Jump to ratings and reviews
Rate this book

Membaca Sirah Nabi Muhmmad Saw Dalam Sorotan AL-QUR'AN dan Hadits-Hadits Shahih

Rate this book
Ketika Nabi dan kaum Muslim tiba di Madinah, sepulangnya dari pertempuran Tabuk, masyarakat Madinah, lelaki, perempuan, dan anak-anak, menyambut mereka dengan mendendangkan puji-pujian:
Thala'a al-Badru 'alaina. Min Tsaniyyâti al-Wadâ'
Wajaba asy-syukru 'alaina. Mâ da'â lillâhi dâ'
Ayyuha al-Mab'ûtsu fînâ. Ji'ta bil amri muthâ'


Di sinilah dan pada waktu itulah syair ini didendangkan, bukan saat menyambut Nabi saw. ketika tiba di Madinah dalam perjalanan Hijrah dari Mekkah. Sebab, perjalanan dari Mekkah tidak melalui Tsaniyat al-Wada', sebuah tempat yang disebut dalam syair di atas. Tetapi yang datang dari arah Tabuk-lah yang melalui lokasi tersebut.

Kisah di atas hanyalah sebagian kecil dari pembacaan ulang yang dilakukan oleh penulis terhadap Sirah Nabi saw. Masih banyak kisah-kisah lain yang terkait dengan kehidupan Nabi saw., setelah dibaca ulang di bawah "sorotan" al-Qur'an dan Hadits-hadits sahih, ternyata menghasilkan simpulan yang malah merevisi kisah-kisah yang kadung populer.

Buku Membaca Sirah Nabi ini mengajak Anda menelusuri kembali jejak-jejak perjalanan Nabi Muhammad saw. yang peristiwa-peristiwanya disusun berdasarkan timbangan al-Qur'an dan Hadits-hadits Shahih. Banyak hal-hal baru, terkait kehidupan Nabi, yang bisa Anda dapatkan dalam buku ini. Jika selama ini ayat-ayat al-Qur'an hanya dijadikan alat "pengesah" atau "penguat" dari kisah tertentu yang terkait dengan kehidupan Nabi saw., dalam buku ini M. Quraish Shihab justru membaliknya, yaitu menjadikan ayat-ayat al-Qur'an sebagai alat "penyeleksi" terhadap satu kisah, apakah ditolak atau diterima.

Seperti buku-buku M. Quraish Shihab lainnya, buku ini pun ditulis dengan bahasa yang renyah dan mudah dipahami oleh pembaca awam sekalipun.

1150 pages, Hardcover

First published June 1, 2011

29 people are currently reading
299 people want to read

About the author

M. Quraish Shihab

81 books438 followers
Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, MA adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Qur’an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII(1998).

Ia dilahirkan di Rappang, pada tanggal 16 Februari 1944. Orangtua Quraish Shihab adalah Bapak Abdurrahman Shihab dan Ibu Asma Aburisyi. Quraish adalah putra ke-empat dari 12 bersaudara. Tiga kakaknya, Nur, Ali dan Umar serta dua adiknya, Wardah dan Alwi Shihab, juga lahir di Rappang. Tujuh adik lainnya yaitu Nina, Sida Nizar, Abdul Mutalib, Salwa dan adik kembar Ulfa dan Latifah, lahir di Kampung Buton.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Ujung Pandang, ia melanjutkan pendidikan tingkat menengah di Malang, yang ia lakukan sambil menyantri di Pondok Pesantren Darul-Hadits Al-Faqihiyyah.

Pada tahun 1958 Ia berangkat ke Kairo, Mesir, dan diterima di kelas II Tsanawiyah Al-Azhar. Tahun 1967, dia meraih gelar Lc (S-1) pada fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir dan Hadits Universitas Al Azhar. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di fakultas yang sama dan pada tahun 1969 meraih gelar MA untuk spesialisasi bidang Tafsir Al Qur’an dengan tesis berjudul Al-I’jaz Al-Tasyri’i li Al-Qur’an Al-Karim.

Sekembalinya ke Ujung Pandang, Quraish Shihab dipercaya untuk menjabat Wakil Rektor bidang Akademis dan Kemahasiswaan pada IAIN Alauddin, Ujung Pandang. Selain itu, Ia juga diserahi jabatan-jabatan lain, baik di dalam lingkungan kampus seperti Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII Indonesia Bagian Timur, maupun di luar kampus seperti Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. Selama di Ujung Pandang, Ia juga sempat melakukan beberapa penelitian; antara lain, penelitian dengan tema “Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur” (1975) dan “Masalah Wakaf Sulawesi Selatan” (1978).

Quraish Shihab menikah dengan Fatmawaty Assegaf pada 2 Februari 1975 di Solo. Mereka dikaruniai lima orang anak, Najelaa, Najwa, Nasywa, Ahmad dan Nahla. Najelaa menikah dengan Ahmad Fikri Assegaf dan memiliki tiga anak, Fathi, Nishrin dan Nihlah. Putri kedua, Najwa Shihab menikah dengan Ibrahim Syarief Assegaf dan memiliki dua orang anak, Izzat dan almarhumah Namiya. Putri ke tiga Nasywa, menikah dengan Muhammad Riza Alaydrus, dan memiliki dua orang putri, Naziha dan Nuha. Ahmad Shihab, satu-satunya anak laki-laki dari Quraish Shihab, menikah dengan Sidah Al Hadad.

