Sejujurnya di volume ini perkembangan ceritanya jadi makin aneh dan bikin nggak nyaman. Saat sedang kencan bersama Night di taman ria, Riiko bertemu dengan teman masa kecil yang juga cinta pertamanya, Toshiki Shiratori. Toshiki kakak kelasnya waktu SD. Dia pindah sekolah. Toshiki ke taman ria bersama adiknya, Yuki. Toshikilah yang mengobati kaki Riiko yang terkilir. Saat sedang mengantri untuk naik ferris wheel, Yuki mengeluh sakit perut. Sebagai rasa terima kasih karena Toshiki sudah menolong Riiko, Night mengajukan diri mengantar anak itu ke toilet agar Toshiki bisa tetap mengantri. Namun, sampai giliran Riiko dan Toshiki untuk naik, Night dan Yuki belum kembali. Akhirnya Toshiki memaksa Riiko naik ferris wheel berdua. Saat itulah Toshiki mencium Riiko! Lah?
Night lalu mengajak Riiko menginap di hotel. Night sudah bekerja agar bisa membayar hotel. Tapi ternyata Toshiki dan adiknya juga menginap di sana! Waktu Night sedang mandi, Toshiki lalu menelepon Riiko dan memintanya datang ke kamar karena dia ingin menjelaskan soal ciumannya tadi. BODOHNYA, Riiko mau!!! Gimana, sih?! Yang dilakukan Toshiki itu kan udah pelecehan seksual. Kok Riiko mau-maunya malah datang ke kamar cowok itu? Di kamar, tentu saja lagi-lagi Toshiki menyerang Riiko. Entah apa yang dia lakukan, setelah mencium Riiko, gadis itu langsung kehilangan kesadaran. Mekanisme ini tidak pernah terjelaskan. Yang jelas begitu bangun, Riiko mendapati dirinya telanjang di atas kasur bersama Toshiki. What the fuck?!
Gara-gara itu Riiko jadi panik dan mengajak Night keluar dari hotel. Lah, harusnya dia kan lapor polisi. Ini udah terhitung pemerkosaan kali. Aneh bagaimana komik-komik Jepang ini suka brush off adegan-adegan pelecehan seksual dan tidak membawanya ke tingkatan yang lebih serius, misalnya dengan memperlihatkan implikasi hukum. Si korban malah sering digambarkan luluh maupun tersipu-sipu setelah itu terjadi padanya. Sejak saat itu Riiko jadi tidak berani menghadapi Night.
Sialnya, Toshiki malah jadi murid baru di sekolah Riiko dan jadi kakak kelasnya. Namun, saat menceritakan soal Toshiki pada Soushi, Soushi menunjukkan foto Toshiki yang ditemuinya di sebuah acara pameran. Dan fotonya beda jauh dengan "Toshiki", lebih gendut. Shock-lah Riiko. Jadi si "Toshiki" yang sudah menyerangnya itu siapa???
Saat Riiko mengonfrontasi "Toshiki", dengan lempeng pemuda itu berkata, "Aku juga Toshiki. Tapi Toshiki Shiraishi. Kukira dulu kamu menggodaku. Jadi ya sudah. Aku toh tertarik padamu."
Can't you believe that if a stranger did and said that to you?! Dia berpura-pura jadi teman masa kecilmu. Menciummu secara paksa. Membuatmu pingsan. Menelanjangimu, dan membawamu ke tempat tidur dan entah melakukan apa lagi. Nggak cuma itu, dia membuntutimu sampai ke sekolah. This guy is a criminal!!!
Baru kemudian ketahuan bahwa Toshiki ternyata juga robot model seperti Night. Hanya saja dia versi 02 yang katanya sih sudah lebih dikembangkan. Tapi kok kepribadiannya toksik gini? Udah gitu, bukannya boneka seperti Night diaktifkan melalui ciuman? Kok Toshiki langsung terobsesi pada Riiko padahal Riiko bukan orang yang mengaktifkan dia pertama kali? Apa setingannya beda? Sudah begitu wajahnya yang kayak diseting mirip dengan teman masa kecil Riiko yang juga cinta pertamanya. Apa Kronos Heaven diam-diam menyelidiki masa lalu Riiko? Scary. There is something dark and sinister about Kronos Heaven dan itu enggak digali di sini. Like I said, di-brush off begitu saja.
Yang mengejutkan, Yuki ternyata adalah pimpinan Kronos Heaven. Oi! Anak sekecil itu punya karakter semanipulatif itu? Mengerikan. Intinya Night dianggap produk gagal karena tidak berhasil berhubungan seks dengan Riiko sebagaimana fungsi seharusnya. Karena itu perusahaan mengetes Toshiki pada Riiko untuk melihat apakah sang robot bisa menggantikan Night. Gila. Riiko dianggap tak lebih dari sekadsr objek untuk uji coba dan pengumpulan data oleh perusahaan.
Night dan Toshiki lalu bertarung habis-habisan. Soushi menyaksikan semua itu dan akhirnya menyadari bahwa kedua orang itu bukan manusia. Yuki lalu menonaktifkan Toshiki karena menganggap sang robot terlalu pushy. Dia lalu pergi begitu saja setelah bilang perusahaan akan mengganti segala kerusakan di rumah Riiko akibat pertempuran dua robot itu. Like seriously?! Gitu doang? Lempeng amat sikapmu setelah ngacak-ngacak kehidupan orang. Ingat, Riiko dibuat seolah dia sudah tidur dengan Toshiki dalam kondisi kehilangan kesadaran loh!
Soushi pun tak terima karena Riiko lebih memilih robot seperti Night daripada dirinya. Dia lalu memojokkan Riiko di tempat tidur (hadeeeeeh. Gak bisa ya ngomong yang normal? Semuanya pada red flag, nih). Riiko menyalahkan Soushi yang tak pernah memperlakukannya sebagaimana seorang wanita yang dia sukai dan keterlambatannya dalam menyatakan perasaan. Astaga Riiko... Yah, untuk urusan perasaan, orang memang bisa jadi bego, sih. Apalagi remaja seperti Riiko.
Nah, masalahnya, sejak pertarungan itu, tampaknya Night jadi rusak. Dia sering mendadak ngomong bahasa asing. Kupingnya berasap. Tangannya pun terpuntir ke arah yang tidak normal. Konyolnya, tidak ada satu pun teman sekolah Riiko yang menyadari keanehan ini. HAHAHAHA. Guyonan khas komik Jepang.
Gaku lalu membawa Night ke perusahaan untuk diperbaiki mumpung Riiko masih punya garansi setahun. Soushi memutuskan untuk tinggal di tempat Riiko dan menggantikan Night untuk memasak dan urusan lain. Tapi lalu Night kembali... dalam ukuran mini. Rupanya Night yang asli butuh waktu lama untuk diperbaiki sehingga dibuatlah versi mini darinya untuk kembali pada Riiko gara-gara Night ngamuk dan nyaris menghancurkan lab saat dibawa ke perusahaan. Seperti Night yang asli, Night versi mini ini pun sangat posesif pada Riiko. Imut sih. Well....
Ya gitu deh. Riiko akhirnya tinggal bersama Soushi dan Night versi mini. Sumpah deh. Orangtua Riiko terlalu banyak memberi kepercayaan yang tidak semestinya pada Riiko dengan membiarkan gadis SMA kelas X itu tinggal sendirian. Huffh. Parah.