika Lautan bertemu harimau di Pegunungan Kerinci, saya sampai lost sama ceritanya, kok tiba-tiba ketemu harimau dan ngayal banget, saya masih terima dengan hadirnya paranormal ternama di Kerinci kadang hal seperti itu memang ada, bagian di hutan terlalu aneh kalau menurut saya. Itu saja yang cukup mengganggu, lainnya tidak ada bagian yang sia-sia.

Saya suka karakternya, Lautan yang nggak putus asa mengalami banyaknya cobaan di Kerinci demi mendapatkan kebenaran, demi masa lalunya bersama Kirey juga, dan yang terpenting, dia baik banget sama Tiara, masih jadi pacarnya aja dia rela membelikan penyambung hidup Tiara, gimana kalau jadi suaminya nanti? Tiara sendiri sangat memahami Lautan, kadang merasa jadi beban juga karena terlalu merepotkan Lautan. Tapi mereka merupakan pasangan yang sangat cocok, mau menerima kekurangan satu sama lain. Karakter yang lainnya pun sangat pas dengan yang mereka bawakan, seperti Mr. Fowler, yang awalnya baik banget dan ayah teladan ternyata menyimpan rahasia dan motir akan pencarian kematian putrinya sendiri, penulis sukses menghidupkan para tokohnya, bahkan pemeran pembantu pun punya peranan penting di buku ini, yah seperti paranormal ternama tadi yang ternyata.

Saya harap penulis tetap konsisten dengan genre thriller, melihat tidak banyak penulis yang memilih genre ini dan tidak banyak juga yang berhasil. Modal awal yang bisa menjadikan penulis master thrillernya Indonesia :D

Buat yang suka baca buku thriller, coba deh rasa dalam negeri ini, nggak kalah enak kok sama buku luar, settingnya pun khas Indonesia dan saya merekomendasikan juga buat pecinta emas. Gara-gara baca buku ini saya jadi pengin investasi emas, banyak tips di dalamnya :p

3 sayap untuk rahasia Kirey.

read more: http://kubikelromance.blogspot.com/20...
Profile Image for Dety  Mutiara.
132 reviews6 followers
February 20, 2018
Tahu tidak aku jatuh cinta sama buku ini :( Gak tahu kenapa setelah mulai baca di bagian pertama, semakin lama semakin nagih. Semacam ada magnet gitu loh buat aku supaya selesaiin buku ini. Dan yeah emang jujur buku ini aku baca tanpa berhenti wkwk PARAH SERU BANGET! Selalu ada aja yang bikin penasaran sama halaman selanjutnya, apalagi kalau udah di bagian-bagian mau akhir. Beuh makin penasaran XD
Deg-degannya dapet lah menurut aku pribadi. Ngilu-ngilunya juga ih mantep lah pokoknya mah :) Dan yah aku jatuh cinta masa sama Lautan :( Kagum sama Kirey :)

Mungkin aku cuma bingung sama bagian yang menceritakan tentang Aria XD Tapi diluar itu aku sukak <3

Profile Image for Agus Dwi R.
137 reviews8 followers
August 7, 2014
Buku ini direkomendasikan oleh puput sebagai bacaan bulan Maret. Dari testimoninya puput sih bagus banget katanya. Setelah baca, gw setuju. Emang bagus banget. Awalnya yg gw tau genrenya agak misteri detektif gitu, mengungkap kasus kematian seseorang, tapi ternyata unsur mistis juga berperan penting di sini.

Ceritanya, Lautan Angkasawan; nama yg fantastis; diminta oleh Mr Lachlan Fowler, ayah dari mantan pacarnya, Kirey Fowler, untuk menyelidiki penyebab kematian Kirey. Untuk itu, Lautan mesti pergi ke Gunung Kerinci di Sumatra Barat, karena di sanalah lokasinya.

Jadi mulailah Lautan bertanya-tanya, ke omnya Kirey, ke supir travel, ke dukun sakti, tentang kematian Kirey. Beberapa menolak untuk bersikap kooperatif, dan menyebabkan tugas Lautan di sana terhambat dan malah berikutnya dia sempat terkena musibah. Untungnya dia masih selamat dan masih ada orang-orang yang menolongnya.

Informasi penting pun terkuak ketika Lautan meminta si dukun sakti, Roa, untuk menceritakan semua yang diketahuinya tentang kematian Kirey. Saat itulah, batas logis mulai memudar dan hal-hal mistis terkuak. Dengan kata lain, menyangkut urusan hantu, bro.