Tahun 1980 , Quraish Shihab kembali ke Kairo dan melanjutkan pendidikan di almamater lamanya. Tahun 1982 Ia meraih doktornya dalam bidang ilmu-ilmu Al Qur’an dengan disertasi yang berjudul Nazhm Al-Durar li Al-Biqa’iy, Tahqiq wa Dirasah, Ia lulus dengan yudisium Summa Cum Laude disertai penghargaan tingkat I (mumtaz ma`a martabat al-syaraf al-’ula).

Sekembalinya ke Indonesia, sejak 1984 Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selain itu, di luar kampus, Ia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. Antara lain: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (sejak 1984); Anggota Lajnah Pentashbih Al Qur’an Departemen Agama (sejak 1989); Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (sejak 1989).

Quraish Shihab juga banyak terlibat dalam beberapa organisasi profesional; antara lain: Pengurus Perhimpunan Ilmu-Ilmu Syari`ah; Pengurus Konsorsium Ilmu-Ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Saat ini, Quraish Shihab aktif menulis artikel, buku dan karya-karyanya diterbitkan oleh Penerbit Lentera Hati. Salah satu karanya yang terkenal adalah Tafsir al-Mishbah, yaitu tafsir lengkap yang terdiri dari 15 volume dan telah diterbitkan sejak 2003.

Selain sebagai penulis, sehari-hari Quraish Shihab memimpin Pusat Studi al-Qur’an, lembaga non profit yang bertujuan untuk membumikan al-Qur’an kepada masyarakat yang pluralistik dan menciptakan kader mufasir (ahli tafsir) al-Qur’an yang profesional.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
49 (62%)
4 stars
20 (25%)
3 stars
2 (2%)
2 stars
3 (3%)
1 star
4 (5%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Maryati Soewito.
55 reviews
January 23, 2017
Setelah berbulan-bulan membacanya satu dua lembar sebelum tidur, akhirnya bisa selesai juga buku 1200an halaman ini, meski yang tersisa dalam ingatan sepertinya hanya seujung kuku saja.

Tulisan Pak Quraish lumayan enak dibaca dan cukup lengkap menurut saya. Dan di awal dia memberi tahu pembaca tentang membaca dan menafsirkan sejarah, tentang kaca mata yang semestinya digunakan. Itu sangat bermanfaat bagi saya. Pak Quraish juga mencantumkan rujukan, hadis yang mendasari dan kesahihannya, serta pendapat penulis sirah Nabi lain yang dia kutip serta pendapatnya sendiri tentang beberapa riwayat, membuat saya sebagai pembaca bisa memutuskan sendiri untuk mempercayai versi yang mana.

Terlepas dari itu, saya jadi tahu sedikit tentang kehidupan Rasulullah, karena sepertinya lebih banyak yang menguap ke udara ketimbang yang tersimpan dalam ingatan, dan sadar betapa amat sangat banyak yang tidak saya tahu tentang Rasulullah. Yang saya ingat hanya bahwa kalau bersama Rasulullah sepertinya tidak ada yang rumit dalam menjalankan agama, semuanya mudah, sederhana, dan indah. Selain itu, sekarang sudah tidak punya alasan untuk bilang "masyaa iya?" atau "enggak mungkin" di dalam hati saat ada yang bicara tentang mencintai Rasulullah lebih dari 1.400 setelah Beliau wafat.

Profile Image for Eri Farid.
28 reviews1 follower
January 5, 2015
Dari beberapa buku sirah yang saya baca, sementara buku ini yang paling saya suka. Menyelesaikan buku ini hanya dalam tempo sebulan sepanjang Ramadhan 2011. Seperti buku2 bapak Quraish Shihab lainnya,tulisannya tidak terlalu rapat dan tidak terlalu kecil,sehingga tidak bikin capek mata.

Bahasanya sangat ringan dengan gaya yang membuat kita mampu membayangkan dan merasakan situasi yang terjadi di cerita tersebut. Saya menangis hampir di setiap bab buku ini, merasakan ahlak rasul yang luar biasa mulia. Bertambah kagum kepada Rasul, hanya sebagian kecil efek dari buku ini, tapi lebih pada perasaan terharu yang meluap sehingga sulit diceritakan dengan kata2. Sampai sekarang, buku ini masih saya jadikan semacam dictionary, yang kadang saya buka untuk mencari suatu petunjuk dari issue yang sedang saya alami.
Profile Image for Najia Al Umri (najiainwonderland).
106 reviews
September 3, 2022
Pilih baca buku ini karena yg paling tebel nih menceritakan Rasulullah nya, kirain bakal puas gtu dan bakal paling lengkap tapi ternyata engga dan Pak Quraish nya juga ternyata udh bilang akan susah bgt bikin buku sejarah Rasulullah saking banyak nya event2 penting dan penafsirannya juga banyak.

