Jump to ratings and reviews
Rate this book

Apa Yang Berbeda dari Guru Hebat

Rate this book
Banyak anak putus sekolah atau tidak lulus dalam ujian nasional. “Mencerdaskan kehidupan bangsa” hanya sebatas kata-kata indah dalam pembukaan UUD 45. Banyak yang bilang dunia pendidikan di Indonesia mandek, bahkan terpuruk.
Di tengah segala tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, guru bisa menjadi salah satu elemen penting yang dapat mengubah pandangan tersebut. Ia bisa menjadi lentera, yang diharapkan bisa menumbuhkan karakter murid menjadi sosok yang tangguh, mandiri, humanis, dan punya rasa penasaran yang tinggi akan ilmu pengetahuan.
Guru yang baik bisa memberi teladan yang baik bagi muridnya. Guru yang cerdas akan mencetak murid yang jauh lebih cerdas daripada dirinya sendiri. Guru yang istimewa akan selalu diingat oleh muridnya sampai akhir hayatnya. Itulah yang membedakan guru hebat dari guru-guru biasa.

144 pages, Paperback

First published December 1, 2011

13 people want to read

About the author

Eko Prasetyo dan M. Ihsan

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
1 (25%)
3 stars
3 (75%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
4 reviews1 follower
February 6, 2018
RESENSI BUKU

Guru-Guru Hebat

Judul Buku: Apa yang Berbeda dari Guru Hebat
12 Kisah Inspiratif Bagi Para Pendidik
Pengarang: Eko Prasetyo dan Muhammad Hasan
Tahun Terbit: 2011
Penerbit : Esensi (Erlangga Group)
Tempat Terbit: Jakarta
Jumlah halaman: 129 Halaman

Buku ini berisi kisah-kisah guru hebat yang memberikan inspirasi kepada pembaca khususnya guru-guru lain.
Mendobrak Pendidikan Kaku (Setyo Purnomo)
Setyo Purnomo adalah seorang guru IT. Setelah diterima mengajar di SMK TI Lentera, Kendal. Ia merasakan system pembelajaran yang kaku. Yang diterapkan di sekolah ini, khususnya oleh guru senior lebih terkesan teacher oriented. Hal itu membuat siswa tidak begitu bebas berekspresi dan merasa tidak senang berada di kelas. Ditambah siswa memiliki kebiasaan menyontek untuk mendapatkan nilai yang diinginkan.
Pak Pur melakukan dobrakan lebih ke arah dialog interaktif. Ia membuka jalur komunikasi yang efektif antara dia dan siswa-siswinya. Pak Pur berusaha mendengarkan aspirasi siswa dan masukan dari para siswanya. Seiring berjalannya waktu Pak Pur dan siswa-siswinya tidak hanya menjalin kedekatan secara akademis, tetapi juga emosional. Mereka sangat menyukai gaya mengajar Pak Pur. Pak Pur juga menanamkan pentingnya nilai kejujuran. Alhasil Siswa-siswinya tidak lagi menyontek saat ulangan.

