Sebagai sebuah mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, al-Quran tentu saja memiliki banyak sekali keutamaan. Hingga hari ini, banyak keutamaan al-Quran yang masih menjadi rahasia Ilahi. Karenanya, tidak sedikit ulama yang mencoba untuk mengungkap rahasia keutamaan di balik tiap surat, bahkan ayat dalam al-Quran.
Buku ini berusaha menguraikan rahasia-rahasia tersebut. Khususnya rahasia keutamaan surat yang bisa menjadi solusi untuk mengatasi beragam permasalahan sehari-hari. Disarikan dari sumber-sumber klasik terpercaya, seperti kitab Mujarrobat karya Ad-Dairabi, Ad-Durr an-Nazhim karya As’ad al-Yafi’i, serta beberapa hadis Nabi.
Tidak hanya mengungkap solusi untuk berbagai persoalan hati, akan tetapi juga disajikan bermacam-macam cara untuk mengobati penyakit jasmani. Karena seperti yang Allah swt. sebutkan pada ayat 44 dari surat Fussilat, “Al-Quran adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.” Apa yang dimaksud ayat ini adalah al-Quran sebagai solusi bagi beragam persoalan lahir dan batin sehari-hari yang biasa kita alami.
Upaya yang dilakukan dalam buku ini merupakan bentuk ikhtiar sekaligus kepasrahan diri kepada Allah yang Maha Kuasa, karena hanya Dialah yang mampu mengatasi segala problematika hidup yang kita hadapi.
Salah satu keutamaan mengamalkan surat Al-Zalzalah adalah seakan-akan membaca setengah dari kitab suci Al-Quran.
Membaca salah satu surat saja syafaatnya begitu besar. Apalagi jika kita membaca keseluruhan surat dalam Al-Quran, ya? Tentu akan semakin banyak syafaat yang akan kita dapatkan.
Buku Rahasia Keutamaan Surat Al-Quran ini benar-benar menyingkap rahasia dibalik ayat-ayat suci Al-Quran. Jika kita juga turut membaca terjemahan dari 114 surat yang ada di dalamnya, maka semakin bertambah pula pengetahuan kita tentang Al-Quran.
Buku ini ditulis dalam bahasa Indonesia dan Arab (tulisan ayat Al-Quran). Bahasa yang digunakan tergolong ringan dan mudah dipahami. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan peta buku, rujukan yang digunakan oleh penulis, 114 surat dalam Alquran beserta beberapa terjemahan dan keutamaannya masing-masing.
Seperti yang dijelaskan dalam buku ini bahwa Al-Quran sebagai syifa' (penawar) tidak melulu memberikan solusi bagi para hamba yang tengah bermasalah dalam kehidupannya, tetapi juga untuk membangun derajat mulia di mata Allah.
Oleh karena itu, mari kita tanyakan pada diri sendiri. "Kapan kita terakhir membaca Al-Quran?"
Semoga pasca membaca buku ini dan Al-Quran keimanan kita juga semakin bertambah, ya. Aamiin.
Ini adalah buku yang harus dimiliki oleh setiap muslim karena sudah dibuktikan oleh ulama khasiat-khasiat amalan ayat-ayat suci al quran pada masing surat. Aku pernah mencoba membaca beberapa surat-surat yang diperlukan untuk meminta satu hajatku yang penting: mendaftar universitas, dan berkat surat-surat yang dibaca. Hajatku tercapai, hal ini sangat melegakan. Karena sekiranya kita ditimpa masalah kemudian kita membaca surat-surat ini, insya allah akan diluruskan ke jalan yang lurus (dan bukan kematian, bukan, bukan kematian). Tapi ikhtiar dan usaha yang nyata juga harus dilaksanakan dengan niat yang tidak goyah. Ya, tapi tergantung juga kalau kita zholim, Al Quran yang akan membalas ulah kezholiman kita sendiri, hehehe
Bagi yang ada masalah dan ingin menyelesaikan masalahnya, coba cari penawarnya dengan alquran lewat buku ini. Maaf persuasif, tapi menurut aku pribadi ini buku harus dibaca khayalak Islam secara umum. Biar kita lebih transparan dalam mengetahui akar pemecahan masalah, meski aku sendiri kadang nangkep kalau apa yang dipermasalahkan dan jawabannya kok agak irrasional ya? Tapi bukan berarti irrasional itu ngga masuk akal.
Aku sendiri membaca ini ngga pakai pembimbing, (yang biasanya kalau kita menekuni doa yang diriwayatkan oleh ulama, biasanya harus memerlukan guru pembimbing, tapi bukankah perdagangan dengan Allah adalah perdagangan yang tak pernah merugi?). Tapi karena buku ini, aku bisa akrab dengan Al Quran. Aku sebenarnya bukan tipikal orang yang religius, dan mungkin agak ambigu pas baca buku ini karena khasiat-khasiatnya itu adalah hasil dari riwayat yang dituliskan ke dalam beberapa buku yang ditulis ulama, dan masih belum diketahui secara langsung apakah khasiat ini sudah terpantau ole Hadist Nabi. Meskipun jika kita melihat di Al Anbiyaa kita akan menemukan doa Nabi Yunus yang diriwayatkan dari at-Tirmidzi dan al-Hakim dari Sa'd bin Abi Waqqash ra. dari Nabi Muhammad saw. beliau bersabda "Seruan Dzun Nun (Yunus) dan dia berada di perut ikan Paus (yaitu) 'La Ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh zhalimin', tidak menyeru (berdoa) dengannya seorang muslim dalam suatu perkara kecuali Allah akan mengijabahi doanya." (HR. at-Tirmidzi dan al Hakim)