Jump to ratings and reviews
Rate this book

Penari Kecil

Rate this book
Ira anak bungsu Ibrahim, pengusaha tailor yang galak dan keras. Berbeda dengan si sulung yang selalu patuh, sejak kecil Ira tetap berusaha mematuhi peraturan atau larangan sang ayah tapi dengan sedikit “penyesuaian” di sana-sini demi tetap mendapatkan yang ia mau.

Larangan sang ayah ditujukan pada kecintaan Ira menari, perkawanannya dengan teman lelaki, hingga larangan yang berbenturan dengan apa yang begitu diingini Ira. Bagaimana Ira menjalani hidup dengan semua kungkungan dan larangan ayahnya? Dapatkah akhirnya Ira menari sesuai dengan musik pengiring yang diingininya sendiri?

Penari Kecil memasukkan benturan nilai-nilai tradisional dengan nilai-nilai modern, cinta anak pada orangtua, dan unsur-unsur kemanusiaan universal.

384 pages, Paperback

First published February 1, 2013

3 people are currently reading
22 people want to read

About the author

Sari Safitri Mohan

4 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (22%)
4 stars
6 (33%)
3 stars
7 (38%)
2 stars
1 (5%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Darnia.
769 reviews114 followers
December 21, 2016
3,5/5 bintang

This book is beautiful in its own way! Gw kira awalnya bakalan disuguhi kisah semacam Ronggeng Dukuh Paruk atau yg baru-baru ini gw baca Sintren. Ternyata bukan! Buku ini murni drama keluarga tentang pencapaian sebuah impian dan hubungan antara anggota keluarga di dalamnya. Hanya saja di pertengahan cerita, pembaca akan disuguhi konflik yg cukup sensitif: cinta beda agama, topik yg bisa dibilang, mau ending kayak apapun, pasti ada pihak yg mencibir. Di sini, jujur aja, gw menempatkan diri sebagai pembaca kolot yg 100% pro Papa-nya Ira. Karena seperti yg dibilang Tamara:
"Menjadi ayah itu adalah sebuah tugas"

Di Indonesia yg kadar toleransi dan antitoleransi-nya sama-sama tinggi, perlu keberanian khusus untuk bawa-bawa agama dalam sebuah cerita. Dan gw sendiri, yg kini dalam posisi sebagai orang tua dari dua bocah gembil, mau gak mau akan mulai menerapkan apa yg menjadi tugas gw sebagai ibu: mengenalkan agama yg gw anut kepada anak-anak gw. Karena gw meyakini bahwa ada pertanggung jawaban tertentu suatu saat nanti, sama seperti Papa-nya Ira, orang tua gak bisa tinggal diam jikalau si anak bertindak melenceng dari norma agama yg dianutnya (dalam berbagai artian, mohon gak minta kejelasan apapun). Jadi, gw sangat-sangat mahfum dengan pola pikir Papa Ira dan angkat topi dengan kebijaksanaan beliau dalam menghadapi kekeraskepalaan putri-putrinya.

Seperti yg gw bilang, ending buku ini mungkin gak memuaskan semua pembaca. Tapi, ending yg disuguhkan mbak Sari Safitri Mohan dalam novelnya ini adalah ending yg sempurna buat gw.

