Kisah-kisah bertema kasih-sayang yang tak pernah lekang dimakan waktu maupun zaman.
Dari ajang Ther Melian Fanfiction Contest, para penulis berbakat tanah air hadir dengan kisah Ther Melian mereka masing-masing. Karya terbaik mereka beserta beberapa kisah orisinal dari penulis Ther Melian sendiri dikumpulkan menjadi sebuah antologi bertema kasih sayang.
Kumpulan cerita pendek ini tidak hanya mengajak pembaca untuk sejenak berkelana ke dunia lain dan mengeksplorasi cinta dalam beragam bentuknya, tapi juga memberi kesempatan untuk mengenal para karakter utama Ther Melian sebelum menyelami keseluruhan serialnya.
Writing is her passion since elementary school. She’ve been writing short comics/ stories and sending them to tabloid/ magazine since high-school.
Her first book Past Promise was published by Elex Media Komputindo. It was the first comic made by young female artist that was published in Indonesia at that time.
Kelar membaca buku ini :linux2: Sebetulnya, saya kurang suka Ther Melian, Kenapa? Karena ada gambar-gambarnya dan kebetulan gambarnya bentrok sama bayangan gambar dalam imajinasi saya :hammer:
Namun, lama-kelamaan, terbiasa membaca buku Ther Melian, masa bodohlah dengan gambarnya dan saya pun baca cerita di buku 1-4 ampe habis, gak peduli sama gambarnya. Kecuali kalau ini komik, mungkin aku udah jingkrak-jingkrak seneng liat gambarnya :malu: *tepok pipi*
Ehm..., kesan pertama liat covernya... langsung terpikir >> Vrey ama Leighton nih! Dan, eng i eng, keknya si iya. *Terus kenapa coba?* #ditendyang
-kembali ke review yang benar :o -
Nyoba bikin repiu cerpennya kek Dan deh, dikomentarin atu-atu :D
1. Ribuan Tahun Pertama kali nyadar kalau ini cerita tentang Ratu Ratana sama Odyys, sebenarnya aku kurang sreg. Itu karena sosok mereka di tetralogi Ther Melian kurang ngena dihatiku. Tapi setelah melewati dua halaman cerita tentang Odyss di-piiip-, pelan-pelan, aku mulai paham mengenai kedekatan 'khusus' antar mereka berdua. Saat membayangkan masa sebelum Bangsa Aetheral menjadi bangsa yang -piiiip- , jujur aja aku masih nggak bisa membayangkannya. Namun, karena tidak terbayangkan itulah, rasa hubungan mereka berdua makin terasa dalam. :D
Btw, ada yang ingin kutanyakan ama penulisnya,
#pertanyaan-ga-je-bo
Yuk, mari lanjut ke cerita kedua~
2. Tilas Mawar Cadas Cerpen buatan mbak Luz. Di sini, aku diam, terpaku. Saat membaca kisah si shazin Karth. Memang, awalnya Karth bertahan karena -piiip- tapi gak kusangka, konflik emosionalnya lebih dari pada itu. Gak terbayangkan mengenai Yang Utama dan Yang Terbaik :D
Aku suka dengan cerpen kedua ini. :)
3. Penantian Eizen... sosok paling nyebelin setelah Ellanese. Orang yang paling ingin aku getok kepalanya pake centong nasi :|. Tapi, dia lebih berguna daripada itu satu orang yang bikin geleng-geleng kepala si Leidz Ella :capedes
Yah..., di sini akhirnya bisa paham kenapa si Eizen bisa bersikap baik sama Valadin si engkong galau :D
4. Liontin Kristal cerita ke-4. Vrey memang seperti orang yang lembut hati dibalik sikapnya yang judes.
Dari sini, sederhana sih, bisa membayangkan bagaimana pertemuan antara Si Vrey dan Aelwen dulu :D
5. Pencuri Jurnal Nah, di cerita ke-5, ada kebingungan nih. Di buku pertama Ther Melian, setahuku
:bingung:
6. Festival Pertama Suka dengan cerpen yang satu ini. Ascha dan Desna mungkin bukan favoritku di Ther Melian. Tapi, di sini, mereka jadi salah satu favoritku. Simple tapi mengena, cerita yang dalam antar kedua insan ini :malu:.
7. Kenangan speechless baca kisah Feyn. Menyedihkan tetapi membuat terharu pula. Gak nyangka, kalau Elvar-elvar yang kebiasaannya pada rasis, mau
Mungkin di buku sebelumnya aku kurang teliti bacanya, jadi gak baca
8. Awal Baru Di kisah Putri Ascha dan Rion ini, aku hanya terpikir satu hal,
*kemudian kena geplak penulisnya*
Kalau kek gitu, gak ada cerita ini dunk :mad: *marahin diri sendiri*
9. Selamanya Sumpah, ini cerita bikin aku ketawa sendiri :ngakaks Di bagian awal memang terasa datar tapi, di bagian akhir, mau gak mau bikin geli =))
Tapi aku heran di sini, di bagian sequel ini, apa pengarangnya pada kompakan buat
10. Vrey dan Ornata Uhm..., ceritanya lumayan, pesan tersampaikan. Tapi, aku rada bingung juga sama cerita ini. Tapi, ini perjalanan antara Leighton dan Vrey, kalau yang bagian itu, aku bisa memahami :D
11. Malam Terpanjang Cerita terakhir ini bener-bener lucu + mengharukan + gimana lagi ya ngungkapinnya. Lyrr dan Revyy bener-bener unyu. Kepolosan sama keluguan mereka bener-bener ngegemesin. Karth si Shazin sama sekali gak kelihatan menakutkan malah. Dia malah bisa becandain anak-anaknya. Dan aku paling terhibur waktu dia nyoba nenangin Leighton. *di sini aku ketawa*
Si Karth emang ceplas-ceplos :ngakaks
Dan, selamat buat Vrey dan Leighton, semoga jadi keluarga yang bahagia :kisss ================================
Kelak, aku berharap kalau penulisnyamau membuat sequel kecil yang mengisahkan tentang anak-anak Lauren-Karth sama Vrey-Leighton. Mereka terlalu menggemaskan untuk dilupakan :D
Terakhir, 4 dari 5 bintang buat anthalogy ini :D/
ps: Maafken kalau saya buat repiunya seenak-jidatku sendiri >.<
read my full review and behind the scene, click here
***
Finally got my hands on this book TT______TT why the writer is always last to get her own book?
