Di Moskwa, Rusia, berdiri markas rahasia sindikat proyek pengembangan kloning, Treize Lune di bawah ambisi Jean Paul Dubois dalam usahanya menguasai dunia. Ia memproduksi TJI-1 (baca: TL one), makhluk kloning yang memiliki kekuatan fisik serta kecerdasan yang puluhan kali lipat dari manusia. Sayangnya, makhluk itu memiliki cacat pada koordinasi otak dan kontrol emosi. Ia berkembang liar dan sulit dikendalikan.
Sementara di Indonesia, Yuri Silvia, seorang polisi muda, tengah dihadapkan pada kasus pembunuhan berantai. Korban-korbannya dibantai dengan sadis sebelum dihabisi. Sang pembunuh misterius sulit dilacak, bergerak begitu rapi, dan tak meninggalkan jejak kecuali sebuah simbol F terbalik yang diukir di tubuh korban menggunakan silet tajam.
***
Menggunakan latar beberapa negara, perpaduan thriller misteri dan fiksi ilmiah ini memiliki kisah mendebarkan sekaligus mengerikan. Tokoh-tokoh dengan karakter sadis, kejam luar biasa, psikopat, hingga gay dan lesbian tumpah di sini.
Terbagi menjadi dua bagian masing-masing berjudul Frea dan Louis. Saya lebih menyukai bagian Louis. Bagian Frea misterinya kurang gereget. Sejak awal kemunculan, karakter sang pembunuh mudah diidentifikasi. Terlalu cepat pula diungkap. Saya yang lebih suka menebak-nebak, merasa kurang tertantang. Hanya menunggu seperti apa akhir nasib sang pembunuh dan sang polisi. Penjabaran proses pembunuhan mulai terasa membosankan ketika sampai pada korban kedua. Detail-detail tak perlu beberapa kali muncul. Begitu pula typo.
Pada bagian Louis, teka-teki muncul sedari awal dan setiap lembarnya menyajikan misteri yang patut dikulik serta kejutan demi kejutan. Memang saya bisa menebak siapa sebenarnya Aldi, dan beberapa misteri lainnya. Akan tetapi, tak mengurangi kenikmatan membaca. Tiga bintang.