Terima kasih iJak atas peminjaman bukunya
Profile Image for Lisra Yenny.
96 reviews1 follower
December 25, 2022
Menari adalah panggilan jiwa. Itu yg dirasakan Ira sedari kecil, ira suka menari, teramat mencintai menari, tak bergeming atas pilihannya ingin menjadi penari profesional ketika Papa menentukan kuliah yg harus diambilnya ketika tamat SMA. Karena menari pula Ira bisa dapat beasiswa untuk menambah ilmu tari nya di New York.
Dalam hubungan asmara Ira lagi2 dipertemukan dgn orang yg begitu menyayangi nya tapi berbeda keyakinan. Dulu ia harus menyerah krn beda keyakinan, kini apa Ira harus kembali menyerah ketika restu papa tak kunjung didapat kembali krn perbedaan keyakinan.
Novel ini beralur maju, teratur, nyaman sekali untuk dibaca. Saya seperti sedang mendengar Ira curhat, berkeluh kesah ttg kehidupan kaku dalam keluarga nya, ttg Papa yg selalu berisi ceramah dan aturan dan dinilainya kolot, ttg Mama yg bertolak belakang dgn Papa, ttg menari sbg pilihannya, ttg kakaknya Intan yg selalu menurut dan mulai memberontak, tentang sepupunya Tamara yg sangat ia sayangi, ttg patah hati pertama pada Bayu, ttg James yg kini hadir.
Jika Ira akhirnya berhasil mempertahankan menari sebagai pilihan hidupnya, akankah kini ia berhasil juga mempertahankan James menjadi partner hidupnya?..
Satu yg sedikit mengganggu, buat saya keinginan orang tua agar anak2nya menikah dgn yg satu keyakinan bukanlah suatu yg dianggap kolot. Pandangan ttg suatu hal yg tidak berubah sesuai zaman mgk bisa dianggap kolot. Tapi tidak untuk keyakinan.
Profile Image for Speakercoret.
478 reviews2 followers
February 25, 2015
sebenernya gw berharap lebih banyak cerita soal tarinya, tp ternyata lebih banyak cerita cintah2nyah... tapi its oke lah, ga sebegitu mengecewakannya kok...
Penuturannya enak, walaupun utk bab2 depan butuh waktu untuk terbiasa dengan narasi yang panjang..

Kegalauan Ira yang menggangu nalar gw dan paling gw inget adalah kekaguman Ira ke Eros yang menentang keinginan orang tuanya dan memilih kuliah di Kesenian. Maksud gw kok bisanya Ira mengagumi sesuatu yang ia juga lakuin.. Ira juga kan masuk jurusan Seni menentang keinginan ayahnya, so apa bedanya sama eros? #gagalpaham

Yang juga mengganggu gw adalah nasihat2 Ira ke kakaknya, kadang2 nasihatnya seperti menuntut sesuatu yang Ira sendiri ga bisa lakuin atau melarang kakaknya melakukan sesuatu yang sebenernya dirinya sendiri ngelakuin hal yang ga jauh beda.. Menyuruh Intan mengalah pada ayah mereka sedangkan Ira sendiri sedang melawan..
Yah tapi ini masih ga terlalu menggangu karena kadang memang kita sebagai manusia lebih gampang nasihatin orang tanpa sadar kita ngelakuin kesalahan yang sama.. Kadang kita dengan mudahnya menilai perilaku orang tanpa sadar sebenernya kita ga beda dengan mereka..

Sebenernya buku ini dibawa demi ngikutin posbar BBI bulan Februari 2015 dengan tema profesi..
Tapi karena profesi penari di sini gw ngerasa kurang kental jadi ya ga jadi deh yah :D

Jadi #kesimpulanSotoy gw setelah membaca buku iini adalah:
Jangan meremehkan Restu Orang tua.. Restu orang tua itu menurut gw adalah hal yang penting. Terutama karena dengan restu itu teriring doa.
Kacaunya rumah tangga intan menurut gw krena gak adanya restu.. Bukan berarti gw bilang tanpa restu suatu rumah tangga ga akan berhasil, bukan.. Tapi dengan restu awal pernikahan akan menjadi lebih mudah.. Energi yang keluar karena terpikir "apakah gw ngelakuin hal yang bener? gw bakal nyesel ga yah" ga akan banyak...
Dengan restu juga kita ga akan menilai yang kita lakuin adalah sebuah pengorbanan.. Ketika menikah tanpa restu kadang yg terpikir adalah "gw nikah ma elo gw berkorban, gw ninggaln keluarga gw.. ini semua gara2 elo". Kebayang ga sih bebannya? Mungkin ada yang bisa bertahan.. Tapi itu butuh kekuatan, kesabaran dan usaha yang sangat besar..
Seperti ira yang juga menikah tanpa restu, yang setelah menikah malah semakin hari kegembiraannya berkurang, karena hatinya berat memikirkan semua ini tanpa restu ayahnya
Kadang gw pikir gw ini kuno banget yah, yang beginian masih merupakan hal penting buat gw :D
Profile Image for P.P. Rahayu.
Author 1 book38 followers
September 15, 2016
Review juga dapat dibaca di http://prayrahayusbook.blogspot.co.id...