Overall I'm really happy and satisfied with the printing, layout, and the minimum amount of typo (considering we barely had time to do the proofreading)
I hope you all enjoy this book as much as we enjoy ourself writing the stories, and then compiling it into this Anthology. Five stars for all writers, editor, and publishing staffs who have been working hard towards the deadline and ensuring this book is ready for publication on February.
Sebelum membaca buku ini aku sempat membaca tulisan penulis tentang bagaimana proses ketika ia membuat buku ini. Dan harus kukatakan kalau usaha tersebut memang berhasil. Anthology adalah kumcer pertama yang betul-betul terasa seperti satu kesatuan yang utuh, tiap-tiap cerpen di dalamnya senapas dan seirama. Dengan beberapa bagian terpisah yang menyatakan hubungan cerita-cerita di kumcer dengan timeline utama dari serial Ther Melian itu sendiri membuat pembaca akan dapat mengikuti kisah di buku ini dengan amat mudah. Apalagi ditambah penjelasan mengenai dunia Ther Melian, lengkap dengan berbagai ilustrasinya, membuat buku ini wajib dibeli oleh siapa pun yang sudah mencintai dunia Ther Melian maupun baru mau mendalaminya. Salut buat penulisnya!
Berikut ini review tiap-tiap ceritanya.
Ribuan Tahun Sebuah cerpen karya penulisnya sendiri, tentang kisah Odyss dan Ratana, dua tokoh penting yang bisa dibilang merupakan penyebab semua kisah dalam timeline utama Ther Melian. Tadinya aku berharap kalau dalam cerita ini akan dikisahkan salah satu momen penting dalam dunia Ther Melian . Ternyata tidak, membuatku cukup kecewa. Tapi aku ngerti sih, karena kalau momen itu diceritakan, malah akan jadi spoiler bagi yang belum membaca serial utama Ther Melian.
Tilas Mawar Cadas Kisah karya pemenang lomba cerpen Ther Melian fan fiction contest. Cerpen ini memang layak menjadi juara, dan juga adalah cerpen terfavoritku di buku ini. Kisah ini menceritakan tentang Karth, mulai dari masa kecilnya sampai dia jadi sang cool badass assassin – sori, Shazin – yang terkenal di Ther Melian. Cerpen ini ditulis dengan sangat rapi dan menggunggah, membuat pembaca akan terhanyut di dalamnya. Dan yang paling kusukai dari kisah ini adalah kemunculan tokoh-tokoh penting lainnya dari serial utama Ther Melian di sini, sehingga memberikan kesan bahwa pertemuan Karth dengan mereka nantinya (di serial utama) seakan merupakan sesuatu yang sudah ditakdirkan (atau tepatnya, ditakdirkan penulis hahaha). Apa yang terjadi pada Karth di kisah ini memang nggak 100% sama dengan yang disebutkan di serial utama Ther Melian, tapi what the heck. Kisah ini kelewat seru sampai aku memaafkan deviasi minor tersebut.
Penantian Sebuah kisah lain karya penulis, menceritakan tentang Eizen, si (meminjam istilah temanku) Engkong Magus tukang marah-marah saat pertama kali ia bergabung dengan Valadin. Satu keluhanku untuk cerita ini adalah dialog Eizen, “Ayo Valadin, kamu berani bermimpi memulai revolusi yang akan mengubah takdir bangsa Elvar, kamu pasti punya kekuatan untuk melakukannya!” Sepanjang yang kubaca di cerita ini, nggak pernah sekalipun Valadin menyebut-nyebut akan memulai revolusi yang akan mengubah takdir Bangsa Elvar. Yang dia sebut (atau yang Ellanese sebut) hanya: 1. Dia ingin menguasai kekuatan para Aether, 2. Menggunakan kekuatan itu untuk kebaikan bangsa Elvar, dan 3. Mengubah wajah Bangsa Elvar. Mengubah wajah suatu bangsa tidak sama dengan memulai sebuah revolusi yang akan mengubah takdir. Fakta mengenai revolusi itu sebenarnya baru disebutkan di serial utama Ther Melian, jadi kalau fakta ini muncul di cerita ini tanpa penjelasan yang jelas, aku jadi menganggapnya janggal.
Liontin Kristal Sebuah cerita dengan pesan moral: Percayalah pada orang yang kamu cintai. Kisah ini menceritakan tentang Vrey ketika ia masih menjadi anggota gerombolan pencuri Kucing Liar. Sampai sekarang aku masih nggak suka sama karakter Vrey (maaf buat semua fans-nya Vrey) jadi buatku cerita ini cukup bagus namun tidak istimewa. Satu-satunya nilai plus dalam cerita ini adalah pertemuan Vrey dengan seseorang di akhir cerita, di mana pesan moral tadi menjadi lebih dalam maknanya, karena bagi yang sudah mengikuti serial utama Ther Melian, akan langsung tahu siapa orang yang Vrey temui dan peran pentingnya nanti bagi Vrey.
Pencuri Jurnal Sebuah kisah dari penulis tentang kiprah Vrey dan Aelwen, sahabatnya, dalam mencuri sebuah jurnal. Kedengarannya sederhana, kan? Yang membuat cerita ini menjadi lebih menarik adalah petunjuk-petunjuk yang penulis lemparkan tentang jati diri Aelwen sebenarnya, yang nantinya dibeberkan dalam serial utama Ther Melian.
Festival Pertama Kisah tentang awal pertemuan Desna dan Putri Ascha. Fans pasangan tersebut pasti akan sangat menyukai cerita ini.
