Jump to ratings and reviews
Rate this book

Summonster #2

Summonster: Dragon Unvolve

Rate this book
Takdirku telah terukir di Langit, untuk kembali turun ke medan laga...

Jiwa-jiwa terkekang, inilah saatnya kalian semua bergabung denganku untuk menyelamatkan negeri tercinta ini...

Karena ketika tugas Langit telah memanggil, Cinta, Persahabatan, Keluarga dan apa pun yang kita miliki akan kita korbankan..

Marilah semua, mari ukir cerita kepahlawanan kita, agar nanti Langit bisa menceritakan kepada anak-anak yang hidup sesudah masa kita...

Paperback

First published January 1, 2013

4 people are currently reading
36 people want to read

About the author

Rudiyant

16 books51 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (10%)
4 stars
3 (30%)
3 stars
2 (20%)
2 stars
1 (10%)
1 star
3 (30%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Heru Zainurma.
11 reviews5 followers
September 18, 2014
Saya bingung bagaimana membahasnya. Jujur, terlampau banyak hal mengecewakan dalam novel ini. Tetapi akan coba saya ulas dengan rinci.

Dari sampulnya, tidak ditemukan masalah. Apakah gambarnya- desain judulnya-layoutnya itu original ataupun KW II, saya tidak terlalu ambil pusing. Yang penting sih, sampulnya sudah lumayan menarik.

Kata "Unvolve" di judulnya mengundang tanda tanya. Tidak lazim. Tapi ide marketing yang bagus. Ketika saya search di google (image), ternyata langsung muncul gambar sampul novel ini. Walaupun arti unvolve tetap misteri. Hanya ada situs urbandictionary yang memberikan definisi, yang maknanya beda jauh dengan apa yang dimaksud si penulis novel dalam ceritanya.

Ah, "sinopsis" di belakang buku juga bagus. Walaupun sayangnya, hampir tidak menggambarkan isi buku sama sekali.

Sekarang masuk ke bagian dalam buku.

Inilah yang jadi sumber masalah.

Harus mulai dari mana ya? Hmm ... coba dari plotnya dulu, deh.

Boleh saya katakan, plotnya seperti plot RPG (genre video game) pada umumnya. Bukan RPG yang epik, sayangnya. Paling banter RPG medioker. Tak ada kejutan berarti di plot yang membuat cerita menjadi menarik.

Ringkasan ceritanya:

Rain Deist dan sepupunya, John Deist, baru saja dipecat dari keprajuritan Kerajaan Lyneth karena kegagalan mereka di peperangan. Raja Lyneth mati tertumpas di sana oleh si infamous Darth Croix dari Kerajaan Ryeah, bersamaan dengan seluruh batalion Lyneth yang bertempur. Mengecualikan Rain dan John, yang entah karena alasan apa, dibiarkan hidup oleh Darth.

Kemudian ketika mereka hendak pulang ke rumah pasca pemecatan, ternyata mereka menyaksikan Naga Hitam hampir tiwas dikerubungi oleh tentara Ryeah. Terjebaklah duo Deist ke dalam pertarungan itu. Tahu-tahu, si Naga memberikan kekuatan pada keduanya--dengan mengorbankan Raga Asli--menyebabkan duo Deist menjadi supapowerful. Delapan puluh tentara Ryeah hanya seperti mainan bagi kekuatan baru kedua bersepupu itu.

Si Naga, Nithe namanya, akhirnya ber-unvolve. Wujudnya mengecil, semungil kadal (atau malah cicak). Dan dia punya berita mengejutkan. Ternyata, sang Naga terhubung secara spiritual dengan pangeran mahkota Kerajaan Lyneth--satu-satunya penerus takhta kerajaan. Nyawa keduanya terhubung. Dan si Naga memberikan quest kepada duo Deist untuk berpetualang dalam rangka mengembalikan si Naga ke wujud aslinya. Deadline 40 hari. Barang ajaib yang harus dikumpulkan ada tiga. Maka berpetualanglah mereka bertiga.

