rasanya lebih menikmati tulisan bli Adit di twitter dan blognya.
jujur aja sejak awal saya rasanya ingin menyudahi saja baca buku ini. bagaimana tidak, di satu halaman saja (hal 7) saya menemuka 3 kesalahan cetak. yang parahnya salah satu typo itu adalah penulisan "di mana" menjadi "dimana". mulanya saya pikir, oh mungkin ini memang salah cetak. tapi ternyata...di halaman berikutnya saya menemukan kembali kesalahan yang sama, ditambah banyak juga typo "diantara" yang seharusnya "di antara". jujur, rasanya saya ingin melempar buku saat menemukan typo-typo itu. karena menurut saya ini fatal banget. anehnya, ini lolos proses penyuntingan! kalau misalnya penulis yang belum tau bedanya penulisan "di" untuk kata kerja dan kata depan, mbok ya editornya memberi tahu. tapi lah dalah, kok ya gini. meski memang ada juga penulisan yang benar, tapi lebih banyak salahnya. udah gitu masih banyak typo juga, salah satunya ketidakkonsistenan memanggil tokoh Maya ada yang menjadi May ada juga yang menjadi Mai. baru kali ini kecewa sama editor dari sebuab buku. proses penyuntingannya nggak maksimal banget! masa penggunaan kata depan "di" aja masih salah!
untuk ceritanya sendiri, buat saya ya it was ok. makanya saya kasih 2 bintang. meski karakter tokohnya kurang kuat dan budaya Bali yang disisipkan pun tidak membuat saya menjadi kagum. mungkin perlu dieksplor lagi. tapi satu yang saya suka adalah bagian Jelaga saat menjelaskan diagram waktu. brilian banget idenya!