Kenangan Cerpen ini adalah cerpen terfavorit kedua buatku di buku ini, karena mengisahkan cinta yang bukan melulu antara seorang pemuda dan gadis, tapi sebuah cinta keluarga. Interaksi antara Feyn dan Myura di kisah ini benar-benar manis, dan aku sangat suka bagaimana kisah ini (dan nasib Myura) dikaitkan dengan cerita yang ada di serial utama Ther Melian.
Awal Baru Sebuah kisah tentang bagaimana Putri Ascha menata kembali hatinya yang telah hancur remuk redam berkeping-keping (tsah!) setelah kehilangan orang yang dicintainya. Buatku, sosok Putri Ascha di sini digambarkan agak aneh, kelewat lemah dan mudah putus asa. Tapi yah, namanya juga lagi berkabung, jadi aku maklum saja.
Selamanya Cerpen dari penulis tentang bagaimana Vrey dan Leighton harus beradaptasi lagi setelah keduanya terpisah selama empat tahun (kenapanya diceritakan di serial utama). Sebuah kisah yang manis, walaupun adegan mesra di cerita ini agak over kadarnya buatku pribadi.
Vrey dan Ornata Sebuah cerita yang buatku meninggalkan kesan paling minim dari semua kisah yang ada di buku ini. Mungkin karena cerita ini menunjukkan lagi semua sifat Vrey yang nggak kusukai: egois seenak jidat. Kemunculan Elya, tokoh Ther Melian: Recollection, sebagai cameo di sini juga nggak membuat cerita ini jadi lebih bisa kunikmati.
Malam Terpanjang Satu lagi cerita karya pemenang lomba cerpen Ther Melian fan fiction contest. Menceritakan bagaimana Leighton mengalami salah satu malam terpanjang dalam hidupnya saat menunggui Vrey melahirkan. Buatku cerpen ini sangat segar dan menghibur karena penuh dengan adegan-adegan yang mengundang senyum dan tawa, namun sama sekali tidak bersifat slapstick. Dan saat membaca nama yang Vrey berikan untuk bayi mereka (dan membaca reaksi Leighton atas nama itu) asli membuatku ngakak. Betul-betul golden moment yang nggak tergantikan, membuat cerpen ini menempati urutan ketiga sebagai cerpen favoritku.
Secara keseluruhan buku ini dapat tiga bintang. Namun usaha penulis dalam menyusun buku ini membuatnya layak mendapatkan empat bintang.
Masih lanjut ke tema baca saya untuk Agustus ini yaitu Kumcer Fantasy. Kali ini saya membaca Ther Melian Anthology. Ther Melian Anthology merupakan kisah-kisah tambahan dari cerita utama tetralogi Ther Melian. Apa itu tetralogi Ther Melian, silakan cek di sini untuk melihat review saya mengenai tetralogi Ther Melian.
Boleh dibilang Anthology ini sebagai cerita pendamping atau pelengkap dari kisah-kisah utama Ther Melian. Terutama untuk pembaca yang masih penasaran akan kisah-kisah sesudah Ther Melian atau pun karakter-karakter pendukung yang kurang dibahas dalam cerita utama. Maka Anthology adalah jawabannya.
Trus kalau mau baca ini, perlu gak baca buku utamanya dulu? Kalau saran saya sih sebaiknya baca dulu buku utamanya supaya lebih nyambung tapi seandainya mau baca Anthology-nya langsung juga tidak masalah, karena cerita dalam Anthology lebih seputar romance dan bisa berdiri sendiri tanpa spoiler dari cerita utama tetralogi Ther Melian, di dalamnya pun tetap ada penjelasan singkat macam Glossarium agar pembaca paham dengan istilah-istilah dalam Ther Melian.
Langsung saja mulai review saya. Secara keseluruhan saya suka sama seluruh cerpen dalam Anthology (mungkin karena romance, saya kan orangnya hopeless romantic). Karena ada beberapa karakter dari Ther Melian yang bikin saya penasaran dan hanya dibahas secara garis besar saja di buku tetralogi, jadi membaca Anthology membantu mengetahui kepribadian karakter-karakter tersebut secara lebih dalam. Review saya kali ini hanya ada 2 rating yaitu : I like it ♥♥ yang berarti saya suka ceritanya tapi tidak terlalu meninggalkan kesan selesai saya membacanya. I really like it ♥♥♥ yang berarti saya sangat suka ceritanya karena masih meninggalkan kesan selesai saya membacanya.
Pertama cover. Waktu awal-awal melihat cover Anthology, saya merasa konsep covernya mirip samabuku ini karena hanya menampilkan siluet dari pasangan utama cerita, sementara latar belakangnya colorful. But it's beautiful book cover. I really like it. ♥♥♥
Sekarang ceritanya (note, ripiu saya mungkin bakal sedikit menyinggung tetralogi TM, kalau kamu takut spoiler sebaiknya abaikan review di bawah):
Ther Melian: Anthology terdiri dari 11 cerita pendek dengan latar dunia Ther Melian yang akan familiar bagi pembaca yang sudah menikmati tetralogi-nya. Kesebelas kisah yang ada dalam buku ini dibagi menjadi tiga bagian: prekuel (kisah-kisah yang terjadi sebelum tetralogi Ther Melian), midkuel (yang terjadi bersamaan dengan tetralogi), dan juga sekuel (kejadian-kejadian yang terjadi setelah tetralogi). Bagi penggemar seri Ther Melian, mereka dapat bertemu kembali dengan karakter-karakter Ther Melian lewat kisah penuh kasih sayang ini; ada cerita tentang perasaan cinta antara sepasang kekasih, kasih sayang keluarga, dan juga persahabatan. Dengan membaca Anthology, ada banyak hal baru yang terungkap tentang masa lalu karakter-karakternya yang tidak kita ketahui sebelumnya.
