Jump to ratings and reviews
Rate this book

Aku, Kau dan KUA

Rate this book
Ini bukan buku yang membahas hukum-hukum pernikahan secara agama atau secara fikih, tapi mencoba membahas pernikahan dari sisi yang mungkin jarang dilihat selama ini. Makanya @tweetnikah sengaja menulisnya dengan bahasa yang ringan dan sesederhana mungkin.

Mungkin saja di beberapa tulisan akan Anda temui kesan nggak serius dan banyak becandanya. Namun di balik candaan itu tetap ada pelajaran yang disisipkan untuk renungan.

204 pages, Paperback

First published February 20, 2013

16 people are currently reading
380 people want to read

About the author

@tweetnikah

2 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
68 (31%)
4 stars
75 (34%)
3 stars
47 (21%)
2 stars
16 (7%)
1 star
10 (4%)
Displaying 1 - 30 of 41 reviews
Profile Image for Fitria Mayrani.
522 reviews25 followers
February 21, 2013
Follow akun @TweetNikah baru beberapa bulan belakangan, itu pun awalnya kepo ngintipin linimasa temen SMA. Ada beberapa cuplikan kultwit yang kembali ditulis di sini, tentu saja dengan ulasan yang lebih lengkap. Sebelumnya saya telah membaca Udah Putusin Aja - Felix Siauw dan menurut saya buku ini seperti lanjutannya. Buku ini memang gak membahas pernikahan dari sisi agama. Hal-hal penting seperti restu, persiapan pranikah, bagaimana cara melamar, bagaimana memikat camer, bagaimana menyikapi resepsi yang terkait dengan adat istiadat- lebih fokus dibahas di sini. Buku ini menjadi penting bagi saya (mungkin juga Anda) sebagai bekal dan persiapan ilmu ketika suatu hari nanti dilamar sama pangeran berkuda putih, hahahah Aamiin!
Profile Image for mollusskka.
250 reviews158 followers
June 7, 2020
Sebuah buku tipis mungil yang berguna. Itulah pendapat singkatku untuk buku nonfiksi yang satu ini. Sesuai dengan judulnya, buku ini banyak mengupas soal hubungan percintaan dan jenjang pernikahan. Tujuannya supaya pasangan yang ingin melangkah ke jenjang tersebut bisa semakin mantap lagi. Karena banyak hal yang (ternyata) perlu dipikirkan sebelum sepasang kekasih memutuskan untuk menikah. Tapi bukan berarti hal tersebut lantas membuat seseorang takut dan cemas berlebihan untuk mewujudkannya. Bagaimana pun, menikah itu kan ibadah.

(For Sale: https://www.instagram.com/goodybook99/ or https://www.tokopedia.com/goodybook)
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
March 8, 2017
Selengkapnya >> http://resensibukunisa.blogspot.co.id...

Saya sudah lama sekali mem-follow akun twitter @tweetnikah dan mengikuti ulasan twitter tersebut sejak lumayan tenar. Lalu, beberapa tahun belakangan, ternyata si pemilik akun menelurkan buku berjudul Aku, Kau, dan KUA. Dan ternyata, buku ini juga difilmkan lho. Mungkin karena ini pula saya memutuskan membaca buku yang ringan ini saja.

Bukunya memang ringan jika saya membandingkannya dengan buku-buku pranikah yang dibuat oleh Ust. Fauzil Adhim atau Salim A. Fillah. Namun, isinya informatif dan tidak memberikan kesan menggurui. Sehingga, siapa pun yang membaca akan mendapatkan bekal yang banyak sebagai persiapan pernikahan. Seperti yang sudah diinformasikan di blurb, meskipun ada beberapa bahasan yang kesannya bercanda, tapi konten yang dibahas memang benar-benar serius. Pembaca akan disuguhkan informasi yang membuat berpikir. Baik itu tentang hubungan percintaan, apa saja yang perlu disiapkan dalam pernikahan, dan banyak hal lainnya yang perlu untuk dibahas sebagai bahan perenungan tentang betapa pentingnya sebuah mahligai pernikahan tersebut.

