Saya kaget bercampur senang dengan respon yang diterima buku pertama saya "Oh My Goodnes: Buku Pintar Seorang Creative Junkies". Di buku ini cukup banyak pembaca yang meraih kesuksesan sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing. Rasanya much more rewarding dibanding berbagai award yang saya menangkan.
Saya semakin yakin bahwa kreativitas itu bisa dilatih, bukan faktor bawaan. Kini saya kembali hadir dengan membagikan berbagai personal notes saya, 101 cara yang selama ini saya lakukan sehingga bisa berubah dari orang yang biasa-biasa saja menjadi salah satu sosok yang kreatif di Indonesia.
Ide buku 101 Creative Notes ini berawal dari berbagai seminar dan workshop yang saya berikan setelah buku Creative Junkies terbit, ternyata tetap saja masih banyak yang terus bertanya, bagaimana caranya supaya bisa menjadi orang yang kreatif.
Karena itulah saya coba hadirkan buku kreatif versi berbeda, lebih banyak ilustrasi dan foto, dengan harapan lebih mudah membaca visual bagi kebanyakan orang.
Berbagai jurus pribadi saya beberkan di sini, mulai dari Great Expectation, Meet Strangers Regularly, Imaginary Interview, Fight Your Feeling Not Your Body, Working without Seing Clocks, Novel Solutions sampai The Hours of Silence dihadirkan di buku ini.
Yoris Sebastian adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang dikenal bergerak dalam bidang industri kreatif. Pada usia 26 tahun, Yoris terpilih menjadi GM (General Manager) Hard Rock Cafe Indonesia, menjadi GM termuda se-Asia dan termuda kedua di dunia. Pada usia 34 tahun, selepas keluar dari Hard Rock, ia mendirikan sebuah perusahaan konsultan kreatif OMG (Oh My Goodness).
Yoris terkenal dalam hal inovasi dan ide kreatif. Pria yang suka minum air putih ini menunjukkan konsistensinya dalam membuat ide-ide kreatif yang tidak biasa yang dalam bahasa Inggris dikenal juga sebagai berpikir "out of the box". Menurutnya, ide kreatif akan segera berkembang bila dimulai dengan hal yang kecil (start small).
Yang sangat nyangkut di otakku adalah: kita harus punya kasur ekstra nyaman wkwkwk sisanya juga banyak yang patut dicatat, dan aku bacanya ringan banget. Cepat kelar! Ilustrasinya lucu-lucu. Mungkin suatu hari bakal re-read khusus buat bikin catatan hehe
Setelah baca dan mengeksplor buku ini, yang pertama menarik perhatian saya, anehnya (dan saya bener-bener merasa aneh gara-gara ini) adalah nama ilustratornya, yaitu Calvin... Klein. Saya enggak bercanda loh. Karena saya bukan fashion junkie, saya enggak tahu sebener-benernya Calvin Klein itu merk apa, selain merk celana dalam pria yang (sepertinya pun bajakan) kadang saya lihat dijual di mal. Dan gara-gara ini, waktu saya lanjutkan membaca, saya kadang kepikiran, “Celana dalam yang menggambar ilustrasi ini... hm...” Iya tahu, enggak lucu, hahaha.
Oke serius. 101 Creative Notes benar-benar adalah kumpulan 101 catatan kecil berisi tips untuk menjadi/tetap kreatif ala Yoris Sebastian, yang dari buku ini saya simpulkan dia adalah ikon kreatif terkemuka di Indonesia. Pencapaian tinggi di usia muda agaknya yang membuat Yoris Sebastian dikenal, tentu selain karena kemampuannya juga di industri kreatif. Gambaran tentang karir Yoris yang cukup cemerlang itu sendiri bisa didapat seiring membaca buku ini. Yoris memang membuat 101 cara kreatifnya berdasarkan pengalamannya selama berkarir dan kebiasaan dirinya sendiri sehari-hari.