Karena jumlah cerita yang cukup banyak dalam buku ini, aku akan memberi ringkasan pendek untuk beberapa cerita. Dimulai dari 6 kisah prekuel yang terjadi sebelum kisah tetralogi Ther Melian: cerita yang pertama berjudul Ribuan Tahun, yang menceritakan kisah cinta yang tidak sampai antara Odyss dan Ratu Ratana. Odyss yang adalah seorang penyihir jatuh cinta pada Ratana, putri Kerajaan Aetheral; dan demi mendapat restu sang Raja, Odyss telah melakukan banyak hal yang seharusnya tidak ia lakukan. Bisa dikatakan, cerita inilah asal mula dari berbagai masalah yang akan ditemui dalam tetralogi Ther Melian. Kisah berikutnya berjudul Tilas Mawar Cadas, yang menceritakan tentang masa lalu Karth dan bagaimana ia menjadi seorang Shazin. Cerita cinta yang disampaikan dalam cerita ini tidak hanya perasaan antara pasangan kekasih, melainkan juga kasih sayang orang tua terhadap anaknya.
"Aku tahu Sadia sudah bermurah hati, dan aku tidak pantas meminta lebih. Tapi dengan mengirimmu kembali padanya, aku ingin dia mengerti bahwa dirimu tidak tergantikan. Mungkin dengan begitu dia akan sudi menjadi anakku sekali lagi..."....
Ther Melian adalah seri yang punya tempat tersendiri di hati saya. Bagaimanapun juga, seri ini merupakan fikfan Indonesia pertama yang tuntas - terlepas dari segala kekurangannya. Karena itu saya harus mengakui, senang bisa menjumpai karakter-karakter dan dunia Ther Melian kembali.
Kembali, waktu melihat ini dikerjakan oleh banyak penulis, saya ragu; Apakah ini akan bagus? Atau malah jadi sampah karena saya sudah bosan dibuat kecewa oleh konsep open world.
Ternyata dugaan saya salah - saya bersyukur sekali karenanya. Cerita-cerita di sini hampir semuanya menghibur, begitu pula dengan konsep semi-fanbook yang menyisipkan info trivia di dalamnya.
Adapun cerita-cerita yang paling berkesan bagi saya adalah Seribu Tahun (senang melihat Ratana bukan lagi sekedar tempelan, walau tetap memaki kebodohannya), Tilas Mawar Cadas (yang disusun dengan bahasa yang sangat unik, tapi tidak sok nyastra), Festival Pertama (yang entah kenapa, di kepala saya terbayang sangat komikal), dan dua cerita penutup; Selamanya dan Malam Terpanjang. Tokoh si kembar Lyrr dan Reevy sukses meraih lampu sorot dengan tingkah polah khas anak-anak di usia 'setan kecil'nya.
Satu cerita yang tidak bisa saya suka karena tidak suka cerita sedih, tapi sangat mengena di hati adalah Kenangan. Cerita ini membuat saya kembali teringat kenapa saya tidak suka Valadin, dan (maaf bagi fansnya) senang tidak ada cerpen menyorot dirinya di sini.
Terakhir, untuk semua pengarang yang telah berpartisipasi di sini...
Terima kasih untuk kerja kerasnya!! Saya menanti karya-karya anda selanjutnya.
Saya sebenarnya bingung mau kasih kalimat pembuka apa untuk review kumcer kali ini. :)) Yah, seperti biasa, saya akan membahas per cerita, meskipun bahasannya singkat jelas padat kalo bukan geje garing.
*panda garuk2 bahkan sebelum mulai baca karena udah ada indikasi lopeh2 di kumcer ini
Jadi, kumcer ini sebenarnya bermula dari lomba fanfiction (lumayan jarang lho ada yg ngadain lombanya adalah lomba fanfic).
Saya sempat kepikiran gimana caranya ngebenerin kalo fanficnya ada yg melenceng. Belum lagi ngebayangin entrynya kali aja ada yg super nguawur sejenis ama fanfic yg masangin Shu dengan Gai dr Guilty Crown ato fanfic yg masangin Lightning dan Fang dr FF XIII STOP JANGAN DICARI GW UDAH NGINGETIN LHO INI GROA. Kayaknya masa2 penyortirannya akan lumayan sulit.
Untuk beberapa cerita yg rada melenceng, ternyata berdasarkan kesan/pesan/curcol yg ditaruh di tiap akhir cerita, ternyata memang ada sedikit perbaikan sehingga nggak melenceng2 amat. Tapi ada juga lho yang sbnrnya melenceng dari rencana semula penulis tapi direstui karena bagus.
--Prekuel-- Yap! Di sini cerpen2nya masih dipisah2kan lagi berdasarkan timeline cerita utama tetralogi Ther Melian (Revelation, Chronicle, Discord, Genesis, selanjutnya Ther Melian akan disingkat jadi TM biar gak panjang).
Ribuan Tahun Bukan cerita hasil lomba, ceritanya pengarang sendiri.
Flashback dari karakter penting cerita utama! Jujur aja sbnrnya saya gak nyangka mereka berdua ada hubungannya.
Jenis cerita yg lebih nonjok kalo udah baca tetraloginya, rawr.
Tilas Mawar Cadas Hasil lomba--eeeiiii, ditulisnya cuma pemenang doang tapi gak tahu juara 1 ato 2~~~ :))
Kali ini ttg masa lalunya Karth, salah satu karakter penting dan lumayan utama juga dari tetralogi. Kayaknya dia punya fanbase tersendiri juga di kalangan pembaca.
Awalnya rada janggal ketika baca karena gaya bahasanya beda juauh banget dari penulis original TM, tapi setelah pertengahan jadi lebih terbiasa, rawr.
Ada satu trik yg gak berdasarkan EYD tapi berhasil di cerita ini: meng-kapital huruf pertama dari kata biasa yg scr konteks hendak dijadikan istimewa.
Contoh kalimatnya:
"Kalau kamu bisa menggunakannya untuk mengantar Pergi musuh bangsa kita, kamu boleh Tinggal. Kalau tidak, lebih baik kamu menyusul keluargamu. Cukup satu sayatan--leher atau pergelangan tangan, tentukan sendiri."
Sayangnya, meskipun trik itu berhasil, ada drawback yg mgkn dirasakan bbrp orang krn penulisan yg tidak biasa itu. Kalo utk saya drawback yg terasa bukan karena penulisannya tidak biasa, tapi lebih karena saya tahu ada makna lebih dari kata itu jadi berhenti dan kayak berusaha memahami maksud lebih mendalam dari kata yg huruf depannya dikapital itu.