Lambat laun, kecurigaan semakin merebak, karena mungkin ada tujuan lain Lautan dikirim ke Kerinci. Tujuan yang berkaitan dengan sifat dasar manusia, keserakahan.

-oOo-

Gaya penulisannya enak, rileks, fleksibel, ga kaku, dan mencampurkan beberapa hal, ya dari segi budaya lokalnya, unsur mistisnya, dan teknologinya. Menarik banget pokoknya. Jumlah halaman yg 350an lebih juga ga terlalu panjang, karena mungkin spasinya lebar ya, dan isi babnya pendek-pendek.

Selain plotnya, buku ini juga memberi beberapa karakter yg mengagumkan.

Karakter-karakternya di sini ada Lautan, lalu Mr Fowler, lalu Tiara pacarnya Lautan, Kirey yg sudah mati, Om Inal, Roa, juga Randy Fowler, kakaknya Kirey.

Gw jadi ngerti kenapa si Lautan ini mulia banget. Jadi Tiara, pacarnya yg sekarang ini, punya penyakit hemofilia, dan mesti dapet dosis teratur setiap berapa hari, dan itu butuh duit banyak, sementara mereka duitnya pas-pasan. Si Lautan kerja keras buat bisa memenuhi kebutuhannya Tiara, biar dia bisa survive. Jadi di balik sifatnya yg sembrono (nyari masalah sama supir travel dan dukun), rasa sayang dan tanggung jawabnya ke Tiara ga ternilai. Yah, mungkin emang ada jenis manusia yg seperti ini.

Lalu ada karakternya Kirey, panggilannya Rey-Rey (cute ya). Walaupun cuma diceritain lewat flashback, atau interpretasi dari scrapbook dan rekaman suaranya, kita bakal dibuat kagum dengan cewek ini. Masih mahasiswi tapi udah punya perencanaan dan investasi yang matang banget. Mandiri banget pokoknya.

Btw, memasuki pertengahan cerita, kita akan dibikin curiga dengan karakter2 lain, dengan motif2 tersembunyi mereka. Mr Fowler, Roa, Om Inal, terutama mereka bertiga, sampai menjelang akhir kita akan menduga2 apakah mereka ini orang jahat atau bukan. Untungnya, buat gw, semua terjawab di akhir.

4,5 bintang buat buku ini.

Catatan:
- ada beberapa penyebutan merek yg detail banget sampe ke tipenya, seperti merek laptop dan hapenya. Dijelasin sedikit sih, kenapa dia milihnya tipe itu, atau kalo tipe itu kapasitasnya cuma semana. Intinya, masih berkaitan dengan plotnya, dan bukan tempelan doang.
- lalu ada penggunaan teknologi internet yg cukup intensif, yaitu Google+ Hangout dan Quora, yg gw juga ga terlalu ngerti, tapi jadi penasaran dengan yg namanya quora. Nice touch. Jadi walaupun settingnya di pedalaman, tetap dikombinasikan dengan teknologi modern.
- ada juga sedikit pembahasan tentang investasi emas. boleh juga itu.
- juga ada penjelasan tentang konsep hantu (qarin) menurut Roa, versi ini kira2 yg juga gw pahami.
- intinya, buku ini penuh dengan detail dan informasi yg berguna, yg pastinya dari hasil riset yg oke.

beberapa pertanyaan yg mengganjal
- si Lautan kan ceritanya ditabrak truk, trus jatuh ke jurang, guling2 gitu, trus nyebur ke sungai dsb, kok kayaknya kondisinya masih lumayan ya. Mungkin mestinya lebih parah gitu.
- rekaman mp3 dari voice recordernya Kirey sebelum dia mati, itu kok bisa diinterpretasikan jadi panjang lebar dan detail gitu? Canggih banget.
- nambah-nambahin konflik kecil di akhir, trus langsung diselesaikan dengan cepat secara offline, agak berlebihan dan kurang rapi.
Profile Image for Linda♥.
349 reviews
July 23, 2013
Bagaimana bisa terjadi kecelakaan mobil rombongan Kirey Fowler? Apakah kondisi mobil tidak baik seperti yang disebutkan Polda? Benarkah penjelasan Polda bahwa Kirey Fowler mati karena kehabisan darah, tapi bukan karena kecelakaannya?