Dengan kedangkalan basic and foundation ilmu hamba, buku ini justru banyak bikin bertanya, "hah kenapa ?" Banyak bgt passage yg bikin bertanya2 lagi2 memang karena aku yg basicnya kurang bgt dan setelah konsultasi ke temen2 yg pada alim, kata mereka memang harus ditemenin guru saat baca ini,

So buat temen2 yg mau baca sebaiknya sambil didampingi guru biar ga salah paham.

Saran juga skip aja bab kepergian Rasulullah klo ga mau dibuat mewek.

Bagusnya lg buku ini pak quraish ga tutup mata sama kebaikan2 dan teladan dr kaum yg saat itu menentang Nabi some of them were evil but some of them were good, meskipun ga believed tapi ttp respectful, jarang bgt aspek ini dibahas atau emang aku yg jarang nemuin ya.

💙
Profile Image for Ida.
194 reviews4 followers
January 23, 2023
editor lentera hati sepertinya tidak teliti karena hampir semua buku dari penerbit banyak kesalahan ketik (typo)
126 reviews14 followers
October 4, 2021
Kelebihan: buku ini sifatnya runtut dan detail. Saya membacanya dengan beberapa buku sirah lain sebagai pembanding, terutama yang cukup punya popularitas (mis. al-Buthi--yg berusaha kritis tapi terlalu ringkas di tiap-tiap paparan sejarahnya, Tasaro GK--yg jauh lebih ke fantasi, dkk.). Saya mendapati dari sisi pencatatan detail, buku ini mengugguli semua buku pembanding yang saya baca. Dan uniknya, tutur bahasa yang digunakan mudah dan renyah betul. Tidak ndakik-ndakik bikin sakit kepala seperti beberapa sirah yg sifatnya analitik-detail (mis. Husain Mu'nis, dkk). Tanpa menghilangkan semangat penelaahan kritisnya. Di titik ini saya katakan buku ini bener-bener bagus.

Kekhasan: dengan sifatnya yang runtut dan detail, sependek saya tangkap, buku ini tidak menyertakan lini masa peristiwa-peristiwa besar seputar kehidupan nabi. Padahal lini masa seperti itu akan sangat membantu pembaca untuk tetap ngeh dengan konteks, ketika memasuki pembahasan yang agak detail. Sebagaimana umumnya buku sejarah yang bersifat runtut dan detail, terkadang diperlukan konsentrasi untuk tetap ngeh konteks waktu peristiwa yang sedang dibahas dalam sekali duduk sebagai bacaan santai. Untungnya, luar biasa terbantu dengan gaya bahasa yang saangat sangat renyah. Tapi tentu ini bisa diatasi dengan sekadar googling cepat, membuat yang lini masa sederhana, atau langsung download yang berupa gambar. Atau, yang agak ribet tp sy pakai, membuatnya justru setelah pembacaan selesai. Tentu yang belakangan dilakukan dengan bolak balik halaman ini itu, catat halaman ini itu. Tapi ya itu kecenderungan saya yg agak ga santai aja kalau baca buku ttntu. ha ha~

Kekurangan: banyak yang sudah nulis komplain soal ini: typo di antara transliterasi nama-namanya masya allah. agak menyulitkan orang yang tidak banyak bergelut di sirah nabawi/mengerti tetek bengek bahasa arab untuk mengerti mana penyebutan yang benar. Ini sifatnya minor. Yang agak mayor menurut saya, ada bbrp kekeliruan perujukan bin yang tertukar-tukar, spt mis. nama x bin y. lain waktu kekeliruan itu berupa penyebutan y, padahal itu nama ayahnya. setidaknya itu yang beberapa kali saya tangkap, entah di bagian-bagian mana saja isi bukunya. untuknya itu pun tidak sepenuhnya mengganggu pemahaman pembaca, saya kira.

dari kesemuanya, penilaian saya di 4.4/5. memang karya yang luar biasa, sejak kandungan, hingga proses penulisan yang penuh ta'zhim, tekun, dan dlm naungan berkah. salamullah alaika ya habib qurasih..
Profile Image for Guntur.
11 reviews63 followers
December 2, 2020
Beliau betul2 menjelaskan dengan "logic" (logika), sangat terlihat kecenderungannya. Tapi itu yg saya sukai karna tak bias (jadinya). Tak terlalu mengagung-agungkan dan/atau memuliakan (trlalu) juga ttg Nabi Muhammad (saw). Tetapi balik lagi, semua dilandasi dri sumber yg konkrit dan terstruktur dari Al-Qur'an & Hadits (semata), saya akui.
Profile Image for Cep Subhan KM.
343 reviews26 followers
February 12, 2023
Kecuali definisi tentang Nikah Syighar di dalamnya yang perlu ditinjau ulang, biografi Nabi Muhammad Saw. disajikan dengan cermat dan gaya bahasa yang asyik.
Profile Image for Muhammad Hakim Asy'ari.
40 reviews4 followers
June 15, 2013
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه الأطهار 
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.