Buku ke-7.
Angkanya menunjukkan satu hal... serial ini segera tamat.
*mendadak sedih dan depresi* T__T (halah)
Di buku ini ada banyak kejadian penting. Mungkin ini juga sebabnya buku ini menjadi salah satu yang paling tebal dari seluruh buku di serial.
Kisah dibuka dengan kembalinya Buddha ke ibukota Magadha yang secara otomatis menggenapi janji Buddha kepada Raja Bimbisara.
Bimbisara kemudian memutuskan untuk memenuhi janjinya juga, yakni memberikan sebidang tanah luas di Wenuwana untuk membangun wihara bagi Buddha.
Namun di sisi lain, kembalinya Buddha juga mengingatkan Raja akan takdirnya yang pernah diramalkan Assaji dulu, bahwa dia akan mati di tangan anaknya, Pangeran Ajatassatu. Maka situasi pun memanas di istana.
Ajatassatu akhirnya dipenjara oleh ayahnya setelah melakukan upaya pembunuhan Buddha yang gagal.
Ahimsa yang dikira sebagai pelaku upaya pembunuhan itu, ditangkap oleh Yatala si gergasi dan dibawa ke hadapan Buddha.
Ahimsa kemudian mendebat ajaran Buddha tentang membunuh makhluk hidup. Buddha akhirnya memutuskan untuk menamakan salah satu sila dalam ajarannya itu dengan nama "Ahimsa"; tidak membunuh segala bentuk kehidupan atau anti-kekerasan.
Buddha yang terluka membutuhkan beberapa tahun untuk memulihkan diri dan di masa inilah, pose "Buddha tidur"-nya yang terkenal digambarkan mulai terjadi.
Buddha kemudian memutuskan untuk mencari seorang penerawang masa depan. Maka dia mengirimkan Ananda untuk memanggil Sariputta dan Moggallana ke Wenuwana untuk menjadi penerus bagi ajarannya.
Dewadatta yang sedari dulu berniat untuk menjadi penerus Buddha merasa haknya terenggut dan dirinya dicampakkan oleh Buddha. Dewadatta pun akhirnya meninggalkan Buddha dan merencanakan niat jahatnya sendiri untuk mengalahkan Buddha.
Buddha kemudian mendapatkan visi lagi untuk meninggalkan Wenuwana karena masih banyak orang yang menderita dan belum terselamatkan.
Diputuskanlah, Buddha akan berangkat ke wilayah Kosala, termasuk mengunjungi Kapilawastu, rumah Buddha, bekas kerajaannya dulu.
Buddha berangkat dengan hanya ditemani oleh Ananda, dan keputusan ini cukup mengecewakan bagi Tatta.
Dalam perjalanan ini, Buddha bertemu lagi dengan Visakha yang akhirnya turut serta mengikuti Buddha, serta Ahimsa yang masih mendendam pada Buddha.
Buddha akhirnya tiba di Kapilawastu atas undangan Pangeran Kristal dan untuk pertama kalinya melihat kekejaman yang telah diperbuat Kerajaan Kosala kepada bangsa Shakya, penduduk asli Kapilawastu.
Buddha pun mengadakan perdebatan panjang dan adu kemauan dengan Pangeran Kristal demi membebaskan bangsanya, termasuk ayah, ibu, istri, dan anaknya, Rahula, dari perbudakan.
Nah, lumayan banyak memang hal pentingnya.
Dan sepertinya ada beberapa poin spoiler dalam hal plot, hahaha.
:D
Kesimpulannya, buku ini termasuk salah satu yang paling seru karena (hampir) semua tokoh akhirnya berkumpul di satu buku, dan pembaca akan mulai disajikan petunjuk-petunjuk mengenai konflik akhir, serta hal-hal yang mungkin akan terjadi pada tokoh-tokoh kita di buku terakhir nanti.
Ugh! Menegangkan! X_X
Oya, sebagai tambahan, ada hal yang belum sempat kusebut selama ini dalam review-review-ku tentang serial Buddha.
Mungkin ada orang-orang yang berpikir bahwa serial komik/manga ini isinya adalah materi-materi dalam kaitan tentang penyebaran agama Buddha, jadi tak perlu lah dibaca (dan bahkan sebaiknya dijauhi) oleh orang yang menganut agama lain.
Well, menurutku, salah.
Karena serial ini isinya murni tentang biografi Buddha (setidaknya begitulah niatan Osamu Tezuka, sang pencipta), tentang bagaimana kehidupan Buddha dalam kondisi sosial budaya di India kuno, tentang perjalanannya, tentang bagaimana dia mendapatkan pencerahan, dan seterusnya.
Aku bukan seorang penganut agama Buddha, tapi aku justru melihat banyak relevansi pembahasan dalam serial ini yang intinya bersifat humanis dan universal, misalnya tentang betapa berharganya kehidupan sehingga kita sebagai manusia harus menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.
Dalam beberapa konteks, Buddha bahkan sangat mirip dengan nabi-nabi agama samawi. Buddha mengajarkan kebajikan dan berulang kali mengadakan mukjizat. Buddha menghadapi berbagai cobaan, bahkan dari iblis sekalipun. Buddha menyelamatkan banyak orang dan mendapatkan banyak pengikut dalam perjalanannya.
Cerita-cerita dan pesan moral implisitnya sangat menginspirasi dalam berbagai aspek kehidupan.
Jadi, aku justru merekomendasikan serial ini kepada semua orang, tidak hanya penyuka komik.
Kalaupun ada yang perlu diperhatikan adalah mungkin untuk pembaca anak-anak, perlu ada bimbingan dari orang tua, hehe.
:D