Seru, keren, konyol, ga ngebosenin dan yang pasti kreatif banget! Konsep scratch book yang membuat saya jadi betah 3 jam mantengin nih buku. Keren deh pokoknya, banyak bagian yang bikin ketawa-ketawa sendiri dan berdecak kagum saking heboh dan kerennya buku ini. Mulai dari cover, kata sambutan, komentar, sampai isi dan desain di dalam buku ini pun sangat kreatif dan yang pasti sangat berbeda dari buku-buku yang ada. Animasi, desain, dan kata-kata nya yang ringan dan kocak pun membuat kita sebagai pembaca juga sangat enjoy dan menikmati buku ini.
Yang paling berkesan dari isi buku ini sih gambar-gambar dari penulis yang merupakan desain hasil imajinasinya yang menurut saya sangat kreatif. Luar biasa. Inti pesannya yang dapat diambil agar kita berani untuk berkreasi dan menjadi kreatif tentunya adalah beranilah melakukan dan berpikiran out of the box. Lihatlah sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, dan jangan menunggu ide kreatif itu muncul, tetapi stimulasikan ide tersebut agar muncul dengan menantang diri sendiri untuk berani berpikir di luar ‘jalur orang biasa’, melihat dari sudut pandang yang berbeda dari ‘jalur orang biasa’ dan yang pasti berani menjadi informal dan ‘aneh’ hehe.
Banyak sekali hal-hal menarik yang saya dapat dari buku ini, mulai dari ide imajinasi sang penulis yang ‘menghibur’ dan menyadarkan kita untuk berani berimajinasi, berani keluar dari konsep ‘formal’ yang tertanam di diri kita yang diperoleh dari lingkungan pendidikan. Selain itu, konyol dan kocak nya kalimat yang digunakan serta ide-ide yang dituangkan dalam mengkritisi beberapa logo yang monoton pun semakin menambah daya tarik buku ini. Beberapa contoh adalah gambar impian gedung pete yang terinspirasi dari cucumber building di London, komentar tentang perbandingan gambar logo bus di Jepang dengan transjakarta yang membuat saya tertawa sendiri (sedikit cerita, logo bus di Jepang bergambar animasi lucu yang menggemaskan dengan kesan fun dan menyenangkan, sedangkan transjakarta adalah elang ‘galak’ dengan tatapan seramnya,terkesan garang,kaku dan formal, yang jika dilihat dalam kemacetan bikin kita makin ‘horor’ hehe).
Ada pula bagian yang membahas tentang istimewanya sifat introvert. Tidak melulu orang ekstrovert lebih baik daripada orang introvert, contohnya Charles Darwin, Dr.Seuss (penulis buku Green Eggs and Ham yang isi bukunya hanya terdiri dari 50 kata saja yang diulang-ulang) serta para orang kreatif lainnya. Adakalanya sifat introvert itu sangat diperlukan sebagai media munculnya kreatifitas, tetapi sejatinya kita harus berada di antara keduanya, introvert dan ekstrovert, kedua sifat ini harus disejajarkan sesuai konteks dan saat yang tepat.
Daaan yang paling seru di bagian akhir buku ini, penulis mengkritisi logo dirgahayu RI buatan pemerintah tiap tahunnya yang sangat monoton dan kaku. Penulis juga membuat logo dirgahayu RI yang waaaw keren dan sangat kreatif deh pokoknya (silahkan baca buku ini kalo penasaran, hehe). Namun, sayangnya hanya kalangan muda dan beberapa acara saja yang memakai logo ini,sementara logo yang dibuat pemerintah pun tetap saja monoton hingga saat ini.
Tetapi ada yang paling spesial nih, ketika logo yang dibuat penulis hanya digunakan oleh kaula muda, acara-acara di media, dan kegiatan informal lainnya, tetapi salah satu instansi pemerintah ada juga loh yang memakai dan memasang poster besar dirgahayu RI di depan kantornya dengan memakai logo buatan penulis ini, yaitu KPP Pratama Kebayoran Lama! Saluut deh.
Semoga semakin banyak orang-orang Indonesia yang terinspirasi menjadi kreatif dari buku ini,terutama para generasi muda yang saat ini ‘sibuk’ melenakan otaknya untuk hedon, salurkan pikiran kreatif kita untuk menjadikan Indonesia semakin maju. Jangan mau kalah dengan negara-negara tetangga yang sudah bersemangat untuk berkreasi memajukan negaranya dengan cara yang tidak kaku, monoton, tetapi tetap benar dalam koridor. Selamat berimajinasi dan berkreasi!