Rafting trip sudah hampir dimulai ketika Natalie menyadari mantan tunangannya, Dan, tidak ada di lokasi. Padahal Natalie bela-belain ikut wisata alam ini demi berbaikan kembali dengan Dan. Dia ingin membuktikan kalau dirinya bukanlah ordinary woman seperti tuduhan Dan sewaktu meninggalkannya. Ketika Natalie mengetahui fakta bahwa Dan membatalkan trip-nya, Natalie sangat kecewa. Terlebih ketika dia tahu Dan sudah memiliki kekasih baru.
Evan, instruktur trip, sudah tertarik dengan Natalie sejak melihat gadis yang kaku itu. Tetapi memiliki hubungan bukanlah hal yang diinginkan Evan saat ini. Hanya saja pesona Natalie terlalu kuat, dan dia tidak bisa menolak begitu saja chemistry dia antara mereka. Saat Natalie menyerahkan dirinya pada Evan, Evan mengambil kesempatan itu. Meski dia tahu Natalie melakukannya untuk mengatasi rasa sakit hatinya pada Dan.
Hubungan semalam itu membuat Natalie hamil, dan Natalie tidak bisa meminta pertanggung jawaban dari Evan, semata-mata karena dia tidak yakin Evan bisa menjadi seorang ayah yang baik hanya karena Evan tidak memiliki pekerjaan tetap. Sementara Evan sendiri tidak ingin kehilangan (lagi) anaknya. Dia berkeras tetap berada di dekat Natalie sampai anak mereka lahir.
Alur ceritanya cukup menarik, dimana Natalie berusaha meyakinkan dirinya sendiri atas kehamilannya, dia pun harus menghadapi keluarganya dan usaha toko buku anak yang baru dimulainya. Di sisi lain, Evan berusaha berdamai dengan dirinya dan masa lalunya. Keduanya sama-sama berusaha menyembunyikan perasaan mereka demi logika. Tapi terkadang perasaan harus mengalah pada logika.
Ini adalah karya pertama Kimberly Van Meter yang saya baca. Meskipun tidak memiliki latar belakang medik, istilah-istilah medis di dalam novel ini cukup jelas. Saya malah sempat mengira novel ini masuk dalam medical romance, ternyata bukan :)