Sepertinya selalu ada jeda kosong tiap selesai membaca satu cerita dalam buku kumpulan cerpen Homecoming ini. Jeda untuk merasakan riak yang tenang dan memahami kedalaman kisahnya.
Lima cerita dalam buku ini berkisah tentang sebuah hubungan yg rumit tak rumit yang pada akhirnya menyisakan tanda tanya yg tak harus dijawab. Antara gamblang dan tak gamblang tiap masalaha dihadirkan. Tapi apapun dan bagaimanapun kisah tsb dituturkan, saya sbg pembaca merasa puas karena telah dimasukkan ke dalam kehidupan manusia di belahan dunia lain.
Cerpen Homecoming, menarik karena POV orang kedua tunggal. Seingat saya, saya jarang menemukan cerita dengan POV orang kedua. Berkisah ttg kepulangan seorang pemuda ke tanah kelahirannya setelah pergi ke negeri lain untuk meninggalkan. Tapi, siapa sangka ia pulang kembali juga untuk meninggalkan.
El Apartamento, seorang laki-laki 40an, yang agak gak jelas sama hidupnya, dituturkan kisahnya oleh roommatenya seorang perempuan menjelang kepala tiga.
Obsession, cerpen favorit saya, bagaimana seorang pria yg masih dan terus memikirkan mantan pacarnya, pdhal ia menikahi perempuan lain, punya anak, dan sampai tua tetap utuh pernikahannya.
Sunday Love Affair, termasuk favorit saya juga. Bagaimanapun sakit dan salah, kesempatan kedua patut dicoba.
Bedtime story, cerita singkat ttg seorang ayah yg ditinggal oleh istrinya.
Karya fiksi bukan realitas, tapi ia lebih jujur daripada fakta. Beginilah buku ini disajikan. I like Maggie's work!