Membaca buku ini, membuat saya kembali bernostalgia ke masa-masa di mana saya begitu bersemangat membahas hal-hal seputar pernikahan. Rasanya, itu bertahun-tahun lalu, deh. Waktu saya bersemangat memiliki cita-cita menikah muda (... dan ternyata belum kesampaian hingga sekarang, hahaha). Beberapa konten yang sudah saya pahami di luar kepala memang saya skip. Namun, sensasi nostalgia dan mengingat kembali pelajaran penting seputar menyiapkan bekal pernikahan itu, rasanya menyenangkan dan cukup menghibur juga.

Ada sisi yang menarik dari buku ini. Terlebih, jika @tweetnikah sedang membahas tentang followers-nya yang unik dan lucu. Saya jadi tahu ternyata si admin sampai membeli blacberry khusus untuk menampung curhatan seputar pernikahan di sana. Juga, tentang e-mail masuk yang bermaksud sama. Salut dengan kegigihan dan kesabaran admin dalam membantu permasalahan seputar pernikahan. Semoga menjadi amalan yang pahalanya tidak putus. Namun yang saya sayangkan, akun twitternya sedang mati suri. Saya berharap @tweetnikah bisa diaktifkan kembali. Supaya, para follower yang menghadapi problematika tentang ini dapat mencurahkan hatinya serta mendapat saran yang baik.
Profile Image for Annisa MoeL.
209 reviews8 followers
January 26, 2014
Mencerahkan. Buku ini membuka hati & pikiran di poin-poin yang masih membuat hati ragu untuk lebih memilih taaruf daripada pacaran. Buku ini tidak berat koq, mudah buat kita untuk mengerti. Ga bertele-tele, penjelasannya ga malesin alias pas, enak. Setelah baca ini, terasa kalau saya masih harus lebih banyak lagi mempersiapkan diri agar statusnya berubah menjadi "siap nikah", masih banyak kurangnya bok :-/ Namun isinya terkesan biasa saja karna mungkin saya sudah pernah membaca hal yang serupa & agak lebih berat dari buku ini *sumfe loe??* :p Saya belum pernah memfollow @tweetnikah juga sebelumnya, jadi belum mendapat kesan yang begitu mendalam (kesannya saya sudah dapat sebenarnya, cuman belum dalam aja :p). Dan saya merasa bagian yang nikah & post nikah kurang banyak. I want more, hehehe.

Lalu, saya takjub saja dengan beberapa follower @tweetnikah yang mendapat hidayah dari buku ini dilihat dari testimoni mereka: berani memutuskan ikatan yang tidak seharusnya untuk lanjut ke ikatan yang seharusnya, setelah membaca buku ini. Kesimpulan: hidayah itu mahal.

Nb: buku ini mengingatkan saya dengan buku ustadz Salim A. Fillah yang berjudul "Nikmatnya Pacaran Setelah Menikah", a very great one!
Profile Image for puti widya ekasani.
37 reviews3 followers
April 15, 2013
buku ini saya pinjam dari seorang teman yang sungguh penasaran bukunya dan menggebu ingin menikah sejak... ah lupakan :p
saya memang tak berniat membeli, karena sudah bisa tercover dari tweet2 pengarangnya, dan setelah membacanya sampai habis, benarlah.

isi yang ringan, bahasa yang ringan, tidak menggurui dan sangat cocok untuk korban PHP :))
Profile Image for yani.
97 reviews4 followers
February 2, 2014
akhirnya beli dan membacanya :D

dan ternyata sodara2...seperti tersadarkan bahwa selama ini banyak hal yg terlewatkan :(

jodoh memang ditangan Tuhan, tp kalau tidak diupayai ya tetep ditahan Tuhan ;)

selesai baca harus siapin kertas utk menjawab pertanyaan2 yg ditulis diawal buku. penasaran?
silaaa dibaca sendiri..dijamin deh senyum2 sendiri ^_^
Profile Image for Yahya.
33 reviews2 followers
August 5, 2013
Panduan praktis untuk mempersiapkan pernikahan. Bukan buku agama yang membahas fikih nikah, bukan pula buku psikologi tentang pernikahan/relationship. Hanya untuk yang serius tentang cinta, saya pikir. :)
Profile Image for musim semi.
4 reviews
May 31, 2014
Pembahasan yang ringan dan kocak namun berisi, sangat cocok dibaca bagi mereka yang akan menikah :)
Profile Image for Meta Morfillah.
671 reviews23 followers
July 6, 2015
Judul: Aku, kau & KUA
Penulis: @tweetnikah
Penerbit: Elex media komputindo
Dimensi: xxviii + 196 hlm, cetakan keempat Juli 2013 edisi revisi
ISBN: 978 602 02 1735 2

Buku yang provokatif mengajak kita segera melanggengkan hubungan ke KUA hahah...