Penyebab kematian Kirey Fowler tidak diketahui secara pasti. Lachlan Fowler, ayah Kirey, meminta Lautan Angkasawan (yang sekarang statusnya adalah mantan pacar Kirey) untuk menyelidiki kematian putrinya di Pegunungan Kerinci. Lautan pun menyetujui permintaan Lachlan setelah tadinya ia merasa ragu.

Berbekal scrapbook dan MP3 Kirey, Lautan mencoba untuk mengungkap keganjilan kematian Kirey yang masih mengganjal di pikiran Lachlan. Ia tidak sendirian. Dalam menyelesaikan misi ini, ia dibantu oleh pacarnya yang mengidap hemofilia, Tiara. Lautan menyelidiki kasus Kirey dengan cara terjun langsung ke Kerinci, sedangkan Tiara mencoba memecahkan password laptop Kirey untuk mengorek informasi pribadi di dalamnya.

Berhasilkah Lautan dan Tiara mengungkap misteri kematian Kirey di Pegunungan Kerinci yang sunyi namun menyimpan berbagai macam rahasia? Benarkah motif Lachlan memerintahkan Lautan menyelidiki kasus Kirey semata-mata untuk mengetahui bagaimana putrinya itu meninggal?

FYI, Rahasia Sunyi kubaca sepagian ini aja udah kelar. Fiuh, gimana yak? Pokoknya pas buka halaman pertama, nggak mau berhentiii. Berhentinya pas ditengah-tengah buku karena terpaksa harus bersihin kamar mandi. #BerentiCurhatPlease Tapi pas kelar bersihin kamar mandi, lanjut baca lagi doong sampai habis hahaha. :D

Rahasia Sunyi merupakan novel yang mengandung unsur hantu sama hal-hal ghaibnya. Superstition lah.. Agak merinding juga pas baca bagian pintu diketok-ketok sama foto sang almarhum pemilik rumah yang dipajang di kamar Lautan tempat dia menginap. Mana kuburannya pas banget deket kamar dia lagi. Hiyy. Kebayang nggak sih kalau jadi Lautan. Aku sih milih langsung kabur aja dari tuh rumah. Tapi meskipun bikin merinding, aku rasa itu termasuk poin tambahan untuk buku ini. Dalam hati bersyukur juga nggak baca buku ini pas malam hari.

Selain itu, Rahasia Sunyi ini menurutku segar banget, soalnya berlatarkan Kerinci. Jika selama ini latar novel-novel kalo nggak di Jawa atau pun Bali atau malah negeri seberang sana, novel ini berlatarkan Kerinci, yang buat aku jatuh cinta (entah ini faktor bosan sama latar yang itu-itu doang atau gimana aku nggak tahu pasti yak). Pas baca buku ini, aku juga merasa 'dekat'. Mungkin karena aku udah kenal Kerinci, meskipun sedikit. Dulu kan aku tinggal dekat-dekat sono (sering lewat Kerinci pas mudik), mungkin wajar ya kalau aku ngerasa dekat dan nggak asing lagi sama bahasanya. :)

Tema yang diangkat juga nggak biasa, ada unsur mystery-thriller gitu. Jarang-jarang kan penulis Indonesia nulis genre beginian, penerbitnya Gagas lagi. Huehehe setahuku kan Gagas nerbitin kisah lope-lopean mulu tuh, tapi ini different. Dan aku suka. Misterinya nggak pelik-pelik amat sih. Cuman merinding yang di superstition-nya sama pas tahu alasan Kirey kehabisan darah itu karena apa. *remas buku* Tapi tetap saja buku ini menyajikan sesuatu yang berbeda.

Mengenai karakter, Lautan itu tipe cowok yang baik banget. Salut sama Lautan! Udah putus sama Kirey tapi masih aja mau bantuin keluarganya nyingkap kematian Kirey meskipun dia harus ngorbanin nyawa. Dia juga super baik sama Tiara, rela kerja demi dapetin duit buat beli ampulnya Tiara. Kirey ini sendiri meskipun sudah meninggal tapi sosoknya masih hidup di buku. Dari scrapbook, rekaman MP3nya, dan informasi yang berhasil dikorek Tiara, Kirey ini tipe pekerja keras. Aku salut sama Kirey yang nggak kenal lelah demi mimpinya. Sedangkan Tiara, she has a big heart. Dia nggak cemburu atau bekerja setengah-setengah saat mengungkap kematian Kirey. Salut juga sama Tiara yang bukan cewek letoy nan menye-menye. :)