Nah, walaupun 101 Creative Notes ini nampaknya dibuat dengan cinta dan begitu personalnya oleh si penulis, saya enggak merasa terlalu terinspirasi setelah baca buku ini. Karena sebagian besar dari yang dipaparkan memang sudah jadi kebiasaan saya juga ataupun saya sekedar sudah tahu. Jadi, bisa dibilang, enggak banyak informasi baru setelah saya baca buku ini. Apakah ini pengaruh banyaknya penyebutan merk yang bikin buku ini lansung terasa ‘ngiklan’ daripada ‘nginspirasi’? Oke, saya setuju Samsung GALAXY Note 10.1 Anda sangat canggih dan keren. Tapi apa perlu disebut ngulang-ngulang di dalam bukunya? Oh ya, tak lupa digambarkan juga di sampul depan dan penyebutan ‘All contents were done by using Samsung GALAXY Note 10.1’ di sampul belakangnya.
Tidak disangkal memang, bagaimana pun ada beberapa poin yang cukup segar dan menurut saya menarik. Misalnya poin #37 Eavesdropping dan poin #42 Dress Well. Beberapa hari yang lalu saya lebih pasang kuping waktu lagi antre di KFC. Saya senyum-senyum sendiri waktu saya dengar orang di belakang saya bilang begini ke temannya, “Kamu minumnya apa? Aku yang itu aja lah. Ituuu... Pespi.” Yah, lebih sadar sekitar dan siapa yang tahu apa yang bakal kita dengar atau lihat kan? Jadi, saran Yoris untuk nguping itu sangat menarik buat saya (tanpa terkesan stalkerish yah! Hahah). Menurut saya, buku ini cocok buat pemanis di meja tamu Anda, atau jadi bacaan santai untuk dibawa pergi-pergi.
Jadi saya memang enggak terlalu banyak pikir waktu beli buku ini. Saya enggak tahu latar belakang si penulis, Yoris Sebastian. Setelah baca buku ini, saya tidak merasa buku ini adalah (semacam) lanjutan (kayaknya) dari buku dia yang sebelumnya, berjudul Oh My Goodness: Buku Pintar Seorang Creative Junkies (saya belum baca dan memang enggak punya juga sih). Walau sepertinya ada beberapa poin yang akan lebih dimengerti secara duduk bila pembaca sudah membaca buku sebelumnya itu. Tapi secara keseluruhan buku ini berdiri sendiri sih, enggak harus pula baca yang sebelumnya. Poin yang saya maksud seperti penjelasan GenFlux misalnya. Dan saya rasa enggak semua orang tahu kepanjangan sebenarnya dari ATM yang ada di poin #40, jadi baiknya dikasih tahu saja secara gamblang.
Kumpulan tips yang berguna utk bang Yoris, belum tentu berguna utk saya. Tapi ini gampang dibaca, dan ilustrasinya bagus. (Review ini dibuat bukan dgn Samsu ng Galaxy Notes seperti iklan di buku ini)
101 tips dari Yoris Sebastian untuk membantu orang menjadi kreatif. Masing-masing tips disajikan di 1 halaman, lalu 1 halaman untuk quote yang relate, atau ilustrasi/foto yang berkaitan dengan tipsnya.
Buku ini sudah lama masuk dalam wishlist saya. Apalagi pada saat Twitter sedang enak-enaknya dipakai di Blackberry device. Entah mengapa, buku ini terlupakan. Lama sekali. Hingga kemarin saya memutuskan untuk mulai membaca lagi. Pilihannya jatuh pada beberapa buku Yoris Sebastian yang sudah lama ingin saya tamatkan. Satu dari mereka ada lah 101 Creative Notes ini.
Seperti kata Yoris dalam banyak kesempatan, try to avoid your routine. Maka, saya memulai pembacaan buku ini dari notes nomor 55. Lanjut hingga notes paling akhir. Lalu memulai lagi pembacaan dari halaman pembuka hingga bertemu lagi dengan notes nomor 55. Circling. Ya, i am try to avoid reader's habit. Mencoba mengamalkan satu dari sekian jurus kreatif ala Yoris.