Pembahasannya bisa ditebak, tidak jauh tentang nikah. Akun pseudonymnya aja menegaskan hal itu. Mulai dari apa saja yang harus disiapkan sebelum kita meresmikan ke KUA, seperti persiapan mental, emosi, finansial, dilengkapi beberapa pertanyaan yang detail dan cukup membantu di halaman 14, untuk menyamakan persepsi dan mengclearkan informasi dengan pasangan. Lalu berlanjut ke beragam cara menjemput jodoh, dari dunia nyata hingga dunia maya. Bahkan ada mr.z salah satu follower di @tweetnikah yang gigih mencari dari twitter dan ditampilkan dalam buku ini capture-capture usahanya. Juga penjelasan baik buruk pacaran dan ta'aruf, yang tentu saja lebih disarankan untuk ta'aruf. Berlanjut ke cara mendapat restu dari orangtua, memenangkan hati mereka dengan mempelajari karakter mereka. Hal paling penting dalam sebuah hubungan, yakni tentang komunikasi. Berlanjut lagi ke lamaran, wali nikah, mahar, dan resepsi. Beragan cerita hingga kisag nyata yang ditampilkan dalam penyelenggaraan resepsi yang murah dan di bawah sepuluh juta. Sebab yang membuat sulit adalah gengsi kita. Curhatan beragam follower @tweetnikah yang bahkan tak cukup dibalas dalam 140 karakter. Terakhir mengintip pernikahan yang sudah berjalan dan kisah yang memotivasi untuk bertahan dalam mencintai. Ditutup dengan foto-foto follower yang menikah dan berpose dengan kertas bertuliskan @tweetnikah.

Temanya memang mainstream. Tapi pengemasannya menarik, gaya bahasanya ringan dan interaktif. Serta diselingi beragam ilustrasi, capture, foto, puisi dan kisah motivasi. Salah satu puisi yang paling saya suka ada di halaman 96. Membuat saya suka dan mengapresiasi buku ini 5 dari 5 bintang.

"Membuktikan cinta adalah dengan melamar dan menikahinya dengan resmi. Dan itu dilakukan oleh laki-laki dengan mendatangi keluarga wanita yang dia cintai, bukan dengan meminta wanita menyerahkan kehormayannya untuk membuktikan cinta." (Hlm. 67)

Ingat kalimat khas pemberi harapan palsu? "Santai, lihat saja nanti. Kita jalani dulu..." Sebenarnya yang enggak dia ucapkan adalah "Kita jalani aja dulu, siapa tau sambil liat kanan kiri dapat yang lebih baik dari kamu." (Hlm. 90)

"Tapi engkau tidak mengenal aku..."
"Untuk itulah seluruh sisa hidupku. Mengenalmu..." (hlm. 112)

Meta morfillah
Profile Image for Diah Didi.
689 reviews142 followers
May 24, 2013
Hadiah spesial dari my little sister yang punya visi dan misi buat kakaknya ini. :p

Sebetulnya sih saya udah dari dulu follow @TweetNikah. Tapi dasar jarang main di Twitter, alhasil saya nggak pernah baca TL-nya. Adik saya yang rajin meretweet via BBM/WA buat saya kalo menurutnya ada yang pas. Apa daya saya agak bandel, tetep aja belum tergerak untuk bener-bener ngikutin tipsnya.