Overall, I like this book. Gara-gara buku ini, aku jadi tertarik baca karya Brahmanto yang lain, yaitu Satin Merah. *masukin ke wishlist* Nggak nyesel deh udah milih buku ini. Thanks Gagas for the book! :)
Profile Image for Noviellya.
11 reviews3 followers
February 19, 2013
Lautan Angakasawan, tokoh utama di buku ini cukup memikat hati saya sebaga pembaca karena karakter yang diciptakan oleh sang penulis. Saya pribadi berpikir dia tidaklah istimewa, namun dia cukup kuat untuk ada di dunia. Jelas saja seperti apa yang dia ucapkan di halaman 21:
"Bukannya kehidupan ini juga pahit? Masa kita masih takut pahit?" itulah jawaban filosofisnya saat ada temannya yang takut minum jamu. Mungkin sepele,namun cukup menohok logika sehat.

Ah... selain itu saya juga suka gaya bercerita lewat quora yang dikutip dari scrapbook Kirey Fowler, mantan kekasihnya, yang tewas dalam kecelakaan di kawasan gunung tertinggi di Sumatra itu.
lewat media itulah, sosok Rey-Rey yang seharusnya telah tiada menjadi akrab bagi para pembaca.

Sebenarnya ada satu hal yang masih menggelitik pikiran saya, apa maksud penulis menyempilkan adegan Kirey yang sempat menghadiri workshop tentang bunuh diri!? Lalu mengapa teman dalam tanda kutip Kirey musti mati juga dalam kondisi bunuh diri!? Apakah hanya sekedar kebetulan!? Atau hanya sebagai opsi lain dari teka-teki kematian Kirey!?

Novel ini sepertinya secara tidak langsung ingin kita belajar tentang menghargai hidup. Seperti dialog yang saya kutip di halaman 255: " BUAT APA AKU BUNUH DIRI? BUAT APA? BINATANG AJA NGGAK PERNAH BUNUH DIRI!
Mungkin manusia terlalu berpikir picik, takut untuk hidup dan memilih mati sebagai pelarian masalah.

Perjalanan Lautan cukup seru sih buat saya pribadi untuk diikuti kisahnya. Terlebih saat adegan di hutan bersama para penghuninya... hahaaha, saya tertawa aja deh! Kalian baca sendiri yah ;p
Oia... latar lokal sisi barat Sumatra di novel ini juga menawarkan pengalaman kultural. Suka!!!!

Eh, tapi gombalan ala Lautan juga nggak kalah lucu buat disimak atau dicontek lho!
"Kalau aku punya banyak pilihan, kenapa aku nggak boleh pilih kamu?"
"Kamu tuh nggak pernah tahu caranya nyerah ya?"
"Aku murid yang bodoh soal itu."
Profile Image for Halida Hanun.
325 reviews13 followers
April 20, 2013
sampai saat nulis review ini saya masih bingung mau kasih rating berapa >,<

bingung juga mau mulai review dari mana??? -,-"
sama bingungnya dengan genre novel ini sendiri. kan katanya thriller ya? tapi saya malah merasakan kok unsur 'horor'nya juga dominan. horornya tuh lebih ke klenik gitu. jadi ngeri sendiri pas bacanya.

udah gitu, sosok Lautan, Kirey maupun Tiara nampak samar di bayangan saya. ini saya yang kurang ngeh dan nggak teliti pas bacanya, atau memang penulis tidak mendeskripsikan wajah masing-masing tokoh? memang sih ada beberapa deskripsi yang menyatakan kalau Lautan itu kurus dan berkulit gelap. tapi untuk detail wajahnya nggak dibahas. jadi saya nggak bisa mengira-ngira seperti apa sosok Lautan itu? begitu juga dengan sosok Kirey dan Tiara.

teruuuussss, kenapa di akhir cerita Tiara jadi 'begitu'? itu meninggal atau cuma pingsan? tapi kalo dari narasi sih kayaknya yang pertama ya? nah, buat saya ini malah antiklimaks loh.