Anyway, cerita ini menjawab masa lalu Karth yg sempat dikasih hint waktu buku ketiga TM. Dan kalo dari kesan/pesan/curcol penulis TM, ini cerita yg termasuk melenceng dari rencana awal tapi dirasa oke (ato malah lebih bagus?) dan direstui dengan sepenuh hati.
Penantian Bukan cerita lomba lagi~ Kali ini menyorot si engkong tsundere, Eizen.
Percaya nggak, hal pertama yang saya pikirkan waktu sampai tengah2 cerita adalah: "LHO? Valadin itu bawa2 perisai??? Perasaan di tetralogi jarang banget kalo bukan gak pernah pake perisai!" :))
Liontin Kristal Cerita peserta lomba yang waktu liat nama penulisnya saya langsung kebayang ini:
Brown si beruang maskotnya Line!
Cerita ini salah satu cerita yg menunjukkan sisi lain dari Vrey yg kalo di tetralogi saya nangkepnya dia lumayan egois. Daaan, yang paling bikin saya terkesan adalah endingnya. :)) Mantep lah itu endingnya jadi celah buat nyambungin ke tetralogi utama. :D
Pencuri Jurnal CERITA CERBUL KASFAAAAANNNN!!! Dan cerita yg jadi materi buat lomba fanart kapan hari tahun 2012an akhir kalo gak salah.
*lalu bela2in ubek2 topik lama demi nyari linknya*
Sesuai kesan/pesan/curcol penulisnya, cerita ini dibuat sendiri oleh penulis ori utk diikutsertakan pada ajang lomba senang2 bulanan di grup Goodreads Kastil Fantasi.
Barangkali ada yg mau membandingkan dengan versi yg dimuat di kumcer ini, silakan linknya di sini.
Festival Pertama Bosan dengan karakter yg screentime di tetraloginya udah banyak dan masih dibikinin cerita sampingan lagi di sini? Tenang! Kali ini ceritanya adalah ttg karakter yg screentime-nya gak sebanyak yg lain kalo dia gak bikin ledakan! Putri Ashca dan Desna!
Erm ... terus saya baru nyadar gak bisa ngomong kenapa sih cerita ini jadi istimewa karena cerita ini memang baru terasa istimewa kalo udah baca tetraloginya ...
--Midkuel-- Saya baru tahu ada yg namanya midkuel, rawr.
Kenangan Eiii, dibilangnya midkuel tapi rupanya si karakter mengenang masa lalu! :))
Kali ini fokusnya mengambil karakter yang muncul untuk pertama kalinya di buku ketiga, Feyn, tapi sayangnya meskipun dia berperan besar, Feyn tenggelam oleh yang lain.
Berkat cerita yg satu ini, karakter Feyn jadi terlihat lebih ... apa sebutnya? Berdimensi? Jadi tahu apa yg pernah terjadi di masa lalunya dan apa motivasinya untuk hal2 yg ada di buku tiga.
--Sekuel--
Awal Baru Putri Ashca dan Desna lagi!
Bukan berarti saya sebel, jujur aja, Ashca (bukan varian hape Nokia, btw, kalo Nokia itu ASHA gak pake "C") dan Desna adalah salah satu karakter favorit saya.
Agak ... sayang sih kalau orang yg baca kumcer ini belum baca cerita utamanya. Gregetnya berpotensi jadi hilang kalo baca cerita ini dulu baru baca cerita utama, rawr, IMHO.
Selamanya Bukan cerita lomba~
Saya langsung kebayang echo episode Spongebob yang "One Infinity Later" waktu menulis review ini dan baca judul "Selamanya" ini.
Entah cuma perasaan saya atau gimana, tapi gaya bahasa di cerita ini terasa beda dari cerita buatan Shienny lain yg ada di kumcer ini. :-?
Vrey dan Ornata Salah satu cerita yang kalau dibaca dari kesan/pesan/curcol penulis ori adalah cerita yg sepertinya paling banyak dirombak karena bagus tapi banyak yang melenceng.
Saya cuma teriak satu deh kalo buat cerita ini: "VREY! ASTAGAH KELAKUAAANNNNN!!!" :))
Malam Terpanjang Gara2 cerita yang satu ini--ini cerita pemenang jg btw--dan jualan merchandise TM, saya yakin bakalan ada sekuel dari TM. :))
Oh, rite. Selain memuat cerpen2, di buku ini juga diselipkan banyak informasi seputar dunia Ther Melian sendiri, rawr, membuat buku ini kumcer semi-infobook/fanbook berisi informasi mengenai dunia yang menjadi setting cerita.
Penilaian saya agak turun karena beberapa cerpen kurang greget kalau dibacanya sebelum baca tetralogi utama, rawr. Tapi sisanya, cerita2 yg dimuat di sini bagus2 dan pelengkap yg bagus juga utk serial utamanya.
Judul: Anthology Penulis: Shienny M.S. Penerbit: PT Elex Media Komputindo Halaman: 352 halaman Terbitan: 2012
Kisah-kisah bertema kasih-sayang yang tak pernah lekang dimakan waktu maupun zaman.
Dari ajang Ther Melian Fanfiction Contest, para penulis berbakat tanah air hadir dengan kisah Ther Melian mereka masing-masing. Karya terbaik mereka beserta beberapa kisah orisinal dari penulis Ther Melian sendiri dikumpulkan menjadi sebuah antologi bertema kasih sayang.
Kumpulan cerita pendek ini tidak hanya mengajak pembaca untuk sejenak berkelana ke dunia lain dan mengeksplorasi cinta dalam beragam bentuknya, tapi juga memberi kesempatan untuk mengenal para karakter utama Ther Melian sebelum menyelami keseluruhan serialnya.