IMO, tidak terlalu banyak teks dalam buku ini. Pembacaan terasa ringan dan bisa tamat baca sekali duduk dalam perjalanan pesawat Jakarta-Surabaya. Mungkin, Itulah mengapa judulnya hanya sebatas "notes" saja. Small message but the impact is huge! Memang penataan dan tata letaknya menampilkan sisi kreatif dari sang penulis dan rekan-rekannya yang berkolaborasi. Baik itu berupa gambar, quotes, ataupun screenshot yang dibuat dengan sebuah tablet keluaran well-known and reputable company.
At least, pada pembacaan kali ini, saya mendapatkan insight tentang "3i". Intuisi-Impact-Innovation. Yoris menekankan bahwa intuisi adalah ciptaan Tuhan sedangkan hitungan adalah ciptaan manusia, jadi rasanya tidak terlalu salah untuk percaya pada intuisi. Impact, adalah suatu efek yang diakibatkan dari segala tindakan kreatif kita. Ini perlu dipikirkan dalam ekonomi kreatif. Small efforts with big impacts. Terakhir, innovation. Barangkali saya masih terngiang-ngiang dengan pembacaan buku Yoris lainnya tentang Black Innovation Award (BIA). We have to innovate to embrace the unknown. Semuanya, adalah hal-hal yang perlu saya review kembali untuk menata ulang mindset saya yang sudah kadung rada kusut belakangan ini. #curhat
singkat (tidak basa-basi) dan sifatnya perlu diterapkan. Salah satu tips favorit saya adalah berbicara dengan orang asing di antrian. Saya tidak menyangka Yoris yang terlihat pendiam ternyata inisiatif memulai pembicaraan dengan orang asing.
Buku yang sangat menarik karena dikemas dengan beberapa catatan untuk seseorang menjadi lebih kreatif. Dan buku ini bisa dibilang sangat singkat untuk dibaca, karena berisi beberapa catatan / quotes tapi tetap jelas maknanya.
Buku sekian tahun lalu yang masih relevan. Namun, alangkah lebih baik kalo penulisnya mau menerbitkan edisi berikutnya sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi.
update 24 April 2013 --> finally selesai mbaca buku ini. dan jelas, ini bukan buku sekali baca. ini sejenis buku saku yang menyimpan 101 hal yang membuat seorang Yoris Sebastian tetap berenergi untuk berkarya di ekonomi kreatif. actually, orang-orang yang berkecimpung di dunia ekonomi kreatif itu gak pernah berhenti mbikin saya iri. serius. mereka adalah orang-orang keren yang mengejar passionnya dan tahu pasti passionnya seperti apa. Buku ini adalah buku yang tidak harus dibaca satu kali, karena memuat 101 creative notes. jadi, buku ini harus dibeli, bukan dipinjam. lebih bagus lagi kalau masu ngasih hadiah buku ini ke orang-orang yang dituntut untuk kreatif. isinya sederhana, dengan beberapa gambar dan kutipan di dalamnya. dan kadang aku memotret kutipan tersebut dan memasangnya di tumblr (tentu saja ada credit titlenya).
gak ada hal yang bisa dirangkum dari buku ini, karena ini buku simpel yang memuat banyak hal yang bisa memberikan efek positif, paling enggak buat aku. apalagi pas baca halaman 183:
Living Happy Life
Saya bertemu dan mendengar langsung cerita-cerita dari banyak tokoh kreatif di Indonesia maupun di dunia dan saya menyimpulkan rata-rata menjalani hidup yang happy.
Saya sendiri secara tidak sengaja, selalu happy saat bekerja di majalah HAI, HRC, Haagendaz, MTV Trax, dan banyak perusahaan lainnya.