Ada gua api yang dijaga Cerberus. Ada monster salju. Ada menara berisi 5 golem dan Behemoth. Kemudian mereka bertemu rekan seperti Amy, si penyihir putih. Rose, si teman masa kecil yang kini berprofesi maling. Ataupun penyandang kekuatan Makhluk Suci lainnya seperti Frans dan Brian. Frans diberkahi kekuatan Quony sang Ichtion, Makhluk Suci penguasa lautan. Sedangkan Brian, dia memiliki anugerah yang diberikan Tiara, sang Avion, penguasa langit.

Petualangan mereka dibumbui kisah romansa Amy-John, bongkar-pasang party member, melintas ke daerah kekuasan Kerajaan Ryeas, dipenjara, sampai akhirnya duo Deist diberkahi kekuatan hypersupapowerful untuk menghadapi Darth Croix, yang dikatakan juga memiliki kekuatan amazuang setelah membunuh satu Makhluk Suci. Klimaksnya adalah peperangan antara Kerajaan Lyneth melawan Kerajaan Ryeah, dengan menu utama adalah duel Rain (+John) vs Darth.

Begitulah.

Tak ada plot yang spesial. Standar. Namun bukan itu yang menjadi sumber masalahnya.

Saya percaya bahwa plot standar pun bisa dikembangkan menjadi cerita menarik asalkan teknik pengolahannya mantap. Sayangnya saya tidak menemukan hal itu di novel ini.

Oke, selanjutnya mungkin akan lebih cepat dan praktis jika saya membuat list keluhan terhadap novel ini. Daftarnya adalah:

1) Baru buka halaman pertama, sudah disuguhi beberapa kesalahan tata bahasa yang paling mendasar. Tolonglah. Pengetahuan tentang imbuhan semestinya pelajaran bahasa Indonesia tingkat SD. Jangan diabaikan!

2) POV 1, naratornya adalah Rain sendiri. Namun gaya berceritanya tidak terlalu nikmat. Cenderung santai, dibumbui segudang guyonan, tetapi terasa hambar, bahkan garing. Terlalu banyak narasi yang redundan. Penjelasan suatu hal diulang dan terus diulang.

3) Dialognya terlalu banyak diisi saling ledek-ledekan, kurang mampu menunjukkan karakterisasi tokoh. Banyak penggunaan tanda seru yang tak tepat di dialog. Kesannya seperti mereka berteriak-teriak. Iya! Berteriak-teriak!

4) Battlenya juga tak terasa menegangkan. Sedikit sekali narasi yang menggambarkan kalau duo Deist mengucurkan darah. Perang pun tak terasa seperti perang. Ratusan ribu prajurit bertempur dalam satu medan perang, tetapi hal itu tak berhasil dideskripsikan dengan megah. Klimaks melawan Darth pun ... ah, sudahlah.

5) Potion dan magic booster?? Kesannya praktis sekali. Luka tertusuk tanduk (tembus sampai punggung) bisa sembuh dalam sekedipan mata!

6) MP?

7) Madagaskar? Jayawijaya??

8) Teknik penokohan buruk. Rain dan John, terutama kalau sudah mengejek Hithe, terasa sama saja. Dialog mereka tak ada yang khas. Karakter Hithe pun tak menarik. Yang parah, Darth Croix selalu disebut-sebut kebiadabannya, langsung dicap sebagai musuh seluruh Makhluk Suci. Darth sendiri baru benar-benar muncul dan beraksi di chapter terakhir, dengan dialog yang sangat sedikit--yang sedihnya, dialognya pun tak menggambarkan dia sebagai villain yang hebat.