hmmm...untuk kekurangannya sih cuma segitu. nah, sekarang bicara kelebihannya. dengan latar tempat di Sumatera Barat, tepatnya daerah pegunungan Kerinci, penulis sukses mengangkat budaya serta sejarah tempat tersebut. selain itu, jujur saja, begitu mulai baca saya nggak bisa berhenti (kecuali terdistraksi oleh kegiatan lain yang urgent). jadi pas baca kan udah malem tuh, nah saya tuh rencananya mau baca 1 bab aja ah. 1 bab jadi 2 bab, 2 bab jadi 3 bab, begitu seterusnya. sampai akhirnya tau-tau udah di halaman terakhir. dan saya nggak mau melakukan kebiasaan buruk saya, lompat ke bab akhir untuk tau ending ceritanya seperti apa. karena saya merasa akan banyak informasi yang terlewat dan pada akhirnya akan membingungkan saya meski saya sudah tau ending-nya seperti apa.

gitu aja sih reviewnya. hehehehe :)

oiya, ada satu yang mengganjal hati saya. saya menemukan kata 'konsekwensi" (lupa di halaman berapa). saya sampai mengecek ke Kamus daring, bukannya seharusnya "konsekuensi" ya?

overall 3,5 of 5 stars
Profile Image for Anita Chandra.
20 reviews
August 12, 2013
Late update.

Huhui, ini buku dulu top 1 on my wishlist. Sayangnya harus pending buat beli karena ujian dan lain - lain ya kan om brahmanto? Haha.

Pertama yang langsung dilirik dari buku ini adalah genre-nya. Its thriller dude! Dan latar belakangnya, Kerinci. Sumatra have a deep 'power' inside.

3,5 sih. Kenapa? Kenapa bukunya om brahman aku kasih segitu padahal dulu ngebet banget? Soalnya menurut aku kurang sedikit realistis. Penggambaran perjalanan Lautan dan penerjemahan pacarnya tentang rekaman Kirei terlalu apalah namanya *enggak jelas aku*.
Untuk intrik intrik tentang emas, brilliant idea banget buat dimasukkan dan menjadi topik utama di novel ini.
Apa aku kasih 3,9999999999 aja ya? Haha
O,0000000001 nya buat apa? Buat hubungan Lautan dan Tiara. Kenapa? Enggak suka aja deh, sukanya tuh Lautan masih terus mengharap Kirey masih mencintai Kirey dan menjalin hubungan sama Tiara buat pelampiasan haha. *plak*
Over all, brilliant deh om brahman.
Apalagi buat Quora-nya.


Lautan Angkasawan dipanggil oleh mantan mertuanya, Lachlan Fowler untuk menjalankan sebuah misi. Untuk itu dia diutus pergi menelusuri setiap jejak Kirey Fowler-anak Lachlan dan juga mantan pacarnya yang sudah meninggal- di Kerinci, dimana Kirey meninggal.
Tujuannya simpel, Lachlan masih tidak mempercayai penjelasan polisi mengapa anaknya meninggal, dan ia ingin tahu sebenarnya apa urusan anak perempuannya itu ke Kerinci.
Namun dalam perjalanan Lautan mulai ragu, apakah ia harus mealkukan ini? Balas budi tidak menjadi alasan kuat baginya untuk pergi, ia ragu si tua itu hanya memanfaatkannya.
Emas - emas kecintaan Kirey adalah misterinya, dan kunci semua masalah Lautan.
Lalu apakah Lautan akan terus berusaha memecahkannya? Dan apa yang disembunyikan Kirey di Kerinci? Lalu kekuatan mistis apa yang ada dibaliknya?
Rahasia Sunyi adalah jawaban itu.
Profile Image for Tantya Ch.
Author 1 book1 follower
September 16, 2013
Bagi seorang penulis, buku pertama itu benchmark. Jelas akan menentukan apakah seorang pembaca akan membaca buku penulis itu lagi atau tidak. Setelah membaca buku pertama Mas Brahmanto, Satin Merah, saya menjadi penunggu setia buku-buku karangannya selanjutnya. Saat Rahasia Sunyi rilis, saya tentu tidak akan melewatkan novel ini. Apalagi saya diiming-imingi genrenya sama seperti sebelumnya: thriller!

Dan khas tulisan Mas Brahmanto, risetnya luar biasa. Setting Kerinci, baik lokasi maupun budayanya terasa nyata. Penggambaran Hutan Sumatra, beserta adegan kejar-kejaran dengan macan, juga membuat saya seperti sedang memutar ulang adegan serupa dalam film Journey. Entah kenapa. Yang jelas, seru sekali!

Selain itu, karakter tokoh Lautan juga digambarkan pas. Pemuda berani yang merasa mampu melakukan segala sesuatunya sendiri, tetapi tetap menyimpan rasa takut yang manusiawi untuk ukuran pemuda berumur dua puluhan.