Bukan karena perusahaan tersebut rata-rata terkenal, melainkan karena saya sangat suka dengan pekerjaan saya.
Saya menyebutnya Happynomics. Kita harus menomorsatukan unsur happy namun faktor kedua tetap ada nilai ekonominya. Tapi uang tidak pernah jadi faktor nomor satu
enjoy! satu lagi buku keren buat pekerja kreatif. dan yeah..ini memang sedikit iklan terselubung dari samsung Galaxy Note-nya :)
Setelah sukses dengan buku pertamanya, Oh My Goodness: Buku Pintar Seorang Creative Junkies yang berisikan tips dan trik menjadi kreatif di segala bidang, ayah satu putri ini kembali hadir dengan buku Yoris Sebastian’s 101 Creative Notes. Buku keduanya ini membeberkan 101 cara yang ia lakukan selama ini untuk menjadi salah satu sosok kreatif di Indonesia. Dengan mengandalkan kekuatan visual melalui banyak ilustrasi gambar dan foto, Yoris berharap para pembaca bukunya lebih mudah memahami isinya serta bisa menyerap inspirasi positif.
Sederet tips yang dibagikan Yoris dalam buku ini terasa begitu mudah dilakukan dan begitu sederhana, sehingga dapat langsung dipraktekkan kapan saja dan di mana saja. Percayakah Anda bila ada orang yang mengatakan memindahkan posisi handphone dari yang biasanya berada di saku celana kanan ke saku kiri bisa melatih kreativitas Anda? Atau, apakah Anda akan mendengar saran yang menyatakan untuk berinvestasi pada kasur yang berkualitas baik agar tidur bisa lebih nyenyak, dan bahwa melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan adalah cara bagus untuk menjadi lebih kreatif dan mencapai keberhasilan?
Ya, itu semua karena Yoris percaya, seseorang itu tidak dilahirkan sebagai orang kreatif. Kreativitas itu justru harus dilatih terus menerus sehingga berkembang dan semakin tajam. Menurutnya, kreativitas adalah salah satu jalan terbaik untuk mencapai kesuksesan, khususnya bagi mereka yang usianya masih muda. Hal ini sudah dibuktikan sendiri oleh Yoris, dan kini ia mencoba berbagi caranya agar ada lebih banyak lagi orang yang bisa mengikuti jejaknya untuk mengeksplorasi kreativitas mereka lebih jauh lagi.
Karena sy sedang merasa jenuh dan bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja, sy tertarik dengan buku ini dan setelah mengintip isinya kayaknya cocok dengan saya, akhirnya dibeli juga. I need an inspiration to do something different other than my routine.
Buku ini menawarkan 101 tips untuk menjadi kreatif secara singkat dilengkapi dengan gambar ilustrasi, cocok untuk dibaca cepat ketika kita tidak punya banyak waktu membaca. Tipsnya sederhana dan menarik untuk diimplementasikan dalam keseharian kita. Tips di buku ini yang saya sukai dan inspiratif bagi saya di antaranya #7 Ritual is still allowed, #81 Write press release in advance, dan #86 Working without seeing the clock. Namun saya masih merasa kurang, beberapa tips saya rasa sudah umum dilakukan. Yang juga sedikit disayangkan, buku ini secara eksplisit mengiklankan Samsung Galaxy Note, feelnya jadi kurang, seolah membaca leaflet gadget tsb. Overall, this book is interesting enough to read sebagai reminder kita saat terkurung dalam kebosanan rutinitas.
