Serangkaian surat cinta dikirimkan oleh Ramu kepada seorang wanita teman masa kecilnya, tiga puluh tahun silam, Kisha. Dalam surat-surat tersebut, Ramu mengungkapkan kenangan-kenangannya tentang cinta terpendamnya, kisah perjalanan hidupnya, serta pemikirannya dalam menghadapi setiap warna yang tertoreh dalam hidupnya.
Suratnya dimulai dengan cerita tentang kenangan masa kecil yang Ramu dan Kisha habiskan bersama di sebuah kampung kecil. Dalam surat itu, Ramu mengungkapkan perasaan cintanya yang diawali oleh rasa persahabatan. Sayang, kebersamaan keduanya harus berakhir saat Ramu dan keluarganya pindah ke kota gara-gara ayah Ramu terlilit utang. Dalam surat itu pun Ramu menceritakan kehidupannya selepas meninggalkan kampung halamannya. Berbagai peristiwa pahit mengiringi perjalanan hidupnya. Kehilangan ayah, terpaksa putus kuliah untuk menghidupi keluarga. Lantas, ibunya meninggal. Tak lama kemudian, anak semata wayangnya, Raihan, pun menyusul setelah terserang demam berdarah. Tak ketinggalan kehidupan rumah tangganya lambat laun kandas. Sungguh, sebuah kisah melodramatik yang demikian menyentuh. Dan, surat-surat ini dikirimkan Ramu untuk Kisha, seminggu sebelum hukuman mati dilaksanakan. Pertanyaannya: siapakah sebenarnya sosok Ramu hingga membuat dirinya divonis hukuman seberat itu? Lalu, bagaimanakah nasib Kisha menghadapi kenyataan demikian?
Ramu dan Kisha adalah sahabat sejak kecil. Ramu merasakan rasa yang lebih dari sebuah persahabat terhadap Kisha. Ya, dia mencintai Kisha. Namun, semua itu dia pendam. Apatah lagi dia tahu Kisha disukai oleh orang lain dan Kisha pun menerima orang itu. Patah hati Ramu sejak itu, namun dia tetap sahabat setia bagi Kisha.
Perpisahan terjadi pada keduanya, karena Ramu harus pindah ke Gulama. Hal ini dikarenakan ayahnya menemukan pekerjaan yang lebih menjanjikan di sana. Inilah awal-awal surat Ramu pada Kisha tentang masa kecilnya, masa indah bersama Kisha yang tak terlupakan. Ada tujuh belas surat yang dia tulis untuk Kisha.
Di Gulama ayahnya mendapatkan pekerjaan yang gajinya lebih besar. Mereka dalam kecukupan dan mampu membeli rumah sendiri. Sambil dibantu juga dengan usaha sampingan ibunya yang menjual segala macam makanan di depan rumah mereka. Namun, sayang kepahitan terjadi ketika ternyata ayahnya ketahuan menjual bahan baku perusahaan secara gelap demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Bapaknya dipecat, limbunglah ekonomi keluarga. Dengan memahami kerja keras yang ayahnya lakukan, Ramu tidak menyalahkan ayahnya sepenuhnya. Hingga suatu ketika ayahnya meninggal akibat kecelakaan.
Ramu menjadi tulang punggung keluarga. Ia makin makin giat bekerja. Atas saran sang ibu, Ramu pun menikah. Dia memilih Sofia yang menjadi pendamping hidupnya. Sayangnya, ibunya meninggal terlebih dahulu sebelum cucunya lahir. Dalam waktu berdekatan anak Ramu pun menyusul neneknya ke haribaan Tuhan karena terkena demam berdarah. Sungguh, pahit hidup yang tak terelakkan.
Ditambah lagi setelah itu Sofia menceraikannya. Sedih dan pilu yang didapatinya. Segala macam ujian yang dia alami tersebut menjadi titik balik bagi Ramu. Untuk lebih mengenal Tuhannya. Lebih dekat lagi. Lebih banyak bersyukur dan ibadah kepadaNya. Sejak saat itu pola pikir dan sikapnya berubah lebih religius. Bahwa semua yang ada di dunia haruslah hanya untukNya.
Sangat disayangkan, bukan karena ilmu agamanya yang masih sedikit dia menjadi ikut jaringan teroris. Justru itu karena rasa benci Ramu terhadap koruptor di negerinya yang semakin merajalela. Akhirnya, ia letakkan bom do sebuah pertemuan pejabat dalam dan luar negeri. Walhasil, meninggallah sebanyak 200 orang lebih (halaman 343).