Satu-satunya yang mengganggu saya selama membaca Rahasia Sunyi adalah kenyataan bahwa novel ini ternyata mengandung tema horor. Namun masalah ini murni persoalan selera. Bagi yang menyukai cerita hantu dan alam gaib, tidak ada masalah dengan plot novel ini. Sayangnya, bagi saya yang penakut, dan cenderung menyukai psikologi thriller (seperti Satin Merah), harus merasa sedih karena ternyata ada campur tangan makhluk halus dalam kasus pembunuhan Kirey.

Namun saya tidak sepenuhnya kecewa. Toh alam gaib dalam novel ini memang diperlukan untuk mendukung plot. Karena kalau tidak, tidak akan ada Roa dan perjalanan Lautan tidak menegangkan, bukan?

Jadi sekali lagi, ini masalah selera. Jika saya berselera pada cerita hantu, novel ini akan bernilai empat bintang, atau bahkan lima.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dhani.
257 reviews17 followers
March 20, 2016
Sinopsis
Pada mulanya, tujuan Lautan ke kawasan Gunung Kerinci adalah memenuhi permintaan Mr Lachlan Fowler untuk menyingkap misteri di balik meninggalnya anaknya, Kirey Fowler, yang juga mantan pacar Lautan.Sesederhana itu. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Lautan" terperangkap" dalam banyak kepentingan. Dan yang dihadapinya bukan hanya manusia biasa, tapi juga kisah tentang " Roh" manusia yang telah meninggal.Dan ternyata, permintaan Mr Fowler pun ternyata hanya kedok dibalik niatnya yang sesungguhnya. Dan Lautan baru menyadarinya, nyaris hampir di bagian akhir petualangannya.Sebenarnya, apakah misteri itu? Berhasilkan Lautan menyingkapnya?Apakah Kirey tewas karena dibunuh atau memang kehabisan darah karena kecelakaan yang dialaminya?

Review
Secara keseluruhan cerita ini seru, walau sebetulnya saya berharap ini kisah murni thriller dan bukan tentang hantu atau arwah.Keseruan setiap bagiannya bagai magnet, yang menyebabkan saya tak berhenti membacanya sampai tuntas.Walau setelahnya, banyak pertanyaan pertanyaan tak terjawab, seperti kenapa yang menghantui rumah Inal bukan arwah Keira sendiri, kenapa Lautan tidak marah pada Mr Fowler yang" menjerumuskan" dan membahayakan nyawanya? Dan kenapa harus ada 3 penumpang di travel yang dikendarai Kirey yang ternyata' setan", padahal tanpa itu pun menurut saya tak berpengaruh bvanyak pada jalan cerita secara keseluruhan?Lalu adegan di hutan yang seolah dipaksakan agar Lautan memperoleh kalung dan voice recorder yang kebetulan adalah suara Kirey? Tapi apa pun, penulis punya keberanian menulis suatu genre yang nampaknya kurang diminati di Indonesia. Walau secara isi cerita, saya pikir Satin Merah lebih padat dan bikin serem.
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
May 21, 2016
4.5 stars.
Di pertengahan buku, aku kepikiran ngasih 5 bintang karena buku ini benar-benar membawa imajinasiku ke pedalaman kerinci di Sumatera sana. Suasananya, dialek bahasanya, semuanya benar-benar mencerminkan kalau Mas Brahmanto pernah ke sana dan melakukan observasi yang detil tentang budaya masyarakat sekitar.

Aku tertarik banget dengan pembahasan tentang "uhang pandak" atau manusia pendek. Makhluk mirip manusia, sejenis kera dengan intelejensia melebihi orang utan dan simpanse yang berbau telur busuk. Kedengaran unik dan benar-benar baru buatku.

Penulis berhasil membawa pembaca terbawa dengan suasana hutan yang mencekam, suasana kamarnya yang angker dan membuat pembaca ikut merasa paranoid seperti apa yang dirasakan Lautan Angkasawan. Brahmanto juara banget dalam hal ini.

Tapi beberapa hal yang membuatku menurunkan rating apalagi menjelang ending adalah karena fakta bahwa segala hal horror yang disinyalir oleh Lautan adalah kenyataan. Aku pikir semua itu hanyalah clues yang akan mengantar Lautan untuk mengungkap misteri pembunuhan itu. Aku pikir semua hal 'angker' itu punya penjelasan logis, yah meskipun saya tidak bermaksud mendukung statement Mr. Fowler yang berbau atheisme.

