i. (Resensi preliminari). Saya kagum dengan mainan gaya Saat Omar. Beliau mahir dalam mengatur plot. Pembacaan seimbas lalu saya memperlihatkan kelebihan Saat Omar dalam menghidupkan cerita manusia dalam 'Amanah Terakhir'.
Konflik yang dicereka berselirat tetapi tenang serta lancar. Saya meletakkan 'Amanah Terakhir' sebagai satu novel yang punya falsafah yang berhidup panjang, jelas, tetapi kejelasan itu seperti 'ikan di yang nampak berenang di air jernih tetapi berkocak'.
'Amanah Terakhir' berbahasa mudah dengan pembaca, dan mudah itu dilihat sebagai keindahan dalam novel sepanjang 800 lebih halaman ini.
Trivia 1: 'Amanah Terakhir' dihadiahkan kepada saya oleh penulisnya. Banyak-banyak terima kasih. Ini hadiah buku yang pertama dalam hidup saya.
Trivia 2: Latar tempat 'Amanah Terakhir' (di Kg Wahyu) adalah tempat yang cukup dekat di hati saya. Meskipun ianya bukan tempat kelahiran ataupun tempat saya menetap sekarang, tetapi 'Kg Wahyu' adalah tempat sepermainan dan sekehidupan saya.