What do you think?
Rate this book


188 pages, Paperback
First published January 1, 2013
Beberapa cerita terjadi di Guangzhou. Gambar dari sini.
Gerbang masjid di kota Solo. Sumber gambar disini.
Masih banyak sekali kisah di buku ini. Tidak ada yang tidak menarik. Semua memiliki keunikan tersendiri. Setiap kali menyelesaikan satu cerita, ada saja kejutan yang menanti dan rasa tak sabar untuk melumat kisah-kisah lainnya. Maka, jika ada kekurangan di buku ini, bisa kubilang bahwa bukunya kurang tebal. :) sebagai seseorang yang berpengalaman di bidang jurnalistik, Ariy sangat piawai memilih diksi. Semua terurai indah tanpa harus bermetafora.
Baiklah, di akhir ulasan ini, aku (lagi-lagi) akan mengutip makna sebuah perjalanan dari Duco –salah satu tamu Ariy di kisah ‘Tentang Duco’ mengenai anggapannya seputar traveling. “Traveling bagiku sangat personal artinya. Aku ingin selalu bertemu dengan orang baru dari perspektif berbeda dan memiliki latar belakang dan budaya berbeda pula, but they are still human and I like to find the human part in other regardless whether they are ladyboys, Moslems, Hindu or Catholics, beside they’re also people with their own life stories..” Hal.120.