Selain itu, alasan Lautan berpisah dengan Kirei tidak terlalu logis menurutku. Dan perasaan Kirey pun tidak terlalu diuraikan dengan jelas. Aku sebetulnya tahu alasannya :). Karena Mas Brahmanto nggak mau bikin novel Romance, novel ini punya genre berbeda dan keunikan itulah yang membuatnya 'Wow' di mataku dan pembaca lain tentunya.

Setelah membaca ini, aku semakin untuk membaca karya penulis yang lain. Mungkin aku akan memulainya dengan 'Satin Merah'. It sounds unique.
Profile Image for Tiara Orlanda.
201 reviews18 followers
February 20, 2013
Awal tau dari gagasmedia buku ini ada di daftar 'coming soon' langsung tanpa ragu bkin dia ada di most-wishlist-books.

Bukan karena salah satu tokohnya bernama sama seperti saya (lupakan).

Dan itu karena buku Satin Merah, -culture thriller- yang sebelumnya saya baca, sangat tidak mengecewakan.

Berbekal ekspektasi yang kelewat tinggi saya mulai membaca.

Dimulai dari cover, saya 100% suka sama covernya. Rasanya cocok dengan kesan 'sunyi' dan 'misterius' yang buku ini coba tampilkan.

Jalan ceritanya tidak mudah ditebak. Sehingga, sebagai pembaca akan terus penasaran dan berpikir bagaimana kelanjutan setiap babnya.

Semua misteri dibuka pelan-pelan. Perlahan ke ending. Menurut saya sebagai orang awam, rapi sekali.

Saya suka culture yang dibahas di buku ini. Bikin nambah pengetahuan. Dan dari instensnya culture yang dibahas, saya rasa penulis benar-benar melakukan survey untuk buku ini.

Satu-satunya yang saya kurang mengerti adalah saat penggunaan Quora -social media-. Haha tapi ga penting ya.

Saya jauh lebih suka sama Rahasia Sunyi dibanding Satin Merah (walaupun pada kenyataannya Satin Merah pun saya kasih rate 5) ,Rahasia Sunyi terasa lebih masuk akal.

A recommended culture thriller.
Profile Image for Diego Christian.
Author 5 books127 followers
September 18, 2013
Lautan Angkasawan mendapat tugas dari Lachlan Fowler untuk menyingkap jawaban dari kasus kematian anaknya yang juga mantan kekasih Lautan, Kirey Fowler. Berbekal beberapa pertanyaan dari Quora, scrapbook Kirey, rekaman audio Kirey selama di Kerinci, dan juga dibantu oleh kekasih Lautan, Tiara, Lautan mengarungi Kerinci untuk mencari jawaban demi jawaban. Dari perjalanannya itulah, Lautan mendapatkan kejadian tak terduga dan lapis makna tentang teka-teka kematian Kirey.