"Kita nggak perlu kaya raya untuk bahagia. Yang kita butuhkan sebenarnya cuma rasa peduli orang pada kehadiran kita di dunia. Kepedulian akan kehadiran kita. Itu sudah lebih dari cukup." Tamara, hlm.347.


Novel yang cukup mengejutkan. Aku sama sekali tidak menyangka kalau novel ini memiliki daya tarik tersendiri. Awalnya, aku berpikir bahwa novel ini sekadar novel roman biasa. Nyatanya, berbagai nilai moral dipertentangkan dalam novel ini. Tak heran bila banyak yang menyatakan bahwa novel ini kaya akan nilai moral dan pembelajaran.

Bagi Ira, Papa adalah sosok yang begitu keras. Perkataan beliau tidak akan pernah bisa dibantah. Apapun yang Papa katakan, sudah menjadi semacam titah yang harus dijalankan. Lambat-laun, Ira mencoba untuk memberontak dengan segala aturan Papa. Mulai dari pilihan sekolah, hingga persoalan cinta. Ira berhasil melakukan berbagai kompromi dengan segala aturan yang dibuat Papa. Meskipun begitu, Ira tetaplah anak yang berbakti. Ia tetap mengingat Papa meskipun Ira tahu, kalau, Papa kecewa terhadap dirinya.

Saat menari, aku merasakan munculnya kebahagiaan berlipat-lipat dari tubuhku. Aku bisa lupa segala hal di sekelilingku. Aku tak ingat lagi kemarahan-kemarahan Papa. Lupa dengan ketegangan-ketegangan di rumah. Dan semua alasan itu membuatku jatuh cinta pada menari--Ira, hlm. 55.
.

Sejak kecil, Ira mencoba untuk menghindari kemarahan Papa. Terlahir sebagai anak bungsu, Ira sudah lebih mengetahui bagaiman perlakuan Papa terhadap anaknya. Setiap tindakan salah yang dilakukan oleh Intan--kakak Ira, Ira mencoba untuk menghindarinya. Sebisa mungkin, Ira mencoba untuk jadi anak yang tak suka cari masalah.

Pada saat Ira akan masuk perguruan tinggi, sifat pemberontak Ira mulai muncul. Ia bersikeras untuk memilih jurusan tari dibandingkan akuntansi. Kemudian, di saat ia kuliah pun, Ira menjalin hubungan dengan Bayu, laki-laki yang tidak akan pernah direstui Papa karena beda agama. Menurut apa kata Papa, akhirnya Ira memutuskan Bayu.

Beberapa tahun berlalu, Ira mendapatkan kesempatan untuk belajar menari di Amerika. Di negeri Paman Sam itulah Ira menemukan cinta sejatinya. Cintanya yang juga terlarang karena aturan yang telah dibuat Papa. Tetapi kali ini, Ira bertekad untuk mempertahankannya.

Sari Safitri Mohan. Jujur saja ini pertama kalinya aku membaca novel karya Saftri Mohan ini. Awalnya, aku tidak berekspektasi apa-apa terhadap novel ini. Toh, aku hanya tertarik dengan blurb di belakang novel. Ternyata, aku malah terkejut dengan cerita yang Safitri Mohan sajikan. Betapa rumitnya kehidupan Ira. Mulai dari keluarga, hingga kisah cintanya. Safitri Mohan berhasil menggambarkan kehidupan Ira dengan baik.

Dari novel ini, banyak sekali hal yang dipertentangkan. Mulai dari nilai-nilai kesopanan, moral, hingga agama. Kupikir, cerita dalam novel ini sekadar membahas kehidupan cinta Ira yang tidak setuju. Nyatanya, novel ini membahas salah satu isu yang paling sensitif dalam percintaan, yakni cinta beda agama. Aku cukup terkejut dengan premis ini. Meskipun begitu, Safitri Mohan mencoba untuk menggiring cerita Ira menjadi sederhana dan mengena.