Review
Hasil menang acara giveaway di Twitter yang diadakan oleh Ther Melian dan Elex. Sudah menang dari sebulan apa dua bulan yang lalu, tapi bukunya baru dibaca sekarang. Soalnya sudah dapat gelas dari pengarangnya sih, jadi merasa bersalah bukunya belum dibaca sama sekali :))
Saya pribadi selalu kagum dengan orang yang bisa menulis fan fic. Kenapa? Karena saya tidak bisa melakukannya. I totally suck at it. Biasanya saya kurang bisa mempertahankan konsistensi latar atau karakter. Pasti ada aja yang bikin kurang sreg waktu mencoba nulis fan fic. Emang tidak cocok bergelut di genre itu kayaknya.
Kali ini saya akan mengomentari cerpen-cerpen yang ada. Mari kita mulai:
1. Ribuan Tahun Saya punya pengakuan. Saya sempat lupa Ratana itu siapa :)) Serius. Terakhir baca TM itu Juli 2012. Woot, sudah hampir setahun. Time flies. Tidak usah khawatir. Setelah 2-3 lembar saya akhirnya ingat kok Ratana ini yang mana :))
Untuk ceritanya sendiri... Ho... Ada hubungan toh antara si Ratu dengan Odyss. Di serial aslinya sendiri ada petunjuk soal hal ini gak yah? Iya, ingatan saya parah. Maafkan.
Kayaknya ada typo kata 'diambang', yang harusnya 'di ambang', pada hal. 18.
2. Tilas Mawar Cadas Dari judulnya saja sudah terlihat betapa tingginya level cerpen ini. Ngeliat nama pengarangnya, saya sih sudah tidak mempertanyakan lagi. Dan memang cerpen ini jadi ajang unjuk gigi salah satu kritikus fikfan lokal.
Ceritanya menarik dan saya suka bagaimana masa lalu Karth tergali dengan baik di sini. Btw, cerpen ini kok kayaknya lebih panjang dari yang lain yah? Hanya perasan saja kah?
3. Penantian Ini... Hasil fangirling penulisnyakah? *kabur sebelum digetok X3 Serius, ini kayaknya fan service banget buat semua pendukung Eizen si fan boy. Saya sampai ketawa-ketawa sendiri pas ngeliat bagian tsundere-nya Eizen di akhir. Eizen, aku tetap mendukungmu dengan Valadin X3 *wooi!
4. Liontin Kristal Dari awal saya sudah bisa menebak kalau penulis cerita ini masih SMP. Soalnya kapan hari pernah baca kalau ada pemenang lomba yang masih SMP. Pas baca cerpen ini, saya langsung merasa bahwa inilah cerpen itu. Kok bisa? Kerasa kok dari gaya bahasa dan tema yang diangkat.
Saya salut buat penulis muda yang bisa menulis serapi ini. Semoga bisa menerbitkan karyanya sendiri (yang non fan fic) nantinya.
5. Pencuri Jurnal Sudah pernah baca sebelumnya waktu cerbul KasFan. Komentar? Hng... Apa yah, bagus kok. Walau saya agak skip bacanya karena masih ingat ceritanya.
6. Festival Purnama Itu Desna? *ngeliat gambar di akhir cerita. Kenapa dia cute begitu??? Waktu di TM dulu sudah ada gambarnya belum yah? *lupa.
Padahal dari dulu saya ngebayangin Desna orangnya agak sangar loh. Tipe pria botak dengan badan kekar X3 Eh, ternyata dia seimut itu. Saya kurang baca deskripsi Desna tampaknya *sungkemin Desna.
Terus Putri Ascha, tidak repot yah melakukan pekerjaan alkimia dengan kuku sepanjang itu?
Ini kenapa malah ngomongin gambar? Ceritanya? Bagus kok. Mereka salah satu pasangan favorit saya. Lebih suka mereka ketimbang Vrey-Valadin malah *karena tetep mendukung Eizen-Valadin *lari sebelum ditimpuk kapak oleh seorang gadis berambut pink dengan kupu-kupu di telinganya
7. Kenangan Ini juga ceritanya bagus. Setuju dengan Kakah (pakai 'h') Shienny. Mengambil cerita dari sudut pandang Feyn memberi keunikan tersendiri. Apalagi ceritanya berhasil diolah dengan baik.
8. Awal Baru Ini, saya salut. Leidz Thydia bisa ada jadi kameo di sini :D Ceritanya? Hng... Secara karakter saya sebenarnya kurang suka ngeliat tindakan Ashca di sini. Apalagi dia salah satu karakter favorit saya (bahkan masuk daftar Top Five Book Girlfriend saya). Rasanya tindakannya agak, apa yah, egois?
But, oh well. The things you do for love
9. Selamanya Saya melewatkan cerita ini. Soalnya di halaman 242, 243, 246, 247, 250, 251. 254, 255, 262, dan 263 hanya terdapat kertas kosong. Kayaknya sih cuma masalah di buku saya aja sih :s
10. Vrey dan Ornata Cerita ini, hm... Tidak terlalu berkesan buat saya. Bagus kok. Secara teknis tidak ada masalah, cuma tidak ada after glow-nya setelah saya membaca cerpen ini. Iya, ini memang terkesan tidak bertanggung jawab dan tidak beralasan, tapi ya itu. Selera pribadi aja sih :|
11. Malam Terpanjang Ini rasanya agak komedi. IMHO, menurutku Leighton dan Karth agak sedikit OOC di sini. Saya merasa bagian waktu Leighton bilang "Heh?" atau "Ooh... Sudah waktunya. Kukira... APA!?" tidak terlalu Leighton. Tapi yah, kalau bisa masuk di buku ini, berarti pengarang TM sendiri sudah setuju bahwa itu Leighton.
Saya suka sama si kembar di sini. Tapi kenapa jadi teringat si panda satu itu yang hobi nulis tentang kembar-kembar yah =_="
Ada typo sekali di sini. Nama "Vrey" terketik "Very" di halaman 303.
Secara keseluruhan saya puas dengan kumcer ini. Ada banyak hal menarik yang bisa didapat di sini. Hal-hal yang tidak ada dan tidak sempat ada di seri aslinya. Cuma sedikit kecewa soal halaman kosong di cerita ke-9. Sedikit kecewa karena tidak ada detail kejadian "ntuh" antara Valadin dan Ellanese *woii!!