Buat yang jarang atau belum pernah baca tuit2xannya @TweetNikah, buku ini mungkin bisa jadi gambaran tentang apa aja sih yang diomongin sama akun @TweetNikah di TL-nya. Kurang lebih tentang Menikah/Pernikahan dengan cara yang islami. Intinya sih, ya nggak usah pake pacaran. Apalagi pake udah panggil mami-papi kayak anak jaman sekarang, yang pulsa aja padahal masih minta sama ortu. :p
Juga kalopun udah mau menikah, pake cara yang sederhana. Nggak usah maksain pesta mewah demi gengsi ato atas nama adat-istiadat. Ini seperti untuk menguatkan bahwa Islam itu tidak memberatkan. Tapi manusianya yang bikin ribet. :p

Isi dan bahasanya ringan, tapi cukup dalem dan menusuk tanpa berkesan menggurui. Ada beberapa bagian yang bikin saya menitikkan air mata, terutama di bagian tentang restu orangtua.

Buat yang hendak menikah dengan cara yang sederhana, dan islami, kayaknya ini salah satu buku wajib punya (kecuali kalo kamu/Anda sudah rajin mantengin TL-nya @TweetNikah). Tapi jangan salah, buku ini nggak amat sangat menitikberatkan dari soal agama, tapi lebih untuk mengingatkan. Ini tipe buku yang bisa kamu buka kapan aja di halaman berapa aja, buat jadi pengingat di masa-masa tertentu. Buat yang udah nikah, ya itu, bisa jadi reminder. Buat kado teman/sodara yang kayaknya perlu diingatkan (ato disindir), ini juga oke (banget).
Profile Image for Syafiq Segaf.
95 reviews34 followers
July 24, 2016
Tadinya mo cerita panjang yang nggak ada hubungannya dengan buku ini, cuma sekedar curhat to no one in particular. Tapi udahlah, urusanku bukan urusanmu. Cuma kalo masih aja merasa kurang alasan atau motivasi untuk nikah, buku ini PERFECT ! (nah tuh kurang format teks apa lagi; bold udah, italic, underline).

Apalagi yang pacar/calonnya udah ada, udah buruan sana pesen tenda/gedung. Kebanyakan temen yang komentarnya tidak bisa kuhindari sampe ke kupingku setelah married pasti bilang, "Kenapa nggak dari dulu ya?"

Urusan apa pun yang bikin kamu ada halangan untuk nikah yang tidak tercakup dalam buku ini, nggak relevan. Yang penting ikhlas bahwa semua orang pasti ada jodohnya.. dan jangan lupa selipkan niat menikah karena Allah (terima kasih Andita Radianti dan Nuruddin Zanki untuk pencerahannya di Facebook).
Profile Image for Anggi Hafiz Al Hakam.
329 reviews5 followers
September 29, 2014
Agak sedikit terlambat untuk membaca buku ini pada saat filmnya sudah ditayangkan. Buku ini menceritakan sekelumit kenyataan yang dihadapi saat persiapan pernikahan, pernikahan, hingga pasca pernikahan. Walau begitu, penuturan keyataan tidak lantas terkesan menggurui bahkan cenderung disampaikan dengan bahasa yang nge-pop.

Penggalan ayat suci Al Qurán yang digunakan sebagai rujukan pun diperkuat kembali dengan penjelasan. Sebagai contoh, penjelasan mengenai turunnya ayat "laki-laki baik untuk perempuan baik, vice versa".

Truly recommended untuk mereka yang sedang mempersiapkan diri menuju bahtera pernikahan. Selain bacaan lain yang dianggap perlu, kiranya buku ini juga tidak terlalu salah untuk dimasukkan dalam daftar bacaan para calon pengantin sebelum berlayar mengarungi bahtera rumah tangga.

Semoga Allah SWT mempermudah jalan mereka yang berniat menuju kepada-Nya. Barakallah.
Profile Image for Elfi Yulia.
17 reviews2 followers
December 30, 2015
BUku yang menarik karena di dalamnya bercerita tentang masalah nikah yang dikutip dari twitter nya @tweetnikah. Jadi tidak hanya dari satu sisi penulis saja. Menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti. Padahal bahasannya sendiri tentang nikah dan mengenal nikah loh. KAta mereka, habis baca buku ini, jadi pada pengen nikah. Inti dari sebuah nikah yang ditekankan dalam buku ini adalah komitmen. Karena seringkali cinta itu bisa pudar tapi komitmen kedua pihak yang bisa membuatnya bertahan.