8B) Frans tidak kebagian jatah aksi yang banyak. Brian cukup keren hanya di awal-awal kemunculannya. Kedua tokoh ini malah takluk begitu mudah oleh Darth. Adegannya pun di belakang layar. Tahu-tahu mereka sudah kalah saja. Kemudian Rose hampir tak berbuat apa-apa selain membuka kunci penjara. Keluarga besar Deist ... sebenarnya mau apa mereka di medan peperangan? Katanya sih keluarga bangsawan petarung, tetapi kiprah mereka di klimaks terlalu suram.

8c) Nithe, sebagai Makhluk Suci, tampak tak ada gagah-gagahnya. Rain dan John pun hampir tak ada hormatnya sama sekali kepada Nithe. (terutama ketika wujudnya masih unvolve) Padahal si Naga itu terhubung dengan keselamatan pangeran Kerajaan Lyneth di mana duo Deist mengabdikan diri. Komedi yang salah tempat.

8d) Permasalahan utamanya mungkin karena penggambaran Darth (ataupun duo Deist) yang terlalu imbalance. Setidaknya dari segi kemampuan bertempur.

9) Begitu pula dengan perang antara dua kerajaan, Lyneth-Ryeah. Alasan kedua negara ini berperang tak pernah dibahas. Pokoknya Ryeah adalah buruk. Bahkan kaum Makhluk Suci seperti Dragon, Avion, Ichtion pun tak suka dengan Kerajaan Ryeah. Ini bukan level perseteruan antar-negara yang saya harapkan. Tak ada intrik. Tak ada politik. Tak ada taktik.

10) Worldbuilding ... apa itu? Hampir tak pernah ada narasi yang mendeskripsikan tempat! Pembaca akan sulit untuk hanyut dalam nuansa kota, desa, dan semacamnya. Pembaca hanya disuguhi kalau Rain dkk. ada di kota A. Lalu ke kota B. Lalu ke dungeon C. Bahkan perpindahan tempat di dalam narasi tak digambarkan dengan mulus.

11) Font-nya kebanyakan gaya. Malah tidak terlalu bersahabat di mata. Tanda petik ganda (") sering tampak baur dengan huruf awal dialog.

12) Tidak konsisten dalam menggunakan istilah. Kalau menggunakan Naga ya Naga saja. Jangan malah diubah menjadi Dragon, lalu kembali lagi ke Naga, dan Dragon lagi, kemudian Naga lagi.

13) Banyak karakter yang seolah cuma jadi tempelan di novel ini. Dimunculkan satu kali, lalu tak pernah terdengar kabarnya lagi.

14) Epilognya! Hanya seperti itu?

--

Andai saja cerita ini digarap dengan sungguh-sungguh, mungkin hasilnya akan jauh lebih baik. Sayangnya, saya tidak merasakan keseriusan si penulis dalam membuat novel ini. Seolah asal jadi saja.

Kalaupun ada hal yang bisa dipuji dari novel fantasi ini, adalah keberanian si penulis untuk memasukkan banyak unsur humor ke dalamnya. Lebih banyak gagalnya, memang. Humornya terkesan "nanggung", kurang "poll". Kalau memang diniatkan komedi, ya garaplah sepenuh-penuhnya komedi!

Tetapi setidaknya, usahanya ini pun perlu diapresiasi. Tak banyak novel fantasi Indonesia yang dikerjakan dengan gaya humoris.

Final Verdict 3.8/10
Profile Image for Gahara.
2 reviews6 followers
March 17, 2018
Buku pertama yang saya selesaikan di tahun 2018. Buku ini benar-benar layak mendapat kritik pedas. Kenapa? Karena isinya jauh sekali dari kata memuaskan. Namun sayangnya, saya tidak tega untuk mengupas secara detail isi buku ini. Alasannya, karena saya dapat buku ini dari bazar :)) . Jadi, kesannya tidak adil kalau saya mereview buku ini. Semoga hanya dengan bintang yang saya berikan sudah cukup mewakili ya.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.