Jump to ratings and reviews
Rate this book

Al-Lubab, Makna, Tujuan dan Pelajaran dari surah-surah Al-Quran

Rate this book
Tafsir Ringkas

Hardcover

First published July 1, 2012

19 people are currently reading
189 people want to read

About the author

M. Quraish Shihab

85 books438 followers
Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, MA adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Qur’an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII(1998).

Ia dilahirkan di Rappang, pada tanggal 16 Februari 1944. Orangtua Quraish Shihab adalah Bapak Abdurrahman Shihab dan Ibu Asma Aburisyi. Quraish adalah putra ke-empat dari 12 bersaudara. Tiga kakaknya, Nur, Ali dan Umar serta dua adiknya, Wardah dan Alwi Shihab, juga lahir di Rappang. Tujuh adik lainnya yaitu Nina, Sida Nizar, Abdul Mutalib, Salwa dan adik kembar Ulfa dan Latifah, lahir di Kampung Buton.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Ujung Pandang, ia melanjutkan pendidikan tingkat menengah di Malang, yang ia lakukan sambil menyantri di Pondok Pesantren Darul-Hadits Al-Faqihiyyah.

Pada tahun 1958 Ia berangkat ke Kairo, Mesir, dan diterima di kelas II Tsanawiyah Al-Azhar. Tahun 1967, dia meraih gelar Lc (S-1) pada fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir dan Hadits Universitas Al Azhar. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di fakultas yang sama dan pada tahun 1969 meraih gelar MA untuk spesialisasi bidang Tafsir Al Qur’an dengan tesis berjudul Al-I’jaz Al-Tasyri’i li Al-Qur’an Al-Karim.

Sekembalinya ke Ujung Pandang, Quraish Shihab dipercaya untuk menjabat Wakil Rektor bidang Akademis dan Kemahasiswaan pada IAIN Alauddin, Ujung Pandang. Selain itu, Ia juga diserahi jabatan-jabatan lain, baik di dalam lingkungan kampus seperti Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII Indonesia Bagian Timur, maupun di luar kampus seperti Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. Selama di Ujung Pandang, Ia juga sempat melakukan beberapa penelitian; antara lain, penelitian dengan tema “Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur” (1975) dan “Masalah Wakaf Sulawesi Selatan” (1978).

Quraish Shihab menikah dengan Fatmawaty Assegaf pada 2 Februari 1975 di Solo. Mereka dikaruniai lima orang anak, Najelaa, Najwa, Nasywa, Ahmad dan Nahla. Najelaa menikah dengan Ahmad Fikri Assegaf dan memiliki tiga anak, Fathi, Nishrin dan Nihlah. Putri kedua, Najwa Shihab menikah dengan Ibrahim Syarief Assegaf dan memiliki dua orang anak, Izzat dan almarhumah Namiya. Putri ke tiga Nasywa, menikah dengan Muhammad Riza Alaydrus, dan memiliki dua orang putri, Naziha dan Nuha. Ahmad Shihab, satu-satunya anak laki-laki dari Quraish Shihab, menikah dengan Sidah Al Hadad.

Tahun 1980 , Quraish Shihab kembali ke Kairo dan melanjutkan pendidikan di almamater lamanya. Tahun 1982 Ia meraih doktornya dalam bidang ilmu-ilmu Al Qur’an dengan disertasi yang berjudul Nazhm Al-Durar li Al-Biqa’iy, Tahqiq wa Dirasah, Ia lulus dengan yudisium Summa Cum Laude disertai penghargaan tingkat I (mumtaz ma`a martabat al-syaraf al-’ula).

Sekembalinya ke Indonesia, sejak 1984 Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selain itu, di luar kampus, Ia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. Antara lain: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (sejak 1984); Anggota Lajnah Pentashbih Al Qur’an Departemen Agama (sejak 1989); Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (sejak 1989).

Quraish Shihab juga banyak terlibat dalam beberapa organisasi profesional; antara lain: Pengurus Perhimpunan Ilmu-Ilmu Syari`ah; Pengurus Konsorsium Ilmu-Ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Saat ini, Quraish Shihab aktif menulis artikel, buku dan karya-karyanya diterbitkan oleh Penerbit Lentera Hati. Salah satu karanya yang terkenal adalah Tafsir al-Mishbah, yaitu tafsir lengkap yang terdiri dari 15 volume dan telah diterbitkan sejak 2003.

Selain sebagai penulis, sehari-hari Quraish Shihab memimpin Pusat Studi al-Qur’an, lembaga non profit yang bertujuan untuk membumikan al-Qur’an kepada masyarakat yang pluralistik dan menciptakan kader mufasir (ahli tafsir) al-Qur’an yang profesional.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
24 (54%)
4 stars
10 (22%)
3 stars
3 (6%)
2 stars
2 (4%)
1 star
5 (11%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Abrar.
1 review1 follower
February 24, 2015
Segenggam berlian dari samudra al-Qur'an.

Bapak M. Quraish Shihab -- penulis tafsir ini -- terkenal dengan Tafsir Al-Mishbah, baik melalui tayangan dengan nama serupa yang ditayangkan di salah satu televisi swasta, maupun dalam karya buku tafsir Tafsir Al-Mishbah yang berjumlah 15 jilid. Uraian dalam Tafsir Al-Mishbah ditulis dengan terperinci, sedangkan pada Tafsir Al-Lubab ini yang dihidangkan oleh Pak Quraish Shihab adalah penjelasan mengenai makna, tujuan, dan pelajaran dari surah-surah al-Qur'an secara umum dan ringkas. Sesuai dengan slogan yang tercantum pada kotak tafsir ini, yaitu "Tafsir Ringkas untuk Orang Sibuk", maka penjelasan di dalamnya tidak sulit untuk dipahami walau hanya dalam waktu singkat. Setiap surah dibagi ke dalam beberapa kelompok ayat untuk kemudian diambil "saripati" terbaiknya. Al-Qur'an adalah samudra petunjuk tak bertepi bagi seluruh umat manusia, dan tidak berlebihan kiranya jika saya mengatakan bahwa Pak Quraish Shihab telah berhasil mempersembahkan segenggam berlian darinya melalui Tafsir Al-Lubab ini.
Profile Image for Muhammad Ihsan.
4 reviews
April 2, 2019
Penafsiran disajikan secara runtut dari awal surah al fatihah sampai akhir sirah an nas. Selain itu beberapa ayat juga dikelompokkan yang memiliki satu tema sehingga memudahkan bagi orang yang memiliki kesibukan untuk menikmati tafsir Alquran secara ringan namun komprehensif.

Kekurangannya menurut saya hanya pada tidak adanya penulisan ayat dan terjemah seperti dalam tafsir al mishbah, namun mungkin masih bisa dimaklumi karena memang segmentasinya untuk orang sibuk (yang ini saja jika ditotal lebih 2000 halaman)
Profile Image for Eri Farid.
28 reviews1 follower
January 5, 2015
Walaupun baru selesai 2 tahun, buku tafsir ini menepis anggapan bahwa membaca tafsir itu berat. Gaya bahasanya ringan banget. Tulisannya gak terlalu rapet, sehingga mata gak capek. Bikin tambah kagum sama The Author of Al Quran. Luar biasa padat ilmu. Jadi pengen baca Al Misbah yang lebih detail
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.