Sephia hanya iseng saat mengabadikan momen perpisahan Mike dan Gabby. Ia tidak mengira Mike akan senekad itu demi mengenal dirinya. Sejak itu Sephia dan Mike melalui hari-hari mereka dengan kebersamaan, tanpa menyadari Gabby yang kembali dengan membawa dendam yang tersulut oleh api cemburu.
Konflik tiga hati yang semakin memanas ini akhirnya merenggut nyawa adik Gabby dan kakak Sephia. Lantas masih pantaskah mereka mempertahankan perasaan masing-masing atas dasar cinta?
Sebenarnya sekitar 50an halaman dari novel ini sudah saya baca minggu lalu, ng.. bulan lalu.. eh apa tahun lalu yaa xD Kan udah 2015, wkwk. Tapi karena bagian awal adegannya masih romance2 biasa jadi saya sedikit menunda untuk menandaskan novel ini.
Novel ini dituliskan oleh dua orang (saya kenal salah satunya) dan saya bisa merasakan kerja sama diantara keduanya benar-benar terjalin baik. Penyakit novel duet yang biasa saya temukan seperti ketidaksinkronan antara sudut pandang satu dengan yang lain, atau karakter yang tidak konsisten, tidak saya temukan di novel ini.
Kemudian, novel ini mengusung tema yang jarang diusung penulis Indonesia lain. Romance dan Thriller. Suatu tindakan yang benar-benar berani karena menulis romance aja udah susah apalagi jika dicampur dengan adegan kejar-kejaran dan bunuh-bunuhan.
Sayangnya, ada beberapa hal yang membuat saya bertanya-tanya karena kurang logis. Hanya baca bagian ini kalau kamu sudah selesai membaca novel ini ya. Karena review berikutnya, akan mengandung SPOILER.
1) Zahra Adelia Apa alasannya tiba-tiba ngasih si Sephia Andara (yang baru aja diliatnya beberapa detik lalu) sebuah kerjaan dan ngebayarin kosnya pula. Malaikat kah dia? Emangnya dia nggak takut klo Sephia ini ternyata anggota sindikat teroris atau buronan polisi yang baru aja mutilasi pacarnya? Oke mungkin saya berlebihan tapi logisnya orang tidak akan segitu berbaik hatinya pada orang asing. Apalagi kalo orang asingnya juga gak tau diri. Langsung pergi setelah 2 minggu kerja (dadakan pula) tanpa bayar utang terlebih dulu. Untung aja dia gak minta gaji juga.
2) Pasangan Dimas & Gina / Mike & Gabby Normalnya, orang sebelum pacaran kan pdkt dulu. Kenalan sama keluarga2nya dulu. Minimal tau lah dia berapa orang bersaudara. Apalagi katanya Mike udah pacaran 2 tahun sama Gabby. Lah kok pas ketemu Gina, Mike gak tau kalo itu adiknya Gabby? Dan kok bisa-bisanya Gina jealous sama Sephia, bahkan dia nggak tau kalo cewek itu adiknya Dimas? How come?
3) Duo kakak adik Gabby & Gina Diceritakan kedua kakak adik ini sama2 punya penyakit kejiwaan. Sama2 posesif. Sayangnya fakta kondisi kejiwaan ini tidak didukung dengan latar belakang kehidupan mereka. Tadinya saya berharap Mike akan menceritakan gangguan kejiwaan apa yang dimiliki Gabby. Bagaimana tindakan keluarganya (mungkin pernah ngemasukin si Gabby ke RSJ)? Bagaimana kehidupan masa kecilnya? Dan kenapa dia baru bertindak nekat setelah Sephia muncul? Serius semua karena dendam? Alasan di balik kematian Gina juga nggak kuat. Kalo emang dia segitu jealousnya sama Dimas dan kalo emang Dimas playboy, harusnya dia udah mati dari dulu2 donk? Omong2 soal tokoh psycho, ada salah satu karakter yang berkesan di benak saya. Noriko Midorikawa di film Brain Man. Dia ngerakit bom sendiri dan gak segan2 buat bunuh orang. Punya ciri memotong lidah korban sebelum membunuhnya. Dan sebagaimana tokoh2 psycho pada umumnya dia ababil. Tentu saja, saya menganggapnya 'keren' karena dia hanya tokoh fiksi. Di dunia nyata, saya berharap orang semacam itu tidak pernah ada.