Kover bukunya masih tetap mantap seperti biasanya. Suka banget sama warna biru yang dipakai dan juga gambar bulan(?) di latarnya.
Empat bintang untuk kumcer ini. Tiga untuk cerita-ceritanya, tambah 1 untuk kovernya. Btw, saya menunggu kumcer fan fic TM selanjutnya.
Covernya bagus, glossy dan berkilau. Tapi saya tidak akan mengomentari covernya. Saya akan mengomentari isinya. Tapi sebelum itu, beberapa dari anda mungkin mengenal saya sebagai sosok yang ‘fanatik’ pada fantasi-nusantara atau cerita-cerita militer atau konspirasi. Hmm ... itu tidak salah tapi saya di sini akan mereview buku Ther Melian : Anthology ini seobjektif mungkin.
Mari kita mulai :
================================
Secara umum Ther Melian : Anthology adalah buku yang layak dibaca dan salah satu buku fantasi Indonesia bergaya Eropa yang tokoh-tokohnya bukan bule celup sinetroniyah. Saya merasa puas membaca ini dan berpikir mungkin suatu saat nanti akan membeli tetraloginya. Ilustrasi dan pengenalan karakternya bagus dan memukau, saya jadi bisa membayangkan seperti apa postur dan wajah karakter secara langsung.
Tapi dari semua kehebatan cerita di atas ada satu hal yang jadi ‘horor’ dalam pikiran saya yakni penggunaan komodo sebagai alat transportasi. Kenapa? Karena saya selalu membayangkan komodo di sini adalah komodo yang sama dengan komodo di NTT, yang punya racun mematikan di mulutnya. Saya sempat melongo dan mikir : “Ini orang2 Ther Melian punya vaksin anti racun komodo atau komodonya sudah dibuang kelenjar racunnya? @_@”
Total skornya 3,64 tapi karena pengenalan karakternya menarik (dengan ilustrasi) maka saya bulatkan nilainya menjadi 4.
It’s got 11 short stories in it. Then, without exception, I love all even I cant choose over one the most I love. But, the sequele’s are the best of the best of all..
Start from “selamanya”, “vreydanornata” and “malamterpanjang.” Since the end of thermelian series, I’m curiosed to know the after-story of Leighton and Vrey, especially the way he marries her. Though his mothers don’t give permission, but they stills. And then for Karth and Laruen, how they keep in touch with the two, moreover with their “bad past”. I barely think their warm relationship wannabe.
For the “festival pertama” : sweet. Cant hope the more wonderful love between Princess Ascha and Desna, though their story is not happy ending. But, Ascha;s will be continued to “awalbaru”, she end up with Rion
And for the first, “ribuantahun”. The story that begin all of this journey. The story that begin this thermelian’s.sounds like old myth, but important to know. The way odyss fall in love deeply to his princess, but getting betrayal in the end.
And, that’s how love works. From rational to irrational, but a true love is worthy to seek.
5 bintang karena salah satu cerpen dalam buku ini adalah hasil karya saya sendiri. Senang dapat kesempatan memberi kisah untuk seorang karakter Ther Melian yang menjadi salah satu favorit saya (setelah Lei-chan tentunya <3) sekaligus mengasah kemampuan menulis saya sendiri. Thank you and Happy Reading ~<3
Baru ingat sudah baca tapi belum dikasih bintang. Ingat karena tadi menemukan seri ini dalam bentuk versi cetak ulang di rak koleksi di kantor Bacanya juga setelah agak lama dari saat terbit dalam program babat timbunan
When I heard there would be Ther Melian Fan Fiction contest, I really excited and submit my story. When my story pass it, I really happy. But when I read other people's story, I found out that, what is the word? Marvelous!!! My story is really shallow, just a story about Ascha & Ron, but others story? Everyone's story is really great and deep, plot, idea, word, etc. It made me think that I'm really lucky to pass it.
Overall, I really think that there's a lot of great story about love, love is about sacrifice, love is about thinking consequences, love is about fighting, love is about living, many form of love's meaning can be found inside this great book ^_^
And of course from the author itself, Shienny M.S., really has vast imagination and great fantasy, I really love this book, although I seldom read book because of work. But this Ther Melian series are the only collection that I must have, especially this, Anthology, where we can see there are other people's really great. ^_^
Well, looks like my review is not review anymore, best stop it here before became any longer XD
For anyone had read 4 Ther Melian Tetralogi, I really recomended this book, not only because it's about love, because there are several story about character's past & future.
So what are you waiting for? Go buy it, and if you can't, borrow it from your friend, don't steal it XD
Ga sengaja nemu buku ini waktu ada pesta buku di Gramedia beberapa bulan yang lalu. Kebetulan emang baru suka baca Ther Melian setelah liat ada versi Collector Edition jadi begitu liat buku ini di salah satu stacks langsung deh beli untuk melengkapi koleksi Ther Melian tetralogy. Secara keseluruhan aku suka dengan semua pilihan fanfiction dan cerpen yang terangkum dalam buku ini. Masing-masing ceritanya mampu menampilkan daya tarik kisah-kisah, tokoh maupun kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di dunia Ther Melian tetralogy baik sebelum, saat itu maupun setelah kisah asli dalam novel tetralogy Ther Melian melalui berbagai perspektif dari beberapa penulis tak terkecuali dari sang novelis aslinya, Shienny M.S. Kalau ditanya kisah mana yang merupakan favoritku, aku memilih kisah berjudul Penantian. Kenapa? karena ada Eizen! Dia tokoh favoritku hahaha. Selain itu aku juga suka kisah yang berhubungan dengan Putri Ashca, Desna dan Rion. Kalau kamu pembaca novel tetralogy Ther Melian, ga ada salahnya untuk mencoba membaca Anthology ini.
Dapet buku ini dari giveaway penulisnya. Thank you Shienny!