Membaca Rahasia Sunyi ini jujur saya memasang ekspektasi tinggi setelah membaca Satin Merah karya Mas Brahm. Bagaimana tidak, Satin Merah adalah salah satu novel berkelas tinggi yang dimiliki Gagas Media. Setelah membaca Rahasia Sunyi ternyata saya tidak salah memasang ekspektasi. Rahasia Sunyi kembali memuaskan dahaga dan kerinduan saya terhadap Satin Merah, meski ada sesuatu yang hilang di sini. Ya, mungkin salah satunya karena ketidakhadiran istri Mas Brahm di novel ini. Di Satin Merah, Mas Brahm berduet dengan Rie Yanti yang kini menjadi istrinya. Namun, itu semua tidak mengurangi kepuasan saya membaca Rahasia Sunyi. Keep up the good work, Mas, ditunggu buku selanjutnya.
Profile Image for Meg.
3 reviews
August 6, 2013
Nggak sesuai dengan ekspetasi yang aku harepin :( alurnya memang sudah mulai berkembang, jauh berbeda dgn si satin merah yang jalan ceritanya mudah ditebak dan nggak ada twist sama sekali menurut aku. Yang mengecewakan dimana nya? Bagian tengah sampai ending! Awalnya cukup buat penasaran. Apa sebenarnya penyebab kematian kirey? Hantu atau manusia kah? Bagaimana Lautan bisa survive disana? Ternyata aku terkecoh dgn kalimat "novel ini menawarkan pengalaman kultular dalam balutan thriller yang intens"
Benar memang pengalaman kultularnya begitu lekat,didukung deskripsi yg bagus tentang keadaan di ranah minang, tapi thrillernya? Entahlah.. Ini memang hanya aku yg ngerasa nggak cukup menegangkan atau gimana? Tapi aku terus berharap brahmanto anindito bisa terus berjalan di jalurnya dan menyajikan thiller yang benar-benar intens!! ;)
Profile Image for Sari Hanifah.
1 review
January 29, 2014
Baru selesai baca buku ini beberapa hari lalu.
Buku ini adalah buku thriller buatan penulis Indonesia pertama yang saya baca dan bagi saya (yang terbiasa membaca novel thriller dan detektif dari penulis luar) buku ini menarik. Selain latar belakang lokasinya yang apik (di pedalaman hutan Sumatera sekitaran Kerinci) alur ceritanya pun sedikit banyak membuat jantung saya ikutan berdegup di atas normal, khususnya pada adegan Lautan di hutan dan saat membaca cerita Roa tentang kejadian di rumah Inal.
Membaca buku ini membuat saya mengenang (almarhumah) nenek saya yang juga orang Sumatera yang mirip2 ibu Elita sifatnya (meskipun tidak pencemas seperti bu Elita), juga membuat saya kembali berpikir untuk memulai investasi emas. :D
Rahasia Sunyi merupakan novel thriller Indonesia pertama yang memikat saya untuk membaca novel Indonesia lainnya dengan genre sejenis.
Profile Image for Salma.
14 reviews1 follower
February 23, 2013
God. Pertama baca buku ini, aku kira ini novel romance kya yang biasa aku baca gri gagas media. ehh.. lama-kelamaan.. ko'.. dan ini bener2 bikin aku merinding bacanya. Ada sensasi yang berbeda. Apalagi pas kirey ketemu aria dan bilang klo jamnya itu udah mati,dan jam itu nunjukin waktu kematiannya. Disitu aku udah bener2 takut,, refleksnya aku langsung lari2 keluar kamar nyari orang buat nenangin diri sekaligus buat nemenin aku nerusin novel ini. honestly ini novel misteri ~yg bersifat"hantu2an" yang pertama kali aku baca :3 and this is crazy, i love it! ~aku juga sama sifat kepribadiannya lautan, dia itu setia! =)
Profile Image for ayanapunya.
338 reviews13 followers
December 29, 2015
Dari segi tema, novel ini cukup menarik dan penulisannya cukup baik. Bagian yang cukup menarik bagi saya dalam novel ini adalah perihal investasi emas dan scrapbook yang dimiliki almarhum Kirey. Kayaknya keren ya kalau bisa membuat jurnal berbentuk scrapbook itu :D

Sayangnya dari segi plot saya merasa masih ada bagian yang kurang jelas terutama perihal kematian Kirey. Kenapa bisa cerita penyelidikan kematian langsung beralih ke cerita mistis? Namun meski ceritanya agak berbau mistis, saya tetap mengacungi jempol untuk penulis atas ide yang dituangkannya ini.

https://ayanabooks.wordpress.com/2015...
Profile Image for Fatoni M.
367 reviews81 followers
July 29, 2015
Pertama baca, agak terganggu dengan gaya penulisan "Hehehe" di sebuah dialog. Jadi seolah2 baca chatting.

Plot lumayan walaupun nggak seru2 banget. Beberapa kejadian terkesan terlalu kebetulan. Di ending, misteri dipaparkan dg gambalang seperti buku non-fiksi.

Banyak topik berjejal di buku ini. Mulai dari emas, hantu, makhluk mitologi, ketuhanan, psikologi kesurupan, dsb. Tapi bagi saya, jadi agak mengganggu alur utama.

Penokohan sendiri tidak terlalu dalam. Tidak ada tokoh yg bisa saya sukai.
Profile Image for Tias.
130 reviews
March 20, 2013
Gak nyangka sama jalan ceritanya. Cerita tentang Lautan yang ditugaskan menguak kematian mantan pacarnya, Kirey Fowler. Berbekal scrapbook beserta MP3 rekaman suara Kirey selama perjalannya ke Kerinci sampai akhir hidupnya. Seiring berjalannya waktu, satu per satu misteri terkuak. Tokohnya pun tak terduga sampai ke pertengahan cerita. Unsur mistisnya juga ada, selebihnya tentang pencarian.

Yaa, gitu deh pokoknya.
Displaying 1 - 30 of 55 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.