4) Adegan penculikan di Bandara Bagaimana caranya menggotong seorang pria dari dalam Bandara tanpa mengundang kehebohan dan memancing kecurigaan para petugas bandara? Bagaimana mungkin 4 orang pria berbaju serba hitam (yang mengingatkan saya dengan sindikat misterius dalam komik Detektif Conan), bisa melenggang bebas di bandara tanpa tiket dan tidak dicegah masuk sama security? Dan yang paling luar biasa menurut saya, adalah bagaimana mungkin Gabby bisa tau kalo Sephia dan Dimas mau ke Bali dan lagi ada di bandara?!! Siapa yang bocorin rahasia itu?! Apa dia punya permen karet super canggih yang bisa menyadap sekaligus melacak keberadaan mobil hanya dengan ditempelkan? Kenapa Gabby bisa punya bodyguard (sebenarnya ga cocok sih kalo disebut bodyguard, karena bodyguard itu tugasnya adalah melindungi majikan) disuruh menculik orang? Emang gajinya dia segede apa? Sewa penculik bayaran gak sejuta dua juta kan pasti. Kenapa Ari muncul sendirian untuk menolong Mike dan gak nelpon polisi sama sekali?! Berapa hari Mike diculik? BBnya tetap nyala tanpa dicharge? Ada banyak pertanyaan yang bermunculan di kepala saya saat membaca tiap adegan thriller di novel ini. Mungkin kalo novel ini panjangan dikit, kedua penulis bisa menjawabnya dengan baik. :)
5) Endingnya Sayang sekali Canon SLR yang ditenteng2 Sephia ini jadi hanya sekedar tempelan (bahkan saya hampir melupakannya), karena ujung2nya Sephia Andara malah jadi Desainer fashion dan bukannya fotografer. Terus gimana ceritanya Mike bisa tau2 jadi editor padahal sepanjang adegan nggak ada tanda2 dia suka baca novel? Oh, apa mungkin kalimat narasi yang tau2 jadi puitis itu salah satu indikasinya? Terus siapin pernikahan emangnya bisa cuma dalam waktu berminggu2? Sewa gedung bukannya harus dari jauh2 hari? Nggak ada acara lamaran ke Surabaya? Perkenalan antar keluarga? Saya merasa setiap adegan di novel ini terlalu terburu2, bahkan kedua MCnya pun jatuh cinta dengan terburu-buru.
6) Sephia Andara Bisa dibilang saya kurang simpatik sama MC yang satu ini. Hidupnya terlalu mudah karena muncul tokoh2 malaikat (Zahra, Barry, & Anggun) yang melancarkan segala urusannya. Tindakannya gak masuk akal. Misalnya, kenapa dia gak langsung jelasin ke Gina kalo dia adiknya Dimas? Kenapa dia sama sekali nggak merasa bersalah pas tau Gina bunuh diri, padahal dia bisa dibilang salah satu penyebabnya. Pas di awal2, kenapa dia ngotot gak mau angkat telp Dimas yang udah jelas2 saudaranya dan malah menggantungkan hidup sama orang asing (Zahra)? Sebelum dia gajian, pasti makannya ditanggung sama Zahra kan? Dia bilang dia nggak mau disebut cewek murahan/jalang. Tapi kenapa dia mau2 aja ketemu orang asing yang iseng ngajak ketemuan di PRJ? Kenapa tengah malem pake acara nemuin cowok yang lagi galau karena abis berantem ama pacarnya? Kenapa dia mau-mau aja disuruh ini-itu sama Mike (adegan mandi sampe tidur seranjang itu bikin dahi saya berkerut-kerut) Sorry-sorry aja tapi menurut saya itu bukan tindakan seseorang yang nggak mau disebut murahan. Dan yang paling mengganggu saya sepanjang jalannya novel : kenapa dia langsung bergua-elo tanpa terdengar logat jawa sama sekali dan memanggil kakak laki-lakinya dengan sebutan abang dan bukannya Mas. -.- Eh tapi Mike juga sama aja sih. Udah tau punya pacar cemburuan malah ngajak kenalan cewek lain. Parahnya lagi, pas Gabby ngelabrak Sephia untuk kedua kalinya dia malah kabur bukannya misahin atau apa. Haiyaaaa, cowok macam apa itu. -.-
Karena ini novel debut kedua penulis, saya rasa wajar saja jika masih ditemukan kekurangan di sana sini. :) Gaya bertutur kedua penulis pun mengalir dan sederhana sehingga tidak membingungkan. Saya yakin ke depannya, kedua penulis mampu menghasilkan novel yang lebih ciamik lagi. ^^
Komentar gw setelah selesai baca: semua serba terburu-buru.
Meet Mike, cowok yg nganterin pacarnya, Gabby, yg pergi dengan kereta. Di stasiun dia ketemu sama Pia (Sephia Andara) yg iseng motoin Mike dengan kameranya. Bab pembuka yang cukup sweet.
Yang kemudian disusul dengan segala kejadian-kejadian yang terlalu cepat terjadi, dan kurang logis.
Well, ini novel duet pertama dari Adek Pengakuan gua si Petronella Putri.
Secara isi, novel isi cukup sukses menampilkan sebuah cerita cinta yang dibalut unsur Thriller. Drama cinta yang dibumbui cerita tentang kakak beradik yang sangat drama yang kemudian menjadi perempuan psycho. Cerita ditulis dengan gaya penulisan yang ringan, sehingga ga terlalu pusing saat bacanya. Fun. :) Dalam novel ini, gaya penulisan Petronella terasa jelas saat memasuki cerita aroma Thriller. Darah, Senjata Tajam, Nafsu Membunuh sangat terasa jelas.