Profile Image for Dara Oct.
27 reviews2 followers
August 2, 2014
Terlalu banyak becanda garingnya, malah jadi gak menarik. Ukuran bukunya kecil & hurufnya besar, sebenernya isinya dikit banget. Agak nyesel beli karna infonya semua bisa didapet dari Google. Apalagi kalo emang follow akun Twitter-nya, banyak yang diulang di buku. Sampe becandaannya pun diulang, kan jadinya gak lucu lagi.

Saran saya, kalo mau baca buku tentang nikah yang sarat nasehat tapi tetap ringan, bacalah Nikah Muda oleh Prastari & Ariefiansyah.
Profile Image for Dessi Rahma Sulistiyani.
2 reviews3 followers
July 31, 2014
Interesting book I think, dengan berbagai macam penjelasan yang ngubeg-ngubeg persiapan menuju ajang pernikahan dan menjemput sang jodoh hingga mendekati hari H. Recommended buat yang udah siap dan mantap menggandeng sang jodoh menuju pernikahan. Easy reading juga dengan gaya bahasa crunchy jadi mudah dipahami dan diterapkan. Happy reading :')
Profile Image for Ririen N.
11 reviews29 followers
January 22, 2014
Good book!!! Recomended buat yg udah berencana nikah dan yg pacaran terus gak nikah-nikah hehehehe
tapi bisa jg di baca remaja yg belum kepikiran buat nikah (termasuk saya) sebagai pandangan aja ilmu-ilmunya apa buat nikah. Kalimatnya ringan mudah dipahami, tapi mak jlebbb...Gak ngebosenin kalau dibaca dech pokoknya.
Profile Image for Onoskal.
23 reviews
February 27, 2014
This book offers inspiring and endearing insights on marriage. What's more, it takes an approach from a familiar place for everyone right now, which is social media (twitter, mostly). Not so expensive, but the contents would certainly be fun to be read again and again. If you're planning to get married in a nearby period, be sure to lend this book to your significant other.
Profile Image for Wildan Ruiss.
13 reviews
July 17, 2014
Buku ini dengan cara yg asyik mengajak kita memahami lebih dalam bahwa masalah itu nggak asal kebelet, persiapan tentu harus ada karena pernikahan itu nggak sesederhana yg kita pikirkan.
Jangan mudah di-PHP in, pacaran bukan solusi.
Profile Image for Rahman Elfath.
37 reviews7 followers
October 15, 2013
kumpulan twitt dan akhirnya jadi buku. Kalimat-kalimatnya ringan, apalagi yang dibahas selalu menjadi topik utama bagi yang sudah cukup umur. Setelah baca ini timbul pertanyaan, apalagi ada orang yang tahu kita lagi baca buku ini?? Jadi kapan ke KUA nya...hahaaaaa
Profile Image for Gilang Firmansyah.
18 reviews
March 17, 2014
Saya pikir hanya akan dapat materi yang sama dengan buku-buku tentang pernikahan lain yang pernah saya baca, ternyata saya menemukan banyak materi baru disini, menggunakan bahasa yang tidak kaku dan mudah difahami dan membahas isu-isu terkini tentang masalah pernikahan. Keren!
Profile Image for M. Ardhya Irawan.
34 reviews3 followers
December 29, 2016
Buku kocak (tapi menyentuh) tentang berbagai sisi dari kehidupan pernikahan. Nampaknya ditujukan untuk pembaca yang lebih muda (dari saya) agar memiliki wawasan dasar yang lebih luas tentang temanya, meski demikian tetap cocok dibaca kalangan usia lain (yang lebih senior), hehe..
13 reviews
Read
April 16, 2013
banyak hal yang menggelitik hati, bagi yang belum merasa mapan untuk menikah perlu baca buku ini.
Profile Image for Susan Puspita.
2 reviews1 follower
May 11, 2013
apa yang kamu perlukan untuk menikah??
membaca.. karna ilmu dari membaca takkan pernah kadaluarsa..
salah satu buku favorit ;)
Profile Image for Erma.
Author 1 book7 followers
August 15, 2013
kecilkecil cabe rawit, bukunya mini tapi berisi...
dalam buku ini saya mendapat wawasan dan pemahaman baru. buku fiksi yang memperkuat apa yg saya yakini :)
Displaying 1 - 30 of 41 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.