Buku ini cukup tipis, hanya 207 halaman saja. Bisa dibaca dalam waktu kurang dari satu jam karena tulisannya padat berisi, bukan esai panjang nan mendetail. Cara paling sesuai menikmati Creative Notes adalah dengan membacanya satu per satu lalu dipraktekkan berulang kali, dicari mana yang paling sesuai buat kita. Karena Creative Notes adalah catatan yang enak untuk diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Tak ada salahnya klo notes ini bisa dicetak ulang dengan judul Creative Notes with Galaxy Notes 10, karena kumpulan catatan ini dibuat dengan Samsung Galaxy Notes dan nama Samsung berulang kali disebut. Creative Notes cukup direkomendasikan untuk dimiliki karena saran-saran di dalamnya sangat applicable dalam kehidupan sehari-hari. Saya sendiri tidak terlalu kepengen memilikinya karena tips dalam buku ini biasa saya baca di lifehacker atau 99U. Cukup pinjam di perpustakaan adan dibaca ulang kalau perlu.
nah secara umum, saya merasa poin-poin yang ada di buku ini applicable dan inspiring. misalnya point 34: playing with new words yang membuat saya ingin beli kamus pocket oxford dan randomly take 1 word a day and make some paragraph. saya juga setuju banget sama poin 45: learn many other skill. Dan masih banyak poin lain yang saya rasa seru buat diterapkan.
cuman mungkin beberapa orang merasa rugi beli buku ini karena memang sangat simpel. "Hanya" terdiri dari beberapa baris dan sebuah gambar untuk setiap idenya. Tapi menurut saya, hal itu tidak menghilangkan esensi bukunya dan malah menyenangkan karena gak harus lama-lama bacanya.
This 2nd book from Yoris is an interesting book because as the title told it is a collection of notes from Yoris himself on becoming more creative (like himself). Although some notes he wrote are pretty obvious but I personally found lots of interesting tips (and quotes) that are really great.
But the one reason that makes this book special is how Yoris made almost (if not all) the book contents using a Samsung Galaxy tablet. Now, I don't know whether Yoris asked Samsung to become a sponsor of his book or Samsung was his client. Nevertheless, IMHO it's a great example of how Yoris really implement what he preached :)
Aku membeli buku ini karena seorang teman yang sangat merekomendasikannya. Setelah kubaca dalam setengah jam, dari 101 tulisan ini hanya 3-4 hal yang baru.
Tulisan yang satu dengan yang lain kadang bertolak belakang, tidak berhubungan dengan kreativitas atau justru melatih otak kiri, tapi kembali lagi ini catatan penulis yang bersifat opini pribadi, so it's ok.
Mungkin karena aku sudah banyak baca buku lain tentang kreativitas yang dibahas secara sistematik dan dalam sehingga buku ini kurang nikmat dibaca, baru mulai seru eh tulisannya sudah habis. Bagi yang mau masukan hidup kreatif sih bisa-bisa saja membacanya :)
Sebuah bentuk creative promotion dari sebuah produk komputer tablet? Hmm. Bisa jadi, karena seluruh content dibuat di G*laxy N*tes 10.1. Dan produk ini disebut beberapa kali di dalam buku. Ahaha. Good job.
Dalam buku ini Yoris membagikan hal-hal yang ia lakukan untuk tetap menjadi sosok yang kreatif. Terlepas dari kesan ada promosi terselubung di dalamnya, buku ini tetap layak untuk dibaca. Tidak ada penjelasan yang berbelit, konten buku ini dikemas sangat ringkas. Creative notes yoris dapat juga kita adaptasi dan laksanakan. Buat para fans of creativity, let's read this. :)
Buku ini bagus bagi yang ingin meningkatkan kreativitas. Ada 101 catatan dari Yoris Sebastian yang mudah dicerna dan menggugah pembaca untuk ikut menjadi kreatif.Ada kutipan-kutipan inspiratif, gambar-gambar ilustrasi, foto-foto yang unik yang menambah nilai plus bagi buku ini. Tidak hanya itu saja, uniknya, isi buku ini semuanya dilakukan dengan sebuah gadget yang sedang HOT , Samsung Galaxy Note 10.1.
Buku ini enggak butuh waktu lama buat dikelarin. Tapi jelas butuh proses buat action-nya. Ngerjain 101 tips buat jadi lebih kreatif. jejejejje...