Set Set Wet! (Imron Wijaya)
Guru Fisika dari Rembang ini mengajar di sebuah SMK Terpadu. Saat Kecil ia hidup dalam kemiskinan. Namun, hal itu tidak membuat kemauan belajarnya surut. Sebaliknya, ia bekerja keras untuk bisa tetap menuntut ilmu demi meraih cita-citanya. Ia memiliki pribadi yang ulet, disiplin, dan bertanggung jawab. Ia juga punya keinginan besar untuk memajukan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
Banyak prestasi yang ditorehkannya sebagai seorang guru. Ia termasuk Finalis Lomba Multimedia Pembelajaran Tingkat Jateng (2006, 2007, 2008) dan Finalis Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran (2010). Kepribadian positinya ini menjadi teladan bagi anak-anak didiknya untuk selalu berpikir positifdan pantang menyerah dalam menghadapi hidup.
Membawakan Negeri Impian (Dhitta Puti Sarasvati)
Ia lulusan teknik mesin ITB, namun sejak kecil ia bercita-cita menjadi seorang guru. Saat kuliah ia mengajarkan pelajaran fisika di MI Al Huda Bandung. Ia juga sangat bersemangat saat membicarakan pendidikan khususnya menyangkut kualitas pendidikan anak. Oleh karena itulah, pada tahun 2004, Ia bersama teman-temannya mendirikan komunitas Bandung Bercerita.
Lima tahun kemudian komunitas tersebut tampil sebagai finalis “Young Change Maker Competition” yang menekankan aspek kreativitas yang bisa dilakukan untuk menjadi agen perubahan sosial.
Dhitta menyajikan proses belajar yang menyenangkan dan membuat anak-anak lebih memahami apapun yang mereka pelajari. Saat ini ia menjadi guru privat matematika dan fisika dan menjadi dosen bahasa Inggris Akademi Farmasi Bhumi Husada.
Tadinya Tukang kebun (Sukari Darno)
Pak Sukari awalnya hanya seorang penjaga sekolah di SMA 1 Muhammadiyah Gresik namun karena keuletan dan semangat juang yang tinggi untuk belajar. Ia pun bekerja sambil kuliah di perguruan tinggi (FKIP UMG) sehingga ia pun akhirnya menjadi guru TIK di SMA Muhammadiyah Gresik (1997-sekarang).
Salah satu faktor yang mendorong keinginannya untuk melanjutkan pendidikan adalah rasa keingintahuannya yang tinggi untuk mempelajari komputer ditambah kesempatan. Sebelumnya, Sukari sempat dimintai tolong untuk mengetik oleh beberapa guru. Ia pun semakin tertarik membaca buku-buku tentang mengoperasikan komputer dan akhirnya bisa. Sempat ia diremehkan oleh salah seorang guru, saat ia sedang menggunakan komputer. Menurutnya penjaga sekolah seharusnya melakukan pekerjaannya membersihkan kelas bukan malah menggunakan komputer. Itu semakin memotivasinya untuk sekolah lagi.

Orang Miskin Harus Sekolah (Lisda Fauziah)
Di tengah krisis multidimensi yang menerpa negeri ini, masih ada orang yang mendedikasikan hidup sepenuhnya untuk memajukan pendidikan. Lisda Fauziah, misalnya dengan semangat juangnya yang tinggi ia mendirikan TK dan SMP untuk anak-anak miskin dan yatim piatu. Awalnya dia melaksanakan proses KBMnya di salah satu masjid di sekitar rumahnya. Ia pun sempat difitnah mengambil keuntungan finansial dari kegiatannya ini. Karena ada donator yang peduli, ia tetap bisa menjalankan sekolah yang dibentuknya dan mengantungi izin pendirian sekolah dari pemerintah.

Belajar Sains itu Asyik ( A. Muzi marpang)
Seorang guru yang menyajikan pembelajaran sains kepada anak-anak TK dan juga SD dengan menyenangkan. Anak-anak baginya adalah ilmuwan cilik. Tidak perlu disodori rumus-rumus yang memusingkan kepala. Anak-anak diajak untuk mengamati, memahami, menganalisis konsep sains yang bisa dilakukan sambil bermain. Hal-hal ini lebih memudahkan anak untuk memahami konsep pembelajaran sains. Ia juga menghasilkan karya berupa buku sains yang berisi tentang eksperimen, proyek sains dsb. Hal ini sangat bermanfaat untuk guru-guru yang mengajar dengan menggunakan metode yang disajikannya.

Level Internasional (Mampuono)
Guru bahasa Inggris yang kreatif ini adalah yang seorang guru berprestasi dari Semarang yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia. Ia memiliki pribadi yang kreatif, inovatif yang menerapkan konsep Be a good Story Teller dalam Pembelajarannya. Ia seorang guru yang menggunakan ICT atau multimedia dalam pembelajarannya. Pada tahun 2008 ia meraih medali emas Microsoft Innovative Teacher Competition yang diikuti guru-guru se-Asia Pasifik. Di tingkat nasional ia juga menjuarai Educational Game design and development competition.

