Jump to ratings and reviews
Rate this book

Pelangi untuk Sahabat

Rate this book
Seorang bocah gembala yang kehilangan sahabatnya...
Seorang gadis yang sangat menyukai hujan...
Sepasang anak kembar di suatu padang misterius...
Seorang anak perempuan yang menunggu kepulangan ayahnya dari angkasa...

Bersama kisah lainnya, inilah bunga rampai tentang persahabatan, keluarga, dan suka duka masa kanak-kanak maupun remaja.

180 pages, Paperback

First published April 1, 2023

1 person want to read

About the author

Melodi Penulis adalah sebuah kelompok yang dibentuk untuk mengembangkan bakat dan kreativitas anggotanya, khususnya dalam bidang kepenulisan, berawal dari sebuah kelas kecil yang diadakan di bawah naungan organisasi Kartunet (Karya Tunanetra). Anggota Melodi Penulis memang sebagian besar adalah mereka yang berasal dari kalangan difabel netra. Seiring perjalanannya, mereka berhasil menelurkan berbagai jenis karya tulis dengan genre yang beragam dan telah pula menerbitkannya dalam dua buah buku bersama penulis-penulis non difabel.
Buku pertama yang diterbitkan Melodi Penulis adalah Merpati Berjari Enam, sebuah fabel tentang dunia fauna yang dapat dinikmati pembaca anak-anak maupun dewasa.
Karya kedua kami adalah Yang (Tak) Terlupakan yang sebagian besar berisi kumpulan kisah tentang keluarga, cinta, dan persahabatan.
Pelangi untuk Sahabat adalah karya ketiga kami yang sebagian besar berisi kumpulan kisah tentang persahabatan, keluarga dan suka-duka masa kanak-kanak maupun remaja.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
1 (100%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 of 1 review
Profile Image for LiLa.
317 reviews12 followers
April 30, 2025
Lima penulis bersatu padu hingga terkumpul sepuluh judul cerita. Dari deskripsi yang tertulis di sampul belakang, sepuluh judul ini mengusung tema yang serupa: persahabatan, keluarga dan suka-duka masa kanak-kanak maupun remaja. Tapi setelah menamatkan buku ini, saya merasa ada beberapa judul yang mengusung tema "berbeda" hahaha. Selain itu, kelima penulis ini memiliki gaya bertutur yang unik jadi pas baca beneran berasa lagi makan masakan yang yummy plus variatif. Dan secara keseluruhan: saya suka! Saya suka!

Kamu di Mana? membuka buku ini dengan pengalaman sedih seorang anak. Ditulis dengan menggunakan sudut pandang sebagai anak kecil. Tapi entah kenapa saya merasa agak sedikit "gemash" saat membaca kisah ini (sampe saya nge-rant pas update progress hahaha).

Nilai untuk Rio jadi semacam "permen setelah makan obat" buat saya; sehabis nge-rant tentang Imbi, saya langsung disajikan cerita tentang anak "nakal". Saya suka kisah ini dan masih bertanya-tanya, kenapa Rio jadi seperti itu?

Karena Wanita Ingin Dimengerti mengusung konsep (temporary) magical gender transformation dan cerita fantasi pertama di buku ini. Bukan konsep yang baru tapi dieksekusi dengan manis (sekaligus jadi "tamparan" tersendiri buat saya, hahaha).

Jauza dan Zaula berkisah tentang sepasang anak kembar. Aroma fantasinya kental dan sedkit (sumpah cuma sedikit) mengingatkan saya sama sinetron azab-nya Indosayur. Tapi baca cerita ini lebih bikin merindink disko (klo nonton sinet Indosayur kadang saya, maaf, ketawa).

Gerbang Hujan adalah cerita fantasi yang cukup menarik untuk dicicip tapi masih menyisakan tanda tanya bagi saya. Kenapa hanya Ophelia yang bisa melihat gerbang keperakan saat hujan dan apa sebenarnya fungsi gerbang itu adalah dua pertanyaan terbesar yang sampai akhir ga bisa saya dapatkan jawabannya. Mungkin kalau dibuat novela, pertanyaan-pertanyaan saya akan terjawab (?).

Sayap-sayap Doa adalah kisah kehilangan kedua yang saya baca di buku ini. Perasaan yang muncul menurut saya tidak berlebihan. Tapi entah kenapa orang-orang sekeliling justru merasa rasa sedih itu kalau perlu ga usah dibiarin muncul. Saya suka akhir positifnya tapi mungkin kurang terlalu setuju sama "dorongan" yang diberikan. Sedih wajar asal tidak berlebihan (dan saya ga merasa kadar kesedihan di cerita ini terlalu berlebihan sich).

Benteng Terakhir sempat membuat saya berniat skip baca. Saya sempat mikir: wah, mc-nya lagi halu ini kayanya. Tapi makin ke belakangan saya kepikiran lagi: astajib, ini simbolik yah.

Kemuning Senja menceritakan persahabatan antara seorang teman tuli dan teman dengar di masa SMP. Terasa hangat, manis dan sedikit menampar.

Si Kimpul berkisah tentang seorang anak yang harus tinggal bersama Neneknya. Punya nilai tersendiri, terutama soal perasaan tidak nyaman, cemburu dan bersalah.

Pha menjadi kisah penutup yang sayangnya malah membuat kening saya berkerut ga keruan. Saya juga kurang tahu apakah temanya masuk tapi yang pasti cerita fantasi ini paling menyisakan buanyak pertanyaan. Dan... saya masih ga paham ceritanya sampe sekarang, huhuhu

Displaying 1 of 1 review

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.