Hana hanya ingat malam itu ia merasa sangat marah. Ia memukul-mukul boneka pemberian Otou-san hingga kelelahan dan tertidur. Saat terbangun paginya, ia menyadari ada yang berubah. Ia menghindari papanya. Benci pada hujan dan aroma basahnya. Benci pada suara petir yang kadang-kadang mengiringi kehadirannya. Ada hal lain lagi. Hana tak suka dekat-dekat dengan laki-laki.
Kehidupan terus berjalan. Namun ada sesuatu yang sadar atau tidak akan terus hidup dalam ingatan. Enggan untuk menghilang. Sesuatu itu disebut kenangan.
Menjadi kenangan itu menyakitkan. Namun lebih menyakitkan lagi jika tak dikenang.
Hana tidak ingin merasakan cinta, tidak ingin terluka seperti Okaa-san. Bagi Hana untuk apa mencintai kalau rasa itu tak bisa dipastikan akan bertahta selamanya. Kini kehadiran kembali kedua sahabat masa kecilnya, Dino dan Adrian menggoyahkan perasaannya. Tapi sebelum dia bisa memutuskan untuk membuka hati, Hana harus menemukan kembali ingatan masa lalunya.
Ingatan yang dilupakan itu bagaikan kotak Pandora. Dan seharusnya kotak itu tak pernah dibuka.
Penulis novel. Karya-karyaku di antaranya: 1. Aku, Kamu, Kita (Media Pressindo, 2012) 2. It Must Be Love (Media Pressindo, 2012) 3. Memagut Rasa (Ping!, 2013) 4. Cinta Dalam Hati (Rumah Kreasi, 2013) 5. 9-StArs (Ping!, 2013) 6. Our Married (Grasindo, 2014) 7. My Name is Love(Media Pressindo, 2014) 8. Ketika Hujan (edisi republish, Grasindo 2015) 9. Heartbeat (Grasindo 2016) 10. Dengarlah Rindu (Chapter Eleven, 2017) 11. Please Forgive Us (BBM webcomic, 2017) 12. Bloomy Blue (Grasindo, 2018) 13. Lucky To Meet You (Bhuana Sastra, 2018 14. Hujan Kemarin (Grasindo, 2018)
Hana, alergi hujan dan pria di usianya yang kedelapan. Delapan tahun kemudian, saat Dino mencoba mendekatinya, dia pun menjauh, tidak mengingat bahwa Dino adalah teman SD nya. Bersama dengan Adrian yang juga baru ditemuinya, temannya bermain bersama Dino, Hana mencoba menggali ingatannya, mengapa dia membenci hujan, juga membenci ayahnya yang menceraikan ibunya dan memiliki keluarga baru.
Untuk kisah cinta yang sudah bertahan selama 12 tahun, endingnya sama sekali kurang memuaskan, tidak ada hal yang wah yang bisa membuatku iri akan kebersamaan mereka.
Menghadirkan sebuah cerita seorang gadis yang alergi hujan dan takut cowok selama 8 tahun yang kemudian bertemu 2 teman masa kecilnya.
Aku penasaran bagaimana si tokoh akan menghadapi ketakutan terdalam dengan masa lalu terkelamnya dan ternyata bacanya bikin ambyar frens :'(. Kayak tenggelam ke konflik batin yang dialami Hana karena rasa takut dari masa lalu dan membuahkan trauma sampai menghilangkan banyak memori.
aku bacanya edisi baru yang terbitan grasindo. covernya manis bgt btw. ceritanya menarik. dari dongeng dewa hujan, dewa awan, dewa petir, sampai cewek yang alergi hujan dan takut cowok. cukup menghibur sih
Tiga dari lima bintang untuk novel Ketika Hujan ini, saya berikan.
Pertama, untuk quotes cantik yang menyentuh, menyertai setiap bab dalam novel.
Kedua, untuk dongeng tentang Dewi Hujan, Dewa Awan, dan Dewa Petir. Dongeng tersebut selain manis juga sangat pas dengan keseluruhan isi cerita. Bagi saya dongeng inilah pengikat kisah ketiga tokoh utamanya. Melalui dongeng ini, jalinan cinta mereka bergejolak.
Ketiga, untuk cerita yang tidak melulu tentang cinta antara sepasang manusia. Tetapi penulis menghadirkan cinta tentang keluarga. Tentang cinta yang membawa seseorang pada penerimaan hakiki yaitu berdamai dengan diri sendiri atau dengan masa lalu.
Untuk lebih lengkapnya, silakan lihat Review Ketika Hujan: Ketika Dongeng Menjadi Awal Mula Kisah Cinta --> http://bit.ly/12Ncgry
Suprisingly aku cukup menyukai buku ini. Karena ini adalah buku dengan sad story. Aku bahkan meneteskan air mata di beberapa part, khususnya di bagian Dino memegang tangan Hana dan mengatakan : “dari dulu kau memang tak meyukaiku.” Aku suka karena buku ini berisi konflik keluarga, yaitu konflik antara Hana dan Otou-san nya. Sangat menyentuh dan terasa realistis.
Sepertinya ada bagian yang kurang konsisten, yaitu saat dikatakan Hana tidak menge nal Dino padahal di bagian lain diceritakan saat mendaftar pertama kali di kampus Hana sudah melihatnya dan langsung mengenalinya.