Facebook and Homeschooling (Ariani Kusumaningrum)
Bagi guru mandarin di SMA 2 dan 6 malang ini, Facebook merupakan media belajar yang cukup efektif. Facebook adalah sarana meningkatkan kualitas pendidik dan peserta didik. Ia menyajikan pembelajaran yang menyenangkan dan menarik minat siswa. Menurutnya, siswa harus belajar dengan nyaman. Prestasinya yaitu ia menjuarai lomba menulis Opini Se- Jawa Timur (2009).

Belajar dari Sepotong Roti (Nina F. Soeparno)
Ia adalah seorang guru dan pelatih guru. Konsep yang ditawarkan guru hebat ini adalah pembelajaran menyenangkan yang memanfaatkan benda yang ada di sekitar sebagai media pembelajaran. Konsep Belajar dari sepotong roti pada dasarnya bisa diterapkan dari berbagai mata pelajaran seperti matematika, fisika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, IPA dll. Seorang guru sudah seharusnya untuk terus mengembangkan diri.

Jujur, jujur, jujur! (Manik Indraprasti Mughni)
Ia adalah salah satu guru yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan kejujuran. Dalam pembelajarannya ia selalu menerapkan pembelajaran yang menyenangkan. Bermain sambil belajar. Ia dihadapkan permasalahan di sekolah salah satunya adalah kebocoran UN yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang sebenarnya pendidik juga. Hal ini bertentang dengan nuraninya. Ia tetap memperjuangkan pentingnya kejujuran.

Kanker dan Kebaikan (Pangesti Widearti)
Dosen FBS UNY ini adalah seorang yang ramah dan murah senyum. Pribadinya karismatik. DI usia senjanya ia memiliki semangat yang tinggi dan tekad yang kuat. Ia dihadapkan pada penyakit ganas yang mematikan yaitu kanker. Hal itu tak mengurangi kemauan kerasnya untuk beraktivitas dan melanjutkan studi S-3hingga Ke Australia pada tahun 1998. Ia sangat mencintai dunia pendidikan.
Berjuang dengan Pena (Suhardi)
Guru bahasa Indonesia dari Rembang ini sangat produktif. Baginya, Menulis adalah pembebasan, Pikiran, dan gagasan yang mengalir di ujung pena. Menulis juga dapat menyembuhkan. segala keresahan hati dapat tertuang dan menjadi self therapy yang manjur tanpa harus menemui psikolog. Selain itu, bagi Suhardi menulis adalah bentuk tanggung jawab bagi seorang guru. Ia merupakan role model bagi anak-anak didiknya.
Prestasinya adalah ia menjuarai Lomba PTK Antar- Guru SMA Tingkat Kab. Rembang (2007, 2008, juara II tahun2009). Juara pertama Seleksi Guru berprestasi/ Guru Teladan Jenjang SMA/MA Rembang (2010).
Buku ini yang sangat baik untuk dibaca masyarakat karena menginspirasi untuk lebih menghargai perjuangan guru. Bagi guru, buku ini bisa menjadi contoh baik agar bisa menjadi guru yang hebat seperti yang dikisahkan dalam buku ini.


Profile Image for Siraa.
259 reviews3 followers
June 14, 2021
Awalnya kukira buku ini adalah kisah inpiratif yang menunjukkan keberhasilan guru dalam mengajar nyatanya saya tidak sebenar itu. Buku ini juga berisi tentang keteguhan seorang guru sampai mengorbanka dirinya sendiri. Dari semua ceritanya, saya paling paling terinspirasi cerita pertama, gaya Narasi Mas eko membawakan buku ini bisa membuat saya larut sangat Dalam kisahnya.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.