Akan tetapi, aku cukup tidak mengerti akhir ceritanya. Bagaimana mungkin James memutuskan untuk pindah agama tanpa alasan yang kuat. Maksudku, dalam novel ini, James seolah-olah digambarkan pindah agama karena jatuh cinta pada Ira. Menurutku, alasan ini kuranglah valid. Kalau memang James bisa goyah dari keyakinnya, seharusnya ada alasan yang jauh lebih kuat dari itu. Tapi ini subjektif dari pemikiran aku.

Selain itu, tanpa sadar novel ini berusaha untuk memperjuangkan feminisme. Secara gamblang, Ira merupakan sosok perempuan yang tidak ingin dirinya dipandang remeh. Maka dari itu, ia mencoba untuk membuktikan diri dengan menari. Aku kagum dengan kerja keras yang Ira lakukan. Ia benar-benar berusaha untuk membuktikan diri.

Meskipun Ira banyak melakukan pemberontakan terhadap aturan Papa, Ira tetap menghormati Papa. Ia berusaha untuk menuruti semua permintaan Papa dengan caranya. Sampai akhir hayatnya, Papa tetap menjadi idola bagi Ira.

Bagiku, novel ini tidak mengecewakan. Bahkan, akan sangat menarik untuk dibaca.

3.5 bintang untuk sosok Papa yang luar biasa.
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews180 followers
March 26, 2013
"Saat menari, aku merasakan munculnya kebahagiaan berlipat-lipat dari tubuhku. Aku bisa lupa segala hal di sekelilingku. Aku tak ingat lagi kemarahan-kemarahan Papa. Lupa dengan ketegangan-ketegangan di rumah. Dan semua alasan itu membuatku jatuh cinta pada menari."


Kisah ini dimulai dengan perkenalan dari Ira tentang kedua orangtua dan juga keluarganya. Ayahnya, Ibrahim , adalah seorang pekerja keras yang akhirnya berhasil menjadi pengusaha tailor. Selama hidupnya, Ira dan kakaknya, Intan, harus hidup di bawah didikan sang Ayah yang keras dan kolot. Intan selalu patuh dan melakukan semua yang diperintahkan oleh Ayahnya - seolah kehidupannya sudah tidak memiliki pilihan lain selain menganggukkan kepala terhadap apa yang diminta sang Ayah. Akan tetapi beda halnya dengan Ira, yang selalu mengusahakan apa yang ia inginkan dengan berbagai macam cara - sambil berusaha untuk tetap berada dalam koridor peraturan Ayahnya.

Sejak kecil, Ira harus hidup berdasarkan berbagai macam aturan dan larangan Ayahnya yang seringkali tidak bisa ia mengerti. Semasa sekolah, Ira harus menyembunyikan dari Ibrahim, fakta bahwa ia bersahabat tidak hanya dengan perempuan, tetapi juga laki-laki. Tidak jarang, Ira memberontak dari peraturan yang diberikan Ayahnya secara diam-diam tanpa tertangkap basah. Dan sejak kecil pula, Ira sangat suka menari dan membuatnya ingin mendalami seni gerak lebih jauh setelah lulus SMA. Tentu saja, Ayahnya yang kolot tidak dapat menerima keinginan anak bungsunya karena tidak melihat adanya masa depan dengan menari. Saat Ayahnya menekankan bahwa Ira tidak boleh menekuni seni tari, Ira hanya mengangguk - akan tetapi ia tidak berencana untuk melepaskan impiannya....

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2013/0...
Profile Image for Lulu Sya.
1 review1 follower
June 23, 2013
buku ini keren banget.... menampilkan cerita tentang keluarga, pemberontakan, dan mimpi. Bahasa yang digunakan enak, alurnya ga bingungin, dan unsur budaya juga menjadi kelebihan dalam novel ini.

Love this novel....^^
Profile Image for Rahma.
139 reviews8 followers
October 27, 2015
Suka sekali ama cerita ini..., hubungan antara ayah dan anak perempuannya, ketika dekat terasa mengikat dan jauh..namun ketika tiada, terasa sekali bahwa apa yang diajarkan beliau adalah benar..., tegas dalam diam...
Displaying 1 - 7 of 7 reviews