Tapi, pengulangan beberapa kalimat menjadi point yang kadang membuat keasikan membaca berkurang. Dan penggunaan POV 1 pada tiap tokoh di tiap bab juga membuat bingung saat awal membaca novel ini. Novel disusun dengan POV 1 yang mana setiap bab nya berganti tokoh. Sayangnya ketika pindah Bab tidak diberikan keterangan saat itu siapa yg menjadi pencerita Pia atau Mike? Dan ada beberapa scene cerita yang sedikit dipaksakan tanpa ada penjelasan tambahan, misal: Pertemuan dengan Zahra, Kedekatan dengan Mike, dan Penjelasan Dimas itu pacarnya Ginna juga tidak dijelaskab awalnya. Membuat ketika membacanya agak bingung.
Terlepas dari berbagai kekurangan itu. Novel ini cukup menghibur, apalagi bagi yang suka genre Thriller. Walau bukan full Thriller dan masuk kategori berat, Lovefool bisa dikatakan sebagai novel Romance semi Thriller. :D
Saya kira, Petronela Putri, aka 'mbem' *lalu dislap dengan emot* dan juga rekan duetnya, R. Kurniadi, berhasil mengawinkan romance dengan thriller dalam novel ini. Di awal-awal saya membacanya hanya dengan muka datar, karena mengira ini hanya sekadar novel cicintaan remaja biasanya. Hingga saat Gabby menunjukkan ketidakwarasannya, adrenalin saya semakin terpacu, hingga saya nggak bisa berhenti baca.
Saya suka seloroh-seloroh lucu dan nakal yang ada di sepanjang novel, baik yang dilontarkan oleh Mike maupun Ari. Ohiya, karakter Ari cukup mencuri perhatian loh... Sayang nggak diexplore lagi ya :D Saya suka Ari.
Soal alur cerita, pas di tengah, saya akhirnya kehilangan daya ikat pada novel ini, selain karena penasaran soal Gabby. Semua adegan tergambar terlalu telling. Adegan yang seram pun, bisa saya baca dengan muka datar. Padahal dalam visualisasi saya di dalam kepala, adegan itu bisa sangat-sangat dramatis bahkan bisa dibandingkan dengan film Rumah Dara :P
Dan, oh btw, saya kok nggak menemukan korelasi antara cover sama isi ya :P Ada yang bisa menjelaskan? :D
Bercerita tentang menjadi pihak ketiga memang sering dilema. Pun dengan sosok Sephia. Ia yang digambarkan kabur karena benci dengan keberadaan pihak ketiga di kehidupan ayahnya ternyata tidak bisa godaan cinta. Hal ini dieksplor dengan baik oleh penulis. Emosi dan kebimbangan Sephia tersampaikan dengan baik.
Perasaan Mike pun berhasil dituturkan dengan baik. Sayangnya untuk tokoh Mike kesan maskulinnya masih kurang. Narasi dari sudut pandang orang pertama dari sisi Mike kata-katanya terkesan masih terlalu manis untuk ukuran cowok.
Untuk alur yakni alur maju sudah bagus. Namun karena menggunakan sudut pandang orang pertama dari dua orang tokoh yang berbeda membuat pengulangan beberapa adegan jadi tidak terhindarkan.
Novel debut Mput dan Kur, kedua anak kembar gue *penjelasan ga penting*, jalan cerita yang berbanding terbalik dengan cutenya kaver novel ini, membuat nafas memburu pas bacanya. Adegan yang bikin gemas terjadi sekaligus dan menggebu. Tapi mungkin yang rada belum dapat waktu baca novel ini adalah ngerasa Mike terlalu cepat jatuh cinta sama Pia, seolah belum nemu chemistrynya untuk mereka saling jatuh cinta. Tapi ndak apa, gue membacanya cukup puas. Ini ending agak menggantung? Apa mau ada sekuelnya? Hehe
Alurnya cepat. Bahkan terlalu cepat. Bagi saya pribadi, saya mengharapkan penjelasan yang lebih panjang dan lebih detail dari apa yang ditampilkan di buku ini. Memang bukan mustahil mengalami cinta pada pandangan pertama, cinta cepat (hanya beberapa kali bertemu dan ngobrol) apalagi cinta yang tumbuh seiring seringnya kebersamaan. Tetapi, sekali lagi, secara pribadi saya mengharapkan penjelasan yang lebih panjang dari sekadar penggambaran kejadian yang sama dari dua kepala yang berbeda. Secara keseluruhan, buku ini menarik dibaca. Jalan ceritanya sangat mudah diikuti. :)
tema cerita sih bagus. hanya saja, alurnya kecepatan dn ad yang gak masuk di akal. menurutku sih ya, masa seorang cewek yang baru kenal sama seorang cowok mau aja nginap di rumah cowok tersebut? *ini pendapat saya ya* xD dan endingnya yang gantung bikin penasaran banget ;_;