Jump to ratings and reviews
Rate this book

8 Comedie Bandrek

Rate this book
Setiap makian dan pandangan sinis, dia luluhkan dengan pelukan.
Segala amarah yang hampir meledak, dia bekukan dengan dekapan.
Dibelainya aku, dihapusnya segala kepedihan yang menyesakkan.


Aku tinggal di Montpellier, kota kecil di Prancis selatan. Jean-Charles, pria Prancis yang meminangku, memboyongku ke sini.

Sebagai pendatang asal Asia, banyak benturan budaya dan agama yang kualami dengan masyarakat setempat. Pengusiran oleh sopir bus, perlakuan diskriminatif seorang dosen, hingga tuduhan-tuduhan tak beralasan yang kuterima dari sesama penghuni apartemen merupakan contoh ujian keseharianku. Namun tak kusangka-sangka, tamparan keras justru datang dari rekan setanah air-ku. Saat kupikir sesama perantau bisa saling menguatkan di negeri orang, intrik yang terjadi malah membuatku merasa begitu sendiri dan ditinggalkan. Rasanya mustahil aku bisa bertahan....

Inilah kisahku di negeri cinta, tempat Tuhan membukakan mata dan hatiku lebar-lebar untuk melihat dunia.


“ADAPTASI! Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Pepatah ini mudah diucapkan, tetapi sulit dijalani. Lewat tokoh Sejati, Dini mengisahkan betapa ribetnya tinggal di negara yang baru dikenal, dengan orang-orang berbeda kultur dan agama. Ada segudang makna di balik novel yang ditulis dengan bahasa lugas dan polos ini.”
Achmad Subechi, Editor-in-Chief Tribun Kaltim

“Novel ini secara cerdas memperlihatkan bagaimana para individu berbeda pengetahuan terlibat dalam konflik sehari-hari. Melalui cerita pernikahan dua tokoh berbeda bangsa—Indonesia dan Prancis—Dini mengutarakan bagaimana konflik atas realitas perlu dikelola melalui proses negosiasi dan rekonsiliasi secara terus-menerus. Novel ini tidak hanya menyajikan cerita manis, namun juga rujukan pengelolaan konflik sehari-hari yang konstruktif. Masyarakat Indonesia perlu belajar dari novel ini.”
Novri Susan, sosiolog konflik Universitas Airlangga

“Dini dengan gaya bahasanya berhasil menceritakan perbedaan budaya yang dikenal dengan culture shock secara mulus. Tentang cinta sejati dua insan berbeda bangsa. Penulis juga berhasil menjelaskan ritual dalam agama Islam sehingga mudah dimengerti nonmuslim. Novel ini sangat berguna bagi mereka yang menikah dengan orang asing karena banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sini.”
Zeynita Gibbons, Antara News Agency, Inggris Raya

248 pages, Paperback

First published January 10, 2013

1 person is currently reading
10 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
3 (18%)
3 stars
10 (62%)
2 stars
2 (12%)
1 star
1 (6%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for Dhani.
257 reviews17 followers
January 27, 2014

Judul buku : 8 Comedie Bandrek
Pengarang : Dini M Kusmana
Jumlah hal : 245
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama.
ISBN : 978-979-22-9036-3

Apakah yang kira- kira kau rasakan, jika harus tinggal di suatu tempat yang jauh dan berbeda dalam segalanya, baik bangsa, warna kulit, agama, budaya dan banyak hal . Dan itu demi sebuah keutuhan rumah tangga yang diidamkan oleh semua pasangan.Ketika tiap saat adalah hal- hal baru yang banyak di antaranya berujung air mata dan kesedihan?
Itulah yang coba diceritakan oleh Dini MK lewat tokoh Sejati nya. Bersama suami yang berkewargaan negara Perancis( Jean-Charles) dan anak mereka Musa yang masih bayi, Sejati harus tinggal di kota Montpellier,Perancis . Meninggalkan semua kenyamanan yang dirasakan di Indonesia, karena lahir dari sebuah keluarga berada( ayahnya dokter jantung dan ibunya mengelola sebuah pompa bensin milik keluarga).
Dari pertama menginjakkan kaki di kota tersebut, masalah demi masalah menderanya. Dimulai dari ketidaksepahaman dalam beberapa hal dengan mertuanya Dominique, sulit dan rumitnya mengurus ijin tinggal bagi Sejati, sampai masalah komunikasi karena Sejati tidak bisa berbahasa Perancis. Belum lagi sang suami yang belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan yang diinginkannya sampai tata cara beribadah yang kadang menjadi masalah.
Seiring berjalannya waktu, masalah masalah yang timbul di awal kedatangannya bisa terselesaikan dengan baik, seiring kemampuan berbahasa Perancis yang meningkat dan suaminya mendapatkan pekerjaan yang sesuai.Tapi bukan berarti, masalah- masalah baru tidak bermunculan. Mulai dari teman- teman Indonesianya yang ternyata bukan sahabat yang baik, tetangga- tetangga apartemennya yang rasis juga banyak masalah lain.
Untungnya Sejati punya suami yang selalu mendukung dan berada di sisinya saat dia terpuruk. Suaminya pulalah yang membantunya melewati masa masa sulitnya dengan kasih sayangnya yang luar biasa.Selain itu keluarganya di Indonesia dan kedua mertuanya juga banyak memberikan dukungan.Sejati menjadi perempuan yang lebih kuat dan mandiri dalam menangani banyak hal, yang biasanya memerlukan bantuan orang lain jika itu terjadi di Indonesia.
Dari masyarakat di sekitarnya, Sejati belajar banyak hal. Yang terutama adalah Allah tak pernah meninggalkannya saat dia bersandar penuh padaNya. Juga bahwa kebaikan dan ketulusan tidak mengenal warna kulit, juga agama. Banyak hal baik tentang bangsa Perancis, seperti juga ada beberapa ketidakbaikan.Dan rasanya, itu berlaku di mana pun kita tinggal.
Banyak hal- hal unik yang dibagikan pengarang tentang interaksinya, baik dengan orang- orang sebangsa maupun dengan yang bukan sebangsa. Juga ada informasi yang sangat penting diperhatikan oleh orang- orang yang mempunyai pasangan berbeda kebangsaan dan harus tinggal di suatu tempat baru.
Lewat novelnya yang sepertinya diary hidupnya sendiri, pengarang memberikan kita gambaran utuh tentang suka dukanya tinggal di negara lain.Mulai dari budaya atau kebiasaan yang berlaku, sifat- sifat dasarnya, juga tentang karakter penduduknya.Sebagai pendatang,ada banyak hal yang bisa dikompromikan, tapi juga ada hal- hal yang sifatnya mutlak, seperti kewajiban menjalankan ritual agama( shalat, berpuasa, makan dan minum yang halal dll).Kalau pun ada yang sedikit mengganjal, sampai halaman terakhir, saya tidak menemukan kaitan antara judul dan isi keseluruhan buku atau mungkin saya yang gagal paham, entahlah..Walau tetap, itu tak mengganggu keasyikan membaca novel ini secara keseluruhan. Oh ya,rasanya juga menyebutnya diary atau kisah nyata lebih elok daripada novel......
Displaying 1 of 1 review

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.