Karena perbuatannya tersebut, dia ditangkap dan mendapatkan hukuman mati. Surat-surat tersebut ialah catatan masa lalu yang hendak ia diceritakannya pada Kisha hingga sampai masa eksekusi kematiannya.
Begitulah kisah yang terjalin dalam surat Ramu. Tak hanya sekadar romantisme antara Ramu yang masih mencintai Kisha, namun juga ada keindahan alam tempat tinggal mereka. Juga ada kritikan-kritikan terhadap negeri tercinta, terutama masalah korupsi yang banyak menyengsarakan rakyat. Kelakuan yang seharusnya tak dilakukan oleh pemimpin yang dipilih oleh rakyat. Novel yang banyak memuat amanat yang layak kita apresiasi.
Spoiler Bintang Berkisah, terima kasih untuk kiriman bukunya ditunggu kiriman berikutnya.
kebetulan saya mengenal nama sebenarnya dari pemilik akun twitter @bintangberkisah,walaupun saya bukanlah penganut mahzab twitter, justru saya mengenal beliau dari media sosial facebook yang saya anut mahzabnya. saya tahu beliau ini hobi dengan dunia tulis menulis (kumpulan tulisannya bisa dilihat di http://bintangberkisah.wordpress.com/), kicauannya pun selalu menegenai dunia tulisan, dan juga aktif mengadakan lomba tulis menulis.
******
Surat Cinta untuk Kisha, ini
sebenarnya merupakan kumpulan tulisan yang memang dibuat untuk mengikuti salah satu ajang lomba tulis menulis.
Surat Cinta untuk Kisha, sebuah kumpulan serangkaian surat cinta yang dikirimkan "Aku" (Ramu), kepada wanita idaman hatinya sejak masa kanak - kanak (Kisha). Kumpulan surat yang ada merupakan refleksi perjalanan hidup Ramu.
Surat pertama diawali dari kisah perjumpaan pertama kali Ramu dengan Kisha. Ramu yang disinidikisahkan sebagai anak desa yang hidup dengan segala kesederhanaan yang ada, sedangkan Kisha sendiri berasal dari keluarga yang berada, dan karena satu dua alasan mereka terpaksa tinggal didesa. Bagi Kisha desa adalah kehidupan serba baru yang pertama kali dialami, dan tapi selalu Ramu menjadi selalu menjadi pendamping setia, mengajarkan kehidupan pedesaan. Ramu belajar mengungkapkan perasaan cintanya yang diawali oleh rasa persahabatan.
Benturan kaya vs miskin, kota vs desa, islam vs kristen, seakan menjadi tanda tanda, bahwa kisa cinta mereka berdua, mungkin vs tidak mungkin menjadi kenyataan.
lembaran demi lembaran Surat cinta yang dikirimkan, mulai membuka kisah kisah tentang perjalan kehidupan Ramu, mulai dari perpisahannya dengan Kisha, problematika kehidupan keluarga, hingga pencarian identitas diri Ramu. Pencarian identitas diri Ramu, sesunggunya yang menjadi inti dari buku "Surat Cinta untuk Kisha", bahkan pada surat surat terakhir, Ramu untuk Kisha, Pengungkapan identitas Ramu dari panjangnya pencarian, sungguh menjadi kejutan dari buku ini, seakan mengariskan, ini bukanlah buku roman, tapi lebih menjadi Autobiografi dari Ramu.
Bukankah perjalan pencarian jati diri, selalu menjadi kisah menarik untuk dicerna, Lalu bagaimanakah akhir kisah cinta mereka, dan siapakah sebenarnya Ramu ? hingga membuat dirinya divonis hukuman seberat itu? Lalu, bagaimanakah nasib Kisha menghadapi kenyataan demikian ?
saya tak pandai membuat resensi bekasi setengah ngantuk
NB ada LOMBA MENULIS SURAT #SCUK loh (cek di webnya ya)
sempat terhanyut di awal2 bab, lalu terkaget2 di akhir cerita... dan itulah hidup; kita tak pernah menyangka kearah mana angin takdir meniupkan kita... #halah... anyway I like it deh... u must read it!
It's a good novel. Even though it's written in the term of letters,I was not bored at all. Bintang Berkisah is really creative in arranging the words. The plot used has been very successful to attract my curiosity. I couldn't stop reading till I arrived at the last page ^^