Buku ini merupakan antologi cerpen yang didasarkan pada seri Ther Melian. Aku sendiri belum pernah baca Ther Melian, tapi kalau baca buku ini jadi pengen beli buku-buku yang lain.
Bercerita tentang dunia fantasi Ther Melian, ada pencuri yang jadi istri Raja, ada putri yang ahli kimia, ada daemon yang jahat, dan ada sihir-sihir. Aku suka hubungan antar tokohnya. Pertanyaanku cuma satu: kenapa Desna harus mati?? *nangis bombay*
Waktu pertama lihat covernya, rasanya buku ini kayak novel cinta-cintaan chick lit gitu. Tapi setelah dibaca, eh ternyata lumayan bagus. Cinta-cintaannya tidak terlalu kental, lebih banyak unsur fantasi, sihir-sihir dan pertarungan. Menurutku fantasinya setara sama Twilight Saga. Keren!
Lumayan bingung juga baca FanFic tanpa pernah baca serial aslinya. Untungnya, beberapa cerpen memang seperti yang dijanjikan penulis, bahwa cerpen-cerpen ini bisa dibilang berdiri sendiri. Tidak terlalu menimbulkan banyak pertanyaan. Berdasarkan hal itu, penilaian saya terhadap cerpen-cerpen di buku ini adalah selesai dan tidak hanya menjelaskan sebuah awal mula dari sesuatu.
Beberapa cerpen yang saya suka dari antologi ini: 1. Tilas mawar Cadas 2. Pencuri Jurnal 3. Festival Pertama 4. Awal baru
Keempat cerpen ini benar-benar mengetengahkan konflik yang terpisah dan tuntas, dalam artian, untuk bisa benar-benar menikmati kisah di cerpen ini tidak harus membaca seri aslinya.
Bagi yang ngerasa nggak puas dan penasaran dengan kelanjutan hubungan Leighton dan Vrey, sangat disarankan untuk membaca buku ini.
Secara garis besar, cerpen cerpen yang ada terbagi 2 yaitu prekuel dan sekuel. Kalau prekuel, berarti timelinenya sebelum Ther Melian Revelation. Sedangkan sekuel berarti timelinenya setelah Ther Melian Genesis.
Awalnya aku heran, kenapa cerpen-cerpennya pada padu dan seirama banget? Padahal kan penulisnya beda beda. Dan setelah ditelusuri, ternyata sebelum diterbitkan, cerpen cerpen yang terpilih sudah disesuaikan dulu, biar nggak rancu.
Di bagian prekuel, ada cerpen tentang masa lalunya Karth, kisah Vrey saat masih bersama kelompok Kucing Liar dan lain lain. Kalau cerpen yang ditulis oleh pengarangnya yaitu tentang Ratu Ratana dan Odyss. Sebelumnya, Odyss tidak disorot terlalu jelas, jadi disini kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara mereka berdua.
Di bagian sekuel, ada pula cerpen dari penulis tentang kelanjutan kejadian pertemuan Vrey dan Leighton setelah 4 tahun.
Cerpen favoritku ada di bagian sekuel. Tepatnya pada cerpen yang paling akhir. Aku lupa judulnya. Pada cerpen itu menceritakan saat saat kelahiran anak Vrey dan Leighton. Soalnya Karth kocak banget😆😆😂 orang lagi cemas, malah ditakut takutin. Juga pas Vrey ngasih nama buat anaknya, itu bagian yang lucu banget. Kasihan Leighton😂😂
This entire review has been hidden because of spoilers.
Buku ini bukan termasuk tetralogi Ther Melian, tapi aku tetap tertarik buat baca, Anthology ini berisi prekuel dan sekuel dari Ther Melian series dalam bentuk kumpulan cerpen.
Aku cukup terkejut karena penulis cerpen² ini bukan hanya Shienny M.S (penulis Ther Melian series), tetapi juga para fans dan penulis yang mengikuti lomba cerpen Ther Melian.. Walaupun yang menulis bukan Shienny tapi aku tidak merasakan perbedaan yang signifikan, bahkan cenderung mirip dan khas seperti Ther Melian biasanya😍
Ada beberapa cerpen yang aku sangat suka, seperti 'festival pertama' dan ada beberapa juga yang aku gak terlalu peduli. Katanya untuk baca Anthology ini bisa sebelum baca tetraloginya, tapi menurut aku baiknya baca seriesnya dulu baru ini, atau baca ini bagian prekuelnya lalu lanjut baca seriesnya baru baca ini lagi bagian sekuelnya karena di bagian sekuelnya ini ada banyak spoiler siapa berakhir dengan siapa, dan bagaimana kehidupan setelah seriesnya berakhir jadi menurut aku akan mengurangi rasa penasaran bila baca Anthology ini sampai tamat sebelum baca seriesnya..🥰
Berisi cerpen cerpen pendek seputar dengan kisah ther meliannya sendiri. Berisi kisah masa lalu yang tidak di jelaskan dalam novelnya. Menarik dan juga bagi yang sudah menyelesaikan seriesnya, buku ini juga harus di baca.
Hanya kata itu yg bisa mewakili dr serangkaian kata yang ada di anthology itu... dan akhirnya teka teki ttg vrey-leighton.. terungkap.. serta kisah2 yg ada di tetraloginya.. ♡
Membaca antologi ini setelah menamatkan keempat seri utamanya memberikan sensasi yang menyenangkan. Paling suka bagian prekuel dan midkuel yang menjelaskan background dan masa lalu para tokoh yang mewarnai seri Ther Melian.
Dan aku penasaran apakah kisah Aelwen, anak Vrey dan Leighton akan ada kelanjutannya di masa depan nanti hehe.
Salah satu novel fantasi lokal yang saya ajungin jempol :)
Setiap karakternya kuat diingatan alias tidak cuma numpang lewat. Kisah fantasi yang menghadirkan sejenis Manusia, Elvar dan Draeg. Dalam Ther Melian Anthology terdapat kisah-kisah yang mengeksporasi cinta dalam beragam bentuk sekaligus mengenal lebih dalam karakter utama Ther Melian sebelum menyelami keseluruhan serialnya. :)))