Kalo aku pribadi, lebih tertarik mengamati konsep "monetize" -nya. Dah jadi buku.. sekalian endorse samsung.. sekalian branding OMG consulting...
kalo tips kreatifnya sih, ya enggak baru-baru amat. bisa dipungut dari mana aja. bedanya, yoris mendokumentasikan cara kreatifnya, sharing manfaatnya membukukan dan dapet hasilnya.
terlepas dari sebutan sebuah merk gadget, yang katanya digunakan untuk membuat tulisan di buku ini, buku ini sangat inspiring dan bisa me-refresh pikiran. Poin-poin yang simple dan 'easy to read' membuat buku ini selangkah lebih mudah untuk dipahami dan direnungkan. Asik cihuy banget lah stay berlama-lama di coffee shop sambil nyruput ginger tea dan baca buku ini sambil manggut-manggut, dan tersenyum pastinya... :)
Sebenarnya, gak niat buat beli buku ini, tapi entah kenapa tampilannya lucu aja bentuknya ilustrasi. Setelah dilihat sampul halaman belakang, kayaknya menarik juga, terutama buat yang butuh motivasi untuk tetap kreatif. Salah satunya adalah saya wuihihi. Memang simpel sih, tapi cukup untuk memotivasi orang-orang (seperti saya) bersemangat melakukan hal yang kreatif. Ilustrasinya oke dan quote-nya juga oke. Nice book :D
Akhirnya buku yang sudah cukup lama membuat saya penasaran ini terbeli juga (walaupun menunggu sampai ada diskon 10% dulu)...
Konsep bukunya seperti cergam (cerita bergambar): 1 halaman gambar, 1 halaman deskripsi. Ilustrasinya sendiri cukup bagus, namun *maaf* belum sebagus buku-buku luar sih. Artinya dalam segi visualisasi dan humor, masih kurang mengena (sekadar masukan buat Bung Calvin).
Buku yang berisi tips2 yang disampaikan langsung oleh "pakarnya" = a book worth to buy!
Buku ini unik banget. Isinya bener-bener bikin termotivasi. Banyak membuka pemikiran kita untuk berfikir kreatif. Dengan tulisan yang bisa dibilang ringan, dan to the point, tapi tetap 'ngena' banget. Ada juga ilustrasi yang bikin jauh deh itu yang namanya boring.
Kreatif itu sederhana. Begitulah gambaran ku setelah membaca buku ini. Dari kesederhanaan itu munculah ide-ide kreatif. Mengawali untuk menjadi kreatif itu memang tidak mudah, tapi kalau sudah berani mengawali itu akan menjadi mudah jika diasah terus-menerus. Buku yang sangat inspiratif dan benar-benar menularkan kreativitas.
Buku yang menarik, saya suka ide-ide dan nasehat yang disampaikan Yoris S. Buku ini berisi 101 Catatan Yoris S. sendiri yang dibuat 2 halaman untuk satu notes, tulisan dan ilustrasi. Jadi bisa dibaca dari mana saja, karena tidak terkait satu dan lainnya.
Walau beberapa ilustrasinya terlihat dibuat terburu-buru, namun isi notes itu sendiri sangat bagus dan informatif sekali.
ternyata untuk jadi kreatif itu langkahnya sederhana. tidak ada yang rumit hanya tinggal dibiasakan saja. dengan buku ini saya sadar, fondasi paling dasar untuk menjadi kreatif adalah kepercayaan bahwa kreativitas itu skill yang bisa dipelajari.
saya rekomendasikan buku ini untuk siapa saya yang ingin melatih dirinya menjadi kreatif
bacaan ringan tapi bermutu. Mengingatkan kita bahwa kreativitas itu bukan bakat, dan berasal dari hal yang besar dan rumit. Justru sebaliknya, setiap orang punya potensi untuk menjadi kreatif. Kreativitas berawal dari hal sederhana. Mungkin biasa, tapi jika kita memandangnya dari sudut lain, hasilnya akan tampak berbeda.